Anda di halaman 1dari 35

Manajemen Asuransi

Kelompok 1
D3-Akuntansi
1B
Pengertian Asuransi
• Menurut Pasal 246 Kitab UU Hukum Dagang :
• Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana sesorang
penanggung mengikatkan diri kepada seseorang tertanggung, dengan
menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena
suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan,
yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tentu.
• Menurut Undang-undang No. 2 Th. 1992 tentang Usaha Perasuransian
• Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,
dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada
tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang
diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,
atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Manfaat Asuransi

• Rasa aman dan perlindungan


• Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil
• Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk
memperoleh kredit
• Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan
• Alat penyebaran risiko
• Membantu meningkatkan kegiatan usaha
Ketidakpastian Asuransi
• Ketidakpastian ekonomis; yaitu ketidakpastian dari
kebijakan ekonomi yang pada gilirannya
mempengaruhi konsumsi, harga, atau perkembangan
ekonomi
• Ketidakpastian yang berkaitan dengan alam; yaitu
ketidakpastian akan terjadinya badai, banjir,
kebakaran, atau bencana alam lainnya.
• Ketidakpastian yang manusiawi; yaitu ketidakpastian
terhadap terjadinya perang, pembunuhan,
pencurian, dan sebagainya.
Resiko Asuransi
• RISIKO MURNI, adalah risiko yang apabila benar-
benar terjadi, akan memberikan kerugian dan apabila
tidak terjadi, tidak akan menimbulkan kerugian dan
tidak juga memberikan keuntungan.

• RISIKO SPEKULATIF, adalah risiko yang berkaitang


dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu
kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dam
kemungkinan untuk mendapat kerugian.
Resiko Asuransi
• RISIKO INDIVIDU, adalah risiko yang kemungkinan dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari. Risiko individu ini masih dipilah menjadi 3 jenis :
– Risiko pribadi (personal risk), adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan
seseorang untuk memperoleh keuntungan. Atau dengan kata lain risiko ini
berfungsi untuk menanggung dirinya sendiri atau orang yang ia asuransikan.
– Risiko harta (property risk), adalah risiko yang ditanggungkan atas harta
yang dimilikinya rusak, hilang atau dicuri. Dengan kerusakan atau
kehilangan tersebut, pemilik akan kehilangan kesempatan ekonomi yang
diperoleh dari harta yang dimilikinya. Ada dua jenis yaitu kerugian langsung
(bila harta kita hilang atau rusak) dan kerugian tidak langsung (biaya
tambahan akibat kerugian asal).
– Risiko tanggung gugat (liability risk), adalah risiko yang mungkin kita alami
atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain.
Misalkan, pemberian asuransi oleh mandor bangunan kepada para
pekerjanya.
Cara Penanganan Resiko
1. Menghindari risiko (risk avoidance)
2. Mengurangi risiko (risk reduction)
3. Menahan risiko (risk retention)
4. Membagi risiko (risk sharing)
5. Mentransfer risiko (risk transferring)
Prinsip-Prinsip Asuransi
1. Insurable interest
Mempertanggungkan suatu risiko yang berkaitan dengan keuangan jika yang
diasuransikan terjadi kerusakan atau kerugian
2. Utmost Good Faith (itikad baik)
Iktikad baik untuk memberitahukan fakta agar tidak terjadi kerugian
3. Indemnity
Kompensasi risiko yang menimpa tertanggung dengan ganti rugi
finansialdengan jumlah sama seperti sebelum terjadinya kerugian
4. Proximate Cause
Sebab aktif, efisien, yang mengakibatkan peristiwa secara berantai
5. Subrogation
Penggantian kerusakan/kerugian sesuai dengan jumlah kerusakan/kerugian
6. Contribution
penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung yang lain yang
memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi
kepada seorang tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
belum tentu sama besar
Konsep The law of Large Number
• “Semakin besar jumlah risiko, semakin
mendekati hasil atau kerugian sesungguhnya
sesuai dengan hasil atau kerugian yang
diperkirakan”
Insurable Risks
• Insurable interest pada prinsipnya adalah semua
risiko yang dapat dipertanggungkan.
