Anda di halaman 1dari 26

Fitohor

mon

Tugas : Telaah Jurnal tentang Hormon Sitokinin


(BAP) dan Asam Absisat (ABA)

Oleh
Nama : Siti Ramla S. Kahar
N I M : 432 415 021
Judul
Sitokinin (BAP) Abscisic Acid (ABA)

Kajian Sitokinin Benzilaminopurun (BAP Terhadap Application of Abscisic Acid Regulated Antioxidant Enzymes
Organogenesis Hasil Persilangan Dendrobium merbelianum Activities and Modulated Endosperm cell Division in Winter
dan Dendrobium liniale
Tahun: 2014 Tahun: 2016
Volume. 2 Nomor 2: 22-33. ISSN: 2339-1901 Volume. 96 Nomor 1: 283-295. Doi: /10.1139/cjps-2015-0368

Penulis :

1. Sri Hartati 1. Dongqing Yang


2. Ahmad Yunus 2. Dian Peng
3. Eva Friana 3. Wei Yang
4. Ari Susiolowati 4. Yong Li
5. Zhen Wang
Tinjauan Perbandingan Judul Kedua Jurnal,,,

• Jenis Tanaman yang digunakan


• Objek yang diamati
• Jenis hormon yang digunakan
Tujuan/ Alasan Penulisan
Pengaruh tunas apikal
BAP
eksplan dan tunas Dendrobium merbelianum
persilangan lateral dan Dendrobium liniale

Studi Lanjut :
ABA Pnggunaan ABA pada Pengaruh Pemberian ABAterhadap
tanaman gandum respon ex-in tanaman gandum kultivar
stay-green
Jurnal

BAP
Eksplan yang digunakan ada 2 macam tunas apikal dan tunas lateral. Untuk
melihat:
• Pertumbuhan eksplan
• Jumlah daun
• Panjang daun
• Jumlah akar
• Panjang akar
Jurnal

ABA

1. Studi lebih lanjut mengenai ABA eksogen yang terlibat dalam aktivitas antioksidan

dan pembelahan sel endosperm dari gandum setelah pemekaran bunga (Antheis)

Pengaruh pemberian ABA pada fase perkembangan


bulir gandum
Pengaruh pemberian ABA terhadap aktivitas antioxidan
2. Mengukur respon pada bulir gandum
Pengaruh hormon ABA eksogen terhdap hormon ABA
endogen
Ringkasan
Penelitian Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin (BAP)

1. Penelitian ini menggunakan dua jenis Anggrek yang berbeda yang keduanya

dipersilangkan, anggrek yang digunakan diantanranya Dendrobium merbelianum dan

Dendrobium lianum yang merupakan tumbuhan herba yang hidup secara epifit maupun

endofit.

2. Metode yang digunakan merupakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua

perlakuan % ulangan. Adapun, hasil yang didapatkan kombinasi media dengan sitokinin

(BAP) mampu menginduksi terbentuknya akar dan daun paa eksplan tunas apikal dan

eksplan tunas lateral


Metode Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin (BAP)
Penelitian

Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan
dan 5 kali ulangan.
a. Faktor pertama verupa eksplan batang yang trdiri dari dua taraf perlakuan E1:
eksplan batang, E2: eksplan batang lateral.
b. Faktor kedua berupa konsentrasi sitokini Benzilaminopurin (BAP) yang terdiri atas
empat taraf perlakuan S0= 0 mg/l, S1= 2 mg/l, S2= 4 mg/l, S3= 6 mg/l/.
Kombinasi perlakuan meliputi E1: 1S0, E1S1, E1S2, E1S3, E2S0, E1S0, E2S2, E2S3.
sebanyak 4o eksplan sampel yang diguankan dalam penelitian masing-masing
penelitian diulang 5 kali.
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin
Jurnal BAP (BAP)
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Jurnal 1
Benzilaminopurin (BAP)
Jumlah Daun
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Jurnal 1
Benzilaminopurin (BAP)
Jumlah Daun
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Jurnal 1
Benzilaminopurin (BAP)
Panjang Daun
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Jurnal 1
Benzilaminopurin (BAP)
Panjang Daun
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Jurnal 1
Benzilaminopurin (BAP)
Jumlah Akar
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Sitokinin Jurnal 1
Benzilaminopurin (BAP)
Panjang Akar
Ringkasan
Penelitian Jurnal Abscisic Acid (ABA)

Penelitian ini menggunakan asam absisat (ABA) eksogen untuk melihat pengaruh aktivitas
enzim antioksidan dan pembelahan sel endosperm dari kultivar gandum (Triticum aestivum
L.) Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas superoksida dismutase (SOD), peroksidase
(POD), dan katalase (CAT) pucuk pada kultivar tertinggi yakni dengan perlakuan ABA
dengan tingkat kerusakan membran yang lebih sedikit (malondialdehid rendah (MDA)). Aba
eksogen secara signifikan meningkatkan jumlas sel endosperm dan tingkat divisi endosperm,
yang mempengaruhi berat biji. ABA juga menurunkan kandungan zeatin ribose (ZR)
endogen dalam pucuk dari hari ke 7 hingga 28 setelah anthesis (perbungaan) , terjadi
peningkatan IAA. Analisis korelasi menunjukan bahwa kandungan endogen ZR, ABA, IAA
dalam biji-bijian secra positive signifikan berkorelasi dengan laju endosperm. Hasil
penelitian menujukan peningkatan berat biji tanaman yang diinjeksikan dengan ABA
menunjukan kemampuan antioksidan yang lebih tinggi dari pucuk, yang mengakibatkan
pemeliharaan lebih lama dari kapasitas fotosintesis dan tingkat pengisian biji-bijian yang
lebih tinggi.
Metode Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin
Penelitian Jurnal Abscisic Acid (ABA) (BAP)

