Anda di halaman 1dari 56

Latar Belakang

 Peningkatan jumlah lansia di negara berkembang ini


ternyata menimbulkan masalah baru yaitu masalah
kesehatan.
 Program kesehatan saat ini masih kurang optimal dalam
cakupan mengenai Lansia
 Para Lansia membutuhkan pelayanan kesehatan yang
mencakup upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan
sekitar 99%.
Latar Belakang
 Upaya peningkatan kesehatan Lansia diarahkan untuk pembangunan
dengan pertimbangan kondisi fisik dan mental Lansia
 Indonesia termasuk lima besar negara → jumlah penduduk lanjut usia
terbanyak di dunia.
 Jumlah populasi lansia di Indonesia tahun 2010 mencapai 24 juta atau
9,77 % dan UHH sekitar 67,4 tahun.
Latar belakang
 Menurut Departemen Kesehatan Indonesia tahun 2008 yang
dipakai untuk pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS) Lansia di
Puskesmas yaitu: usia pra lansia 45-59 tahun, lanjut usia
(Lansia) 60-69 tahun dan usia lanjut risiko tinggi usia 70 tahun
atau lanjut usia berumur 60 tahun atau lebih dengan masalah
kesehatan
Rumusan Masalah
Hasil Sensus Penduduk tahun 2010, Indonesia termasuk lima besar
negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia

Berdasarkan data dari Depkes RI, jumlah populasi lansia di Indonesia


tahun 2010 mencapai 24 juta atau 9,77 %. Sepuluh tahun kemudian atau
pada tahun 2020 perkiraan penduduk lansia di Indonesia mencapai 28,8
juta atau 11,34%

Menurut Lembaga Lanjut Usia Indonesia tahun 2010, sekitar 99% Lansia
mengkonsumsi obat dan memiliki keterbatasan fisik, sekitar 80% Lansia mengalami
kondisi kronis yang dihubungkan dengan penyakit degeneratif, dan sebanyak 25%
Lansia menderita penyakit degeneratif dan hidup tergantung pada orang lain.
Persentase keterbatasan fisik pada Lansia mencapai 99%
dan penyakit degeneratif pada Lansia mencapai 25%,
dimana masih kurangnya pelayanan kesehatan Lansia
baik berupa pembinaan, pemeriksaan, pengobatan,
maupun penyuluhan.

Jawa Barat menduduki peringkat ke-5


dengan jumlah lansia terbanyak, yaitu sekitar
8%.
TUJUAN UMUM

Mengetahui tingkat keberhasilan program upaya


kesehatan Lansia di Puskesmas Loji, Kecamatan Loji,
Kabupaten Karawang periode Januari 2015 - Oktober
2015 melalui Strategi Puskesmas Santun Lansia dengan
menggunakan pendekatan sistem
Tujuan Khusus
 Diketahuinya frekuensi pertemuan atau
pelaksanaan kegiatan selama 10 bulan
 Diketahuinya jumlah kehadiran kader pada
saat setiap pelaksanaan kegiatan
 Diketahuinya cakupan penimbangan dan
pengukuran tinggi badan Lansia
 Diketahuinya cakupan pemeriksaan
kesehatan pada Lansia
Tujuan Khusus
 Diketahuinya cakupan pemeriksaan
laboratorium sederhana (protein urin, Hb,
dan gula darah)
 Diketahuinya cakupan penyuluhan
perorangan pada Lansia
 Diketahuinya frekuensi kegiatan senam
lanjut usia
 Diketahuinya jenis kegiatan sektor terkait
MANFAAT
• Menerapkan ilmu pengetahuan
• Mempunyai pengalaman dan pengetahuan tentang evaluasi program
Evaluator • Mengetahui masalah yang dihadapi dalam menjalankan program

• Mewujudkan kampus sebagai masyarakat ilmiah dalam peran sertanya di bidang kesehatan.
Perguruan
Tinggi

• Mengetahui masalah yang timbul dalam menggerakkan program Pelayanan Upaya Kesehatan
Lansia
Puskesmas • Membantu kemandirian Puskesmas dalam upaya lebih mengaktifkan program Puskesmas
yang dievaluasi Santun Lansia sehingga memenuhi target cakupan program

