Anda di halaman 1dari 62

BAB 4

Listrik Statis
Standar Kompetensi:
Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan
dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk
teknologi.

Kompetensi Dasar:
• Memformulasikan gaya listrik, kuat medan
listrik, fuks, potensial listrik, dan energi
potensial listrik serta penerapannya pada keping
sejajar dan kapasitor.

Andy Irawan, S.Si,M.Si 2


Andy Irawan, S.Si,M.Si 3
Konsep listrik pertama kali
dikemukakan kira-kira pada tahun
600 SM oleh Thales, seorang filosof
Yunani yang menemukan sejenis
batuan yang disebut batu ambar.
Apabila batu ambar digosok dengan
kain wol, ternyata batu ini dapat
menarik benda-benda kecil di Gambar 3.1
Balon yang telah
sekitarnya. digosokkan pada
kain wol dapat menarik
percikan air
A. Interaksi Elekrostatik
1. Muatan Listrik

Muatan yang diam dinamakan muatan listrik statis


atau muatan listrik diam.
Andy Irawan, S.Si,M.Si 4
Untuk mengetahui adanya muatan listrik statis,
digunakan alat yang disebut elektroskop

Besi kepala
elektroskop

Dinding kaca

Gagang besi

Daun elektroskop (foil)

Alas isolator

Gambar 3.3
Gambar 3.2
Elektroskop sederhana
Elektroskop daun

Andy Irawan, S.Si,M.Si 5


Gambar 3.4
(a) Styrofoam mendekat pada penggaris plastik, (b) styrofoam bergerak
menjauh dari penggaris plastik, dan (c) styrofoam bergerak mendekat
pada batang kaca
Jadi, dapat disimpulkan bahwa
a. Muatan listrik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
muatan positif dan muatan negatif.
b. Dua muatan yang sejenis jika didekatkan akan saling tolak-
menolak, sebaliknya jika dua muatan berlainan jenis
didekatkan maka akan saling tarik-menarik.

Andy Irawan, S.Si,M.Si 6


Atom-atom tersusun dari inti bermuatan positif yang
disebut proton dan inti bermuatan netral yang disebut
neutron serta satu atau lebih muatan negatif yang
disebut elektron yang bergerak mengitari inti.

Interaksi antara benda-benda bermuatan listrik disebut interaksi


elektrostatik.

2. Gaya Coulomb
Besarnya gaya tarik atau tolak pada interaksi
elektrostatis pertama kali diamati oleh Charles Augustin
de Coulomb (1736 – 1804), seorang insinyur
berkebangsaan Prancis, pada tahun 1784.
Andy Irawan, S.Si,M.Si 7
Gaya elektrostatik antara dua muatan listrik berbanding
lurus dengan besar masing-masing muatan dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan.

q1q2
Fk 2
r
k adalah suatu konstanta pembanding yang di udara atau di
ruang hampa, nilainya dalam satuan SI adalah 9 × 109 Nm2/C2
Besar muatan listrik 1 coulomb didefinisikan sebagai muatan listrik
yang mengalir setiap detik pada suatu penghantar yang berarus
tetap 1 ampere.
Andy Irawan, S.Si,M.Si 8
1 μC = 10–6 C
k = 9 × 109 Nm2/C2

ε0 = 8,85 × 10–12 C2/Nm2

Untuk medium selain udara atau ruang hampa, pada


umumnya, harga permitivitas listriknya lebih besar dari ε0
dan dituliskan ε saja (tanpa indeks 0).
Jadi, ε > ε0
Perbandingan antara ε dan ε0 disebut konstanta dielektrik
suatu zat dan diberi lambang K.
Untuk udara atau ruang hampa, nilai K = 1.

Andy Irawan, S.Si,M.Si 9


Andy Irawan, S.Si,M.Si 10
Andy Irawan, S.Si,M.Si 11
3. Grafik Gaya Coulomb

Gambar 3.10
(a) Grafik hubungan antara gaya elektrostatik (F) dan
jarak (r) dan
(b) grafik gaya elektrostatik (F) terhadap muatan(q)

Andy Irawan, S.Si,M.Si 12


4. Gaya Coulomb pada Muatan Listrik Akibat Interaksi dengan
Muatan-Muatan Lain
Gaya elektrostatik merupakan besaran vektor.

