Anda di halaman 1dari 23

IMPLANTASI ZYGOT

OLEH: Sri Mudayati.N


NIDASI ( = IMPLANTASI )
MASUKNYA ( TERTANAMNYA ) BLASTOSIS
KEDALAM ENDOMETRIUM
KADANG2 DISERTAI KELUARNYA DARAH
---> TANDA HARTMAN
BIASANYA - TERJADI HARI KE 8 - 12
- DIDAERAH FUNDUS
CORPUS BLK

SETELAH NIDASI ( + )
---> DISEBUT HAMIL
BLASTOSIS TUMBUH
VILLI TERDAPAT DISELURUH PERMUKAAN
BLASTOSIS
INNER CELL MASS --> JANIN
OUTER CELL MASS -->
- PADA DAERAH YANG MENANCAP
DESIDUA BASALIS -->
CHORION FRONDOSUM
--> JADI PLASENTA
DILUAR ITU --> JADI SELAPUT
KETUBAN
morula
terbentuklah
” inner cell mass”.

Pada stadium
Blastosis

mass dibungkus
dengan sel trofoblas
primitif.  di
produksi hormon
secara aktif sejak awal
kehamilan dan juga
membentuk EPF (
early pregnancy factor
) yang mencegah
rejeksi hasil konsepsi .
 zygote harus mengadakan
implantasi  Nutrisi dan
oksigen yang memadai.
Terjadi perkembangan
“inner cell mass” kedalam
lapisan ektodermal dan
endodermal.
 Diantara kedua lapisan
tersebut terbentuk lapisan
mesodermal yang akan
tumbuh keluar untuk
membentuk mesoderm
ekstra embrionik.
Desidua kapsularis secara bertahap
memangkas sirkulasi yang melaluinya. atrofi
dan hilangnya viili  Permukaan blastosis
menjadi halus dan bagian korion ini disebut
Chorion Laeve.
Pada sisi yang berlawanan villi mengalami
pertumbuhan dan pembesaran dan disebut
sebagai Chorion Frondusum.
Dengan semakin luasnya ekspansi blastosis,
desidua kapsularis menempel dengan desidua
vera dan cavum uteri menjadi obliterasi
Plasenta

Villi chorion
menembus desidua basalis

Ruang-ruang

Sinsitiotrophoblast Sitotrophoblast Septum ( Sekat )


(lapisan luar ) (lapisan dalam)

Kotiledon

15-20 kotiledon + cabang villi chorialis Unit fungsional

Plasenta
Sel-sel Trofoblast primitif
Chorion frondosum
Stadium
Invasi desidua
Blastosis
Terdapat 3 Villi Chorialis
lapisan: Bergerak ke arah
Bag . Dalam villi terisi
1. ektoderm Blastosis seiring dg
Oleh mesoderm
2. Endoderm Cavum amnion yg
3. Mesoderm membesar
Batang mesodermal

Tali Pusat (Terbentuk sel-2 darah+ Sampai pd dinding


Pembuluh darah) Blastosis

Ekstensi PD di dlm tangkai


penghubung
Membentuk 2 arteri dan 1 vena dlm
tali pusat
Villi Mula-2 batang bercabang-2

Villi terminalis Villi yg melekat pd


(mengapung pd jaringan maternal:
Darah ibu) Anchoring Villi

Transfer nutrien dan


Produk sisa

Minggu ke-16 sel-sel langhans


Mulai menghilang pertukaran zat >> cepat

Semakin tuanya Kehamilan hubungan vaskularisasi


trofoblas dan maternal semakin erat 

Trofoblas migrasi ke dalam arteri spiralis


maternal yg berasal dari ruang intervillorus

Perub. Fisiologis dilatasi arteri 1/3 bag dlm miometrium

Low resistance-high flow vascular bed


Bertambah usia sinsitiotrofoblas dan mesoderm janin semakin tipis dan vaskuler
dalam villus mengalami dilatasi

Pada akhir bulan ke- IV daya menyerbu dari trofoblast berhenti dan pada batas antara
jaringan janin dan ibu terdapat jaringan Nekrotik : “ lapisan fibrin dari Nitabuch”

Aterm bentuk spt cakram, Berat: ±500 gram


Fungsi Plasenta
Fungsi plasenta bagi janin :
• Organ respirasi
• Organ transfer nutrisi dan ekskresi
• Organ untuk sintesa hormon
Transportasi bahan melalui plasenta
berlangsung melalui
• - Transportasi pasif :
Difusi sederhana [simple diffusion]
Difusi dengan fasilitas [facilitated diffusion]
• - Transportasi aktif:
Reaksi enzymatic
Pinocytosis
• ruang intervilus yang relatif pelan
memungkinkan pertukaran oksigen dan CO2
antara darah ibu dan janin melalui difusi pasif.
• Pertukaran diperkuat dengan saturasi dalam
ruang intervilus sebesar 90 – 100% dan PO2
sebesar 90 – 100 mmHg.
• Setelah kebutuhan plasenta terpenuhi,
eritrosit janin mengambil oksigen dengan
saturasi 70% dan PO2 30 – 40 mmHg, sudah
memadai untuk memenuhi kebutuhan janin.
CO2 melewati plasenta dengan difusi pasif.
• Ion Hidrogen, bicarbonate dan asam laktat
• Oleh karena transfer berlangsung perlahan,
janin dapat melakukan “buffer” pada kejadian
penurunan pH, kecuali bila asidosis maternal
diperberat dengan dehidrasi atau ketoasidosis
sebagaimana yang terjadi pada partus lanjut
dimana janin dapat mengalami asidosis.
• Efisiensi pertukaran ini tergantung pada
pasokan darah ibu melalui arteri spiralis dan
fungsi plasenta.
• Bila pasokan darah ibu terbatas pada
penyakit hipertensi dalam kehamilan,
penuaan plasenta sebelum saatnya ,
Transfer Nutrien
• metode transfer aktif yang melibatkan proses
enzymatik.
• Nutrien yang komplek akan dipecah sebelum
di transfer dan mengalami rekonstruksi ulang
pada villi chorialis janin.
• Glukosa sebagai sumber energi utama (90%),
10% sisanya diperoleh dari asam amino.
• Jumlah glukosa yang mengalami transfer
meningkat setelah minggu ke 30. keb. Kira-2
10 gr/kg BJ, kelebihan  dikonversi menjadi
glikogen dan lemak.
Tranfer obat
FUNGSI ENDOKRIN PLASENTA
• Sejumlah produk juga dihasilkan oleh
plasenta. Beberapa diantaranya adalah
glikoprotein seperti misalnya Pregnancy
Associated Protein A B C dan D, Pregnancy
Specific Glycoprotein (SP1) dan Placental
Protein 5 (PP5) . Peran dari bahan ini dalam
kehamilan masih belum jelas.
Hormon Properti
Serupa dengan Growth Hormon dan
Human Chorionic Somatotropin – hCS
Prolaktin
Stimulasi steroidogenesis adrenal dan
Human Chorionic Gonadotropin – hCG
plasenta. Analog LH
Human Chorionic Gonadotropin – hCT Analog dengan Thyrotropin
Corticotropin Releasing Hormon - CRH Seperti pada deasa
Komplek. Stimulasi aliran darah dan
Estrogen
pertumbuhan uterus
Progestogen Implantasi dan relaksasi otot polos
Adrenocorticoid Induksi sistem ensim dan maturasi janin
Produksi hormon plasenta
TEMPAT NIDASI YANG TIDAK NORMAL