• Jika risiko memnuhi sifat LURCH maka risiko
dikatakan Insurable Risks
– L=loss (menyebaban terjadinya kerugian)
– U=unexpected (tidak terduga)
– R=reasonable (benda yang diasuransikan mempunyai
nilai bagi penanggung dan tertanggung)
– C=catastrophic (tidak menimbulkan rugi yang sangat
besar)
– H=homogenous (barang sejenis)
Peril dan Hazard
• Peril dan hazard berkaitan dengan resiko dan
ketidakpastian.
• Peril = penyebab kerugian
contoh: kebakaran, kemalingan, badai,
ledakan.
• Hazard = keadaan yang menyebabkan peril
contoh: kebakaran karena bensin di dekat
kompor (bensin di dekat kompor merupakan
hazard)
Jenis usaha perasuransian
Menurut UU No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian:
1. Usaha asuransi 2. Usaha penunjang
A. Asuransi kerugian A. Pialang asuransi
B. Asuransi jiwa B. Pialang reasuransi
C. Reasuransi C. Penilai kerugian
asuransi
D. Konsultan aktuaria
E. Agen asuransi
Asuransi Kerugian
• Menurut UU No. 2 Tahun 1992
Asuransi Kerugian adalah usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan
risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak
ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.
• Usaha asuransi kerugian praktiknya di Indonesia dapat dipilah sebagai berikut:
• Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menutup risiko kebakaran. Pada umumnya
memberi penutupan atas hazards yang berupa kebakaran atau kena petir. Polis
asuransi kebakaran yang berlaku di Indonesia sejak tahun 1982 adalah Polis Standar
Kebakaran Indonesia. Resiko yang dipertanggungkan meliputi resiko kerusakan atau
kerugian yang disebabkan:
– Kebakaran
– Peledakan
– Petir
– Kejatuhan kapal terbang
• Sedangkan yang tidak dimasukkan adalah;
– Kebakaran disengaja atau karena sifat barang penyebab kebakaran
– Perang, penyerbuan, pemberontakan, revolusi, huru-hara, dan lain-
lain
– Kerusuhan, perbuatan jahat, kerusakan karena air, gempa bumi,
pemogokan, banjir.
– Radiasi nuklir, reaksi nuklir, atau pencemaran radio aktif
• Asuransi pengangkutan adalah asuransi pengangkutan penanggung
atau perusahaan asuransi akan menjamin kerugian yang dialami
tertanggung akibat terjadinya kehilangan atau kerusakan saat
pelayaran.
• Asuransi aneka adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat
digolongkan kedala kedua asuransi diatas, missal : asuransi
kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri, dan lain sebagainya.
Asuransi Jiwa
• Adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi
dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau
meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
• Manfaat asuransi jiwa:
– Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan.
– Santunan bagi tertanggung yang meninggal
– Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh
meninggalnya orang kunci
– Penghimpunan dana untuk persiapan pensiun
Jenis-jenis Asuransi Jiwa
1. Term Insurance, asuransi berjangka atau term insurance mewajibkan penanggung
untuk membayar jumlah nominal polis apabila tertanggung meninggal dalam suatu
periode tertentu. Apabila tertanggung tetap hidup sampai jangka waktu yang di
tetapkan dalam polis, maka kontrak berakhir dengan tanpa nilai.
2. Endowment Insurance, mewajibkan penanggung untuk membayar pihak tertanggung
atau keluarga tertanggung (beneficiary) sejumlah uang kepada pemegang polis
apabila tertanggung tetap hidup selama periode pertanggungan.
3. Whole life insurance, asuransi seumur hidup juga di kenal dengan asuransi nilai tunai
atau nilai permanen, menawarkan perbandingan selama masa hidup tertanggung.
Polis asuransi ini dapat di pandang sebagai suatu asuransi endowment untuk umur
100 tahun atau berjangka waktu sampai mencapai umur 100 tahun. Penentuan
tingkat kematian tersebut dilakukan dengan menggunakan suatu daftar yang disebut
table mortalita.
