Anda di halaman 1dari 50

EVALUASI PROGRAM PENGAWASAN RUMAH SEHAT DI WILAYAH

KERJA PUSKESMAS LOJI, KABUPATEN KARAWANG PERIODE


JANUARI-OKTOBER 2015

A N TO N Y YA P U T R A
11.2013 . 3 0 2
LATAR BELAKANG
-Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting sehingga kualitas rumah akan berdampak terhadap kondisi
kesehatan

-Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berkaitan erat dengan penyakit berbasis lingkungan

-Penyakit-penyakit berbasis lingkunganmerupakan penyebab utama kematian di Indonesiamenyumbangkan lebih dari 80%
penyakit yang diderita oleh bayi dan balita.

-Kepmenkes RI No.829/Menkes/SK/VII/1999tentang Persyaratan Rumah Sehat

-Parameter rumah yang dinilai, meliputi 3 (tiga) kelompok komponen penilaian, yaitu:

 Kelompok komponen rumah

 Kelompok sarana sanitasi

 Kelompok perilaku penghuni


Profil Kesehatan Presentase
Indonesia tahun Rumah Sehat
2012=68.69%

Profil Kesehatan
Kabupaten Puskesmas Loji
Karawang pada pada tahun
tahun 2013 2013=35,73%
2013= 51.47%
Target rumah sehat
dalam Indonesia
Sehat 2015=80%

Salah satu indikator


Indonesia Sehat 2015
dan target Millenium
Development Goals
(MDGs)
RUMUSAN MASALAH

80% penyakit yang diderita oleh bayi dan balita terkait dengan rumah yang tidak memenuhi
syarat kesehatan

Salah satu target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015, telah ditentukan
sebesar 80%.

Pada tahun 2012, presentase rumah sehat secara nasional 68,69%,dibawah


target yang telah ditetapkan.Di Jawa Barat hanya memiliki presentase 63,58%.

Pada tahun 2013, persentase rumah sehat di Karawang51,47% dan di Puskesmas Loji
hanya mencapai 35,73%.

Belum diketahui tingkat keberhasilan cakupan program pengawasan rumah sehat di


Puskesmas Loji.
TUJUAN

Tujuan Umum

Mengetahui tingkat keberhasilan program pengawasan rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Loji pada periode
Januari sampai dengan September 2015.

Tujuan Khusus
Diketahuinya cakupan pengawasan rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Loji pada periode Januari sampai dengan September 2015.
Diketahuinya persentase pencapaian rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Loji pada periode Januari sampai dengan September 2015
Diketahuinya cakupan penyuluhan rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Loji pada periode Januari sampai dengan September 2015
Diketahuinya cakupan pembinaan rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Loji pada periode Januari sampai dengan September 2015.
SASARAN
MATERI

Materi yang dievaluasi dalam program Pengawasan Rumah Sehat di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Loji, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, periode Januari sampai dengan Oktober 2015, yang terdiri
dari

1. Pendataan 2. Inspeksi 3. Penyuluhan 4. Pembinaan


rumah sehat rumah sehat rumah sehat rumah sehat
METODE
KERANGKA TEORI
TOLAK UKUR KEBERHASILAN
Kelompok
komponen
rumah

Tolak ukur
keberhasilan

kelompok Kelompok
perilaku sarana
penghuni sanitasi
No Komponen Rumah yang Kriteria Nilai Bobot
Dinilai

I Komponen Rumah

1 Langit-langit a. tidak ada 0

b. ada, kotor, sulit dibersihkan 1


dan rawan kecelakaan

c. ada, bersih, dan tidak rawan 2


kecelakaan

2 Dinding a. bukan tembok (terbuat dari 1


anyaman bambu/ilalang)

b. Semi permanen/setengah 2

Tembok/pasangan bata/batu
yang tidak diplester/papan yang
tidak kedap air

c.permanen (tembok/pasangan 3
batu bata yang diplester) papan
kedap air.

