Anda di halaman 1dari 63

Hipertensi urgency dan post cva trombotik

dengan kontraktur
dr. Vonny Riska
Puskesmas Gedongan Mojokerto
BAB I

STATUS PENDERITA
Identitas pasien
• Nama : Ny. Lulut Suprapti
• Jenis kelamin : Perempuan
• Umur : 46 tahun
• Alamat : Sentanan gg 2/ 26 RT 2 RW2
• Suku bangsa : Jawa
• Agama : Islam
• Status : Menikah
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Demografi keluarga
Subjektif
– Keluhan Utama : Pusing
– Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 1minggu yang lalu. Pusing dirasakan
terus menerus. Pasien juga mengeluh leher terasa kencang sehingga pasien tidak
bisa tidur. Pasien merupakan pasien rutin pengobatan hipertensi sejak 1 tahun yang

– Riwayat Penyakit Dahulu


• Riwayat HT : (+) 4tahun lalu
• Riwayat DM : disangkal
• Riwayat sakit jantung : disangkal
• Riwayat asma/alergi : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga

• Riwayat hipertensi : disangkal


• Riwayat DM : disangkal
• Riwayat asma/alergi : disangkal
• Riwayat sakit jantung : disangkal
• Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik :
• Pasien tinggal dirumahnya bersama suami, dan anaknya. Saat ini, biaya
perawatan pasien menggunakan KIS
Objektif
• Status Gizi
• Berat badan : 60 kg
• Umur : 46tahun
• Tinggi badan : 155 cm
• BMI : 25.0
Status Neurologis

– Kesadaran : Kompos Mentis GCS 456


– Kepala : bentuk normal, simetris
– Leher
• Sikap : normal
• Pergerakan: bebas
• Kaku kuduk : tidak ada
• Bentuk vertebra : dalam batas normal
assessment
• Hipertrensi urgency + post cva trombotik dengan kontraktur
planning

• Planning
• Diagnosis : -
• Terapi :
• Farmakologis : -
• Non farmakologis :
– Mengatasi obesitas/menurunkan kelebihan berat badan
– Mengurangi asupan garam didalam tubuh
– Ciptakan keadaan rileks dan melakukan olah raga teratur
– Merujuk pasien ke dokter spesialis jantung di puskesmas Gedongan
– Merujuk pasien ke dokter spesialis rehab medic di puskesmas Gedongan
Edukasi :
Menjelaskan tentang penyakit pasien, mulai dari penyebab, gejala,
pengobatan, dan prognosisnya
Menjelaskan kepada pasien bahwa hipertensi merupakan penyakit yang
tidak dapat sembuh namun dapat dikontrol dengan modifikasi gaya hidup
dan obat
Mengontrol faktor risiko, antara lain menurunkan kelebihan berat badan,
mengurangi asupan garam sehari-hari, menciptakan keadaan rileks,
melakukan olah raga teratur
Meminum obat secara teratur dan kembali kontrol sebelum obat habis
BAB II

IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA


Fungsi keluarga
• Fungsi Biologis.
• Keluarga terdiri dari pasien (Ny. Lulut Suprapti), Suami (Tn. Bambang) , dan anak
pasien (sdr. Lutfian)
• Fungsi Psikologi.
• Hubungan keluarga pasien terjalin cukup akrab, terbukti dengan beberapa
permasalahan-permasalahan yang dapat diatasi dalam keluarga ini. Hubungan
diantara mereka cukup dekat antara satu dengan yang lain. Sehari-hari pasien tidak
bekerja, aktivitas setiap hari adalah melakukan pekerjaan rumah sperti bersih-bersih
rumah, menyapu, mengepel, duduk diteras, berjalan di sekitar rumah dan
mengobrol dengan tetangga.
• Fungsi Sosial
• Pasien adalah seorang ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu di
rumah, maupun di lingkungan rumahnya. Namun dalam kesehariaan, pasien lebih
banyak beraktivitas di rumahnya sendiri.
• Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
• Penghasilan keluarga berasal dari pemberian dari suami pasien dengan penghasilan
yang tidak tetap dengan total penghasilan berkisar ± Rp 1.500.000 - Rp 2.000.000
per bulan karena terkadang mendapat tambahan dari berjualan toko.
• Penghasilan tersebut digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari pasien,
suami dan anak yang tinggal satu rumah. Untuk biaya hidup sehari-hari seperti
makan, minum, dan iuran membayar listrik hanya mengandalkan uang yang ada dan
sisanya disimpan untuk biaya tak terduga.
• Fungsi Penguasaan Masalah dan Kemampuan Beradaptasi
• Pasien termasuk orang yang cukup terbuka dan sering berbagi tentang
pengalamannya, meskipun pasien terkadang sulit untuk meminta tolong bila
mengalami masalah atau kesulitan. Suami pasien lebih terbuka jika ada masalah.
• Informasi Pola Interaksi Keluarga
• Hubungan antara Ny Lulut dengan suami, dan anaknya secara umum baik.
BAB III