4. Annuity, menyediakan suatu pemasukan secara periodik dan teratur bagi tertanggung
untuk suatu periode tertentu. Anuitas yang menyediakan pendapatan selama hidup
disebut life annuity. Anuitas merupakan instrument yang penting dalam perencanaan
untuk jaminan financial selama menjalankan masa pensiun.
Polis Khusus Asuransi Jiwa
a. Family income policy. Polis ini menyediakan pendapatan bulanan khusus dari tanggal
kematian tertanggung sampai tanggal tertentu yang disebut dalam polis. Pada akhir
periode, jumlah nominal polis dibayarkan kepada ahli waris.
b. Family maintenance policy. Polis ini menyediakan pembayaran bulanan untuk suatu periode
tertentu begitu tertanggung meninggal. Polis ini adalah whole life ditambah level term.
c. Multiple protection policy. Yaitu polis asuransi whole life dan term insurance. Perusahaan
asuransi menyediakan jumlah nominal polis secara berlipat dari polis asuransi whole life jika
tertanggung meninggal dunia setelah berakhirnya periode. Periode perlindungan secara
berganda tersebut berakhir setelah beberapa tahun, misalnya 10 atau 15 tahun, atau
apabila tertanggung mencapai suatu umur tertentu, misalnya 60 atau 65 tahun.
d. Family policy. Dengan satu polis dan satu premi, polis ini menutup seluruh jiwa dari semua
anggota keluarganya, yaitu: bapak, ibu, dan anak-anak. Perusahaan asuransi menjual polis
dalam bentuk unit-unit, seharga misalnya Rp 5 juta, untuk pertanggungan bapak yang
biasanya dibuat dalam bentuk continuous premium whole life. Term insurance untuk
asuransi jiwa ibu, yang besarnya premi tergantung umur ibu, lebih mahal apabila umurnya
masih muda dan lebih murah apabila sudah tua. Term insurance juga ditutup untuk anak-
anak yang biasanya sampai berumur 25 tahun.
e. Joint life policy, adalah pertanggungan yang dilakukan lebih dari satu jiwa.
Biasanya polis menutup dua orang dengan nilai nominal yang dibayarkan
atas tertanggung yang meninggal pertama. Premi untuk polis joint life
didasarkan pada umur yang di pertanggungkan.
f. Adjustable life policy, yaitu polis yang menyediakan fleksibilitas atau
memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang beragam dari pemilik polis selama
masa hidupnya. Pemilik polis dapat memilih untuk menyesuaikan polis
dengan cara meningkatkan atau mengurangi jumlah nilai nominal dan
jumlah premi, jangka waktu, serta periode pembayaran premi.
g. Index linked policy, beberapa perusahaan asuransi menawarkan polis-polis
yang dikaitkan dengan jumlah manfaat (benefit) atas kematian terhadap
indeks harga. Konsumen resmi guna melindungi jumlah nominal dari
asuransi pemilik polis akibat terjadi penurunan nilai disebabkan oleh
inflasi.
h. Deposit term, yaitu polis berjangka yang mewajibkan membayar sejumlah
premi (deposit premium) untuk tahan pertama yang melebihi biaya term
insurance. Pada akhir periode jangka waktu, perusahaan asuransi
menawarkan nilai atas jumlah simpanan premi ditambah dengan
pendapatan bunga dan bagian polis simpanan premi sebagai ganti ber-
selangnya waktu. Apabila terjadi kematian sebelum berakhirnya periode
yang di tentukan, perusahaan asuransu membayar simpanan premu
tersebut ditambah bunga majemuk sebagai suatu manfaat tambahan dari
kematian.
