Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS:

TINEA CRURIS
Pembimbing:
dr. Ika Soelistina, Sp.KK
Disusun Oleh:
Tiiara Hanani binti Zamzuri
112018117
ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. H
Umur : 34 tahun
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 23 Juli 1985
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumahtangga
Alamat : Surabaya
ANAMNESIS

Keluhan utama:
Bercak kemerahan di bagian bokong sejak 1 bulan yang lalu.

Riwayat penyakit sekarang:


Pasien mengeluh timbul bercak kemerahan di bagian bokong disertai
gatal sejak satu bulan yang lalu. Gatal terus menerus dan bertambah
gatal saat berkeringat. Lesi bertambah besar. Tidak ada nyeri, tidak
terdapat lesi sama di bagian tubuh yang lain.
ANAMNESIS

Riwayat penyakit dahulu:


Pernah mempunyai keluhan yang sama sejak satu tahun yang lalu dan
sering kambuh. Tidak mempunyai riwayat kencing manis, HIV dan tidak
pernah menggunakan obat immunosupresan jangka panjang.

Riwayat penyakit keluarga:


Di keluarga tidak ada yang pernah mengalami keluhan yang serupa.

Riwayat pengobatan:
Pasien tidak pernah berobat.

Riwayat alergi:
Tidak ada riwayat alergi.
STATUS DERMATOLOGIS

Regio gluteus, hiperpigmentasi sebesar plakat, berbatas tegas dengan


tepi eritem, terlokalisir
RESUME

 Pasien mengeluh timbul bercak kemerahan dibokong disertai


dengan gatal sejak satu bulan yang lalu. Gatal terus menerus dan
diperberat saat berkeringat, ukuran lesi bertambah besar, bercak
tidak terdapat di daerah tubuh yang lain, bercak kemerahan tidak
terasa nyeri dan tidak panas, tidak ada demam, maupun batuk pilek.
Pernah mengalami keluhan yang sama sejak satu tahun yang lalu
dan sering kambuh.
 Status dermatikus Regio gluteus, hiperpigmentasi sebesar plakat,
berbatas tegas dengan tepi eritem, terlokalisir
DIAGNOSIS

• TINEA CRURIS
DIAGNOSIS KERJA

• PSORIASIS

DIAGNOSIS BANDING • ERYTHRASMA


• CUTANEOUS CANDIDIASIS
USULAN PEMERIKSAAN

Kerokan kulit dengan KOH 10%


Pembiakan pada media agar
TATALAKSANA & PROGNOSIS

Topikal
– Asam salisil 2-4%
– Asam benzoat 6-12%
– Sulfur 4-6%
– Tolnaftat 2%
– Imidazol 1%
Sistemik
– Griseofulvin
– Terbinafin
– Ketokonazol

Ad vitam : Bonam
Ad functionam : Bonam
Ad sanationam : Bonam
TINEA CRURIS
• dermatofitosis pada lipatan paha, daerah perineum dan
sekitar anus
• eczema marginatum, dhobie itch, jockey itch, ringworm
of the groin.
ETIOLOGI

Tinea kruris sering disebabkan oleh dermatofit genus


Tricophyton dan Epidermophyton. Spesies yang sering
ditemukan adalah E. floccosum, T. rubrum dan T.
mentagrophytes. Genus Microsporium juga dapat
menyebabkan tinea kruris tetapi sangat jarang.
PATOFISIOLOGI

Jamur Progesterone
Mannan
dermatofita Menekan cell dapat
menghambat
memproduksi mediated menghambat
eliminasi
kretinase dan mmunity jamur
jamur
mannan dermatofita
KLASIFIKASI

