Anda di halaman 1dari 18

Latar Belakang

Seiring kemajuan zaman, maka berkembang


pula ilmu pengetahuan dan teknologi dinegara
kita ini. Peralatan modern yang mahal pun
mulai banyak digunakan. Ironisnya, harga BBM
dan bahan pokok terus naik, dan itu sangat
memberatkan masyarakat, khususnya
kalangan ekonomi lemah. Untuk mengatasi
hal tersebut, maka kita harus memanfaatkan
sumber daya alam yang ada. Contohnya
seperti mengubah kotoran sapi menjadi
briket.
Pengertian Briket
Briket kotoran sapi adalah sumber bahan bakar
alternative pengganti minyak tanah dan LPG dari
limbah ternak (kotoran sapi) yang tidak terpakai dan
diolah. Penggunaan kotoran ternak sebagai bahan
pembuatan briket tidak saja sebagai merupakan cara
pemanfaatan energy yang lebih baik, tetapi juga dapat
mengurangi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan
oleh kotoran ternak tersebut.
Metodelogi Pembuatan Briket
Alat :
• Penggorengan (wajan/panci)
• Kompor
• Pengaduk
• Penumbuk
• Ayakan
• Pencetak briket (botol bekas)
• Wadah
Bahan :
• Kotoran sapi
• Air
• Tepung kanji
Cara Kerja
• Siapkan kotoran sapi
• Jemur kotoran sapi sampai kering
• Setelah dijemur kering, tumbuk kasar kotoran sapi menggunakan penumbuk
• Kotoran sapi yang sudah ditumbuk kasar, selanjutnya disangrai sampai
berubah warrna kehitaman
• Lalu, kotoran sapi tersebut diayak menggunakan ayakan
• Buatlah larutan perekat briket dengan cara masukkan tepung kanji dan air
ke dalam
• panci, lalu diaduk sampai merata. Taruhlah panci diatas kompor. Nyalakan
kompor. Aduk terus larutan tersebut sampai larutan tersebut lengket.
Larutan perekat siap digunakan.
• Selanjutnya, campurkan kotoran sapi yang sudah diayak tadi dengan larutan
perekat
• Aduklah sampai adonan menjadi kalis
• Buatlah adonan yang mudah dicetak menggunakan pencetak briket
• Jemur adonan yang sudah dicetak sampai briket tersebut kering
• Briket kotoran sapi siap digunakan
• Tambahkan minyak tanah sebelum briket kotoran sapi digunakan.
Hukum Briket
Briket kotoran sapi berasal dari kotoran sapi yang
dikeringkan. Memanfaatkan kotoran hewan atau
manusia untuk hal-hal yang bermanfaat hukumnya
boleh (mubah). Sama sepertinya memanfaatkan
kotoran hewan atau manusia untuk kesuburan tanah
(dibuat pupuk kandang dan lain-lain).
Ketika kotoran tersebut dikonversi dalam bentuk gas
(untuk memasak di kompor gas), maka gasnya juga
dihukumi najis, karena gas tersebut hakikatnya tetap
mengandung materi najis (‘ainun najasah). Namun,
ketika gas tersebut sudah dibakar maka api dan
asapnya dihukumi najis yang ma’fuwwun’anhu
(dimaafkan/ditoleransi).
Keterangan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu

‫كان اا نبي صلله عليه و سلم يصلي قبل ا ن يبن ا لمسجد في‬
‫مرا بض ا لغم‬
Artinya: “Sebelum masjid dibangun, Nabi SAW shalat di
dalam kandang kambing”.

Dengan hadis diatas madzhab Maliki dan Hambali


menyimpulkan bahwa, hewan yang dagingnya halal
dimakan (seperti ayam, kambing, sapi), kotorannya
tersebut dikonversi dalam bentuk biogas atau briket,
hukumnya tidak najis.
Dalam hal ini, hukum benda najis ada yang di-qiyas-
kan dengan asap dan ada juga yang di-qiyas-kan
dengan uap. Adapun pembahasan tersebut diantaranya
yaitu:
‫فرع د خا ن ا انجا سة نجس يعفي عن قليله ؤ بخا رها كذ لك ان‬
‫تصا عد بؤا سطة نار الءنه جزء من ا لنجا سة ثفصله االلناالر لفؤ‬
‫ثها ؤ اال فطا هر‬
Artinya: “Asap barang yang najis itu tetap dihukumi
najis. Karena asap yang berasal dari barang najis yang
sedikit dan uap dari barang yang najis itu disamakan,
apabila memasaknya dengan lantaran api dan kuatnya
api. Jadi apabila api tersebut tidak kuat aka perkara itu
hukumnya suci”.
Hadits diatas bahwasanya, asap yang berasal dari
barang yang najis seperti halnya pembakaran sebuah
kotoran dengan api maka asap yang dihasilkan
memiliki hukum yang najis karena asap tersebut
terangkat karena bantuan api, sedangkan uap yang
dihasilkan memiliki hukum suci, karena tidak terangkat
oleh bantuan api.
Hadist yang dapat dikaitkan dengan pengalihan kotoran
yang merupakan benda najis untuk diubah menjadi gas
sebagai berikut:

‫عن جا بر بنة ا بد هللا ا نه سمع رسؤل هللا ص يقو ل عا م الفتح و هو بمكة ا ن هللا و ر سو‬
‫له حرم بيع الخمر وا لميتة و الخنز وا ال صنام فقيل يا ر سول هللا ارا يت شحوم الميتة فا نها‬
‫بها ا لسفن و يدهن بها الجلود و يستصبح بها النا س فقا ل ال هو حرام ثم قال ر سو ل يطلي‬
‫هللا ص عند ذ لك قا تل هللا اليهود ان هلل لما حرم شحو مها جملو ه ثم با عوه فا كلوا ثمنه‬

Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda
pada tahun penaklukan kota Makkah dan beliau disana. Sabdanya: Sesungguhnya
Allah dan RasulNya mengharamkan penjualan minuman keras, bangkai, babi, dan
patung-patung. Maka ditanyakan: Ya Rasulullah, bagaimanakah pandangan tuan akan
lemak bangkai yang sesungguhnya untuk mengecat kapal-kapal, untuk menyamak
kulit-kulit dan orang-orang pula menggunakannya sebagai minyak lampu. Maka Nabi
bersabda: Itu tidak haram. Kemudian Rasulullah saw. bersabda waktu itu: Allah
mengutuk orang-orang Yahudi, dan sesungguhnya Allah setelah mengharamkan
lemak itu maka mereka merobahnya dan menjualnya serta makan harganya.

Dari hadist tersebut juga digaris bawah pada lafazh
yang berbunyi:
‫ا ن هلل لما حرم شحو مها جملو ه ثم با عوه فا كلوا ثمنه‬
Artinya: “Sesungguhnya Allah setelah mengharamkan
lemak itu maka mereka merubahnya dan menjualnya
serta makan harganya”.
Dari lafazh tersebut dapat dianalisa bahwa Allah
mengharamkan zat awal yang berupa lemak bangkai
yang disamakan dengan kotoran dalam hal biogas, ini
diperbolehkan untuk diambil manfaatnya atau bahkan
menjual dan memakan hasilnya ketika zat tersebut telah
dirubah.
pendapat ulama golongan madzhab Hanafi
menyimpulkan bahwa hukum kotoran ternak yang
diolah menjadi biogas adalah suci dan dapat digunakan
dalam kehidupan sehari-hari seperti memasak,
menyalakan lampu maupun menghasilkan listrik.
Kegunaan Briket
Sebagai :
• bahan bakar memasak atau
• kebutuhan rumah tangga
Cara Penggunaan Briket
• Siapkan briket
• Masukkan briket kedalam kompor briket atau
tungku sesuai kebutuhan
• Basahi sedikit bagian atas tumpukan briket
dengan minyak tanah
• Sulut bagian atas dengan menggunakan
kertas, biarkan menyala an merambat
kebawah
• Gunakan kipas untuk mempercepat penyalaan
Keunggulan dan Kekurangan Briket
Keunggulan:
• Tidak mudah meledak seperti gas elpiji
• Tidak mengeluarkan api, karena briket kotoran sapi ini menyala
seperti nyala rokok, dengan panas yang dihasilkan tak jauh beda
dengan bahan bakar minyak tanah maupun elpiji
• Peralatan memasak menjadi lebih awet karena briket kotoran sapi
ini tidak menghasilkan api yang membuat hitam bagian bawah
peralatan memasak
• Lebih sehat, karena briket kotoran sapi tidak mengeluarkan asap
• Briket kotoran sapi dapat menghasilkan panas yang bertahan lama,
dengan demikian secara perhitungan biaya akan menjadi lebih
murah dan ekonomis
• Ramah lingkungan karena memanfaatkan kotoran ternak yang
merupakan limbah
• Lebih hemat karena kotoran dua ekor sapi setara dengan 2,6 liter
minyak atau 1,90 kg elpiji/hari.
• Kekurangan:
– Berasap sehingga lebih baik digunakan di ruangan
yang terbuka.
– Tidak dapat dimatikan dengan cepat.
– Pijar api tidak mudah untuk dilihat (walaupun
panas sekali) briket kotoran sapi.