Anda di halaman 1dari 15

PERAN PERAWAT DALAM MENANGANI PASIEN DENGAN

GANGGUAN IMA (INFARK MIOKARD AKUT)


DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT
Dr. MOEWARDI SURAKARTA
Latar Belakang
1. Infark Miokard Akut menempati peringkat pertama sebagai penyebab kematian di Amerika
Serikat. Dilaporkan setiap tahunnya terdapat sekitar 476.124 kematian yang disebabkan oleh
serangan jantung

2. Direktorat Jendral Pelayanan Medik Indonesia meneliti, bahwa pada tahun 2007 jumlah pasien
penyakit jantung yang menjalani rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit di Indonesia adalah
239.548 jiwa. Kasus terbanyak adalah penyakit infark miokard akut (13,49%)

3. Menurut Laporan Profil Kesehatan Kota Semarang tahun 2010 menunjukkan bahwa kejadian
penyakit jantung dan pembuluh darah sebanyak 96.957 kasus dan sebanyak 1.847 (2%) kasus
merupakan kasus IMA.
Tinjauan Teoritis

Part Two
Apa itu IMA?¿
Infark miokard akut adalah kematian jaringan otot
jantung (miokard) yang disebabkan oleh
insufisiensi suplai atau banyaknya darah baik
relatif maupun secara absolut (Muwarni, 2011)

Infark Miokard Akut oleh orang awam disebut serangan


jantung yaitu penyempitan atau penyumbatan pembuluh
darah koroner sehingga aliran darah ke otot jantung tidak
cukup sehingga menyebabkan otot jantung mati (Rendi
dan Margareth, 2012)
Penelitian angiografi menunjukkan bahwa
1 sebagian besar IMA disebabkan oleh
trombosis arteri koroner

Infark terjadi jika plak aterosklerotik


mengalami fisur, ruptur, atau ulserasi,
2 sehingga terjadi trombus mural pada lokasi
ruptur yang mengakibatkan oklusi arteri
koroner (Sudoyo, 2010)
Faktor Resiko

Faktor resiko yang


Faktor resiko yang tidak dapat
dapat dimodifikasi dimodifikasi
• Merokok • Usia
• Obesitas • Riwayat
• Alkohol, Keluarga,dll
dll
Infark miokard Infark Infark miokard
akut ST-elevasi miokard akut akut unstable
(STEMI) non ST- angina
elevasi pectoris (UAP)
(NSTEMI)
TANDA DAN GEJALA IMA

 Gambaran klinis infark miokard umumnya berupa nyeri dada substernum


yang terasa berat, menekan, seperti diremas-remas dan terkadang
menjalar ke leher, rahang, epigastrium, bahu, atau lengan kiri, atau hanya
rasa tidak enak di dada.

 Ditandai dengan nyeri dada menetap, tidak hilang dengan istirahat dan
minum nitrogliserin. Kemudian menyebar luas sehingga dapat
menyebabkan hypotensi, shock, aritmia dan gagal jantung.Pasien tampak
banyak keringat, muka pucat, dyspnea, nausea, vomit, cemas dan gelisah.
PENATALAKSANAAN SECARA UMUM

1.Morfin (menghilangkan nyeri), dosis 2-4 mg , diulang 5-15 menit, maksimal 20 mg

2. Oksigen : suplemen oksigen harus diberikan ada pasien dengan saturasi oksigen <90%.

3.Nitrat : dosis 0,4 mg dan dapat di berikan sampai 3 dosis dengan interval 5 menit.

4. Aspirin : dosis 160-325 mg di ruang emergensi. Selanjutnya diberikan peroral dengan


dosis 75-162 mg.

5.Penyekat Beta :Regimen yang biasa diberikan adalah metoprolol 5 mg tiap 2-5 menit
sampai total 3 dosis, dengan syarat frekuensi jantung > 60 kali permenit, tekanan darah
sistolik > 100 mmHg, interval PR < 0,24 detik
METODE PENELITIAN

Part Three
JENIS PENELITIN

Jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu penelitian untuk menemukan atau
mengembangkan pengetahuan yang memerlukan keterlibatan peneliti
dalam mengidentifikasi pengertian atau relevansi fenomena tertentu
terhadap individu dengan rancangan penelitian deskriptif study
fenomenologi(Nursalam, 2011)
TEMPAT DAN POPULASI PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di IGD RSU Dr. Moewardi Surakarta, yang


merupakan rumah sakit tipe A yang menjadi rujukan bagi Rumah Sakit
YOUR TITLE
lain di Surakarta dalam penanganan kasus gawat darurat. Populasi
Add your text here
yang digunakan adalahperawat yang bertugas di ruang IGD AddRSUyourDr.
text here
Moewardi Surakarta sebanyak 63 orang. Tehnik pengambilan sampel
di lakukan dengan cara Purposive sampling yaitu peneliti memilih dari
populasi secara tidak acak yang memenuhi kriteria sampel yang
ditentukan (Bhisma Murti, 2006)
PEMBAHASAN

Part Four
Jenis Penelitian Hasil Penelitian
Primery survey pengkajian breathing dan pengkajian circulation

Secondary survey pengkajian EKG dan pengkajian laborat

Dasar perumusan diagnosa mengkaji data subyektif dan data obyektif yang didapat dari
menganamnesa pasien saat masuk IGD

Jenis diagnosa diagnosa aktual dan diagnosa resiko

Intervensi Kolaborasi kolaborasi diit, kolaborasi obat dan kolaborasi oksigen

Implementasi kolaborasi merupakan pemberian obat-obatan morfin, oksigen, nitrat,


aspirin, clopidogril.

Tipe evaluasi obervasi ulang kepada pasien dan mengkaji vital sign apakah ada
perkembangan
Thank you!
Date: 28 Mei 2019