• Mendapatkan pelayanan yang lebih optimal dari Puskesmas


• Memperoleh pembinaan mengenai Program Upaya Kesehatan Lansia sehingga meningkatkan
Masyarakat peran serta masyarakat
SASARAN
Sasaran Sasaran Tidak
Langsung Langsung

-Keluarga yang tinggal


Semua laki-laki dan bersama Lansia.
perempuan yang berusia 45-59 -Masyarakat di sekitar tempat
tahun (pra Lansia), berusia Lansia berada.
60-69 tahun (Lanjut usia),
Lansia resti ≥ 70 tahun atau -Organisasi sosial yang berada
≥60 tahun dengan masalah di wilayah tempat tinggal
kesehatan di wilayah kerja Lansia.
Puskesmas Loji periode -Petugas kesehatan yang
Januari 2015-Oktober 2015 bertugas di wilayah tempat
tinggal Lansia.
-Masyarakat luas lainnya.
MATERI
• Cakupan proporsi lanjut usia yang mendapat penimbangan
berat badan dan tinggi badan( pemantauan gizi)

• Cakupan proporsi lanjut usia yang mendapat pemeriksaan


kesehatan

• Cakupan proporsi lanjut usia yang mendapat pemeriksaan


laboratorium

• Cakupan lanjut usia yang mendapat penyuluhan

• Cakupan senam lanjut usia

• Cakupan jenis kegiatan sektor


Dengan menggunakan metode pendekatan sistem
KERANGKA TEORI
4
Lingkungan

1 2 3 6
Masukan Proses Keluaran Dampak

5
Umpan
Balik

TOLOK UKUR KERBERHASILAN


TOLOK UKUR
KEBERHASILAN

Variabel masukan,
Sebagai pembanding
proses, keluaran, Program Upaya
atau target yang
dampak, lingkungan dan Kesehatan Lansia
harus dicapai
umpan balik
Penyajian data
 SUMBER DATA
DATA UMUM GEOGRAFIS

 Puskesmas Loji terletak di bagian selatan


Kabupaten Karawang, Kecamatan Tegalwaru,
yaitu jalan raya Pangkalan Loji Kp. Munjul Rt
01 Rw 02 Desa Cintalaksana.
 Jumlah RT sebanyak 109 dan RW sebanyak
40. Luas wilayah kerja 85,33 km2
Wilayah Kerja Puskesmas
•Desa Kutamaneuh
•Desa Kutalanggeng
•Desa Cintalanggeng
•Desa Cintawargi
•Desa Cintalaksana
•Desa Mekarbuana
•Desa Wargasetra
•Desa Cigunungsari
•Desa Cipurwasari
DEMOGRAFIS
 Jumlah penduduk secara keseluruhan di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Loji Kecamatan Tegalwaru tahun 2014 , Kabupaten Karawang adalah
sebesar 34,152 jiwa
 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 17,346 jiwa
dan jumlah perempuan 16,806 jiwa. Jumlah penduduk terbanyak yaitu
Desa Wargasetra dengan jumlah 5,550 jiwa.
 Jumlah desa yang termasuk di wilayah kerja Puskesmas Loji adalah
sebanyak 9 desa dengan jumlah rumah 9,597 buah.
 Mata pencaharian terbanyak di Kecamatan Tegalwaru adalah petani
sejumlah 6,938 penduduk,diikuti oleh pedagang sejumlah 2,387 penduduk,
pegawai swasta sejumlah 1,334 penduduk, PNS sejumlah 614 penduduk
dan pengrajin sejumlah 185 penduduk.
 Jenis Sarana Kesehatan
 Puskesmas : 1 buah
 Puskesmas pembantu : 3 buah
 Praktek dr perorangan : 1 orang
 Praktek Bidan : 14 orang
 Apotik : 2 buah
 Posyandu : 37 buah
 Posbindu : 9 buah
DATA KHUSUS
Masukan
• Tenaga
• Dana
• Sarana : Medis dan Non medis
• Metode
Proses :
• Perencanaan
• Pengorganisasian
• Pelaksanaan
• Pengawasan

Keluaran
MASUKAN
SARANA NON
TENAGA DANA SARANA MEDIS
MEDIS
• DR UMUM :2 • STETOSKOP • LOKET
DR GIGI :1 APBD II :1 LANSIA :0
BIDAN : TENSIMETER • POLI LANSIA:0
1/ posbindu :1 • APOTIK
ANALIS LAB :0 TIMBANGAN LANSIA: 0
PROGRAMER :1 :1 • RUANG
KADER : MICROTOISE KONSELINg:0
1/posbindu :1 • ALAT
FARMASI :2 KMS PENYULUHAN
LANSIA:30 :ADA
• BUKU
PENCATAT
KEGIATAN:
ADA
METODE
Pemantauan Gizi Berkala

