Anda di halaman 1dari 21

HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KEBERMAKNAAN

HIDUP PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DI


POSYANDU KEMUNING JEJERAN II WONOKROMO
PLERET BANTUL YOGYAKARTA

SKRIPSI

Dosen Pembimbing : Sugeng Djito Wiyono S.Kep., M.Sc

Diajukan Oleh:
Dita Rosita
NIM: 04.14.3938
LATAR BELAKANG
• 1dari 4 orang di Asia Pasifik akan berusia 60 tahun / > pada tahun 2050
UNESCA • 2 kali lipat dari 535 juta pada 2015 menjadi sekitar 1,3 miliar pada tahun
P (2017) 2050

• Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki penduduk lansia diatas 10%


SUSENA sekaligus paling tinggi sebanyak (13,05%)
S (2014)

• DIY juga memiliki prevalensi Diabetes Melitus (DM) tertinggi dengan


RISKES nilai prevalensi 2,6% diikuti oleh Jakarta dengan nilai prevalensi 2,5% dan
DAS Sulawesi Utara 2,4%
(2013)

• Jumlah lansia terbanyak 100.171 pada tahun 2012 kemudian tahun 2016
menjadi 106.732
DINKES
BANTUL • Jumlah prevalensi DM terbanyak 17.999 pada tahun 2015 meningkat
(2017) menjadi 20.969 tahun 2016
Diabetes Melitus
Kurniawan, 2010
• WHO, usia >30 kadar glukosa naik sebesar 1-
2 mg%/tahun (Puasa) dan 5,6-13 mg%/tahun.
• Lansia mengalami komplikasi makrovaskuler
& mikrovaskuler serta sindrom geriatri.

Sutandi, 2012
• DM penyakit Lifelong disease. komplikasi
masalah fisik, psikologis, dan ekonomi
PERUMUSAN MASALAH

• “Adakah hubungan tingkat religiusitas dengan


kebermaknaan hidup pada lansia penderita
diabetes melitus?”

TUJUAN

• Tujuan umum dan tujuan khusus

MANFAAT

• Secara teori dan praktis


RUANG LINGKUP PENELITIAN
VARIABEL YANG DITELITI
Variabel bebas dan terikat

SUBJEK PENELITIAN
Lansia dengan Diabetes Melitus

LOKASI PENELITIAN
Posyandu Kemuning Jejeran II

WAKTU PENELITIAN
12 Maret 2018
KEASLIAN PENELITIAN
PENELITI JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN

Mutammimah Hubungan religiusitas Variabel independen, Pengambilan sampel


(2017) dengan tingkat desain penelitian, dengan teknik total
kecemasan pada analisa data dan sampling dan
penderita diabetes sampel peneltian variabel dependen
melitus tipe II di tingkat kecemasan
Wilayah Kerja
Puskesmas Mlati II
Sleman Yogyakarta

Hidayat Hubungan antara variabel independen, Variabel dependen


(2016) religiusitas dengan desain penelitian, dan karakteristik
kualitas hidup pasien teknik pengambilan sampel
kanker payudara di sampel dan analisa
Poli bedah RSUD data
Panembahan Senopati
Bantul
KEASLIAN PENELITIAN
PENELITI JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN

Humaira Partisipan sosial Variabel dependen Teknik pengambilan


(2016) dengan sampling, analisa
kebermaknaan data dan
hidup remaja. karakteristik
Metode penelitian responden
dalam penelitian ini
menggunakan
pendekatan
kuantitatif
korelasional
KERANGKA TEORI
Lansia
Fisik Kognitif Spiritual Psikososial Penurunan Fungsi

Faktor yang mempengaruhi Faktor yang mempengaruhi


kebermaknaan hidup : religiusitas:
- Spiritual/Agama - Internal
- Kebutuhan - Herediter
- Tanggung jawab - Tingkat usia
- Kepribadian
Sumber makna hidup:
- Kondisi Kejiwaan
-Creative values
Eksternal
- Expperiental values
- Lingkungan keluarga
Komponen Makna hidup : - Lingkungan institusional
Dimensi Religiusitas Self insight - Lingkungan masyarakat
menurut Glock dan Stark: The meaning of life
Ideologis Changing attitude
Ritualistik Self comitment
Eksperiensial Directed activities
Konsekuensial Social support
Intelektual
Kebermaknaan Hidup
KERANGKA KONSEP
Faktor yang mempengaruhi religiusitas: Dimensi Religiusitas menurut Glock
Internal
dan Stark:
- Herediter
- Tingkat usia - Ideologis
- Kepribadian - Ritualistik
- Kondisi Kejiwaan - Eksperiensial
Eksternal - Konsekuensial
- Lingkungan keluarga - Intelektual
- Lingkungang institusional
- Lingkungan masyarakat Faktor yang mempengaruhi
kebermaknaan hidup :
- Spiritual/Agama
- Kebutuhan
- Tanggung jawab
Religiusitas

Kebermaknaan Hidup

Sangat Sangat Sangat


Religiusitas Religiusitas Religiusitas
HIPOTESIS PENELITIAN

Ha : Ada hubungan tingkat religiusitas dengan


kebermaknaan hidup pada lansia penderita
diabetes melitus di Posyandu Kemuning
Jejeran II Wonokromo Pleret Bantul
Yogyakarta.

