Anda di halaman 1dari 44

K3RS

SISTEM MANAJEMEN K3RS


Malang, 20 – 21 April 2019

AZWAR HAMID, ST., M.KKK


azwar_civil@yahoo.co.id/azwarcivil46@gmail.com
Curriculum Vitae
• Nama : AZWAR HAMID
• TTL : Sidoarjo, 5 Juni 1985
• Alamat : Jl. Cakalang No. 323A Malang
• Status : Menikah (1 istri + 2 putri)
• Pendidikan : T. Sipil – ITS (2003 – 2008)
Magister K3 – Unair (2015 – 2017)
• Pekerjaan : RSSA Malang (2011 – present)
PT. Garam (Persero) (2009 – 2011)
PT. Adhi Karya (Persero) (2008 – 2009)
• Contact Person :  081331264587
azwar_civil@yahoo.co.id
“I’am civil engineer, safety is my way “
Pendahuluan
• Banyak studi menunjukkan, bahwa petugas
Rumah Sakit berisiko untuk terkena Penyakit
Akibat Kerja (PAK) atau Kecelakanan Akibat
Kerja (KAK) di RS
• National Safety Council (NSC) -th 1988-
menyatakan di RS terjadi kecelakaan 41% lebih
besar dari industri lain
https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1134
Diakses 28 Agustus 2018
Dasar hukum
• UUD 1945
• UU No 1 Tahun 1970 ttg Keselamatan Kerja
• UU No 13 Tahun 2003 ttg Ketenagakerjaan
• UU No 44 Tahun 2009 ttg Rumah Sakit
• UU No 36 Tahun 2014 ttg Tenaga Kesehatan
• Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 Tentang
Penerapan Sistem Manajemen K3
• Permenkes No. 66 Tahun 2016 ttg K3RS
• Standar Akreditasi RS KARS 2012 / SNARS Edisi 1
• Pedoman RS Lainnya..
Lambang K3

Bentuk lambang K3: Kepmenaker RI 1135/MEN/1987


Palang dilingkari roda bergigi sebelas berwarna hijau di atas warna
dasar putih.
Arti dan Makna simbol/lambang/logo K3 :
Palang : bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).
Roda Gigi : bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.
Warna Putih : bersih dan suci.
Warna Hijau : selamat, sehat dan sejahtera.
11 gerigi roda : sebelas bab dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja. 6
Teori Kecelakaan (henrich, 1932)

Penyebab umum dari masalah tersebut dalam Bird (2003), bahwa sebanyak 85%-
95% insiden di atas diakibatkan oleh tindakan yang tidak aman atau kesalahan
manusia yang hanya dapat dikendalikan oleh sistem manajemen
Kategori Accident
•Keselamatan
Akibat : Kecelakaan Akibat Kerja (KAK)
Sifat : Akut
•Kesehatan
Akibat : Penyakit Akibat Kerja (PAK)
Sifat : Kronis
Definisi
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Rumah Sakit yang selanjutnya disebut SMK3 Rumah
Sakit adalah bagian dari manajemen Rumah Sakit
secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko
yang berkaitan dengan aktivitas proses kerja di Rumah
Sakit guna terciptanya lingkungan kerja yang sehat,
selamat, aman dan nyaman bagi sumber daya manusia
Rumah Sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung,
maupun lingkungan Rumah Sakit.
Tujuan dan Manfaat SMK3

•Tujuan :
Terciptanyacara kerja, lingkungan kerja yang sehat,
aman, nyaman dan dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan karyawan RS
•Manfaat :
Bagi Rumah Sakit
 Meningkatkan mutu pelayanan
 Mempertahankan kelangsungan operasional RS
 Meningkatkan citra rumah sakit
Manfaat :
Bagi Karyawan RS
 Melindungi karyawan dari penyakit
akibat kerja (PAK)
 Mencegah terjadinya kecelakaan akibat
kerja (KAK)
Bagi Pasien dan Pengunjung
 Mutu pelayanan yang baik
 Kepuasan pasien dan pengunjung
Standar K3RS
1. Manajemen risiko K3RS
2. Keselamatan dan keamanan di Rumah Sakit
3. Pelayanan Kesehatan Kerja
4. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari
aspek keselamatan dan Kesehatan Kerja
5. Pencegahan dan pengendalian kebakaran
6. Pengelolaan prasarana Rumah Sakit dari aspek
keselamatan dan Kesehatan Kerja
7. Pengelolaan peralatan medis dari aspek keselamatan dan
Kesehatan Kerja
8. Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat atau bencana
1. Manajemen Resiko
KONSULTASI/PERSIAP
AN