Ruang Lingkup usaha Asuransi Jiwa
a. Asuransi jiwa biasa (ordinary life insurance)
Biasanya polis asuransi jiwa ini diterbitkan dalam suatu nilai tertentu
dengan premi yang dibayar secara periodik (bulanan, triwulanan,
semesteran, dan tahunan).
b. Asuransi jiwa kelompok (group life insurance)
Asuransi jiwa ini biasanya dikeluarkan tanpa ada pemeriksaan medis
atas suatu kelompok orang di bawah satu polis induk di mana
masing-masing anggota kelompok menerima sertifikat partisipasi.
c. Asuransi jiwa industrial (industrial life insurance)
Dalam jenis asuransi ini dibuat dengan jumlah nominal tertentu.
Premi umumnya dibayar mingguan yang dibayarkan di rumah pemilik
polis kepada agen yang disebut debit agent.
Reasuransi
• Adalah pertanggungan ulang atau pertanggungan yang
dipertanggungkan atau asuransi dari asuransi.
• Reasuransi adalah suatu sistem penyebaran risiko dimana
penanggung menyebarkan seluruh atau sebagian dari
pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung yang
lain.
• Penyebaran risiko tersebut dapat dilakukan dengan dua
mekanisme, yaitu koasuransi dan reasuransi.
– Koasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan secara
bersama atas suatu objek asuransi.
– Reasuransi adalah proses untuk untuk mengasuransikan
kembali pertanggung jawaban pada pihak tertanggung
Fungsi Reasuransi
 Meningkatkan kapasitas akseptasi.
 Alat penyebaran risiko.
 Meningkatkan stabilitas usaha.
 Meningkatkan kepercayaan.
Jenis Reasuransi
1. Treaty dan facultative reinsurance
Dalam model ini, reasuradur memberikan sejumlah pertanggungan yang diinginkan
dengan perjanjian kontrak dan reasuradur harus menerima jumlah yang ditawarkan.
2. Hybrid, ada 2:
 Reasuransi proporsional
Pembagian risiko antara ceding company dengan reasuradur dilakukan secara
proporsional berdasarkan jumlah retensi yang telah ditetapkan. Retensi adalah
jumlah maksimum risiko yang ditahan atau ditanggung oleh ceding company.
Bentuknya ada 2 yaitu: quota share treaty insurance dan surplus treaty reinsurance.
 Reasuransi nonproporsional
Bentuk ini memberikan kemungkinan bagi reasuradur untuk tidak membayar klaim
atau membayar klaim terbatas jumlah yang ada di treaty. Treaty dalam mekanisme
reasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan
dan syarat-syarat yang dituangkan dalam suatu perjanjian antara ceding company
dan reasuradur yang mana reasuradur mengikatkan diri untuk menerima setiap
penutupan yang diberikan oleh ceding company. Bentuknya ada 2 yaitu; excess of
loss treaty dan excess of loss ratio (stop loss cover).
Usaha Penunjang Usaha Asuransi
• Pialang asuransi adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan
dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi
asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung.
• Pialang reasuransi adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan
dalam penetapan reasuransi dan penanganan ganti rugi reasuransi
dewan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi.
• Penilai kerugian asuransi adalah usaha yang memberikan jasa
penilaian terhadap kerugian pada objek asuransi yang
dipertanggungkan.
• Konsultan aktuaria adalah usaha yang memberikan jasa konsultan
aktuaria.
• Agen asuransi adalah pihak yang memberikan jasa keperantaraan
dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama
penanggung.
Kontrak Asuransi
• Sifat Kontrak
Kontrak asuransi di sebut juga dengan contingent
contract yaitu kontrak atau janji dimana perusahaan
akan melakukan sesuatu tergantung pada terjadinya
suatu peristiwa. Dalam pengertian ini juga tertanggung
tetap harus membayar terus preminya terlepas dari
apakah perusahaan asuransi melaksanakan janjinya
atau tidak
• Asuransi dan Indemnifikasi
Prinsip asuransi atau principle of indemnification, yaitu
suatu kontrak untuk mengganti kerugian pihak
tertanggung kepada posisi keuangan yang sama seperti
sebelum ia mengalami suatu kerugian.
• Indemnifikasi dan Preverensi Kerugian
Pencegahan kerugian yang merupakan peran penting asuransi dalam masyarkat
modern untuk mencegah kerugian financial. Namun penggantian kerugian haruslah
tidak melebihi jumlah kerugian sebenarnya.