3 Lantai a. tanah 0

b. papan/anyaman bambu dekat 1


dengan tanah/plesteran yang
retak dan berdebu

c.diplester/ubin/keramik/papan 2

4 Jendela kamar tidur a. tidak ada 0

b. ada 1

5 Jendela ruang keluarga a. tidak ada 0

b. ada 1

6 Ventilasi a. tidak ada 0

b. ada, luas ventilasi permanen 1


<10% dari luas lantai

c. ada, luas ventilasi permanen > 2


10% dari luas lantai
7 Lubang asap dapur a. tidak ada 0

b. ada, lubang ventilasi dapur 1


<10% dari luas lantai dapur

c. ada, lubang ventilasi > 10% 2


dari luas lantai dapur (asap
keluar dengan sempurna atau ada
exhausfan atau peralatan lain
yang sejenis)

8 Pencahayaan a. tidak terang, tidak dapat 0


dipergunakan untuk membaca

b. kurang terang, sehingga 1


kurang jelas untuk membaca
dengan normal

c. terang dan tidak silau sehingga 2


dapat dipergunakan untuk
membaca dengan normal

II Sarana Sanitasi

1 Sarana Air Bersih a.tidak ada 0


(SGL/SPT/PP/KU/PAH)
b. ada, bukan milik sendiri dan 1
tidak memenuhi syarat kesehatan

c. ada, milik sendiri dan tidak 2


memenuhi syarat kesehatan

d. ada, bukan milik sendiri dan 3


memenuhi syarat

e. ada, milik sendiri dan 4


memenuhi syarat kesehatan

2 Jamban (Sarana a. tidak ada 0


pembuangan kotoran)
b. ada, bukan leher angsa, tidak 1
ada tutup, disalurkan ke
sungai/kolam
Sarana pembuangan a. tidak ada, sehingga tergenang 0
air limbah (SPAL) tidka teratur di halaman rumah

b. ada, diresapkan tetapi 1


mencemari sumber air (jarak
dengan sumber air > 10 m)

c. ada, dialirkan ke selokan 2


terbuka

d. ada, diresapkan dan tidak 3


mencemari sumber air (jarak
dengan sumber air > 10m)

e. ada, dialirkan ke selokan 4


tertutup (saluran kota) untuk
diolah lebih lanjut

Sarana pembuangan a. tidak ada 0


limbah (tempat
sampah) b. ada, tetapi tidak kedap air dan 1
tidak ada tutup

c. ada, kedap air dan tidak 2


bertutup

d. ada kedap air dan bertutup 3

Perilaku Penghuni

Membuka jendela a. tidak pernah membuka 0


kamar tidur
b. kadang-kadang 1

c. setiap hari dibuka 2

Membuka jendela a. tidak pernah dibuka 0


ruang keluarga
b. kadang-kadang 1

c. setiap hari dibuka 2

Membersihkan rumah a. tidak pernah 0


dan halaman
b. kadang-kadang 1

c. setiap hari 2
Membuang tinja bayi a. dibuang ke sungai/ kebun/ 0
dan balita ke jamban kolam/ sembarangan

b. kadang-kadang ke jamban 1

c. setiap hari dibuang ke jamban 2

Membuang sampah a. dibuang ke sungai/ kebun/ 0


pada tempat sampah kolam/ sembarangan

b. kadang-kadang dibuang ke 1
tempat sampah

c. setiap hari dibuang ke tempat 2


sampah

Total Hasil Penilaian


Penentuan Kriteria Rumah Sehat
Nilai minimum dari kelompok higiene rumah : Perilaku : nilai maksimum

 Langit-langit :2 Penentuan kriteria rumah : nilai x bobot


 Dinding :2 (1) Rumah sehat : 1.068 - 1200
 Lantai :2 (2) Rumah tidak sehat : < 1.068
 Jendela kamar tidur :1
 Jendela ruang keluarga :1 Pembobotan (Teori Blum) :
 Ventilasi :1 1. Lingkungan : 45%
 Sarana pembuangan asap dapur : 2 2. Perilaku : 35%
 Pencahayaan :2 3. Pelayanan kesehatan : 15%
4.Keturunan : 5%

Nilai minimum dari kelompok sarana sanitasi :

 Sarana air bersih : 3 bobot higiene rumah : 31


 Jamban : 2 bobot sarana sanitasi : 25
 SPAL : 2 bobot perilaku penghuni : 44
 Sarana pembuangan sampah : 2
PENYAJIAN DATA

Data sekunder yang diambil dari:

Data demografi
Puskesmas Loji
Kecamatan Tegalwaru
Laporan Penyehatan tahun 2014
Lingkungan, UPTD
Puskesmas Loji,
Laporan Data Dasar Kecamatan Tegalwaru
Penyehatan periode Januari sampai
Lingkungan, UPTD dengan September
Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Loji, 2015.
Puskesmas Loji tahun Kecamatan Tegalwaru
2014. periode Januari sampai
Laporan Pembangunan dengan September
Kesehatan UPTD 2015.
Puskesmas Loji,
Kecamatan Tegalwaru
tahun 2014.
DATA UMUM

