Anda di halaman 1dari 27

EKSTRAKSI

• Departemen Kesehatan RI, 1986, Sediaan Galenik,


Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan
• Sarker, S.D., Latif, Z., dan Gray, A. I., 2006, Natural
Product Isolation, second edition, Humana Press Inc.
• Wallis, T. E. 1960. Textbook of Pharmacognosy 4th
Edition. London: J & A. Churcill
Ekstraksi

• Ekstraksi Merupakan proses pemisahan dari bahan padat maupun cair


dengan bantuan pelarut
• Sediaan kering, kental atau cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati
atau hewani dengan menggunakan penyari yang cocok, diluar pengaruh
cahaya matahari
• Ekstraksi biasa digunakan untuk memisahkan dua zat berdasarkan
perbedaan kelarutan
Ekstrak

Sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat


aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan
pelarut yg sesuai,
Tujuan Ekstraksi

• Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik komponen kimia


yang terdapat pada bahan alam
• Untuk menemukan kelompok senyawa kimia tertentu,
misalnya alkaloid, flavanoid atau saponin
• Untuk digunakan dalam pengobatan tradisional
EKSTRAKSI

Sel yang dinding selnya masih utuh

Cairan penyari melarutkan zat aktif

Melewati dinding sel

Zat aktif keluar sel


Mekanisme Ekstraksi

Pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke


dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut
dalam pelarut organik, maka larutan terpekat akan berdifusi
keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi
keseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif di dalam dan
di luar sel.
Prinsipnya senyawa yang berkhasiat diambil atau dipisahkan
dari tumbuhan. Bahan tumbuhan: segar atau kering (bahan
yang kering disebut simplisia).
Apakah faktor-faktor yang
mempengaruhi penyarian?

Derajat kehalusan
serbuk

Perbedaan
konsentrasi
Semakin besar perbedaan
konsentrasi, semakin cepat
penyarian
8
FAKTOR2 YANG BERPENGARUH
Bahan Awal

SEGAR KERING
BUAH/FRUCTUS
DAUN/FOLIUM
BIJI/SEMEN
HERBA
BATANG/CAULIS
RIMPANG/RHIZOMA
KULIT KAYU/KORTEKS
KAYU/LIGNUM
Pemanenan bahan

• Daun dan herba: mulai/menjelang berbunga


• Bunga: menjelang/saat mekar
• Buah dan Biji: saat buah tua
• Rhizoma: pertumbuhan vegetatif terhenti
Pelarut

Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor


berikut ini :
• Selektivitas
Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan, bukan
komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi. Dalam praktek, terutama pada
ekstraksi bahan-bahan alami, sering juga bahan lain (misalnya lemak, resin)
ikut dibebaskan bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan. Dalam hal itu
larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus dibersihkan, yaitu misalnya di
ekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua.
• Kelarutan
Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar
(kebutuhan pelarut lebih sedikit).
Pelarut

• Kemampuan tidak saling bercampur


Pada ekstraksi cair-cair pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas) larut
dalam bahan ekstraksi.
• Kerapatan
Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin terdapat perbedaaan
kerapatan yaitu besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. Hal ini dimaksudkan
agar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah
pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Bila beda kerapatan kecil,
seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal
(misalnya dalam ekstraktor sentrifugal).
Pelarut

• Reaktifitas
Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan
secara kimia pada komponen-komponen bahan ekstraksi.
Sebaliknya dalam hal-hal tertentu diperlukan adanya reaksi kimia
(misalnya pembentukan garam) untuk mendapatkan selektivitas
yang tinggi. Seringkali ekstraksi juga disertai dengan reaksi kimia.
Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada
dalam bentuk larutan.
• Titik didih
Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara
penguapan, destilasi atau rektifikasi, maka titik didih kedua bahan
itu tidak boleh terlalu dekat. ditinjau dari segi ekonomi, akan
menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak
terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan yang
rendah).
Pelarut