• Polis Asuransi ( Policy )
Dokumen dasar dalam melakukan pertanggungan adalah surat permohonan tertulis
atau aplikasi yang diajukan tertanggung kepada perusahaan asuransi. Informasi
yang terdapat dalam dokumen dasar di gunakan untuk tujuan underwriting dan
indentifikasi. Kontrak asuransi atau polis di Indonesia diatur dalam pasal 255
KUHD.Kontrak asuransi yang dinyatakan dalam bentuk polis pada umumnya terdiri
dari 4 bagian terpisah.
• Declarations
Merupakan suatu pernyataan yang bersifat mengenai resiko yang akan di asuransikan
dan digunakan sebagai dasar untuk menetapkan premi dan penerbitan polis.
• Insuring Agreement
Merupakan perjanjian pertanggungan yang merupakan bagian yang mengatur
ketentuan kedua pihak, tertanggung dan penanggung.
• Conditions
Merupakan bagian yang mengatur kedua ketentuan kedua pihak, tertanggung dan
penanggung, dalam menyetujui untuk melakukan pemeriksaan atas suatu kejadian.
• Exclusions
Pada bagian ini harus disebutkan dengan jelas bentuk peril apasaja yang tidak
ditutup atau diluar penutupan pertanggungan. Dan exclusion merupakan bagian polis
yang menyatakan hal – hal tersebut
Aspek Hukum Kontrak
1. Warranties
Adalah suatu ketentuan khusus atau pernyataan di dalam polis yang berkaitan dengan sifat resiko.
Contoh warranty :
a. Polis asuransi berisi suatu pernyataan bahwa pemilik polis berjanji merawat suatu system
deteksi kebakaran dalam gedung yang ia asuransikan.
b. Polis asuransi kapal tunda / penarik memuat pernyataan bahwa kapal tersebut dalam keadaan
laik laut dan tidak akan digunakan untuk memuat kargo yang sifatnya berbahaya.
2. Representations
Adalah suatu bagian dari polis apakah hal yang terdapat pada warranty dapat dibuktikan atau
tidak. Representations bukanlah suatu bagian dari polis sebagai mana halnya dengan warranty
tetapi hanyalah suatu pernyataan yang dibuat oleh tertanggung supaya memperoleh polis
asuransi.
3. Concealment
Concealment berhubungan dengan usaha menyembunyikan atau membatalkan fakta fakta yang
telah diketahui. Khususnya kenyataan kenyataan yang akan menyebabkan penanggung menolak
pertanggungan atau mengenakan premi yang lebih tinggi bila fakta fakta diketahui.
4. Fraud
Adalah suatu tindakan sengaja membuat suatu pernyataan palsu atau sengaja menyembunyikan
fakta yang dapat mengakibatkan penolakan pihak asuransi. Fakta yang tidak disebutkan atau
disembunyikan tersebut haruslah material atau penting
Pengaturan Perasuransian di Indonesia
Peraturan perundangan yang digunakan sebagai dasar acuan
pembinaan dan pengawasan atas usaha perasuransian di indonesia saat ini
terdiri atas:
1. UU no. 2 tahun 1992 tentang Usaha Peransuransian.
2. Peraturan Pemerintah no. 73 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
3. Keputusan Menteri Keuangan, masing masing:
– No. 223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang perizinan
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi.
– No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang kesehatan
keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi.
– No. 225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang
penyelenggaraan
– No. 226/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang perizinan dan
penyelenggaraan kegiatan usaha perusahaan penunjang usaha asuransi.
Perizinan
Setiap pihak yang melakukan usaha perasuransian wajib mendapatkan izin
usaha dari Menteri Keuangan, kecuali bagi perusahaan yang menyelenggarakan
Program Asuransi Sosial.