Geografis
Puskesmas Loji terletak di bagian selatan Kabupaten Karawang, Kecamatan Tegalwaru, yaitu
jalan raya Pangkalan Loji Kp. Munjul Rt 01 Rw 02 Desa Cintalaksana. Jumlah RT sebanyak 109
dan RW sebanyak 40. Luas wilayah kerja 85,33 km2 dengan batas sebagai berikut.
Sebelah utara : Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang
Sebelah selatan: Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor
Sebelah Barat : Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang
Sebelah Timur : Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta
Wilayah kerja Puskesmas Loji mencakup
9 desa yaitu
Desa
Kutamaneuh
Desa Desa
Cipurwasari Kutalanggeng

Desa
Wilayah Desa
Cigunungsari kerja Cintalanggeng

Pueskesmas
Desa
Loji Desa
Wargasetra Cintawargi

Desa Desa
Mekarbuana Cintalaksana
DISTRIBUSI JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOJI,
KECAMATAN TEGALWARU TAHUN 2014
Penduduk
No Desa Jumlah
Laki-laki Perempuan

1 Kutamaneuh 2.158 2.002 4.160

2 Kutalanggeng 1.481 1.487 2968

3 Cintalanggeng 1.959 1.979 3.938

4 Cintawargi 1.926 1.945 3.871

5 Cintalaksana 1.923 1.858 3.938

6 Mekarbuana 2.210 1.966 4.176

7 Wargasetra 2.858 2.692 5.550

8 Cigunungsari 1.641 1.635 3.276

9 Cipurwasari 1.190 1.242 2.432

Jumlah di Kec. Tegalwaru 17.346 16.806 34.152


MATA PENCARIAN PENDUDUK KECAMATAN TEGALWARU:
FASILITAS KESEHATAN
Jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang ada pada wilayah kerja Puskesmas Loji Kabupaten Karawang antara lain:
Puskesmas : 1 buah
Puskesmas pembantu : 3 buah
Praktek dr perorangan : 1 orang
Praktek Bidan : 14 orang
Apotik : 2 buah
Posyandu : 37 buah
Posbindu : 9 buah
DATA KHUSUS

Umpan
Masukan Proses Keluaran Lingkungan Dampak
balik

Tenaga(man) Perencanaan
Lampiran data
bulanan Fisik

Dana(money) Pengorganisasian

Sarana Pelaksanaan
Cakupan
pengawasan/In
speksi Rumah Non fisik
sehat
Metode Pengawasan
MASUKAN

Tenaga(Man) Dana(money) Sarana Metode(methode)

• Petugas Kesehatan •APBD : tersedia • Sanitarian kit : Tidak ada •Pendataan dilakukan dari
• Infocus : Ada 1 buah Januari sampai dengan
Lingkungan •APBN (BOK): tersedia September 2015.
(Sanitarian):1 orang • Layar : Ada 1 buah
•Inspeksi dilakukan setiap
• Leaflet : Ada
sebagai koordinator bulan dalam 1 tahun dengan
• Buku pedoman teknis : mengunjungi rumah di wilayah
program dan Ada kerja Puskesmas Loji.
pelaksana program • Formulir pengawasan Pengawasan/inspeksi rumah
diperiksa sesuai dengan
rumah sehat : Ada formulir yang telah disiapkan.
• Lembar balik : Tidak ada •Penyuluhan mengenai rumah
• Poster Rumah Sehat: Ada sehat, dapat diberikan
• Alat tulis : Ada langsung saat pengawasan
rumah sehat ditemukan rumah
• Sarana transportasi: Ada yang tidak memenuhi syarat
rumah sehat. Penyuluhan juga
dilakukan melalui lintas
sektoral dan lintas program.
•Pembinaan rumah sehat
dilakukan 3 bulan sekali pada
rumah yang tidak memenuhi
syarat.
PROSES
Perencanaan:

Perencanaan kegiatan program pengawasan rumah sehat dibuat satu bulan sebelumnya, dimulai dengan pendataan rumah
yang akan diinspeksi dan petugas dari program kesehatan lingkungan akan berkoordinasi dengan kader setiap desa.

Pelaksanaan kegiatan inspeksi rumah 1 kali setiap bulan dalam setahun oleh petugas kesehatan lingkungan pada hari kerja
dari pukul 09.00–12.00 WIB.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh petugas kesehatan lingkungan saat melakukan pengawasan rumah sehat.
Penyuluhan turut diberikan melalui lintas program dan lintas sektoral, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan dan sosialisi program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pembinaan rumah sehat dilakukan 3 bulan sekali.


