Anda di halaman 1dari 33

Pertemuan I

Konsep Tumbuh Kembang Anak


Semester II 2018/2019

YENI TRIWAHYUNINGSIH
Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami :
1. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan
2. Teori Pertumbuhan dan Perkembangan
3. Prinsip Tumbuh Kembang
4. Faktor Tumbuh Kembang
5. Ciri-ciri tumbuh kembang
6. Tahapan Tumbuh Kembang
Pengantar
• Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses perubahan yang
terjadi pada setiap individu, yang berlangsung seiring dengan
bertambahnya umur anak
• Pertumbuhan dan perkembangan mencangkup dua peristiwa yang
sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan
• Perubahan yang terjadi tidak hanya meliputi apa yang kelihatan
seperti perubahan fisik spt bertambahnya berat badan, tinggi badan,
tetapi juga perubahan (perkembangan) seperti berfikir, emosi, dan
perilaku.
Definisi Pertumbuhan
 Secara umum : bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sebagian atau seluruhnya yang dapat diukur dengan satuan berat
badan, panjang badan, dan lingkar kepala.
 Nursalam, 2018 : bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah
banyak) sel-sel tubuh dan juga karena bertambah besarnya sel,
seperti pertambahan ukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar
kepala. Pertumbuhan bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur
dengan satuan berat (gr, kg), satuan panjang (cm, m), umur tulang
dan keseimbagan metabolik.
Definisi Pertumbuhan
 Herawati (2009) : perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari kematangan
fungsi-fungsifisik yang berlangsung secara normal dalam perjalanan waktu
tertentu, suatu perubahan yang bersifat kuantitatif yang mengacu jumlah,
besar, dan luas serta bersifat konkrit.
 Narendra (2002) : bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interceluler, yang berarti bertambahnya ukuran fisik dalam ati ebagian atau
seluruh. Pertumbuhan mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu perubahan ukuran,
perubahan proporsi, hilangnya ciri-ciri lama serta munculnya ciri-ciri baru.
 Hurlock, 2008 : pertumbuhan dan perkembangan memiliki makna yang
berbeda, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan. pertumbuhan menunjukan
arti perubahan kuantitatif, pertumbuhan dalam ukuran dan struktur. Sejalan
dengan pertumbuhan otak anak, anak memiliki kapasitas belajar lebih besar
untuk belajar, mengingat dan bernalar.
Definisi Perkembangan
• Tanuwijaya, 2003 : proses diferensiasi sel-sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang
berkembang sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.
• Soetjiningsih, 2002 : bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks, mengikuti pola yang teratur, dan dapat diramalkan sebagai hail dari
proses pematangan.
• Herawati, 2009 : proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-
organ jasmani, sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan
fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan organ fisiologis.
• Ikatan Dokter Anak Indonesia, dalam Nursalam 2008 : perkembangan adalah
bertambahnya kemampuan dan struktur atau fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam
pola yang teratur dapat diperkirakan, dan diramalkan sebagai hasil dari proses
diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistemnya yang terorganisasi.
Teori Pertumbuhan
1. Teori Deprivasi Pertumbuhan (konvensional)
Mendeskripsikan pertumbuhan sebagai suatu patokan yang pasti, seorang anak telah memiliki
patokan tersebut sejak lahir, yang bersifat tunggal. Ia tetap berada pada kurva pertumbuhan
tersebut selama hidupnya. Ia akan jatuh ke keadaan terganggu bila faktor lingkungan tidak
mendukung.
2. Teori Homeostatik Pertumbuhan
Menjelaskan bahwa faktor genetik berperan dalam memberikan ruang pertumbuhan potensial,
suatu kawasan yang berspektrum luas. Faktor lingkungan membentuk kurva pertumbuhan pada
kawasan tersebut, dikontrol oleh mekanisme homeostatik.
3. Teori Potensi Pertumbuhan Optimal
Faktor genetik menyediakan batas atas kurva pertumbuhan, yang apabila faktor lingkungan
mendukung pertumbuhannya akan tercapai. Sebaliknya kelemahan faktor lingkungan dapat
menyebabkan tidak tercapainya kurva pertumbuhan maksimal.
Teori perkembangan
Menjelaskan teori-teori utama dalam perkembangan manusia :
1. Teori Psikoanalitis
2. Teori kognitif
3. Teori perilaku dan kognitif sosial
4. Teori Etologi
5. Teori Ekologi
6. Sebuah Orientasi Teoritis Ekletik
Teori Psikoanalitis
Perkembangan berlangsung terutama secara tidak disadari dan sangat diwarnai oleh emosi. Perilaku
hanyalah karekteristik di permukaan, dan kerja simbolik dari pikiran harus dianalisis agar perilaku
tersebut dapat dipahami. Berfokus pada pengalaman awal bersama orangtua.