• Dilakukan dengan mengukur IMT dicantumkan di KMS

Pemeriksaan Lab

• Dilakukan atas indikasi pasien yang berobat atau rujukan

Pemeriksaan Kesehatan Berkala

• Melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan status


mental dan mencatat keluhan lansia  dicantumkan ke dalam
buku pemantauan kesehatan pribadi Lansia.

Penyuluhan

• Dilakukan baik secara perorangan dan kelompok di dalam


maupun di luar gedung.
Pelaksanaan kegiatan lintas sektoral
• di lakukan dengan pengajian dan ceramah
agama yang di berikan oleh tokoh-tokoh
agama setempat di luar puskesmas.
Senam lansia
• Kegiatan olahraga antara lain senam, gerak
jalan santai, dan lain sebagainya untuk
meningkatkan kebugaran.
PROSES

PERENCANA PENGORGA
AN NISASIAN

PENGAWASAN
PELAKSANAA
N
Perencanaan

PELAYANAN
KESEHATAN

DI DALAM GEDUNG DI LUAR GEDUNG


(POLIKLINIK LANSIA) (POSBINDU LANSIA)
Perencanaan

DI LUAR GEDUNG DI DALAM GEDUNG


KEGIATAN (POSBINDU LANSIA) (POLIKLINIK UMUM)

• FREKUENSI PERTEMUAN
• Dilakukan 1 bulan • Dilakukan setiap hari
•JUMLAH KEHADIRAN KADER
sekali oleh bidan kerja oleh dokter
•PEMERIKSAAN KESEHATAN
BERKALA desa atau kader di atau perawat di
•PEMANTAUAN STATUS GIZI
masing-masing Puskesmas Loji pada
•PENGOBATAN PADA LANSIA
•PELAYANAN KONSELING
posbindu pada pukul pukul 08.00 – 12.00
•PENYULUHAN KESEHATAN 09.00 – 11.00.
•SENAM LANSIA
Kepala Puskesmas:
H. Ujang Suryana SKM
PENGORGANISASIAN

Petugas Pencatatan dan


Pelaporan Program
(Ka. Subag Tata Usaha)

Koordinator Upaya
Kesehatan Lanjut
Mauli Am, Keb.

Bidan Posbindu

Kader
Pelaksanaan

PELAYANAN
KESEHATAN

DI DALAM GEDUNG DI LUAR GEDUNG


(POLIKLINIK UMUM) (POSBINDU LANSIA)
Pelaksanaan
DI LUAR GEDUNG DI DALAM GEDUNG
KEGIATAN
(POSBINDU LANSIA) (POLIKLINIK UMUM)

• FREKUENSI PERTEMUAN
• dilakukan pada pukul • Dilakukan setiap hari
• JUMLAH KEHADIRAN
09.00-11.00 kerja oleh dokter atau
KADER
• PEMERIKSAAN perawat di Puskesmas
KESEHATAN BERKALA Loji pada pukul 08.00 –
• PEMANTAUAN STATUS
12.00.
GIZI
• PENGOBATAN PADA • Penyuluhan dalam
LANSIA gedung tidak dilakukan
• PELAYANAN KONSELING
• PENYULUHAN
KESEHATAN
• SENAM LANSIA
Pengawasan
 Pencatatan dan pelaporan
◦ Bulanan dan triwulan

 Rapat bulanan
 Rapat evaluasi bulanan dilakukan pada
akhir tiap bulan
Keluaran
 Frekuensi Pertemuan: 10 kali dalam 10
bulan
 Kehadiran kader : 1 orang/desa

 CB = 6,17%
Keluaran
 Cakupan proporsi lansia yang mendapat pemeriksaan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Loji pada periode
Januari 2015 – Oktober 2015

= 61,7%
Keluaran
 Cakupan proporsi lansia yang mendapat pemeriksaan lab
sederhana di wilayah kerja Puskesmas Loji tidak terlaksana
dan tidak ada pencatatan rujukan
Keluaran
 Cakupan penyuluhan yang dilakukan di masing-
masing desa wilayah kerja Puskesmas Loji periode
Januari 2015 – Oktober 2015

