Anda di halaman 1dari 42

REHABILITASI MEDIK

PADA KEDOKTERAN
KELUARGA DAN
KOMUNITAS

1 Dr. NOVITA SARI DEWI, Sp.KFR


PELAYANAN KESEHATAN
 Setiap upaya yang diselenggarakan
secara sendiri atau bersama-sama dalam
suatu organisasi untuk meningkatkan
dan memelihara kesehatan, mencegah,
dan menyembuhkan penyakit serta
memulihkan kesehatan perorangan,
keluarga, kelompok atau masyarakat

2
PELAYANAN KESEHATAN
 Pelayanan kesehatan  Pelayanan kesehatan
personal = pelayanan lingkungan= pelayanan
kedokteran (medical kesehatan masyarakat
services) (public health services)
 Fokus pada kuratif dan  Fokus pada promotif
rehabilitatif dan preventif
 Sasaran utamanya adl  Sasaran utamanya adl
perseorangan dan kelompok dan
keluarga masyarakat

3
DOKTER KELUARGA
 Dokter yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan personal, tingkat pertama,
menyeluruh dan berkesinambungan kepada
pasiennya yang terkait dg keluarga, komunitas,
serta lingkungan di mana pasien tersebut berada
 Pelaksana pelayanan dokter keluarga adalah
dokter keluarga

4
PELAYANAN DOKTER
KELUARGA
 Pelayanan medis strata pertama untuk
semua orang yang bersifat paripurna, yaitu
termasuk pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan (promotif), pencegahan penyakit
dan proteksi khusus (preventif dan spesific
protection), pemulihan kesehatan
(curative), pencegahan kecacatan
(disability limitation), dan rehabilitasi
medik dengan memperhatikan kemampuan
sosial serta sesuai dengan medikolegal etika
kedokteran
5
 Berdasarkan data WHO, 10 % dari jumlah penduduk
dunia penyandang cacat.
 Keberadaan institusi formal yang mampu
memberikan sistem pelayanan terhadap penyandang
cacat masih sedikit dan sulit dijangkau.
 Keberadaan institusi non-formal yang memberikan
rehabilitasi sangatlah membantu para penyandang
cacat dalam mencapai kemandirian sesusai
kemampuan yang masih dimilikinya.

6
REHABILITASI

proses pemulihan mengurangi tidak hanya


adalah

bertujuan

prinsip
dan dampak melatih
pengembangan impairmen, penyandang cacat
seseorang agar disabilitas dan tetapi juga
mampu handikap agar merubah
melaksanakan penyandang lingkungan dan
fungsinya secara mencapai masyarakat untuk
wajar integrasi sosial menfasilitas
integrasi sosial
bagi penyandang
cacat

7
REHABILITASI MEDIK
segala upaya untuk meningkatkan
kemampuan fisik, psikis,
edukasional, sosial, avokasional,
vokasional, semaksimal mungkin,
sesuai potensi yang dimiliki,
impairmen dan lingkungannya

Dalam proses rehabilitasi maka


penca, keluarga penca dan
masyarakat sekitar penca harus
dilibatkan pada perencanaan dan
implementasi pelayanan rehabilitasi 8
REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT
(RBM)

 Adalah program pembinaan wilayah untuk


memberdayakan penyandang cacat, keluarga,
dan masyarakat, dalam hal pencegahan
kecacatan, deteksi, rehabilitasi kesehatan,
pendidikan, kekaryaan dan sosial

9
PRINSIP RBM

Alih pengetahuan
Masyarakat dapat Apabila diperlukan
& ketrampilan
mandeteksi dan intervensi lebih
masalah kecacatan
dalam intervensi komplek
dan Rehabilitasi
sederhana Rujuk
kepada masyarakat