Kriteria yang lain


Pelarut sedapat mungkin harus
- murah
- tersedia dalam jumlah besar
- tidak beracun
- tidak dapat terbakar
- tidak eksplosif bila bercampur dengan udara
- tidak korosif
- tidak menyebabkan terbentuknya emulsi
- memiliki viskositas yang rendah
- stabil secara kimia dan termis.
Pelarut
• Asam bersifat korosif (meremukkan alat) sehingga tidak boleh dipakai
dalam industri, dan korosif bagi kulit manusia
• Inert secara kimia: tidak bercampur dg syw kimia, air kapur dg fenol
akan terbentuk khelat berwarna
• Kloroform dalam jumlah besar, diuapkan shg terjadi fosgen
(karsinogen)
• Etanol 50% maka air sulit menguap, sehingga perlu tenaga yg lebih
besar untuk evaporasi, tidak ekonomis.
• Kewaspadaan  penyari yang mudah terbakar dan yang mudah
membentuk peroksida eksplosif (dietil eter dan penyari yang
mengandung eter)
• Penyari dengan titik didih rendah: aseton, kloroform, diklorometan,
etil asetat, heksan, petroleum eter menguap dengan cepat
16 JENIS-JENIS PELARUT
Air
Hidrokarbon alifatis (PE,heksan)
Kloro hidrokarbon (Diklormetan,
Triklormetan)
Alkohol (Etanol, metanol,
isopropanol)
Asam karboksilat
Ester
Ether
Minyak
Air
Murah dan mudah diperoleh
Stabil
Tidak mudah menguap dan tidak mudah
+ terbakar
Tidak beracun
Alamiah
Tidak selektif
Sari dapat ditumbuhi kapang dan kuman 
cepat rusak
Untuk pengeringan butuh waktu lama
Etanol
Tidak beracun
Netral
Kapang dan kuman sulit tumbuh dalam
+
etanol 20% ke atas
Absorbsi baik
Etanol dapat bercampur dengan air pada
segala perbandingan
Panas untuk pemekatan lebih sedikit

- Harganya lebih mahal


• Penyari nonpolar  senyawa lipofil (alkana, asam
lemak, pigmen, lilin, sterol, beberapa terpenoid,
alkaloid, dan kumarin)
• Penyari semi polar  beberapa alkaloid dan
flavonoid
• Penyari polar  glikosida flavonoid, tanin,
beberapa alkaloid
PENYARI SENYAWA YG
TERLARUT
HEKSANA Lemak
PE Terpenoid
BENZEN Steroid
TOLUEN Antrakinon,kumarin, flavonoid
polimetil, resin, klorofil

DIKLOROMETAN Isoflavon, alkaloid bebas,


kurkumin dan fenol lain
Flavonoid polihidroksi
(aglikon)

ASETON Flavonoid monoglikosida,


antrakinon glikosida, steroid
glikosida, kumarin glikosida

METANOL Flavonoid glikosida, tanin,


saponin
AIR PANAS Semua yg lrt dlm penyari mulai
dari dietil eter ke bawah,
Alkaloid garam, karbohidrat,
protein
PERAJANGAN

• Tujuan penggilingan (yaitu, fragmentasi


tanaman menjadi partikel yang lebih kecil)
adalah
– untuk memperbaiki ekstraksi selanjutnya
dengan membuat sampel lebih homogen
– meningkatkan luas permukaan
– memfasilitasi penetrasi
pelarut ke dalam sel
• Alat: palu, pemotong, atau alat lain
Mengapa ukuran bahan
perlu diperkecil?
• Penyarian  perpindahan massa
• Zat aktif di dalam sel, ditarik oleh cairan
penyari sehingga terjadi larutan zat aktif
dalam cairan penyari tersebut.
• Umumnya penyarian akan bertambah baik
bila permukaan serbuk simplisia yang
bersentuhan dengan cairan penyari makin
luas

• Semakin halus serbuk seharusnya semakin


baik penyariannya
Sel dalam serbuk simplisia

Arah sari yang lebih encer


Arah sari yang lebih pekat
26
METODE EKSTRAKSI

• Ekstraksi dengan menggunakan Pelarut?


• Dingin  ????
• Panas  ?????