1. Pemberian izin oleh Menteri Keuangan bagi perusahaan perasuransian
menurut PP no. 73 tahun 1992, dilakukan dalam 2(dua) tahap sebagai berikut:
a. Persetujuan prinsip, yaitu persetujuan yang diberikan untuk melakukan
persiapan pendirian suatu perusahaan yang bergerak di bidang
perasuransian. Batas waktu persetujuan prinsip dibatasi selama-lamanya
1(satu) tahun.
b. Izin usaha, yaitu izin yang diberikan untuk melakukan usaha setelah
persiapan pendirian selesai. Izin usaha diberikan setelah semua persyaratan
izin dipenuhi.
2. Modal disetor perusahaan perasuransian ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
Solvabilitas
Perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan reasuransi yang
melakukan kegiatan usaha di Indonesia, menurut ketentuan, wajib
memelihara tingkat solvabilitas, yaitu selisih antara kekayaan yang
diperkenankan (admitted assets) dengan jumlah kewajiban dan modal
disetor perusahaan yang bersangkutan.
Dalam pemenuhan ketentuan tingkat solvabilitas atau solvency
margin ini, menurut keputusan Menteri Keuangan no.
224/KMK.017/1993 tanggal 26 februari 1993, dapat dibedakan sebagai
berikut:
a. Perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan reasuransi minimal
10% dari premi bruto
b. Perusahaan asuransi jiwa minimal 1% dari cabang premi, untuk
bidang usaha asuransi jiwa, ditambah dengan 10% dari premi netto
dari bidang usaha, asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan.
Kekayaan yang diperkenankan
(admitted assets)
Yang dimaksud dengan kekayaan yang diperkenankan (admitter assets)
bagi perusahaan asuransi terdiri atas:
a. Kas dan bank
b. Investasi
c. Tagihan premi langsung atau premi murni bagi asuransi jiwa
d. Tagihan reasuransi yang meliputi tagihan:
- premi asuransi
- komisi reasuransi
- klaim asuransi
e. tagihan hasil investasi
f. perangkat keras komputer
g. tanah dan bangunan
ketentuan pemilikan tanah dan bangunan di tetapkan sebagai berikut:
- perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan reasuransi maksimum
20% dari modal sendiri
- perusahaan asuransi jiwa 40% dari modal sendiri
Investasi
• Kegiatan investasi perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi
sebagai mana disebut dalam komponen admitted assets terdiri
atas:
• a. deposito berjangka dan sertifikat deposito
• b. saham, obligasi, dan surat berharga lainnya yang dicatat di
bursa efek di indonesia
• c. sertifikat bank indonesia (SBI)
• d. surat berharga pasar uang (SBPU)
• e. surat pengakuan utang berjangka waktu lebih dari 1 tahun
• f. penyertaan langsung
• g. bangunan atau tanah dan bangunan untuk tujuan investasi
• h. pinjaman hipotek
• i. pinjaman polis (kusu bagi perusahaan asuransi jiwa) dengan
jaminnan nilai tunai polis mereka.
Ketentuan dalam melakukan investasi oleh perusahaan asuransi kerugian dan
perusahaan reasuransi sebagai mana tersebut diatas dilakukan sebagai berikut:
a. deposito berjangka dan sertifikat deposito maksimum sebesar 5% disetiap bank dari
jumlah nilai wajar kekayaan yang diperkenankan (admitted assets) pada tahun
sebelumnya.
b. investasi dalam SBPU dan surat pengakuan utang berjangka lebih dari 1 tahun,
maksimum 10% dari jumlah kekayaan yang diperkenankan dan tidak melebihi dari 2%
dari jumlah nilai wajar yang diperkenankan dari setiap issuer, dengan ketentuan
penerbit SBPU dan surat pengakuan utang tersebut adalah badan hukum indonesia,
bukan afiliasi, dan dijamin oleh bank umum.
c. Saham, obligasi, atau surat berharga lainnya, tidak boleh melebihi 5% dari nilai wajar
kekayaan yang diperkenankan pada tahun sebelumnya.
d. Penyertaan langsung kepada badan hukum indonesia maksimum 50% dari jumlah
modal sendiri, dengan ketentuan penyertaan langusng tersebut tidak melebihi 20%
dari modal sendiri untuk setiap badan hukum.