1. Teori Freud
Kepribadian orang dewasa ditentukan dari cara menyelesaikan konflik masa anak-anak
tahap oral tahap anal tahap falik tahap laten tahap genital

kesenangan kesenangan kesenangan anak menekan saat


anak dipusatkan anak dipusatkan anak dipusatkan hasrat seksual kebangkitan
didaerah mulut didaerah anus didaerah genital kemudian seksual :
mengembangka sumber
n ketrampilan kepuasan
sosial dan seksual adalah
intelektual indv diluar
keluarga.
lahir-1.5 th 1.5- 3 tahun 3-6 tahun 6-pubertas pubertas dst
Teori Psikoanalitis
Teori Psikososial Erik Erikson
indivdu berkembang menurut tahap-tahap psikososial bukan psikoseksual.
Freud : motivasi utama manusia bersifat seksual. Kepribadian dasar dibentuk dalam 5 tahun
pertama dari kehidupan. Pengalaman awal lebih penting daripada pengalaman masa selanjutnya.
Erikson : Motivasi utma manusia bersifat sosial dan mencerminkan hasrat tuk bergabung dengan
manusia lain. Perubahan dalam perkembangan berlangsung spj hayat. pengawalan masa awal dan
selanjutnya sama-sama penting.
Teori erikson mencangkup delapan tahap perkembangan manusia. Masing-masing tahap terdiri dari
sebuah tugas perkembangan unik yang menghadirkan krisis yang harus diselesaikan oleh individu.

kpercayaan otonomi vs prakarsa vs semangat identitas vs keakraban generativit integritas