Gambar 3.11
(a) Tiga buah muatan A, B, C
terletak segaris lurus dan
(b) Vektor penjumlahan gaya
segaris

FC = FCA – FCB

Andy Irawan, S.Si,M.Si 13


Andy Irawan, S.Si,M.Si 14
Gambar 3.13
Vektor-vektor gaya elektrostatik

Andy Irawan, S.Si,M.Si 15


Andy Irawan, S.Si,M.Si 16
Andy Irawan, S.Si,M.Si 17
Jawab Soal Evaluasi 4.2 halaman 114
no. 1 s.d. 5

Andy Irawan, S.Si,M.Si 18


B. Medan Listrik
Medan listrik adalah ruang di sekitar benda-benda bermuatan
listrik, di mana setiap titik bermuatan listrik yang berada di
dalamnya mengalami gaya elektrostatik.
Gambar 3.15
Gaya Coulomb pada muatan q' akibat
muatan q

Gambar 3.16 (a) Alat untuk menunjukkan medan listrik


dan (b) biji rumput membentuk
pola sejajar denganAndy
garis medan
Irawan, S.Si,M.Si listrik 19
Garis-garis yang menunjukkan adanya medan listrik disebut garis
medan listrik atau garis gaya listrik.

1. Kuat Medan Listrik


Kuat medan listrik di suatu titik didefinisikan sebagai gaya elektrostatik
yang dialami oleh satu satuan muatan positif yang diletakkan di titik itu.
Gambar 3.17
Muatan listrik q menimbulkan
medan listrik di sekitarnya

Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya elektrostatik (N)
q' =Irawan,
Andy muatan
S.Si,M.Si listrik (C) 20
Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
k = konstanta Coulomb (Nm2/C2)
q = muatan listrik (C)
r = jarak titik dari muatan listrik (m)

Andy Irawan, S.Si,M.Si 21


Gambar 3.18
Arah kuat medan di suatu titik (a) ditimbulkan oleh
muatan positif (arah menjauhi muatannya)dan (b)
ditimbulkan oleh muatan negatif ( arah Medan
Listrik menuju muatannya)
Andy Irawan, S.Si,M.Si 22
Jawab Evaluasi 4.3. halaman 118
No. 1 s.d. 5

Andy Irawan, S.Si,M.Si 23


2. Hukum Gauss
Hukum Gauss menyatakan bahwa:
jumlah seluruh garis medan listrik yang menembus permukaan
tertutup sama dengan jumlah aljabar muatan-muatan listrik yang
dilingkupi permukaan tertutup itu.
Gambar 3.20
Suatu permukaan berbentuk bola
yang melingkupi muatan listrik

Keterangan:
E total = jumlah medan listrik pada permukaan Gauss (N/C)
Q = jumlah muatan dalam permukaan Gauss (C)
ε0 = permitivitas listrik (0,85 × 10–12 C2N–1m–2)
Andy Irawan, S.Si,M.Si 24
Secara umum, perumusan hukum Gauss dituliskan sebagai berikut.

3. Kuat Medan Listrik di Sekitar Kawat Bermuatan

Gambar 3.22
Medan listrik pada suatu titik di
sekitar kawat bermuatan Andy Irawan, S.Si,M.Si 25
Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
λ = rapat muatan tiap satuan panjang kawat (C/m)
Persamaan diatas digunakan untuk menghitung kuat medan listrik
di sekitar kawat bermuatan.
4. Kuat Medan Listrik di Suatu Titik Akibat Beberapa
Muatan Listrik

Gambar 3.23
Kuat medan listrik di
titik P akibat
beberapa muatan listrik
Andy Irawan, S.Si,M.Si 26
Kuat medan listrik total di titik P karena muatan listrik q1 dan q2
masing-masing adalah

Gambar 3.25
Kuat medan listrik di suatu titik tidak
segaris dengan muatan-muatan listrik

Andy Irawan, S.Si,M.Si 27


5. Fluks Medan Listrik
Garis medan listrik atau fluks medan listrik adalah garis khayal
yang menggambarkan adanya medan listrik sedemikian sehingga
arah ataupun garis singgung pada setiap titik menyatakan arah
medan listrik di titik itu.