Ho : Tidak ada hubungan tingkat religiusitas


dengan kebermaknaan hidup pada lansia
penderita diabetes melitus di Posyandu
Kemuning Jejeran II Wonokromo Pleret Bantul
Yogyakarta.
METODELOGI PENELITIAN

Teknik sampel
Populasi 35 lansia yang digunakan
Penelitian
penderita Diabetes adalah Purposive
kuantitatif dengan Menggunakan uji
Melitus di sampling. Jumlah
desain Deskriptif korelasi Kendall’s
Posyandu sampel 32
Korelatif studi tau
Kemuning Jejeran responden dengan
Cross Sectional
II rumus slovin
derajat presisi 5%
DEFINISI OPERASIONAL
VARIABEL DEFINISI ALAT UKUR SKALA DATA
OPERASIONAL
Tingkat Religiusitas Tingkat religiusitas adalah Kuesioner religiusitas Ordinal
pemahaman lansia Diabetes yang dimodifikasi dari Baik: 76-100%
Melitus di Posyandu Kartikasari (2014) Cukup: 56-75%
Kemuning Jejeran II Kurang: <56%
Wonokromo dalam meyakini
agamanya yang diukur
berdasarkan lima dimensi
agama yang dapat
merepresentasikan kehidupan
beragama secara menyeluruh
Kebermaknaan Hidup Makna hidup adalah Kuesioner Meaning in Ordinal
penghayatan lansia Diabetes Life Questionaire Baik: 76-100%
Melitus di Posyandu (MLQ) yang Cukup: 56-75%
Kemuning Jejeran II dimodifikasi dari Kurang: <56%
Wonokromo terhadap hal Streger dkk (2006)
penting dan diyakini benar dalam Humaira 2016)
serta memberikan nilai
khusus yang dapat dijadikan
sebagai tujuan hidup dapat
diukur dengan enam
komponen makna hidup yang
dapat merepresentasikan
secara menyeluruh.
JALANNYA PENELITIAN

Tahap persiapan

Tahap pelaksanaan

Tahap pengolahan data


dananalisa data

Tahap penyajian data

Tahap penulisan hasil penelitian


ETIKA PENELITIAN
Menghormati harkat dan martabat manusia
(Respect for human dignity)

Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek


penelitian (Respect for privacy and confidentiality)

Keadilan dan inklusivitas atau keterbukaan


(Respect for justice and inclusiveness)

Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang


ditimbulkan (Balancing harms and benefits)
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
HASIL PENELITIAN KARAKTERISTIK RESPONDEN

Frekuensi Presentase Standar


No Karakteristik Mean
(f) (100%) Deviasi
1. Usia
60-74 tahun 31 96,9% ,177 1,03
>74 tahun 1 3,1%
2. Jenis Kelamin

Laki-laki 4 12,5% ,336 1,88


Perempuan 28 87,5%
3. Lama Terkena Penyakit
1-5 tahun 18 56,3% .622 1,50
5-10 tahun 12 37,5%
>10 tahun 2 6,3%
4. Komplikasi penyakit lain

Hipertensi 15 46,9% 1,611 2,28


Kolesterol 5 15,6%
Asam urat 6 18,8%
Asma 3 9,4%
Anemia 1 3,1%
Leukimia 1 3,1%
Alergi 1 3,1%
5. Agama

Islam 32 100% ,000 1,00


6. Riwayat Pekerjaan

Buruh 7 219% ,907 2,13


Ibu rumah tangga 18 56,3%
Wiraswasta 3 9,4%
Pensiunan 4 12,5%
Total 32 100%
CROSS TABULASI
Kebermaknaan Hidup

Baik Cukup Kurang Total

f % f % f % F %
Tingkat religiusitas

Baik 19 59,4% 0 0% 0 0% 19 59,4%

Cukup 2 6,3% 7 21,9% 1 3,1% 10 31,3%

Kurang 0 0% 1 3,1% 2 6,3% 3 9,4%

Total 21 65,6% 8 25,0% 3 9,4% 32 100%


ANALISIS BIVARIAT
Correlations

Tingkat Kebermaknaan
Religiusitas Hidup
Correlation 1.000 .858**
Coefficient
. .000
Tingkat Religiusitas Sig. (2-tailed)
32 32
N
Kendall's tau_b
Correlation .858** 1.000
Coefficient
.000 .
KebermaknaanHidup Sig. (2-tailed)
32 32
N
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Variabel Koef. Korelasi Probabilitas Keterangan

Tingkat 0,858 0,000 Signifikan


religiusitas dan
kebermaknaan
hidup
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
• Tingkat religiusitas pada lansia penderita diabetes melitus di posyandu Kemuning
Jejeran II Wonokromo Pleret Bantul sebagian besar adalah baik yaitu sebanyak 19
responden (59,4%)
• Kebermaknaan hidup pada lansia penderita diabetes melitus di posyandu Kemuning
Jejeran II Wonokromo Pleret Bantul dalam kategori baik yaitu 21 responden
(65,6%)
• Taraf signifikan 0,000(p<0,01). Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil analisis uji
korelasi kendall’s tau 0,858.

SARAN
• Bagi ilmu Keperawatan Gerontik
• Bagi Lansia di Posyandu Kemuning Jejeran II
• Bagi Keluarga Lansia di Posyandu Kemuning Jejeran II
• Bagi Puskesmas Pleret
• Bagi Kader Posyandu Kemuning Jejeran II
• Bagi Peneliti selanjutnya