vs rasa malu rasa bsalah vs rasa kbingungan vs as vs vs
ketidakperc & ragu-ragu rendah diri identitas kterkucilan stagnasi kputusasan
.
bayi-1 th 1-3 tahun 3-5 tahun 6-pubertas 10-20 th 20an, 30an 40an, 50an 60 th keatas
Teori-teori Kognitif
Teori-teori kognitif mementingkan pikiran sadar (bandingkan dg teori
psikoanalitis y lebih ke pikiran tidak sadar).
Tiga teori kognitif yang paling penting : teori piaget, teori vgotsky, teori
pemrosesan informasi.
1. Teori Perkembangan kognitif Piaget
Anak membangun pemahaman mengenai dunia mlibatkan dua proses,
yaitu adaptasi dan organisasi. Anak berusaha memisahkan gagasan
yang penting dan kurang penting, dan berusaha mengkaitkan satu
gagasan dg gagasan lain. Selain berusaha mengorganisasikan berbagai
pengamatan dan pengalaman, anak juga beradaptasi, yaitu
menyesuaikan diri terhadap tuntutan-tuntutan baru dari lingkungan
(Byrnes, 2008).
Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Empat Tahap Perkembangan :
Sensori motor Praoperasi Operasi Kongkret Operasi Formal
usaha melukiskan dunia anak dapat bernalar Remaja bernalar
mengkoordinasikan dengan kata-kata dan secara logis mengenai secara lebih abstrak,
pengalaman sensori gambar, yang berarti peristiwa konkrit dan idelais, dan logis.
dengan tindakan fisik. meningkatnya mengklasifikan objek
Seorang bayi beranjak pemikiran simbolis dan ke dalam bentuk-
dari tindakan refleks melampaui hubungan bentuk yang berbeda.
naluriah sejak informasi sensoris dan
kelahiran hingga tindakan fisik.
permulaan pemikiran
simbolis
lahir-2 tahun 2-7 tahun 7-11 tahun 11-dewasa
Teori Kognitif Sosial-budaya Vygotsky
• Vygotsky fokus lebih pada pentingnya interaksi sosial budaya dalam
mengarahkan perkembangan kognitif individu.
• Perkembangan memori, atensi, dan penalaran mencangkup kegiatan
belajar untuk menggunakan temuan-temuan dari masyarakat seperti
bahasa, sistem matematika, dan strategi memori.
• Jadi di suatu budaya anak-anak belajar berhitung dengan bantuan
komputer, dan dalam budaya lain menggunakan manik-manik.
• Hubungan dengan oranglain juga tidak bisa dipisahkan dari
perkembangan kognitif.
Teori Pemrosesan Informasi
• Indvidu memanipulasi, memonitor, dan menyusun strategi terhadap informasi
yang ditemuinya.
• Seperti Vygotsky, teori ini tidak mendiskripsikan perkembangan dalam bentuk
tahapan.
• Jadi individu secara bertahap mengembangkan kapasitas untuk memproses
informasi, yang memungkinkan untuk memperoleh pengetahuan dan
ketrampilan kompleks (sternberg).
• Robert Siegler, 2007 : kegiatan berfikir merupakan suatu bentuk pemrosesan
informasi. Jadi ketika anak menangkap, menuliskan sandi, menampilkan,
menyimpan, dan mengeluarkan kembali informasi artinya sedang berfikir.
• Menurut Siegler, aspek penting dari perkembangan adalah pembelajaran
mengenai strategi yang baik untuk memproses informasi.
Teori-teori Perilaku dan Kognitif osial
• Behavioristik : studi ilmiah hanya bisa dilakukan terhadap aspek yang
dapat diamati dan diukur secara langsung.
• Perkembangan merupakan perilaku teramati yang dapat dipelajari
melalui pengalaman dilingkungan (Klein, 2009).
• Menekankan kontinuitas perkembangan dan perkembangan tidak
terjadi menurut tahapan.
1. Teori pengkondisian operant Skinner
2. Teori Kognitif sosial Bandura
Teori Pengkondisian Operant Skinner
• Skinner (1904-1990) : konsekuensi dari suatu perilaku akan
mengubah peluang munculnya perilaku tersebut di kesempatan
berikutnya.
• Perilaku yang diikuti reward akan meningkatkan kecenderungan
munculnya perilaku tersebut, sebaliknya perilaku yang dihukum akan
mengurangi kecenderungan munculnya PL tersebut.
• Menurut skinner, aspek penting dari perkembangan adalah perilaku,
bukan pikiran atau perasaan. Ia menfokuskan bahwa perkembangan
terdiri dari pola perubahan perilaku yang diakibatkan oleh pemberian
penghargaan dan hukuman.
Teori Kognitif Sosial Bandura
• Teoriini menyatakan bahwa perilaku, lingkungan, dan kognisi merupakan faktor-faktor penting
dalam perkembangan.
• Bandura : proses-proses kognitif memiliki kaitan penting dengan lingkungan dan perilaku.
• Pembelajaran melalui observasi (disebut imitasi atau modeling) yaitu pembelajaran dengan
menggunakan observasi terhadap hal-hal yang dilakukan orang lain.
• Individu perlu menjalani berbagai perilaku, gagasan dan perasaan melalui observasi terhadap
perilaku oranglain, dan observasi ini membentuk suatu bagian penting dari perkembangan.
• Letak kognitifnya? manusia secara kognitif menampilkan kembali perilaku orang lain, kemudian
mengadopsi perilaku ini ke diri mereka sendiri.
• Jadi ada 3 elemen yaitu perilaku, pribadi/kognitif dan lingkungan dan ketiganya saling
berinteraksi.
• Keyakinan individu bahwa ia dapat mengendalikan keberhasilannya merupakan contoh faktor
pribadi.
Teori Etologi
• Perilaku sangat dipengaruhi oleh biologi, terkait dengan evolusi, dan
ditandai dengan periode kritis atau sensitif. Perilaku ini merupakan jk
waktu spesifik. Ada atau tidaknya pengalaman tertentu akan memiliki
dampak jk pj bagi individu.
• Penelitian Lorenz pada angsa. Ada proses imprinting, yaitu suatu
proses belajar yang cepat dan naluriah yang melibatkan kelekatan
kepada objek bergerak yang pertama kali dilihat.
• John Bowlby (1989) : kelekatan kepada pengasuh selama satu tahun
pertama memiliki konsekuensi penting bagi keseluruhan masa hidup
sso.
Teori Ekologi : Bronfenbrenner (2006)
perkembangan mengedepankan faktor lingkungan
Orientasi teoritis eklektik
• orientasi yang tidak mengikuti hanya sebuah pendekatan teori,