= 0.358%
Keluaran
 Senam Lanjut Usia :Tidak terlaksana.
 Kegiatan Lintas Sektoral: terdapat 2 kali pelaksanaan
dengan total 60 orang peserta.
 CLP = jumlah pelaksanaan : (frekuensi 10 bulan x jumlah
posbindu) x 100 %
 CLP = 2 : (10x 4) x 100%
CLP = 5 %
Lingkungan

Lokasi

Transportasi

Fasilitas Kesehatan
Umpan Balik

Pencatatan dan pelaporan

Rapat kerja bulanan


Dampak

Dampak Dampak tidak


langsung langsung

Diharapkan dapat
Diharapkan meningkatnya
menurunkan angka
usia harapan hidup di
kejadian anemia,
Indonesia. Namun dampak
malnutrisi, hipertensi,
ini belum dapat diukur
stroke, gagal jantung
PEMBAHASAN
 Masalah Menurut Variabel Keluaran

No Variabel Tolok Tolok Pencapaia Masalah


. Ukur ukur n
Dalam dalam 10
setahun bulan
Cakupan
1 frekuensi 50% 40% 6,17 % (+) 87,07%
penimbangan
1

2 Cakupan 50% 40% 0,358% (+) 99,1%


penyuluhan
perorangan
Masalah Menurut Variabel Masukan
N Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
o

1. Petugas kesehatan lansia Ada Ada, namun merasa kekurangan


SDM (+)
.
2. Dana Adanya dana Dana yang diberikan kurang (+)
dari APBD II untuk menunjang semua
program lansia
3. Sarana (Medis)
- KMS lansia Ada Jumlah 30 tidak mencukupi (+)

4. Sarana (Non Medis)


 Loket pendaftaran khusus Ada Tidak ada (+)
lansia Ada Tidak ada
 Apotik khusus Lansia Ada Tidak ada (+)
 Poliklinik khusus lansia Ada ada (+)
 Alat peraga penyuluhan (-)
Masalah Menurut Variabel Proses
N Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
o.
1 Penimbangan dan pengukuran Dilakukan 1 kali setiap bulan saat Hasil pengukuran berat dan tinggi tidak (+)
tinggi badan kegiatan posbindu di setiap desa dicantumkan ke dalam KMS Lansia.
oleh bidan desa dan kader ataupun Pemeriksaan TB tidak dilakukan
perawat/bidan dari Puskesmas dan
dicatumkan kedalam KMS.
2 Pemeriksaan laboratorium Dilakukan pemeriksaan Tidak terdapat rujukan dari kader/bidan desa (+)
laboratorium berkala setiap 3 bulan dan tidak ada pencatatan..
pada lansia
3. Penyuluhan Dilakukan kunjungan ke rumah Tidak ada kegiatan penyuluhan ke rumah bagi (+)
untuk lansia yang tidak datang ke lansia yang tidak hadir dan tidak terdapat data
pertemuan tertulis mengenai kegiatan ini jika dilakukan .
4. Senam Lansia Dilakukan senam lansia 1 bulan Tidak terlaksananya senam lansia, tidak ada (+)
sekali di tiap desa oleh kader terlatih kader yang terlatih
6 Pengorganisasian Terdapat pengaturan, pembagian Tidak terdapat pembagian tugas secara tertulis (+)
tugas yang teratur pada struktur dalam melaksanakan tugasnya
dan petugas lansia hanya 1 orang

7. Terdapat pencatatan dan pelaporan Banyaknya kegiatan Lansia yang tidak dicatat (+)
Pencatatan dan pelaporan
terhadap kegiatan lansia. dan dilaporkan
Perumusan masalah (keluaran)
A. Cakupan frekuensi penimbangan (pemantauan gizi) sebesar 6,1%
dari target 40 % (masalah sebesar 87,07%)

B. Cakupan penyuluhan 0.358% dari target 40% (masalah sebesar


99,1%)
Perumusan Masalah

• Merasa kekurangan SDM


• Dana yang diberikan APBD II kurang untuk
MASALAH menunjang semua program lansia
MENURUT • Jumlah KMS 30 tidak mencukupi banyaknya