Gambar 3.26
Vektor kuat medan listrik
sepanjang garis gaya atau garis
medan listrik

Andy Irawan, S.Si,M.Si 28


Gambar 3.27
Garis-garis medan listrik (a) sebuah muatan positif, (b) sebuah
muatan negatif, (c) dua muatan positif dan negatif, dan (d) dua
muatan positif

Andy Irawan, S.Si,M.Si 29


Andy Irawan, S.Si,M.Si 30
Kuat medan listrik di setiap
titik pada permukaan bola
adalah

Gambar 3.28
Garis-garis medan listrik
menembus tegak lurus permukaan
bola

6. Medan Listrik di Dekat Sebuah Bidang (Pelat)


Andy Irawan, S.Si,M.Si 31
6. Medan Listrik di Dekat Sebuah Bidang (Pelat)

Gambar 3.29
Titik P berada pada jarak Z dari pelat Keterangan:
dengan luas A
Ep = kuat medan listrik E pada titik P (N/C)
σ = rapat muatan (C/m2)
ε0 = permitivitas listrik di udara atau ruang
hampa

Andy Irawan, S.Si,M.Si 32


7. Medan Listrik Antara Dua Pelat Sejajar

E P = E q = ER = E

Medan listrik yang kuat medan listrik


dan arah garis medan listriknya di
setiap titik sama disebut medan listrik
homogen.

Gambar 3.30
Medan listrik antara dua pelat
sejajar
Muatan listrik tiap satu satuan luas pelat
penghantar didefinisikan sebagai rapat muatan dan diberi
lambang σ (baca: sigma).
Andy Irawan, S.Si,M.Si 33
atau

σ = ε 0E

Gambar 3.31
Permukaan Gauss pada pelat
sejajar

Andy Irawan, S.Si,M.Si 34


Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
σ = rapat muatan (C/m2)
ε0 = permitivitas listrik di udara atau ruang
hampa
8. Kuat Medan Listrik pada Bola Konduktor Bermuatan
Gambar 3.33
Bola konduktor bermuatan listrik
Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
Q = muatan listrik (C)
K = konstanta (9 × 109 N/Cm2)
a. Kuat medan di A

b. Kuat medan di B

c. Kuat medan di C

Andy Irawan, S.Si,M.Si 35


Bola konduktor dengan jari-jari 10 cm bermuatan listrik 500 μC. Titik
A, B, dan C terletak segaris terhadap pusat bola dengan jarak
masing-masing
12 cm, 10 cm, dan 8 cm terhadap pusat bola.
Hitunglah kuat medan listrik di titik A, B, dan C!

Diketahui: R = 10 cm = 10-1 m, rB = 10 cm = 10-1 m


q = 500 μC = 5 × 10-4 C, rC = 8 cm = 8 × 10-2 m
rA = 12 cm = 12 × 10-2 m
Ditanya: a. EA = ... ?
b. EB = ... ?
c. EC = ... ?

Andy Irawan, S.Si,M.Si 36


Andy Irawan, S.Si,M.Si 37
C. Energi Potensial dan Potensial Listrik
1. Energi Potensial Listrik
Muatan listrik q akan dipindahkan
dari titik a yang berjarak ra ke titik b
yang berjarak rb dengan lintasan ∆s.
Besarnya usaha yang dibutuhkan dalam proses
pemindahan tersebut

Keterangan:
k = konstanta kesebandingan couloumb
Gambar 3.35 = 9 × 109 Nm2/C2
Muatan q dipindahkan di dalam
medan listrik yang ditimbulkan oleh
Q, q = muatan listrik (C)
muatan Q r = jarak dari muatan listrik (m)
Andy Irawan, S.Si,M.Si 38
Bila ra = ~ dan rb = r maka

Usaha ini sama dengan energi potensial listrik untuk posisi r.