IDENTIFIKASI HAZARD

PENILAIAN RESIKO
KOMUNIKASI
& PENGENDALIAN EVALUASI
KONSULTASI RESIKO SARANA
PENGENDALIAN
ELIMINASI
SUBTITUSI
REKAYASA TEKNIK
ISOLASI
ADMINISTRA
SI

APD
IMPLEMENTASI
SARANA
Identifikasi Risiko di RS

Proaktif Reaktif
• Self asesmen • Laporan insiden
• Telusur lapangan • Case Report
• Survei • Complaint
• Clinical care review • Claim data
• Audit Medis
• Occurrence Screening
• Medical Record Review
Bahaya/Hazard
• Penerangan, suhu udara, kelembaban OK, bising alat ,
Fisik getaran, hiperbarik

• Berupa gas, uap, debu, kabut, asap, cairan dan


Kimia fumes/Paparan bahan toxic, B3

• Bakteri, Virus, Kuman/mikrobiologi,infeksi, parasities, toxin,


Biologi dust animal, plants

Listrik • Setrum, kebakaran, radiasi, teknisi, elektromedis

• Generator set, mesin cuci, mesin setrika, ortopedi,


Mekanik fisioterapis, elektromedis, teknisi

• Sikap kerja, Posisi administrasi & medis, angkat-angkut


Ergonomi pasien, static potition, shift kerja, gerakan berulang
• Beban kerja, ancaman bahaya, stress tempat kerja ICU,
Psikososial Isolasi, Kamar mayat, target, monoton, hubungan antar
pekerja
Menangani Jarum Dan Alat
Tajam (lanjutan)
• Gunakan wadah
tahan tusuk untuk
pembuangan
• Jangan memasang
kembali penutup
jarum sebelum
membuangnya
kecuali
menggunakan
teknik satu tangan
Sitem Ventilasi

• Pengaturan sistem aliran udara


• Penyedotan bahan berbahaya ke suatu sistem
tertutup

18
Alat Pelindung Diri

• Sarung tangan
• Masker / pelindung
mata / penutup wajah
• Gaun penutup /
celemek
• Sepatu tertutup
2. Keselamatan dan Keamanan di RS
Bertujuan >> untuk mencegah terjadinya kecelakaan
dan cidera serta mempertahankan kondisi yang
aman bagi sumber daya manusia Rumah Sakit,
pasien, pendamping pasien, dan pengunjung.

Melalui Upaya
a.Identifikasi dan penilaian risiko >> Inspeksi
b.Pemetaan area risiko >> Hasil identifikasi
c.Upaya pengendalian >> Tindakan pencegahan

20
Denah RSSA
3. Pelayanan Kesehatan Kerja
a. Promotif >> Gizi kerja, Kebugaran, Bina mental + rohani
b. Preventif >> Imunisasi, Pemeriksaan kesehatan, surveilans
lingkungan kerja, surveilans medik
c. Kuratif >> KAK/PAK (post exposure profilaksis)
d. Rehabilitatif >> return to work
Pemeriksaan kesehatan
•Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja
•Pemeriksaan kesehatan berkala
•Pemeriksaan kesehatan khusus
•Pemeriksaan kesehatan pasca bekerja
4. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3)
Bertujuan >> untuk melindungi sumber daya manusia
Rumah Sakit, pasien, pendamping pasien,
pengunjung, maupun lingkungan Rumah Sakit dari
pajanan dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3)
a. identifikasi dan inventarisasi (B3) di RS
b. menyiapkan dan memiliki lembar data keselamatan bahan
(material safety data sheet);
c. menyiapkan sarana keselamatan (B3);
d. pembuatan pedoman dan standar prosedur operasional
pengelolaan (B3) yang aman
e. penanganan keadaan darurat (B3).
Sarana Keselamatan B3
1. Lemari Bahan Berbahaya dan Beracun (B3);
2. Penyiram badan (body wash);
3. Pencuci mata (eyewasher);
4. Alat Pelindung Diri (APD);
5. Rambu dan simbol Bahan Berbahaya dan Beracun (B3);
dan
6. Spill kit.
5. Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran

Tujuan >> untuk memastikan SDM Rumah Sakit, pasien,


pendamping pasien, pengunjung, dan aset Rumah Sakit
aman dari bahaya api, asap, dan bahaya lain.

1. Identifikasi area berisiko bahaya kebakaran dan ledakan


2. Pemetaan area berisiko bahaya kebakaran dan ledakan;
3. Pengurangan risiko bahaya kebakaran dan ledakan;
4. Pengendalian kebakaran
5. Cimulasi kebakaran.
a. Sarana Pengendalian Kebakaran
b. Alat pemadam api ringan (APAR)
c. Deteksi asap dan api;
d. sistem alarm kebakaran;
e. penyemprot air otomatis (sprinkler);
f. pintu darurat;
g. jalur evakuasi;
h. tangga darurat;
i. pengendali asap;
j. tempat titik kumpul aman;
k. penyemprot air manual (hydrant);
l. pembentukan tim penanggulangan kebakaran; dan
m.pelatihan dan sosialisasi. (Simulasi 1x Setahun)
TEORI FIRE TRIANGLE

• Non flammable gas pendukung


Oxygen terjadinya kebakaran

• Sumber panas : arus listrik, reksi


kimia, mekanik. nuklir
Heat • Cara perpindahan : konduksi,
konveksi, radiasi

• Flash point : temperatur


terendah saat bahan
bakar cair menghasilkan
uap dalam jumlah cukup
untuk menghasilkan
nyala
Fuel • Fire point : Temperatur
yang terjadi akibat
pemanasan, dimana
bahan bakar cair dapat
memproduksi uap yang
cukup cepat sehingga
Reaksi berantai api akan terjadi bila ketiga elemen ini terjadi pembakaran yang
hadir dalam kondisi & proporsi yang tepat. kontinyu
GAS BERACUN HASIL PEMBAKARAN
•CO
Tidak berbau, tidak berwarna, tidak terlihat, mematikan (1-3 menit) jika 1,28% vol udara

•CO2
Bertambahnya konsentrasi di udara akan meningkatkan kecepatan & frekuensi nafas

•HCN
Dihasilkan dari pembakaran senyawa hidrokarbon terklorinasi di udara, plastik, karet, kulit,
sutera, wool, kayu, < udara, jika 100 ppm >> kematian (30 – 60 menit)

•COCl2
Dihasilkan dari dekomposisi pembakaran senyawa hidrokarbon terklorinasi ex:
karbon tetraklorida, freon, etilen diklorida, beracun & berbahaya pada konsentrasi
25 ppm, mematikan dalam waktu 30 – 60 menit
•HCl
Hasil pembakaran bahan-bahan yang mengandung klorin
6. Pengelolaan Prasarana
Tujuan >> untuk menciptakan lingkungan kerja yang
aman dengan memastikan kehandalan sistem utilitas
dan meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi.
a. penggunaan listrik;
b. penggunaan air;
c. penggunaan tata udara;
d. penggunaan genset;
e. penggunaan boiler;
f. penggunaan lift;
7. Pengelolaan Peralatan Medis
Tujuan >> untuk melindungi SDM Rumah Sakit, pasien,
pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan
Rumah Sakit dari potensi bahaya peralatan medis baik
saat digunakan maupun saat tidak digunakan.