PENGORGANISASIAN: STRUKTUR ORGANISASI BAGIAN
KESEHATAN LINGKUNGAN PUSKESMAS LOJI
Kepala Puskesmas:
H. Ujang Suryana,
SKM
Koordinator Program:
Arry Setiawan, S.KL

Pelaksana program: Arry Setiawan, S.KL


Pengorganisasian dalam program dibagi berdasarkan jabatan:

1. Kepala Puskesmas (H.Ujang Suryana, SKM) :

-Sebagai penanggung jawab program

-Monitoring pelaksanaan kesehatan lingkungan

2. Koordinator Pengawasan Rumah Sehat (Arry Setiawan, S.KL) :

-Koordinator program

-Menerima pelaporan hasil kegiatan kesehatan lingkungan dari wilayah setempat

-Mengolah dan menganalisis data hasil kegiatan

-Melakukan pencatatan hasil keberhasilan program dan melaporkan hasil pencatatan kepada Kepala Puskesmas Loji setiap
bulan.
Pelaksanaan:

-Pendataan dilakukan dari Januari sampai Oktober 2015 berupa jumlah rumah yang ada.

-Inspeksi dilakukan secara berkala dalam 1 tahun oleh petugas kesehatan lingkungan pada hari kerja dari jam 09.00 –
12.00 WIB. Bersama dengan kader/perangkat desa mengunjungi rumah melalui kaedah survei di wilayah kerja
puskesmas Loji. Pengawasan/inspeksi rumah diperiksa dengan formulir yang telah disiapkan merangkumi 3 unsur,
yaitu komponen rumah, sarana sanitasi, dan perilaku penghuni.

-Penyuluhan mengenai rumah sehat dilakukan jika kondisi rumah yang diinspeksi tidak memenuhi syarat. Penyuluhan turut
diberikan melalui lintas program dan lintas sektoral bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya kesehatan lingkungan dan sosialisi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS).

-Pembinaan rumah sehat dilakukan 3 bulan sekali, berkoordinasi dengan Tim PKK setempat.
PENGAWASAN

Adanya pencatatan
Adanya rapat setiap bulan dan
bulanan di tahunan dan
Puskesmas Loji pelaporan secara
tentang hasil berkala tentang
pencapaian kegiatan
program pengawasan rumah
pengawasan rumah sehat ke tingkat
sehat. Kabupaten minimal
1 bulan sekali.
KELUARAN
Desa Jumlah Rumah Jumlah rumah yang diperiksa Jumlah rumah memenuhi syarat

Cipurwasari 717 350 226

Cigunungsari 421 250 147

Wargasetra 1057 400 266

Cintalaksana 2134 550 429

Cintawargi 2045 500 325

Mekarbuana 1356 275 195

Cintalanggeng 622 150 95

Kutalanggeng 405 270 185

Kutamaneuh 840 325 257

Total 9597 3070 2125


CAKUPAN PENGAWASAN RUMAH SEHAT
PRESENTASE RUMAH SEHAT
LINGKUNGAN
Lingkungan fisik
•LokasiSemua lokasi dapat dijangkau dengan sarana transportasi yang ada (sepeda motor)
karena terdapat akses jalan yang bisa dilalui sepeda motor. Walaupun sebagian jalan masih
berlubang-lubang dan belum diaspal tetapi tidak mempengaruhi pelaksanaan program secara
signifikan
•IklimIklim tidak mempengaruhi pelaksanaan program. Tetapi bila musim hujan beberapa
tempat becek, licin, dan banjir.
•Kondisi Geografistidak mempengaruhi program pengawasan rumah sehat.

Lingkungan non fisik


• Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani.
• Tingkat pendidikan masyarakat masih rendah.
UMPAN BALIK

Adanya pencatatan dan


pelaporan yang lengkap
semua kegiatan
pengawasan rumah sehat
(pendataan, inspeksi,
penyuluhan, dan
pembinaan) sesuai dengan
kurun waktu yang ditentukan
dapat digunakan sebagai
masukan dalam
perencanaan program
• Adanya rapat kerja pengawasan rumah sehat
bulanan bersama selanjutnya.
Kepala Puskesmas
satu bulan satu kali
guna membahas
laporan kegiatan dan
mengevaluasi program
yang telah
dilaksanakan
DAMPAK

Meningkatnya pengetahuan
masyarakat tentang rumah
sehat sehingga dapat
Langsung
meningkatkan jumlah rumah
sehat di wilayah kerja
Puskesmas Loji.
Dampak

Diharapkan menurunnya angka


Tidak langsung kesakitan dan kematian akibat
penyakit berbasis lingkungan.
PEMBAHASAN
Masalah menurut variabel keluaran
Masalah menurut variabel masukan
Masalah menurut variabel proses
Masalah menurut variabel lingkungan
PEMBAHASAN MASALAH
PERUMUSAN MASALAH
Masalah menurut keluaran