Untuk energi potensial per satuan muatan dikenal sebagai
potensial listrik V(r), di mana

Keterangan:
V(r) = potensial listrik (volt)

Andy Irawan, S.Si,M.Si 39


Dengan demikian, usaha untuk memin dahkan q dari a ke b dalam
medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan Q dapat ditulis sebagai
berikut:

Keterangan:
W a → b = usaha dari a ke b (J)
q = muatan yang dipindahkan (C)
Va = potensial di titik a (V)
Vb = potensial di titik b (V)

Andy Irawan, S.Si,M.Si 40


2. Beda Potensial Dua Titik dalam Medan Listrik Homogen

Keterangan:
∆Ep = beda energi potensial listrik antara dua titik
di dalam medan listrik homogen (J)
–Fc = k Qq/r a r b beda energi potensial (J)
∆s = panjang lintasan perpindahan muatan listrik
Gambar 3.36 (m)
Dua titik pada medan listrik α = sudut arah gaya dan perpindahan
homogen
Beda energi potensial listrik tiap satu satuan muatan positif di
dalam medan listrik homogen tersebut disebut beda potensial
atau tegangan antara dua titik dan dilambangkan V

Andy Irawan, S.Si,M.Si 41


Keterangan:
V = beda potensial (J/C = volt)
∆Ep = beda energi potensial (J)
q = muatan listrik (C)

Beda potensial antara dua titik di dalam medan listrik homogen dapat
diru muskan:

Keterangan:
V = beda potensial (J/C)
E = kuat medan listrik (N/C)
∆s = lintasan perpindahan muatan
listrik (m)
α = sudut antara kuat medan listrik
dengan perpindahan muatan
Andy Irawan, S.Si,M.Si 42
3. Potensial Listrik yang Ditimbulkan oleh Beberapa Muatan
Karena potensial listrik adalah besaran
skalar, jumlah potensial di titik P sama
dengan jumlah aljabar potensial terhadap
masing-masing muatan.

Gambar 3.37
Potensial listrik yang ditimbulkan Secara umum, dapat dirumuskan:
oleh beberapa muatan

Andy Irawan, S.Si,M.Si 43


Andy Irawan, S.Si,M.Si 44
Jawab Soal Evaluasi 4.5 halaman 133
No. 1s.d. 6

Andy Irawan, S.Si,M.Si 45


D. Kapasitor
Kapasitor atau sering juga disebut
kondensator adalah alat (komponen)
yang dibuat sedemikian sehingga
mampu menyimpan muatan listrik.

Sebuah kapasitor terdiri atas


lempeng-lempeng logam yang
disekat satu sama lain dengan
isolator. Isolator penyekat itu sering
Gambar 3.39
disebut zat dielektrik.
Skema sederhana kapasitor

Lempengan yang dihubungkan dengan muatan positif memperoleh


muatan positif, sebab elektron-elektron dari lempeng masuk ke kutub
positif baterai, sedangkan lempeng yang dihubungkan dengan kutub
negatif menerima aliran elektron dari kutub negatif baterai, sehingga
memperoleh negatif. Besar muatan positif pada salah satu lempeng
sama dengan muatan negatif pada lempeng
Andy Irawan, S.Si,M.Si yang lain 46
Gambar 3.40
Pemberian muatan pada kapasitor

Gambar 3.41
Berbagai jenis kapasitor (a) kapasitor
mika, (b) kapasitor plastik,
Andy Irawan, S.Si,M.Sidan (c) kapasitor keramik 47
Selain itu, kapasitor dibedakan atas dua jenis, yaitu kapasitor polar
atau kapasitor terkutub dan kapasitor nonpolar atau kapasitor tak
terkutub.