10
TUJUAN
• kualitas hidup PENCA

UMUM

• Akan pengetahuan & kemampuan


masyarakat dalam: Merencanakan,
Monitoring program, Evaluasi

KHUSUS • Mencegah & mendeteksi dini


• Meningkatkan kesadaran masyarakat saling
bantu dan kesempatan kerja bagi PENCA
11
 Kecacatan :
- Problem nasional
- Prevalensi 7-10 % (WHO)
- bencana alam
 Penanganan Kecacatan di Indonesia :
- Promotif
- Preventif -> menyeluruh terpadu
berkesinambungan
- Kuratif
- Rehabilitatif
 Sudah terjadi kecacatan :
kemampuan yang tersisa ditingkatkan  produktif 12
STRATEGI PELAYANAN
• Tingkat puskesmas
• Rumah sakit klas C
Institusional • Rumah sakit klas B
• Rumah sakit klas A

• (Pelimpahan tanggung jawab &


Rujukan wewenang) dapat berupa : Pasien, Ilmu
& teknologi, Manajemen

• Pelatihan kader
• Prioritas kegiatan
RBM • Pencatatan dan pelaporan
• Merujuk 13
• Memantau & mengendalikan
BENTUK KECACATAN YANG DAPAT
DILAYANI RBM :

1. Gangguan penglihatan
2. Gangguan pendengaran & bicara
3. Gangguan belajar
4. Gangguan gerak
5. Gangguan indra perasa
6. Gangguan kejang
7. Gangguan Tingkah laku

14
GANGGUAN PENGLIHATAN
 Pelaksanaan
Ajari penca
 Mendengar
 Berbicara
 Bermain untuk mengembangkan diri
 Melakukan kegiatan sehari-hari (makan, minum,
mandi, mencuci pakaian, menggosok gigi,
menggunakan jamban, berpakaian, menggunakan
uang)
 Bergerak mengenal lingkungan
 Merawat diri sendiri 15
GANGGUAN KEJANG
 Pelaksanaan
 Yang dilakukan bila terjadi serangan
 Tenang, jangan takut
 Baringkan penca ke tempat yang aman

 Lipat kain letakkan dibawah kepala, longgarkan pakaian

 Miringkan penca agar lidah terjulur keluar

 Tunggu sampai selesai kejang

 Obar-obat bagi penca


 Ingatkan penca untuk minum obat
 Bantu penca meminta obat dipuskesmas/dokter

 Sampaikan kepada kawan-kawan/tetangga ttg keadaan


pasien
 Menjaga keselamatan penca
 Mengarahkan kegiatan yang dapat dikerjakan penca
16
GANGGUAN GERAK
 Tujuan pelaksanaan
 Mobilisasi sesegera mungkin,pada fase akut
 AKS ditingkatkan
 Mencegah adanya Atropi & Kontraktur
 Mencegah luka tekanan

17
 Pelaksanaan
 ABA & ABB digunakan sedini mungkin
 Mengubah posisi rutin
 Menggerakkan setiap sendi
 Latihan penguatan
 Pola gerak yang benar
 Merawat kulit akibat tekanan untuk mencegah
dekubitus
 Membuat alat bantu sederhana

18
GANGGUAN INDRA PERASA
1. Informasikan mengenai kecacatan dan cara
menanganinya
 Bila seseorang tidak bisa merasakan nyeri maka
mudah cedera  melindungi diri dari benda yang
menekan, kasar, tajam dan panas
 Obat bagi penca, gangguan indra perasa dapat
diobati. Pastikan penca sudah menemui dokter.
Usahakan agar penca minum obat terus menerus
sampai dihentikan.
 Membersihkan/merendam/memberi
minyak/melatih tangan dan kaki setiap hari,
perawatan tangan dan kaki yang mati
rasa/cedera, melindungi tangan dan kaki dari
cedera, 19
GANGGUAN TINGKAH LAKU
Pelaksanaan
1. Informasikan mengenai kecacatan dan hal yang
dapat dilakukan keluarga
 Gangguan tingkah laku disebabkan oleh penyakit
di otak, menyebabkan seseorang berubah 
membutuhkan pengertian dan bantuan keluarga
dan teman
 Tentang perubahan tingkah laku penca (berbeda
hanya saat-saat tertentu, kadang menjadi sangat
cemas, kurang minat, tidak tahu apa yg dia
kerjakan, mencurigai orang lain, mudah
tersinggung, menjadi aktif/pemalu, melakukan
tingkah yang aneh)
20
 Obat-obat bagi penca, penca membutuhkan
obat bagi penyakitnya yang mungkin dalam
jangka waktu yang lama untuk membantu
agar penyakitnya membaik
 Yang dikerjakan keluarga untuk membantu
penca (membuat penca betah dirumah,
memahami tingkah laku penca, dapat
menerima penca dengan kecacatannya,
melatih penca dalam melakukan suatu
kegiatan)