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI KESEHATAN
Identifikasi faktor perilaku dan non perilaku
keluarga
• Faktor Perilaku Keluarga
• Ny . Lulut adalah seorang ibu rumah tangga yang kegiatan setiap harinya melakukan
pekerjaan rumah secara mandiri. Sejak sakit stroke pasien berusaha keras untuk sembuh
seperti semula agar dapat mandiri melakukan aktifitas rumah sendiri.
• Pasien merasa kesulitan untuk kontrol tekanan darah tinggi berobat ke poli jantung, karena
keterbatasan untuk berangkat sendiri dan anaknya yang tidak bisa mengantar. Pasien bisa
menggunakan sepeda sendiri sebenarnya, namun jika jarak jauh pasien tidak mampu.
Pasien juga jarang kontrol di puskesmas, hanya datang sesekali bila ada undangan acara
puskesmas. Selain itu anak dan suami pasien khawatir kalau pasien mengkonsumsi obat
obatan terlalu banyak akan menyebabkan ketergantungan dan merusak organ tubuh
lainnya.
• Suami pasien sehari hari bekerja sebagai supir antar jemput karyawan namun juga jarang
mau mengantar istrinya berobat.
• Faktor Non Perilaku
• Dipandang dari segi ekonomi, keluarga ny lulut suprapti termasuk ekonomi
menengah kebawah. Suami pasien yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan pasien
sehari- hari. Dengan kebuttuhan tersebut pasien merasa cukup untuk kebutuhan
sehari –hari, walaupun belum semua bisa terpenuhi terlebih kebutuhan sekunder
dan tersier.
• Rumah yang dihuni keluarga ini cukup memadai meskipun masih ada kekurangan
dalam pemenuhan standar kesehatan. Lantai rumah menggunakan keramik
berwarna putih sebagian, sebagian semen, pencahayaan ruangan masih kurang
terutama kamar tidur tidak ada jendela, hanya ada ventilasi dan genting kaca.
Identifikasi lingkungan rumah
• Gambaran Lingkungan
• Ny lulut tinggal di sebuah rumah berukuran ± 6 x 12 m2 yang berdempetan dengan rumah
tetangganya dan menghadap ke timur. Terdiri dari teras, ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 kamar
kosong, dapur dan 1 kamar mandi dengan WC. Pada rumah ini terdapat 1 pintu keluar, yang
terdapat di depan. Jendela ada 2 buah yang berada di depan rumah, dan lainnya berada di
sisi rumah sebelah utara. Lantai rumah hanya ruang tamu dan teras yang terbuat dari
keramik sementara yang lain dari semen yang dihaluskan. Ventilasi dan penerangan rumah
kurang. Tidak semua kamar memilik dipan, sebagian meletakkan kasur di lantai dengan
sprei. Dinding rumah terbuat dari batu bata yang sudah dicat permanen namun karna
sirkulasi udara kurang, udara lebih lembab maka banyak dinding yang berlumut. Perabotan
rumah tangga banyak dan berantakan terutama bagian dapur. Lantai rumah dan terutama
dapur kotor. Secara keseluruhan kebersihan rumah masih kurang.

BAB IV

DAFTAR MASALAH
• Masalah Aktif
- Hipertensi urgency dan post cva trombotik dengan kontraktur
• B. Faktor Resiko
– Sosial: Ekonomi pasien yang menurun karena pasien tidak bekerja, hanya mengandalkan
uang dari suami pasien.
– Fisik : Rumah tidak termasuk dalam kategori rumah sehat khususnya dalam ventilasi dan
pencahayaan sinar matahari sehingga rumah lembab. Rumah kurang bersih dan rapi,
banyak barang rumah tangga dan berantakan. Lantai sering kotor terutama lantai dapur.
Rumah sepertinya jarang dibersihkan.
– Perilaku : Pasien tidak rutin kontrol karna keterbatasan tidak ada yang mengantar dan
jauh, serta merasa perawatan di rumah sakit sama saja dengan dirumah. Selain itu
pasien juga tidak mau mengonsumsi obat darah tinggi karena merasa tidak ada
perubahan .
– Lingkungan: keluarga pasien cenderung melarang khawatir kalau pasien mengkonsumsi
obat obatan terlalu banyak akan menyebabkan ketergantungan dan merusak organ
tubuh lainnya.
BAB V