Bahan tanaman dan kondisi pertumbuan


Bahan:
Kultivar gandum (Triticum aestivum L.) dengan dua kultivar Wennong-6 dan
Jimai-20
Kondisi pertumbuhan:
Percobaan dilakukan selama dua musim dalam satu tahun. Tanah mengandung 12,3 g kg −
1 bahan organik, 0,91 g kg − 1 total N, 87,2 mg kg − 1 tersedia N, 8,6 mg kg − 1 Olsen-P,
57,5 mg kg − 1 Olsen-K. Sebelum menanam 120 kg ha − 1 N, 75 kg ha − 1 P2O5 dan 150 kg
ha − 1 K2O dicampur ke dalam tanah, dan 120 kg ha − 1 N diterapkan pada sambungan
tahap. Hama, penyakit, dan gulma dikendalikan oleh aplikasi kimia yang tepat selama
siklus tanaman
Metode Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin
Penelitian Jurnal Abscisic Acid (ABA) (BAP)

Desain Percobaan
Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap factorial 2x2 dengan 4 perlakuan
masing-masing perlakuan memiliki 3 kali ulangan. Waktu anthesis ditentekun dengan
timbulnya anthera yang telah mengalami penyerbukan 50%. Air suling dicapurkan dengaN
aba 10 mg/l. kemudian disemprotkan masing-masing 100 ml m-2 antara 1 – 3 hari setelah
perbungaan pada jam 5:00 sore. semua perlakuan memiliki kandungan surfaktan 0.5%
Metode Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin
Penelitian Jurnal Abscisic Acid (ABA) (BAP)

Sampel Pucuk Daun


Tanaman gandum yang telah berbunga bersamaan ditandai. Pengambilan sampel pucuk
daun dilakukan selama 35 DAA pada interval waktu 7 hari.
Pucuk dilepaskan dan segera direndam dalam nitrogen cair selam 0.5 jam dan emudian
disimpan pada suhu -40O C smpai tes biokim
Metode Jurnal Sitokinin Benzilaminopurin
Penelitian Jurnal Abscisic Acid (ABA) (BAP)

Tes untuk aktivitas


enzim antioksidan
Sampling biji-
dan kandungan
bijian
malondialdehid
(MDA)

Penentuan hormon
endogen dalam biji- Tes untuk jumlah
bijian atau daun sel endosperm
bendera
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Abscisic Acid (ABA)
Antioxidant
enzymes activities
and MDA
concentrations
analysis
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Abscisic Acid (ABA)
Berat biji-bijian,
pengisian biji-bijian,
dan pembagian sel
endosperm

1. Terdapat perbedaan berat biji-biian dan


laju pengisisan antara Wennong-6 dan
Jimai-20.
2. Secara signifikan aplikasi ABA
meningkatkan bobot biji-bijian dan
mempercepat laju pengisisan biji
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Abscisic Acid (ABA)
Berat biji-bijian,
pengisian biji-bijian,
dan pembagian sel
endosperm

Penambahan ABA secara signifikan meningkatkan bobot


biji-bijian dan mempercepat laju pengisian biji-bijian.
Misalnya, pada 35 DAA beratnya. Butir unggul dan biji
inferior pada ABA-diperlakukan Wennong-6 adalah
sekitar 5,39 dan 5,84% lebih tinggi dari perlakuan
kontrol, masing-masing. Sebaliknya, berat biji-bijian
superior dan berat kernel inferior Jimai 20 meningkat
sebesar 15,01 dan 14,44%, dibandingkan dengan
perlakuan kontrol, masing-masing.

Lingkaran dan segitiga mewakili biji unggul dan inferior, masing-


masing. Lingkaran padat dan segitiga mewakili perawatan ABA.
Lingkaran berongga dan segitiga mewakili perlakuan kontrol.
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Abscisic Acid (ABA)
Perubahan
hormonal pada • Pada hari ke 7 dan 14 kandungan ZR dalam gandum varian Wennong-6
Pucuk daun secara signifikan (p <0,05) lebih tinggi dari pada Jimai-20.
• Perlakuan ABA eksogen secara signifikan (p <0,05) menurunkan tingkat ZR
endogen dari 7 hingga 28 DAA, dibandingkan dengan daun kontrol dari
kedua kultivar.
• Level ABA endogen dari semua percobaan meningkat pertama dan mencapai
puncak pada 21 DAA, setelah itu, menurun secara bertahap.
• Kandungn ABA dalam pucuk daun Wennong-6 lebih rendah dari pada pucuk
daun Jimai-20 terutama pada 21 hingga 35 DAA.
• Penyemprotan dengan ABA secara signifikan meningkatkan kadar ABA
endogen di pucuk daun Wennong-6 dari 7 hingga 21 DAA, tetapi secara
signifikan menurunkan tingkat ABA pada daun bendera Jimai-20 dari 21
hingga 35 DAA.
Hasil dan
Pembahasan Jurnal Abscisic Acid (ABA)
Perubahan
hormonal pada
serbuk (grain)
Kandungan ZR dalam biji-bijian
unggul dari dua kultivar sementara
meningkat pada tahap pengisian
biji awal, dan mencapai puncak
kecil pada 6 DAA, kemudian
meningkat dan mencapai
kandungan maksimum pada 18
DAA, dan menurun setelahnya
Kesimpulan

Konsentrasi hormon BAP dan ABA yang berbeda dapat menentukan


hasil dari objek yang diteliti. Setiap tanaman membutuhkan jumlah
konsentrasi hormone BAP maupun ABA dengan konsentrasi berbeda-
beda. Sebelum melakukan percobaan semua bahan yang dijadikan
eksplan harus melalui sterilisasi terlebih dahulu.