21
Bila tingkah laku penca tambah memburuk
 Tampak sangat sedih dan diam saja

 Penca gelisah dan bicara terus

 Penca menjadi lebih ketakutan dan marah

 Penca mengatakan sesuatu yang dapat


mencederai dirinya dan orang lain
 bawa penca kedokter atau puskesmas

22
2. Bagaimana penca merawat diri sendiri
 Kegiatan yang harus dapat dilakukan penca
(makan, minum, kebersihan diri, berpakaian,
berpergian sendiri disekitar rumah, minum obat)
 Melatih penca (melatih penca untuk mandiri,
mendorong penca melakukan kegiatan sendiri,
bantu penca saat dibutuhkan, beri pujian bila penca
dapat melakukan sesuatu)
 Melakukan kegiatan lain yang dapat berguna bagi
diri sendiri maupun orang lain (melakukan
pekerjaan rumah tangga, bekerja, belajar
membaca/menulis, menanam sayuran/memelihara
ikan) 23
GANGGUAN PENDENGARAN
DAN BICARA
Tujuan :
 Mencegah sebelum tambah berat
 Factor penyebab hilangkan
 Dapat komunikasi
 Dapat sosialisasi
 Psikologis
 Melatih bicara sesuai dengan etiologi

24
Pelaksanaan
 Alat bantu dengar
 Memperbaiki komunikasi
 Melatih bicara atau bahasa isarat
 Tx suportif

25
GANGGUAN BELAJAR
Pelaksanaan
1. Informasikan mengenai kecacatan dan apa yang
dapat dikerjakan keluarga
 Penca gangguan belajar berkembang lebih lambat
dari orang lain seusianya
 Gangguan belajar disebabkan oleh kerusakan
otak yang disebabkan suatu penyakit/cedera
kepala yang terjadi sebelum/sesudah dilahirkan
 Gejala-gejalanya : lambat melakukan kegiatan
baru, kesulitan dalam duduk/berjalan, tidak
dapat memahami yang
dilihat/dicium/diraba/dikecap, tidak dapat
mengutarakan kebutuhan dan perasaannya,
26
tidak bisa berpikir jernih, acuh tak acuh
2. Melatih penca
 Melakukan kegiatan sehari-hari yang dapat
dilatih kepada penca
 Mempelajari kegiatan baru
 Memberi pengahargaan untuk membantu
penca mempelajari sesuatu

27
HASIL YANG DIHARAPKAN PROGRAM
RBM
• Menerima cacat yang disandang
• Menerima pelayanan RM yang di perlukan
PENCA
• Bangkit & Percaya diri
• Mau & mampu mandiri sesuai potensinya
• Menerima kecacatan keluarganya
• Sikap wajar terhadap anggota keluarga yang cacat
• Menyadari perlunya Rehabilitasi medik demi masa
depan
KELUARGA
• Ikut aktif membimbing yang cacat
• Memberi kesempatan kerja penca
• Yang kaya menambah dana/subsidi silang
• Dapat deteksi penca
• Dapat memberi informasi terhadap masyarakat
MASYARAKAT
hal-hal yang berhubungan dengan kecacatan 28
• Dapat menentukan penca yang perlu dirujuk
• Melakukan pencatatan & pelaporan kegiatan
PENEMPATAN PENCA
DALAM PEKERJAAN

29
PEKERJAAN
 Pekerjaan adalah kegiatan yang biasa
dikerjakan oleh seseorang yang berguna bagi
dirinya sendiri maupun orang lain.

