Anda di halaman 1dari 19

KASUS

HIPERTIROID
Kelompok 3 Slide Title

 Gatot Saputra
 Lola Amalia Julfa
 Miranda
URAIAN KASUS
Seorang perempuan Ny.Z usia 47 tahun datang ke RSAM dengan
keluhan utama jantung berdebar-debar. Keluhan ini dirasakan sejak 1 tahun
sebelum masuk rumah sakit dan hilang timbul tanpa dipengaruhi aktivitas.
Keluhan ini disertai dengan sesak napas yang sering kambuh. Sesak tidak
dipengaruhi posisi, tidak disertai dengan bunyi ngik (mengi) dan dirasakan
memberat dengan aktivitas dan berkurang jika istirahat. Sesak napas dirasakan
memberat sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan ini tanpa disertai
dengan nyeri dada. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit kepala berdenyut. Bila
serangan timbul, pasien merasa mual, dan bahkan muntah setiap kali makan.
Muntah berisi makanan yang dimakan pasien.
Selain itu, pasien juga mengeluhkan sering berkeringat
walaupun tidak sedang berada dibawah matahari ataupun saat beraktivitas berat.
Lanjutan…

Pasien juga mengalami penurunan berat badan sedangkan


nafsu makan meningkat dan pasien sering merasa lapar. Pasien
mengalami penurunan berat badan dari 70 kg menjadi 55 kg dalam
waktu 6 bulan terakhir.
Namun sejak akhir-akhir ini pasien mengalami penurunan
nafsu makan dan makan lebih sedikit.
Pasien juga merasa lemas dan sedikit gemetar didaerah
jari kedua tangan.
Pasien juga merasakan sangat mudah lelah walaupun
hanya melakukan aktivitas yang sangat sederhana dan ringan.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum
tampak sakit sedang, tekanan darah 140/70 mmHg, nadi 120
x/menit, pernapasan 24 x/menit, dan suhu 36,70C, mata
eksoftalus, pemeriksaan leher didapatkan pembesaran kelenjar
tiroid. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar TSH
0,006 uIU/ml, T3 5,56 mg/dl, T4 18,2 mg/dl.
SOAP
Subject :
 Wanita
 Ny Z
 47 tahun
Object
 Jantung berdebar-debar (sejak 1 tahun sebelum
masuk rumah sakit dan hilang timbul tanpa
dipengaruhi aktivitas )
 Sesak nafas yang sering kambuh (tidak disertai
dengan bunyi mengi )
 Sakit kepala berdenyut
 Mual muntah
 Sering berkeringat walaupun tidak sedang
berada dibawah matahari ataupun saat
beraktivitas berat
Lanjutan..
 Penurunan berat badan dari 70kg menjadi 55kg
dalam waktu 6 bulan terakhir
 Penurunan nafsu makan
 Lemas dan sedikit gemetar didaerah jari kedua
tangan
 Mudah lelah walaupun hanya melakukan
aktivitas yang ringan
 Mata melotot yang dirasakan sejak 6 bulan yang
lalu
 Pemandangan kabur dan kadang merasa
berkunang – kunang
TTV :
 BP 140/70 mmHg ( Hipertensi )
 Nadi 120 x/menit ( Takikardia )
 Pernapasan 24 X/menit ( Normal )
 Suhu 36,70C ( Normal )
Pada pemeriksaan
laboratorium didapatkan
kadar :
 TSH 0,006 uIU/ml ( Rendah )
 T3 5,56 mg/dl
 T4 18,2 mg/dl ( Tinggi )
Assesment
 Penyakit maag
 Penyakit Graves
 Hipertensi
Plan
Non Farmakologi
 Perbaiki pola Life style
Farmakologi :
 PTU 200 mg x 3 sehari
 Beta Blocker : Propanolol 3x20 mg
Analisa DRP ( Drug Related
Problem )
1. Indikasi Tanpa Obat
Tidak ditemukan indikasi tanpa obat
2. Obat Tanpa Indikasi
Obat Indikasi

Propylthiouracil Hipertiroid

Propanolol Hipertensi,tremor,takikardi
3. Dosis Kurang/ Lebih
No. Nama obat Dosis dalam resep Kesesuaian dosis

1. Propylthiouracil 200 mg x 3 sehari (300-600 mg/hari,


3-4 dosis terbagi

2. Propanolol 3x20 mg Sehari 20 mg 3x/hari.


Ditingkatkan
setelah 3 hari
menjadi 40mg 3-
4x/hari untuk
pasien dengan
denyut nadi < 90
denyut.
4. Pemilihan Obat Yang Kurang
Tepat
No. Problem medis Obat Kesesuaian obat

1. Propylthiourasil Memblok sintesis hormon tiroid


dengan inhibisi sistem enzim
peroksidase dari kelenjar tiroid
2. Thyroid Strom Propanolol Obat golongan
penyekat beta seperti propanolol
sangat bermanfaat untuk
mengendalikan manifestasi klinis
tirotoksikosis seperti palpitasi, tremor,
cemas dan intoleransi panas melalui
blokadenya pada reseptor adrenergik.
5. Efek Samping
 Propylthiouracil, Efek samping minor
termasuk pruritic maculopapular,
arthralgia (sakit pada persendian),
demam, dan lukopenia ringan (hitung
darah putih <4000/mm3).
 Propranolol HCl, Gangguan saluran
cerna, kelemahan otot, lelah. Jarang;
bradikardia, parestesia, trombositopenia,
purpura, ruam kulit
6. Gagal mendapat obat
Tidak ada
7. Interaksi Obat
Tidak terdapat interaksi obat yang
berpengaruh pada pengobatan ini.
PLAN
 Melakukan monitoring penggunaan
obat, kepatuhan penggunaan obat, jika
perlu dilakukan konseling oleh apoteker
agar meningkatkan kepatuhan pasien
dalam meminum obat.
 Memberikan saran kepada pasien
Menjaga pola makan, pola hidup, dan
olahraga / modifikasi lifestyle
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH
- KELOMPOK 3 -