MASUKAN lansia
• Tidak adanya loket, apotik, dan poliklinik
khusus lansia
Perumusan Masalah
Tidak ada
rujukan
laboratorium

Tidak terdapat tugas Pengukuran hasil TB


tertulis secara jelas tidak dilakukan
MASALAH
MENURUT PROSES

Tidak Kurangnya
dilakukannya pencatatan dan
kegiatan senam pelaporan pada tiap
kegiatan
lansia
Prioritas Masalah
Masalah
Parameter
A B

Besarnya masalah 4 5

Berat ringannya akibat yang ditimbulkan 3 5

Keuntungan sosial bila masalah selesai 3 5

Teknologi yang tersedia 2 2

Sumber daya yang tersedia 5 5

Total 17 22
Keterangan:

A. Cakupan frekuensi penimbangan (pemantauan gizi) 6,1%


dari target min 40%
B. Cakupan penyuluhan 0.358% dari target 40%
PRIORITAS MASALAH

Masalah 1
Cakupan penimbangan (pemantauan
gizi) sebesar 6,1% dari target 40%
(masalah sebesar 87,07%).

Masalah 2
Cakupan penyuluhan
perorangan 0,358% dari target
40% (masalah sebesar 99.1%)
Penyelesaian Masalah
Cakupan penyuluhan lansia memiliki pencapaian 0,358% dari
target 40%

 Penyebab :

1. Kurang dilakukannya penyuluhan ke rumah lansia yang


tidak mengikuti kegiatan posbindu
2. Tidak ada data tertulis mengenai kegiatan penyuluhan
ke rumah lansia yang tidak datang ke posbindu
3. Tidak ada data tertulis mengenai kegiatan penyuluhan
di dalam dan luar gedung yang rutin
4. Pemegang program hanya satu orang, dan merasa
kesulitan memenuhi beberapa program yang harus
dijalankan.
Cakupan penyuluhan lansia memiliki pencapaian 0.6 dari
target 37.5%

 Penyelesaian :
1. Kunjungan rumah yang lebih aktif dijalankan.
2. Meningkatkan pencatatan kegiatan penyuluhan ke rumah lansia
yang tidak dapat hadir dalam kegiatan posbindu.
3. Mengoptimalkan sistem pencatatan dan pelaporan didalam
gedung maupun diluar gedung dan diberikan sanksi jelas berupa
tidak diberikannya BOK bila tidak ada catatan dan laporan
kegiatan
4. Setiap program hanya dipegang satu orang
Cakupan proporsi lansia yang ditimbang memiliki pencapaian 6,1% dari
target 40%

 Penyebab :
1. KMS lansia tidak cukup
2. Lansia yang tidak datang ke kegiatan posbindu
3. Tidak ada pembagian tugas dengan jelas secara tertulis
4. Kurangnya pencatatan kegiatan baik dalam gedung dan
diluar gedung.
5. Kurangnya edukasi dan motivasi kepada keluarga
Lansia mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan
Lansia secara berkala.
Cakupan proporsi lansia yang ditimbang memiliki pencapaian 6,1%
dari target 40%

 Penyelesaian :
1. Menyediakan KMS yang cukup
2. Mengunjungi lansia yang tidak dapat hadir dalam kegiatan
posbindu dan melakukan pencatatan terhadap kegiatan ini.
3. Adanya dukungan dan motivasi dari keluarga lansia
mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan lansia secara
berkala
4. Memberikan sanksi bila tidak ada pencatatan dan laporan
yang jelas
5. Terdapat pembagian tugas dengan jelas secara tertulis
KESIMPULAN

• Cakupan penyuluhan lansia memiliki besar


masalah 99,1%.

• Cakupan proporsi lansia yang ditimbang


(pemantauan gizi) memiliki besar masalah
87,07%
SARAN
 Pencatatan dan pelaporan program upaya kesehatan Lansia tiap bulan
hendaknya dilengkapi dan diberikan sanksi bila tidak dapat memenuhinya
 Disediakan KMS yang cukup untuk kelompok Lansia binaan
 Menggunakan sarana medis dan non medis yang tersedia
 Menggalakan kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan lansia kepada
masyarakat secara rutin
 Membuat bagan struktur organisasi secara tertulis
 Setiap petugas program diberikan hanya satu ataupun dua program agar
dapat bekerja dengan lebih fokus
 Pengadaan alat-alat pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula
darah, cholesterol dan asam urat.