Anda di halaman 1dari 19

BIOLOGI (CNIDARIA)

KELOMPOK 2 :
ANUGRAH MARIANI.P
X
CAROLINE ANGEL.S
M
HERIANTO POSSE
I
P
JULITHA ALDE.I A
1
KATA PENGANTAR

Puji Tuhan, banyak nikmat yang Tuhan berikan, tetapi sedikit sekali yang
kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Tuhan Allah atas segala berkat, sehingga
penulis dapat menyelesaikan Makalah dengan judul "CNIDARIA".
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai
pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya rekan-
rekan yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu
besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik
lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari Makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar Makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
DAFTAR ISI

 HALAMAN SAMPUL
 KATA PENGANTAR
 DAFTAR ISI
 BAB I PENDAHULUAN
 BAB II ISI
 A. Ciri-ciri Cnidaria
 B. Habitat Cnidaria
 C. Reproduksi Cnidaria
 D. Klasifikasi Cnidaria
 E. Peranan Cnidaria
 BAB III PENUTUP
 A. Kesimpulan
 B. Saran
 DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN

 Coelenterata atau yang juga biasa disebut dengan Cnidaria adalah


filum hewan yang memiliki tubuh sangat sederhana. Kata
Coelenterata berasal dari kata coelos yang berarti rongga dan
enteron yang berarti usus. Jadi, Coelenterata adalah hewan yang
memiliki rongga di dalam tubuhnya yang sekaligus berfungsi
sebagai organ pencernaan makanan. Coelenterata disebut sebagai
hewan sederhana karena jaringan tubuhnya hanya terdiri dari dua
lapis sel, yaitu sel internal dan eksternal. Terdapat sekitar 10.000
spesies Coelenterata yang sebagian besar hidup di laut.
ISI

 Cnidaria/Coelenterata merupakan hewan yang memiliki rongga.


Termasuk hewan diploblastik, tubuh simetri radial. Lapisan selnya
terdiri dari ektoderm dan endoderm. Antara ekstoderm dan
endoderm terdapat mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat
mulut, yang dikelilingi tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat
knidoblas (sel penyengat / nematosis). Hidup di air tawar maupun
air laut.Tubuhnya dapat melekat pada dasar perairan.
A. CIRI-CIRI

Ciri Cnidaria
  H e w a n b e r s e l b a n ya k ( mu l t i s e l u l e r ) .
  Sruktur tubuh :
 o R a d i a l s i me t r i s
 o Dipoblastik terdiri ektoderm dan endoderm
 o Te r d a p a t r o n g g a ( me s o g l e a ) a n t a r a l a p i s a n e k t o d e r m d a n e n d o d e r m .
  Bentuk tubuh :
 o me n ye r u p a i t a b u n g ( p o l i p)
 o me n ye r u p a i ma n g k o k ( me d u s a )
 o Di a t a s t ub u h t e r d a p a t mu l u t d a n t e n t a k e l u n t u k me n a n g k a p ma n g s a d a n b e rg e r a k .
P a d a l a p i s a n l u a r e k t o d e r mi s t e n t a k e l t e r d a p a t s e l r a c u n ( k n i d o b la s t ) a t a u s e l p e n ye n g a t
( n e ma t o s i s )
 o P u n ya r o n g ga g a s t r o v a s k ul e r u n t u k p e n c e r n a a n
 o S i s t e m p e r n a p a s a n d e n g a n c a r a d i f u s i ( s e l u r u h p e r mu k a a n t u b u h ) , k e c u a l i A n t h o z o a
 o Sistem saraf difus (baur)
 o M e n g a l a mi s i k l u s h i d u p ( m e t a g e n e s i s )
STRUKTUR TUBUH

Coelenterata memiliki bentuk tubuh simetri radial, yaitu bagian yang sama
didistribusikan secara merata dalam susunan melinkar dari poros tengah. Hewan
ini tidak memiliki kepala dan segmen tubuh. Pada bagian atas tubuhnya terdapat
tulang mulut (ostium) yang dikelilingi oleh tentakel. Tentankel ini berbentuk
seperti lengan dan jumlahnya tergantung pada spesiesnya. Pada permukaan
tentakel terdapat kapsul knidoblas yang beracun, di dalamnya terdapat sel
nematokis yang menyengat dan beracun. Tentakel memiliki fungsi untuk :

 Alat penangkap mangsa


 Pertahanan Tubuh
 Alat gerak
B. HABITAT

A. Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan


hewan kecil di air.Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh
tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.Habitat Coelenterata seluruhnya
hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian besar hidup dilaut
secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda
lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip,
sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.
C. REPRODUKSI
1. A s e k s u a l ( Ve g e t a t i f )
Di l a k u k a n d e n g a n me mb e n t u k k u n c u p p a d a k a k i p a d a f a s e p o l i p . M a k i n l a ma ma k i n
b e s a r, l a l u me m b e n t u k t e n t a k e l . Ku n c u p t u mb u h d i s e k i t a r k a k i s a mp a i b e s a r h i n g g a
i n d u k n ya me mb u a t k u n c u p b a r u . S e ma k i n b a n ya k l a l u me n j a d i k o l o n i .
2. Reproduksi Sexual (Generatif)
Di l a k u k a n d e n g a n p e l e b u r a n s e l s p e r ma d e n g a n s e l o v u m ( t e l u r ) ya n g t e r j a d i p a da f a s e
me d u s a . L e t a k t e s t i s d i d e k a t te n t a k e l s e d a n g ka n o v a r i u m d e k a t k a k i . Sp e r ma ma s a k
d i k e l u a r k a n l a l u b e r e n a n g h i n g ga me n u ju o v u m. O v u m ya n g d i b u a h i a k a n me mb e n t u k
z i g o t . M u l a - mu l a z i g o t t u mb u h d i o v a r i u m h i n g g a me n j a d i l a r v a .
L a r v a b e r s i l i a ( p l a n u l a ) b e r e n a n g me n i n g g a l k a n i n d u k d a n me mb e n t u k p o l i p di d a s a r
p e r a i r a n . R e p r od u k s i v e g e t a t i f d a n g e n e r a t i f p a d a c o e l o n t e r a t a b e r l a n g s u n g s e c a r a
b e rg a n t i a n , sehingga coelenterata me n g a l a mi p e rg i l i r a n keturunan/ siklus
hidup/metagenesis
GAMBAR SIKLUS HIDUP
D. KLASIFIKASI
1. Kelas Hydrozoa

