Anda di halaman 1dari 7

Diagnosis

Penegakkan Diagnosis :

anamnesis

pemeriksaan fisik-neurologis

pemeriksaan penun jang


Anamnesis
Anamnesis (auto atau aloanamnesis), meliputi :
a. Pola/ bentuk serangan
b. Lama serangan
c. Gejala sebelum, selama, dan sesudah serangan
d. Frekuensi serangan
e. Faktor pencetus
f. Ada/ tidaknya penyakit lain yang diderita sekarang
g. Usia saat terjadinya serangan pertama
h. Riwayat kehamilan, persalinan, dan perkembangan
i. Riwayat penyakit, penyebab, dan terapi sebelumnya
j. Riwayat epilepsi dalam keluarga

(Tanto Chris, 2016.)


Pemeriksaan Fisik

 Pada typical absence : terhentinya bicara pada pasien secara


tiba-tiba dan berlangsung singkat seperti bengong. tidak
memiliki ingatan akan apa yang telah terjadi selama serangan

 Atypical absence seizure : temuan fisik dan neurologi bisa


abnormal sesuai dengan gangguan yang mendasari seperti
gangguan metabolisme sejak lahir. Pemeriksaan neurologis
dapat menunjukkan tanda-tanda keterlambatan pertumbuhan
atau tanda-tanda yang lebih spesifik .
Pemeriksaan Penunjang
 EEG
menunjukkan gambaran yang khas, yaitu dalam 1 detik terdapat
3 kompleks gelombang tumpul dan runcing, disebut 3/sec spike
slow wave atau disebut juga gelombang paku-ombak.

pada typical didapatkan gelombang paku-ombak dengan


frekuensi 2,5-3 Hz.
atypikal gambaran EEG memperlihatkan gambaran paku-ombak
dengan frekuensi <2,5 Hz.
 Tes Laboratorium

diindikasikan untuk mengevaluasi abnormalitas metabolit atau


adanya ingesti obat atau toksik (terutama pada anak yang lebih
tua). Apabila diperoleh riwayat yang jelas tentang episodik
serangan, maka EEG bisa di diagnostik dan tes laboratorium
tidak perlu dilakukan.