e. Bangunan atau tanah dan bangunan untuk tujuan investasi maksimum 15% dari nilai
wajar kekayaan yang diperkenankan tidak melebihi 5% dari jumlah nilai wajar
perusahaan kekayaan yang diperkenankan dari setiap unit
f. Pinjaman hipotik maksimal 10% dari jumlah nilai wajar kekayaan yang diperkenankan
dengan ketentuan setiap pinjaman maksimum 75% dari nilai jaminan. Pinjaman
tersebut dijamin dengan hipotik pertama atas bangunan atau tanah dan bangunan
g. Pinjaman polis, hanya dapat diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa kepada pemegang
polisnya dengan jaminan nilai tunai polis mereka. Pinjaman polis tersebut maksimum
80% dari nilai tunai polis yang bersangkutan
Cadangan Teknis
1. Cadangan premi
Ketentuan pembentukan cadangan premi adalah sebagai berikut:
• Pembentukan cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan bagi asuransi kerugian dihitung
dengan cara harian dikurangi bagian yang direasuransikan untuk setiap polis.
• Pembentukan cadangan premi asuransi jiwa harus dihitung dari selisih antara nilai sekarang dari manfaat
yang akan datang dengan nilai sekarang dari premi murni yang akan diterima di masa yang akan datang.
Penggunaan tabel mortalitas dengan panghitungan cadangan premi tersebut harus konsisten untuk masing-
masing program asuransi jiwa. Disamping itu, amortisasi terhadap cabang premi yang telah dibentuk tidak
diperbolehkan.
2. Cadangan klaim
Perhitungan cadangan klaim asuransi kerugian ditetapkan sebagai berikut;
• Jumlah klaim yang di sepakati tetapi belum dibayar, berikut biaya jasa penilai kerugian, dikurangi dengan
beban klaimyang menjadi bagian dari penanggung ulang.
• Klaim dalam proses penyelesaian, berikut biaya jasa penilai kerugian, dikurangi dengan beban klaim yang
akan menjadi bagian dari penanggung ulang.
• Klaim yang sudah terjadi tetapi belum di laporkan berikut biaya jasa penilaian kerugian, dikurangi dengan
beban klaim yang akan menjadi bagian dari penanggung ulang.

Perhitungan cadangan klaim asuransi jiwa didasarkan pada selisih lebih antara perkiraan jumlah klaim
kematian berdasarkan tabel mortalitas dengan klaim yang telah dilaporkan.
Retensi Sendiri
Retensi sendiri, atau own retention adalah bagian dari jumlah uang pertanggungan
setiap resiko yang menjadi tanggungan sendiri tanpa dukungan reasuransi.
Perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi menurut ketentuan harus memiliki
retensi untuk setiap risiko. Ketentuan mengenai retensi sendiri tersebut adalah
sebagai berikut:
• Besarnya retensi sendiri maksimum 10% dari modal sendiri.
• Penetapan retensi sendiri harus didasarkan pada profil risiko yang dibuat secara
tertib, relevan, dan akurat
• Jumlah seluruh premi neto yang ditahan minimal 30% dari jumlah premi bruto
• Perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan reasuransi hanya dapat menahan
premi neto maksimal 300% dari modal sendiri
• Perusahaan asuransi jiwa hanya dapat menahan jumlah premi neto untuk asuransi
kecelakaan diri dan asuransi kesehatan paling banyak 150% dari modal sendiri.
• Perusahaan asuransi tidak diperbolehkan menerima premi penutupan tidak
langsung melebihi 2/ 3 dari jumlah premi penutupan langsung. Penutupan tidak
langsung adalah penutupan risiko dalam rangka reasuransi.
Premi Bruto dan Premi Neto

• Premi bruto adalah premi penutupan


langsung ditambah premi penutupan tidak
langsung setelah masing-masing dikurangi
komisi.
• Sedangkan premi neto adalah premi bruto
dikurangi premi reasuransi dibayar, setelah
premi reasuransi dibayar tersebut dikurangi
komisinya.