Hydrozoa merupakan kelompok coelenterata yang hidupnya di air laut maupun air

tawar yang agak dangkal. Kata Hydozoa berasalah dari bahasa yunani, yaitu

“hydro” yang artinya air, dan “zoa” yang artinya hewan. Anggotanya dapat hidup

soliter (menyendiri) dan dapat juga hidup berkoloni. Umumnya yang hidup soliter

bersifat polip (menetap pada satu tempat), dan yang hidup soliter dapat bersifat

polip maupun medusa. Umumnya berukuran 0,5 – 6cm.


2. Kelas Scyphozoa

Scyphozoa merupakan kelompok coelenterata yang memiliki bentuk seperti

mangkuk. Kata Scyphozoa berasal dari bahasa yunani yaitu “Scyphos” yang

artinya mangkuk, dan “Zoa” yang berarti hewan. Scyphozoa lebih dominan

bersifat medusa (hidup bebas) selama siklus hidupnya. Ukuran tubuhnya sekitar 2

– 40 cm. Apabila hewan polip dari kelompok ini bereproduksi secara aseksual,

maka ia akan menghasilkan keturunan yang bersifat medusa. Hewan yang paling

dikenal dari kelompok ini adalah Ubur-Ubur.


3. Kelas Anthozoa

Anthozoa merupakan kelompok coelenterata yang memiliki tentakel beraneka

warna seperti bunga. Kata Anthozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu “antho”

yang artinya bunga dan “zoa” yang artinya hewan. Anthozoa tidak memiliki

bentuk medusa, ia hanya ditemukan dalam bentuk polip (hidup menetap pada satu

tempat). Hewan ini biasanya hidup di laut dangkal secara berkoloni atau soliter

(menyendiri). Contoh hewan kelas ini adalah hewan karang.


4. Kelas Cubozoa

Cubozoa atau dikenal dengan nama ubur-ubur kotak,dinamakan seperti itu karena

medusanya berbentuk kotak. Cubozoa lebih cepat dan jauh lebih berbahaya

daripada ubur-ubur lainnya. Cubozoa memiliki mata lengkap yang dapat berenang

dengan cepat, berkat itu Cubozoa lebih aktif untuk berburu ikan-ikan kecil.

Cubozoa berukuran kecil sekitar 20-30 cm tetapi tentakelnya mencapai 3 meter.

Cubozoa dapat ditemukan di Atlantik hingga Samudra Pasifik.


E. PERANAN

 Menguntungkan :
1. Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat
dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah
menjadi bahan kosmetik.
2. Di Jepang ubur-ubur dijadikan sebagai bahan makanan
3. Karang atol dan karang pantai dapat melindungi pantai dari abrasi
laut
4. Pantai dengan bawah laut yang indah dijadikan sebagai objek wisata
 merugikan :
 -belum dapat dipastikan tetapi sebagian penyelam banyak terkena
gatal-gatal akibat beberapa jenis ubur-ubur
PENUTUP

A . Kesimpulan
 Cnidaria memiliki dua bentuk, yaitu :
 1. Polip, hidup soliter (menyendiri) tetapi ada yang
berkoloni, tidak dapat bergerak bebas,melekat pada dasar
perairan.
 2. Medusa, dapat menghasilkan dua macam gamet
yaitu gamet jantan dan betina. Medusa dapat melepaskan diri
dari induk dan berenang bebas didalam air. Bentuk seperti
payung dengan tentakel yang melambai lambai.
 3. Cnidaria dibedakan menjadi 4 Kelas, yaitu :
 a. Hydrozoa
 b. Scyphozoa
 c. Anthozoa
 d. Cubozoa
B. Saran
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca. Dengan membaca dan mempelajari isi makalah ini,
diharapkan pengetahuan pembaca tentang Cnidaria dapat bertambah,
serta mengerti tentang akibat dan pengaruh yang disebabkan oleh
cnidaria itu sendiri.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini belum sempurna dan
masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan penulisan
yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

http://dauzbiotekhno.blogspot.co.id/2013/06/makalah-coelenterata.html
http://itawidiati22.blogspot.co.id/2013/10/makalah-coelenterata.html
https://feradesliaahyar.wordpress.com/2012/09/27/makalah-coelenterata-dan-
peranannya- dalam-kehidupan-manusia/
http://kumpulantugaskita.blogspot.co.id/2012/07/makalah-biologi-
coelenterata.html
https://id.m.wikipedia.org-wiki-cnidaria
manabdurrahman.blogspot.com