Tinea
Tinea kapitis
barbae

Tinea pedis
Tinea cruris
et manum

Tinea Tinea
unguium korporis
GEJALA KLINIS
• Gatal dan kemerahan di pangkal paha, termasuk alat kelamin,
paha bahagian dalam, pantat dan kawasan dubur
• Dapat bersifat akut atau menahun
• Lesi berbatas tegas
• Peradangan pada tepi lebih nyata daripada daerah tengah
• Apabila bersifat menahun: ada gambaran bercak hitam serta
sedikit sisik
• Efloresensi terdiri atas pelbagai bentuk yang primer dan
sekunder (polimorf)
• kulit mengelupas atau retak pada pangkal paha
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan Langsung Sediaan Basah
 Pembiakan Pada Media Agar
DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis
Psoriasis ialah penyakit autoimun serta bersifat kronik dan residif.
Sebagian penderita mengeluh gatal ringan. Kelainan kulit terdiri atas
bercak-bercak eritema yang meninggi (plak) dengan skuama di atas
nya. Eritema sirkumskrip dan merata, tetapi pada stadium
penyembuhan sering eritema yang di tengah menghilang dan
hanya terdapat di pinggir. Skuama berlapis- lapis, kasar, dan
berwarna putih seperti mika, serta transparan. Pada psoriasis
terdapat fenomena tetesan lilin, autspitz dan koebner.
DIAGNOSIS BANDING
Kandidosis
Kandidosis adalah penyakit jamur, yang bersifat akut atau
subakut disebabkan oleh spesies Candida albicans.
Kandidosis yang menyebabkan lesi pada kulit disebut
dengan kandidosis kutis. Kemudian berdasarkan letak lesi,
kandidosis intertriginosa menyebabkan lesi pada daerah
lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara,
antara jari tangan atau kaki, glans penis, dan umbilikus.
Gambaran lesi berupa bercak berbatas tegas, bersisik,
basah, dan eritematosa.
DIAGNOSIS BANDING
Eritrasma
Eritrasma ialah penyakit bakteri kronik pada stratum
korneum yang disebabkan oleh Corynebacterium
mintussismum. Lesi eritroskuamosa, berskuama halus
kadang-kadang dapat terlihat merah kecoklat-coklatan.
Tempat predileksi di daerah ketiak dan lipat paha. Kadang
-kadang berlokasi di daerah intertriginosa lain terutama
pada penderita gemuk. Lesi tidak menimbul dan tidak
terlihat vesikulasi. Skuama kering yang halus menutupi
lesi dan pada perabaan terasa berlemak.
DIAGNOSIS BANDING
Tinea capitis, inguinum, pedis dan korporis
• Tempat predileksi tinea kapitis adalah di kulit dan rambut
kepala. Gejala klinisnya termasuk rambut kusam, rambut
patah, nyeri, gatal, papul merah di sekitar rambut, membentu
k bercak yang menjadi pucat dan bersisik, alopesia setempat.
• Tinea inguinum pula terjadi di kuku jari tangan dan jari kaki.
Gejala klinisnya kuku mudah rapuh menyerupai kapur.
• Tinea pedis: gejalanya terjadi di kaki, terutama sela-sela jari
dan telapak kaki
• Tinea korporis yang mengenai kulit tubuh yang tidak
berambut kecuali telapak tangan,telapak kaki dan bokong.
Gejala klinisnya termasuklah gatal, lesi bulat atau lonjong,
batas tegas, terdiri atas eritema, skuama kadang-kadang
vesikel dan papul di tepi, kadang-kadang terlihat erosi dan
krusta akibat garukan, daerah tengah lebih tenang.
TATALAKSANA
Obat topikal
Golongan Obat Contoh Nama dagang

Imidazol Miconazole Micatin


Ketoconazole Nizoral
Econazole Spectazole
Oxiconazole Oxistat
Sulconizole Exelderm
Clotrimazole Lotrimin, Mycelex

Allylamine Naftifine Naftin


Terbinafine Lamisil

Naphtionates Tolnaftate Tinactin

Substituted pyridone Ciclopirox olamine Loprox


TATALAKSANA
Sistemik

 Griseofulvin
 0,5-1 g untuk dewasa dan 0,25-0,5 g sehari
untuk anak-anak atau 10-25 mg per kg
berat badan
 Terbinafin
 62,5-250mg/hari
PROGNOSIS
Perkembangan penyakit dermatofitosis dipengaruhi oleh
bentuk klinik dan penyebab penyakitnya serta faktor-
faktor yang memperberat atau memperingan penyakit.
Apabila faktor-faktor memperberat dapat dihilangkan,
umumnya penyakit ini dapat hilang sempurna. Namun,
pada beberapa kasus dapat berlangsung lama.
PREVENTIF

 menjaga kebersihan diri


 menghindari pemakaian pakaian yang ketat
 memastikan pakaian dan handuk agar sering diganti dan
dicuci bersih-bersih dengan air panas
 mandi setiap hari
 pastikan kawasan di sekitar genito-krural kering
 menukar celana dalam sekurang-kurangnya sekali sehari
 jangan berkongsi barang-barang peribadi
KESIMPULAN
Kesimpulannya, penyakit tinea kruris yang disebabkan
oleh jamur ini dapat dihindari dan juga diobati dengan
baik sekiranya faktor-faktor predisposisi penyakit ini
dapat dihindari dan dihilangkan. Manifestasi klinik tinea
kruris dapat dilihat dengan jelas di bagian bokong dan
sering disertai rasa gatal terutama ketika berkeringat.