Pengelolaan peralatan medis dari aspek keselamatan


dan Kesehatan Kerja sebagaimana dimaksud berupa
pengawasan untuk memastikan seluruh proses
pengelolaan peralatan medis telah memenuhi aspek
keselamatan dan Kesehatan Kerja.
8. Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
Tujuan >> untuk meminimalkan dampak terjadinya
kejadian akibat kondisi darurat dan bencana yang dapat
menimbulkan kerugian fisik, material, dan jiwa,
mengganggu operasional, serta menyebabkan
kerusakan lingkungan, atau mengancam finansial dan
citra Rumah Sakit.
Gambaran (hopital vertical evacuation)

34
Pasien Intensive Care ???
SMK3RS
• Penetapan kebijakan K3RS
• Perencanaan K3RS
• Pelaksanaan rencana K3RS
• Pemantauan dan evaluasi kinerja K3RS
• Peninjauan dan peningkatan kinerja K3RS
Kebijakan K3RS

•Penetapan kebijakan dan tujuan dari program


K3RS (tertulis, jelas, mudah dimengerti, diketahui
oleh semua karyawan RS (visi & misi)

•Penetapan organisasi K3RS

•Penetapan dukungan pendanaan, sarana, dan


prasarana
Strategi Pelaksanaan Komitmen Dan Kebijakan
1. Advokasi, sosialisasi program K3 RS
2. Menetapkan tujuan yang jelas (visi, misi, tujuan)
3. Organisasi dan penugasan yang jelas
4. Meningkatkan SDM yang profesional di bidang K3RS
pada setiap unit kerja di lingkungan RS
5. Sumber daya yang harus didukung manajemen puncak
6. Kajian resiko secara kualitatif dan kuantitatif
7. Membuat program kerja K3 RS yang mengutamakan
upaya peningkatan dan pencegahan
8. Monitoring dan evaluasi secara internal dan eksternal
secara berkala
Perencanaan
• 8 Standar K3
• Dibuat berkala 1 tahun sekali
• Disusun berdasarkan tingkat faktor risiko dari
hasil assesment
• Sasaran jelas, mampu laksana, dapat di ukur
• Disesuaikan dengan kondisi dan situasi RS,
baik dari sisi anggaran maupun sumberdaya
lainnya
Pemantauan dan evaluasi kinerja
• Dilaksanakan melalui pemeriksaaan, pengujian,
pengukuran, dan audit internal SMK3 Rumah Sakit
• Dalam hal Rumah Sakit tidak memiliki sumber daya
manusia di bidang K3RS untuk melakukan
pemantauan dan evaluasi kinerja K3RS dapat
menggunakan jasa pihak lain
• Hasil pemantauan dan evaluasi kinerja K3RS
digunakan untuk melakukan tindakan perbaikan
Tahap pemantauan dan evaluasi
Untuk mengetahui dan menilai sampai sejauh mana proses
kegiatan K3RS:
– Berjalan
– Efektif dan efisiensinya
– Pencapaian tujuan
A. Pemantauan dan evaluasi meliputi pencatatan dan
pelaporan
– Pencatatan dan pelaporan K3
– Pencatatan semua kegiatan K3
– Pencatatan dan pelaporan KAK
– Pencatatan dan pelapran PAK
– Pencatatan dan pelaporan K3 terintegrasi dalam sistem
pelaporan rumah sakit (SPRS)
Peninjauan dan peningkatan kinerja
K3RS
• Dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan
efektivitas penerapan SMK3 Rumah Sakit
• Peninjauan tersebut dilakukan terhadap
penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan
rencana, dan pemantauan dan evaluasi
• Hasil peninjauan digunakan untuk melakukan
perbaikan dan peningkatan kinerja K3RS
• Kinerja K3RS dituangkan dalam indikator kinerja
yang akan dicapai dalam setiap tahun
CONTOH INDIKATOR K3RS
1. Menurunkan absensi karyawan karena sakit.
2. Menurunkan angka kecelakaan kerja.
3. Menurunkan prevalensi penyakit akibat kerja.
4. Meningkatnya produktivitas kerja Rumah Sakit.
TERIMA KASIH

Keselamatan kerja (K3) tak akan pernah libur


karena bahaya tak pernah mengenal cuti