namun memilih segi-segi yang dianggap paling baik dari masing-
masing teori.
• Dengan orientasi ini, studi perkembangan dilihat sebagai suatu yang
benar-benar nyata, setiap teori mengemukakan asumsi-asumsi yang
berbeda, dengan masalah-masalah empiris yang berbeda, dan
menggunakan strategi yang berbeda untuk mengumpulkan informasi.
Definisi Perkembangan
Kesimpulan Perkembangan :
Bertambahnya fungsi/kemampuan sensoris (dengar, lihat, raba, rasa,
cium), motorik (gerak kasar, gerak halus), kognitif (pengetahuan,
kecerdasan), komunikasi/berbahasa, emosi-sosial, dan kemandirian.
Prinsip Tumbuh Kembang
Menurut Potter & Perry (2005) :
1. Pola yang terarah (directional trends) : pola cephalocaudal, pola
proimodistal, pola differentiation
2. Sequential trends
3. Sensitive trends
Prinsip Tumbuh Kembang
10 Prinsip dasar pertumbuhan menurut Sutterly Donnely (dalam Jafar Nurhaedar, 2005) :
1. Pertumbuhan adalah kompleks, dan semua aspek nya berhubungan sangat erat
2. Pertumbuhan mencakup hal-hal kuantitatif dan kualitatif.
3. Pertumbuhan adalah proses yang berkesinambungan dan terjadi secara teratur
4. Pada pertumbuhan terdapat keteraturan arah.
5. Tempo pertumbuhan setiap anak tidak sama.
6. Aspek-aspek berbeda dari pertumbuhan, berkembang pada waktu dan kecepatan berbeda.
7. Kecepatan dan pola pertumbuhan dapat dimodifikasi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik.
8. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat masa-masa kritis.
9. Pada suatu organisme kecenderungan mencapai potensi perkembangan yang maksimum
10. Setiap individu tumbuh dengan caranya sendiri yang unik.
Prinsip Tumbuh Kembang
Depkes, 2007 :
1. Perkembangan adalah proses yang dalam yang terjadi dengan
sendirinya, sesuai dengan potensi yang ada pada individu. Belajar
merupakan perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha.
2. Pola perkembangan dapat diramalkan. Terdapat persamaan pola
perkembangan bagi semua anak.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh
Kembang
1. Teori Ekologi Brofenbrenner
Berdasarkan gambar dibawah ini, teori ekologi memandang
perkembangan anak dari 3 sistem lingkungan, yaitu mikrosistem,
ekosistem, dan makrosistem. Ketiga sistem ini membantu
perkembangan individu dalam membentuk ciri-ciri fisik dan mental
tertentu.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh
Kembang
2. Model interaksi tumbuh kembang oleh Uniceft & Johnson (1992)
yang dibedakan menjadi sebab langsung, tidak langsung, dan dasar
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh
Kembang
3. Hidayat, 2005 :
a. Faktor herediter : genetik/bawaan, jenis kelamin, ras/etnik, dan
umur.
b. Faktor lingkungan :
• lingk prenatal : konsepsi-lahir meliputi gizi ibu hamil, lingk mekanis,
radiasi, infeksi, stress, imunitas, kekurangan oksigen.
• lingk post natal : budaya lingk, sosial ekonomi keluarga, nutrisi, iklmi,
olahraga, posisi anak dalam keluarga, status kesehatan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh
Kembang
4. Soetjiningsih, 2002 :
a. Faktor internal (genetik) : bawaan, jenis kelamin, obstetrik, suku
bangsa.
b. Faktor eksternal :
• Pranatal : gizi ibu, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi,
stress, imunitas, anoksia embrio.
• Pasca natal : lingk biologis, lingk fisik, psikososial, keluarga dan adat
istiadat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh
Kembang
Faktor Eksternal:
1. Prenatal : gizi, mekanis, toksin/zat kimia, infeksi, kelainan imun, psikologi
ibu
2. Persalinan
3. Pasca persalinan : gizi, penyakit kronis
4. Lingkungan fisik dan kimia
5. Psikologis
6. Sosial-ekonomi
7. Lingkungan pengasuhan
8. Stimulasi
9. Obat-obatan
Ciri-ciri Tumbuh Kembang
Menurut Soetjiningsih, 1995 adalah sebagai berikut :
1. Proses yang kontinu sejak konsepsi sampe maturitas atau dewasa, dipengaruhi oleh faktor
bawaan dan lingkungan
2. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan serta laju
tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ
3. Pola perkembangan anak adalah sama, tetapi kecepatan berbeda antara anak satu dengan
lainnya
4. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan syaraf
5. Aktivitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas
6. Arah perkembangan anak adalah cephalocaudal
7. Refleks primitif seperti memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter
tercapai
Ciri-ciri Tumbuh Kembang
Menurut Depkes, 2007 adalah sebagai berikut :
1. Perkembangan akan selalu menimbulkan perubahan.
2. Tumbuh kembang pada tahap awal menentukan perkembangan
selanjutnya.
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang
berbeda
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
5. Perkembangan memiliki pola yang tetap, yaitu pola sefalokauda dan
pola proksimodistal.
6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Tahapan Tumbuh Kembang
1. umur 0-3 tahun
2. umur 3-6 tahun
3. umur 6-9 tahun
4. umur 9-12 bulan
5. umur 12-18 bulan
6. umur 24-36 bulan
7. umur 36-48 bulan
8. umur 48-60 bulan
9. umr 60-72 bulan
Daftar Pustaka
Soetjiningsih. 2017. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta :EGC
Sulistyawati, Ari. 2017. Deteksi Tumbuh Kembang. Jakarta : Penerbit
Salemba Medika
Rivanica R, dkk. Buku Ajar Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan
Pemeriksaan Bayi Baru Lahir. Jakarta : Penerbit Salemba Medika.
Sunarsih T. 2018.Tumbuh Kembang Anak. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Hurlock, E.B. 1990. Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta : Erlangga
Santrock, J.W. 2011. Life-Span Development. New York : Mc Graw-Hill C.