Gambar 3.42
Lambang kapasitor polar
dan nonpolar

V =potensial listrik antara kedua pelat


A =luas penampang pelat
Gambar 3.43 d = jarak antara kedua pelat.
Pelat sejajar dalam kapasitor Andy Irawan, S.Si,M.Si 48
1. Kapasitas Kapasitor
Kapasitas kapasitor adalah perbandingan antara besarnya muatan
listrik yang dapat disimpan tiap satu satuan beda potensial bidang
bidangnya.

Keterangan:
C = kapasitas kapasitor (F)
q = muatan pelat (C)
A = luas pelat (m2)
V = beda potensial (V)
Satuan kapasitas kapasitor (C) dalam SI adalah coulomb/volt atau C/V
dan lebih dikenal dengan nama farad, disingkat F.
Kapasitas 1 F ternyata sangat besar. Oleh sebab itu, satuan yang sering
digunakan adalah mikrofarad ( µF) atau pikofarad (pF).

Andy Irawan, S.Si,M.Si 49


2. Dielektrik
Pada kapasitor, ruang antarkepingnya biasa disisipi suatu bahan
isolator, seperti kaca, plastik, mika, kertas, atau kayu, bahan ini
disebut dengan dielektrik.

Keterangan:
ε= permitivitas bahan
ε0 = permitivitas hampa udara
K = konstanta dielektrik
Andy Irawan, S.Si,M.Si 50
Gambar 3.44
Kapasitor keping sejajar (a) tanpa dielektrik (antarkeping berisi udara),
(b), (c), dan (d) tinjauan molekuler dengan diberi dielektrik
Jika medan listrik antarkeping kapasitor tanpa dielektrik (berisi udara)
adalah E0 maka medan listrik setelah disisipi dielektrik dengan
konstanta K menjadi:

Andy Irawan, S.Si,M.Si 51


Untuk kapasitor keping sejajar jarak antarkepingnya d, beda
potensialnya menjadi

Kapasitas kapasitor dengan dielektrik menjadi

Keterangan:
C = kapasitas kapasitor dengan dielektrik (F)
C0 = kapasitas kapasitor tanpa dielektrik (F)
K = konstanta dielektrik

Andy Irawan, S.Si,M.Si 52


Andy Irawan, S.Si,M.Si 53
Andy Irawan, S.Si,M.Si 54
E. Rangkaian Kapasitor

1. Rangkaian Kapasitor Seri

Masing-masing kapasitor mengandung


muatan listrik yang sama besar.

Gambar 3.45
Rangkaian kapasitor seri Untuk n kapasitor yang dirangkai seri
berlaku persamaan:

Andy Irawan, S.Si,M.Si 55


Andy Irawan, S.Si,M.Si 56
2. Rangkaian Kapasitor Paralel

Cp = C1 + C2 + C 3
Untuk n kapasitor yang dirangkai paralel berlaku:

Cp = C1 + C2 + C3 + ... + Cn

Andy Irawan, S.Si,M.Si 57


Andy Irawan, S.Si,M.Si 58
Andy Irawan, S.Si,M.Si 59
F. Energi yang Tersimpan dalam Kapasitor

Gambar 3.50
Grafik q – V kapasitor

Keterangan:
W = energi yang tersimpan dalam kapasitor (J)
q = muatan listrik (C)
V = potensial kapasitor (V)
C = kapasitas kapasitor (F)
Andy Irawan, S.Si,M.Si 60
Andy Irawan, S.Si,M.Si 61
Tugas Kelompok
Jawab soal Evaluasi Bab 4 PG dan Essay
Halaman 142 s.d. 145
Tiap Kelompok(4 org) membahas 3 soal ( 2 PG + 1
Essay ),sisanya hanya PG
lalu dipresentasikan Minggu depan
(Senin 30 Nop 2015)

Tugas dikirim ke email andy@sman110.sch.id ,


(terakhir Minggu 29 Nop 2015, dlm bentuk .pptx
Subjek: Tugas bab 4 kls XII MIA 1 )

Materi UAS FISIKA bab 1 s.d. 4


( UAS FISIKA , Senin 7 Des 2015)
Andy Irawan, S.Si,M.Si 62