30
KENAPA PENCA HARUS BEKERJA?
 Bekerja dapat memberikan perasaan yang
berguna
 Bekerja membantu penca agar dapat bertemu
dengan orang lain sehingga membantu penca
untuk mempelajari lebih banyak tentang
kehidupan dan minat terhadap kegiatan diluar
rumah.
 Bekerja berarti menggunakan kemampuan
seseorang, sehingga pikiran dipacu untuk aktif
dan berkembang serta mencegah kecacatan
menjadi lebih buruk
31
PEKERJAAN YANG DAPAT DILAKUKAN
 Bidang produksi pangan
 Menanam sayur/buah
 Beternak
 Menuai padi
 Membuat atau memperbaiki benda

 Membuat bata
 Menjahit pakaian
 Membuat rumah
 Membuat kerajinan tangan

 Merajut
 Menyulam 32
 Kerajinan kulit
 Pelayanan masyarakat
 Menyediakan jasa angkutan barang atau
orang
 Memperbaiki jalan
 Pekerjaan kantor

33
PEMILIHAN PEKERJAAN
 Sesuai dengan jenis kecacatannya
 Sesuai yang keinginan dan kesukaan penca

 Sesuai keterampilan yang dapat dilakukan penca

Tanyakan
 apakah penca senang bekerja sendiri atau
bersama-sama
 Imbalan yang ingin diperoleh

 Apakah penca mau dilatih bila tidak mampu


melakukan suatu pekerjaan
34
MELATIH PENCA
 Masyarakat bertanggung jawab untuk melatih
penca yang ingin bekerja
 Bila diperlukan cari batuan dari tokoh
masyarakat, LKMD, dan organisasi sosial
lainnya untuk mengadakan pelatihan
 Bila seseorang memerlukan waktu yang lebih
lama dari yang lain, latihlah secara terpisah dan
setahap demi setahap

35
MACAM PEKERJAAN SESUAI
JENIS KECACATANNYA
1. Gangguan kejang
 Pada gangguan kejang dapat mengerjakan
pekerjaan apa saja
 Ajari pencegahan bila mendapat serangan di
tempat kerja, bila perlu beri tahu teman kerja
yang lain.
 Hindari hal-hal spt mesin, memanjat tinggi,
berada di air sendiri atau dekat dengan api

36
2. Gangguan Belajar

 Penca gangguan belajar dapat mengerjakan


pekerjaan yang sederhana atau sebagian
tahapan pekerjaan
 Penca ini sering tidak mengenal bahaya,
karena ini pelajari bahaya-bahaya apa yang
dapat terjadi pada pekerjaannya
 Bicarakan pada kawan-kawanya untuk
membantu penca bila dia membutuhkan
37
3. Gangguan pendengaran dan bicara

 Penca ini kemungkinan dapat mengerjakan semua


jenis pekerjaan
 Bicarakan mengenai masalah komunikasi dengan
pemilik usaha dan kawan kerjanya
 Ajarkan penca untuk memberi tanda khusus bila
dalam bahaya misalnya tepuk tangan

38
4. Gangguan penglihatan
 Penca gangguan melihat hampir dapat
mengerjakan semua pekerjaan dengan
menggunakan indra selain mata
 Hal-hal yang dapat membahayakan: mesin,
sumur, api, menyebrang jalan
 Penca dengan gangguan melihat sebaiknya
melakukan pekerjaan yang dapat dilakukan
bersama-sama

39
5. Gangguan Tingkah laku
 Penca gangguan tingkah laku dapat
melakukan semua kegiatan
 Memerlukan pengawasan dari orang lain

40
6. Gangguan gerak

 Cari pekerjaan yang sesuai dengan


kemampuan yang bisa dari penca gangguan
gerak

41
SS

THANK YOU

42