PATIENT MANAGEMENT
RENCANA PROMOSI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN
KEPADA PASIEN DAN KEPADA KELUARGA
• Memulai hidup sehat dengan mengatur pola makanan. Pola makanan yang sehat
sesuai dengan kebutuhan tubuh.
• Aktivitas fisik dan olahraga ringan minimal 30 menit sehari
• Harus menggunakan obat HT secara teratur sesuai anjuran dotker
• Kontrol penyakit HT ke sarana kesehatan terdekat baik Rumah sakit maupun
puskesmas.
• Tidak stres fisik maupun psikologis (banyak pikiran) dalam menghadapi suatu
masalah. Dengan cara berbagi dengan keluarga untuk memecahkan masalah dan
mencari jalan keluar serta selalu mendekatkan diri dengan Tuhan.
• Sering membuka jendela dan pintu saat pagi dan siang hari agar sirkulasi udara dan
pencahayaan baik. Merapikan barang barang yang berantakan, serta membuang
barang-barang yang tidak diperlukan.
RENCANA EDUKASI PENYAKIT KEPADA PASIEN DAN
KEPADA KELUARGA
• Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit HT, tentang bagaimana faktor
resikonya, terutama pada pasien ini dimana ada faktor-fakor resiko seperti tidak
rutin kontrol dan bagaimana menyiasati rumah yang tidak sehat, apa saja yang
sebaiknya dikonsumsi agar dapat menstabilkan tekanan darah pasien. Olahraga
ringan atau berjalan-jalan santai agar otot tangan terlatih serta melakukan
perawatan maupun senam kaki. Selain itu kepatuhan dalam pengobatan, terutama
kasus HT, dimana pasien harus rajin minum obat HT. Jika hal-hal tersebut dapat
disiasati maka akan lebih cepat untuk mencapai proses penyembuhan.
ANJURAN-ANJURAN PROMOSI KESEHATAN PENTING
YANG DAPAT MEMBERI SEMANGAT/MEMPERCEPAT
PENYEMBUHAN PADA PASIEN
• Keluarga pasien diberi nasehat bahwa HT dapat mengakibatkan beberapa komplikasi
yang berbahaya jika tidak terkontrol dan jika pengobatan tidak tepat dan teratur.
• Pasien berperilaku hidup sehat, makan makanan yang sehat untuk menjaga kadar
tekanan darah
• Pasien harus beraktivitas dan berolahraga secara teratur, seperti jalan-jalan
dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Dalam sehari aktivitas fisik dilakukan
selama 30 menit
• Pasien dianjurkan melakukan aktivitas seperti biasa.
BAB vi

INTERVENSI DAN EVALUASI


INTERVENSI

• Mengajak pasien untuk kembali kontrol di puskesmas maupun


minta rujukan ke rumah sakit melalui puskesmas. Meminta anak
pasien yang sudah SMA untuk mengantar dan meminta surat
rujukan.
• Mengajak keluarga pasien membuka jendela dan pintu saat pagi
dan siang hari agar sirkulasi udara dan pencahayaan baik,
merapikan barang-barang rumah tangga, membersihkan halaman.
• Mengajarkan kepada keluarga dan pasien pentingnya minum obat
darah tinggi secara teratur sesuai anjuran dokter dan kontrol gula
rutin untuk mencegah kekambuhan serta mengajarkan pasien cara
yang benar latihan fisik untuk mengurangi kekakuan dijarinya.
EVALUASI

• Pasien sempat datang ke puskesmas dalam acara penyuluhan dan kontrol


ke poli jantung rs Hasanah.
• Pasien sempat datang ke puskesmas dalam acara penyuluhan dan kontrol
ke poli rehab medik rs Hasanah.
• Jendela dan pintu sudah rutin dibuka saat pagi dan siang hari. Pasien mau
merapikan barang-barang rumah tangga hanya saja tidak dapat langsung
bersih dan rapi. Hal ini disebabkan karena pasien membersihkan sendiri
rumahnya namun sudah membuang satu karung barang yang sudah tidak
digunakan.
• Pasien mau kembali kontrol tensi secara rutin dengan mengendarai
sepeda. Pasien sudah mampu meluruskan tangannya yang kaku.
• Pasien mau mencatat minum obat di papan sesuai anjuran.
BAB VI

PENUTUP
kesimpulan
• Segi Biologis:
• - Ny Lulut Suprapti tahun menderita HT urgency dan post cva
• Segi Psikologis:
– Hubungan antara anggota keluarga terjalin baik, hubungan dengan masyarakat
juga baik meskipun kurang peduli terhadap sakit pasien.
– Tingkat kesadaran untuk kontrol belum dapat dilakukan dengan baik namun
dapat dibantu dengan dukungan dan pengawasan dari keluarga yang mau
menemani maupun mengantar pasien.
• Segi Sosial Ekonomi
– Tingkat ekonomi dirasakan cukup bagi keluarga pasien.
• Segi fisik:
• Rumah dan lingkungan sekitar rumah kurang sehat.
saran
Untuk permasalahan medis pasien :
a. Pemantauan secara berkala, rutin dan berkesinambungan, melihat langsung
bagaimana kestabilan tekanan darah pasien dan mengevaluasi aktivitas sehari hari
pasien oleh staf puskesmas maupun meminta bantuan kader setempat.
b. Rutin berulangkali mengingatkan pasien maupun keluarga untuk kontrol baik
puskesmas maupun dirujuk ke rumah sakit melalui puskesmas, terutama untuk
penyakit hipertensinya.
c. Mengusulkan membuat kelompok penderita darah tinggi sehingga pasien bisa
saling berbagi dan termotivasi dalam mengobati darah tingginya.
Untuk permasalahan rumah dan lingkungan yang tidak sehat:
• Mengusulkan kepada kader atau kepala RT untuk membuat bank sampah, sehingga
barang barang yang tidak diperlukan dapat dikeluarkan dari rumah.
Dokumentasi