Masalah menurut penyebab


MASALAH MENURUT KELUARAN

•Persentase pengawasan rumah sehat


sebenarnya
Masalah

dengan besar masalah 30.52%


•Persentase rumah sehat dengan
besar masalah 40.36%
MASALAH DARI UNSUR PENYEBAB

• Terdapat hanya 1 orang • Struktur organisasi • Pada saat musim hujan

Lingkungan
Masukan

Proses
petugas yang bertugas sudah jelas, namun beberapa tempat sulit
sebagai koordinator pembagian tugas antar dijangkau karena
merangkap pelaksana lintas program dan jalanan yang becek dan
program. lintas sektoral belum beberapa tempat
• Kader yang terlatih jelas. terkadang banjir.
dalam melaksanakan • Kurangnya koordinasi
kegiatan pengawasan dengan PKK setempat.
rumah sehat tidak ada.
• Tidak tersedia lembar
balik sebagai sarana
penyuluhan kepada
masyarakat.
PENYELESAIAN MASALAH 1:PERSENTASE PENGAWASAN RUMAH
SEHAT DENGAN BESAR MASALAH 30.52%.
Masalah 1
Penyebab Penyelesaian
Masalah II
Persentase rumah sehat dengan besar masalah 40.36 %.
Penyebab:

Tidak ada kader


Kurangnya tenaga
terlatih untuk Kerjasama lintas
untuk melakukan
melakukan penyuluhan sektoral dan lintas
pengawasan rumah
dan pengawasan program tidak optimal.
sehat.
rumah sehat.

Tidak tersedia lembar


balik dan poster
Kurangnya koordinasi
sebagai sarana
dengan PKK setempat.
penyuluhan
masyarakat
Penyelesaian masalah

-Melakukan pemetaan pada setiap desa untuk melakukan pengawasan rumah sehat, kemudian mengambil sampel rumah untuk
diinspeksi.

-Melatih kader untuk melakukan kegiatan pengawasan dan penyuluhan rumah sehat.

-Meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan lintas program. Selain itu, dengan menggunakan azaz keterpaduan, bekerjasama
dengan program yang juga melakukan pendataan ke setiap rumah seperti program PHBS oleh kader, untuk sekaligus
melakukan penyuluhan rumah sehat.

-Mengadakan pertemuan dengan tim PKK setempat secara berkala, minimal 3 bulan sekali, untuk membicarakan dan
menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat agar tahu, mengerti, dan sadar tentang pentingnya rumah sehat.
Misalnya dengan gotong-royong untuk membina tempat sampah yang memenuhi syarat di sekitar desa sehingga masyarakat
tidak membuang sampah sembarangan, mengadakan jamban arisan bagi rumah-rumah yang belum memiliki jamban.

-Menyiapkan lembar balik dan poster untuk sarana penyuluhan baik perorangan maupun penyuluhan kelompok. Penyuluhan
diharapkan menambah pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat sehingga mengubah sikap dan perilaku.
KESIMPULAN

Dari hasil evaluasi program pengawasan rumah sehat yang dilakukan dengan cara pendekatan sistem di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Loji pada periode Januari sampai dengan Oktober 2015 dikatakan belum berjalan dengan baik melihat
kepada angka keberhasilan program sebagai berikut:

Cakupan pengawasan rumah


sehat dengan pencapaian 31.98%
dan besar masalah 30.52%.

Persentase rumah sehat dengan


pencapaian 22.14 % dan besar
masalah 40.36 %.
SARAN
-Melakukan pemetaan pada setiap desa untuk melakukan pengawasan rumah sehat, kemudian mengambil sampel rumah untuk
diinspeksi.

-Meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan lintas program, bekerjasama dengan program yang juga melakukan pendataan ke
setiap rumah seperti program PHBS oleh kader untuk melakukan penyuluhan rumah sehat.

-Membentuk dan melatih kader untuk program pengawasan rumah sehat.

-Mengadakan pertemuan dengan tim PKK setempat secara berkala (minimal 3 bulan sekali) untuk mendiskusikan dan
menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat agar tahu dan sadar akan pentingnya rumah sehat, misalnya dengan
gotong-royong untuk membina tempat sampah yang memenuhi syarat di sekitar desa sehingga masyarakat tidak membuang
sampah sembarangan, mengadakan arisan jamban.

-Menyiapkan lembar balik untuk sarana penyuluhan baik perorangan maupun penyuluhan kelompok. Penyuluhan diharapkan
menambah pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat sehingga mengubah sikap dan perilaku.