Anda di halaman 1dari 47

Teknik Menulis Berita

Sulit bagi yang tak pernah


LEBIH CEPAT

 Jurnalisme seringkali disebut juga


sebagai “literature in hurry,”
kesusasteraan yang terburu-buru.
 Apalagi dengan era sekarang ini The
age of Information, tatkala tuntutan
modern atas berita menjadi kian real
time news!
NILAI BERITA
 Tidak semua peristiwa dapat ditulis sebagai
berita! Untuk bisa menjadi berita, suatu
peristiwa haruslah memenuhi kriteria
tertentu atau dikenal sebagai nilai berita
(News Values).
MELAPORKAN
 Berita ditulis dengan menggunakan
teknik melaporkan ( to report), yang
merujuk pada pola piramida terbalik
(inverted pyramid), dan mengacu pada
rumus 5W+1H.
3E+1N

 Educating (mendidik)
 Enlightening (mencerahkan)
 Empowering (memberdayakan)
 Nationalism (kebangsaan/NKRI)
OBYEKTIF
• Dalam teknik melaporkan, setiap wartawan atau
reporter tidak boleh memasukkan pendapat
pribadi dalam berita yang ditulisnya.
• Berita adalah fakta objektif. Sebagai fakta
objektif,berita harus bebas dari intervensi siapa
pun. Itulah perlunya senantiasa bersikap jujur .
Tidak boleh memanipulasi, merekayasa fakta
dan kebenaran.
PELAPOR = OBYEKTIF

 Ingatlah seorang jurnalis adalah seorang


reporter/pelapor. Seorang pelapor berarti
harus objektif. Apapun yang dikatakan
atau ditulisnya haruslah dapat dipercaya.
PIRAMIDA TERBALIK
• Peristiwa atau fakta yang terjadi di dunia
itu begitu banyak, sementara waktu yang
dimiliki reporter dan editor media massa
sangatlah terbatas, maka dicari cara yang
paling tepat dan mudah untuk menuliskan
atau melaporkan fakta-fakta tersebut.
Cara itu disebut pola piramida terbalik
(inverted pyramid),
PIRAMIDA TERBALIK
 Dengan piramida terbalik, berarti pesan
berita disusun secara deduktif.kesimpulan
dinyatakan lebih dulu pada paragraf
pertama, baru kemudian disusul dengan
paragraf penjelasan dan uraian yang lebih
rinci.
PIRAMIDA TERBALIK
Asumsi pola piramida terbalik:
Memudahkan khalayak pembaca.
Memudahkan reporter/editor memotong
bagian berita yang tidak penting
Memudahkan jurnalis dalam menyusun
pesan/beritanya. Menghindari
kemungkinan terlewatnya fakta/informasi
yang penting.
Berita Ditulis dengan
Rumus 5W+1H
 Ditulis dengan rumus 5W+1H agar
berita itu menjadi lengkap, akurat,
sekaligus memenuhi standar jurnalistik.
Dalam setiap peristiwa yang dilaporkan
harus terdapat unsur dasar berita, yakni
What (apa); Who (siapa); When
(kapan); Where (di mana); Why
(mengapa) dan How (bagaimana).
Piramida terbalik
------------------------------------------------------------------
Headline/Judul berita
Dateline--------------------------------------------------------
Lead/teras berita
-----------------------------------------
Body/tubuh berita
----------------------------------
Leg/kaki berita
-------------------------
Ending
-----------------
Pedoman Menulis Berita

 Judul. Judul adalah identitas berita. Berita


sehebat apa pun tanpa ada judul tidak ada
artinya. Judul berita dilihat dari dua kepentingan.
Pertama, bagi berita itu sendiri. Tanpa judul ia =
anonim, tidak dikenal, tidak akan berbicara apa-
apa. Ia tidak mampu memberi pesan, padahal
dalam komunikasi salah satu intinya adalah
pesan. Kedua, bagi pembaca. Judul adalah
pemicu daya tarik. Apakah berhasil membuat
publik mau membaca beritanya atau tidak.
Lima syarat judul yang baik:
 5-7 kata,
 Rangkuman dari Lead
 Sound Bite
 Eye Catching
 Kongkret
Contoh:
 RI ULTIMATUM MALAYSIA SOAL
AMBALAT
 KAPOLRI NYATAKAN PERANG
TERHADAP NARKOBA
 GARA-GARA PAKET GANJA VIJAI
BERURUSAN DENGAN POLISI
 FORUM REKTOR: CEGAH PERGURUAN
TINGGI JADI LADANG BISNIS
Teras Berita/Lead

 Dalam pemahaman jurnalistik, teras


berita adalah paragraf pertama yang
memuat fakta/informasi terpenting dari
keseluruhan uraian berita. Ada empat
syarat, yakni:
 atraktif = harus mampu untuk membangkitkan
perhatian pembaca. Lebih banyak menyentuh sisi
psikologis pembacanya.
 introduktif = menjadi pengantar pokok
persoalan yang dikupas dengan tegas dan jelas.
Disini unsur 5W+1H sudah masuk.
 korelatif = kalimat di lead menjadi pembuka
jalan bagi paragraf selanjutnya.
 kredibilitas = secara akademis/intelektual akan
memperlihatkan tingkat pengetahuan, keahlian dan
pengalaman yang dimiliki seorang jurnalis.
Jenis-jenis Lead

 Who Lead
 What Lead
 When Lead
 Where Lead
 Why Lead
 How Lead
 Contrast Lead (lead kontras)
 Quotation Lead (lead kutipan)
 Question Lead (lead bertanya)
 Descriptive Lead (lead pemaparan)
 Narative Lead (lead bercerita)
 Exclamation Lead (lead menjerit)
 Ad.1. Teras berita siapa,dipilih dengan
pertimbangan siapa atau pelaku peristiwa memiliki
nilai berita yang lebih besar (baik individu ataupun
suatu institusi)
 Contoh:
 Jakarta, 19/2 (ANTARA) - Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono di Jakarta, Rabu,
menegaskan, dirinya tidak pernah menjanjikan
100 hari program pemerintahannya dapat
membereskan semua masalah kenegaraan.
► Ad.2. Lead ini dipilih dengan pertimbagan unsur
apa memiliki nilai berita yang lebih besar, kuat
dibanding unsur yang lainnya.
► Contoh:
► Penjarahan barang-barang di lokasi yang terkena
gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh yang
dilakukan warga sekitar dan pendatang semakin
merajalela dan mencolok mata.
 Ad.3
 Jakarta, 28/12 (ANTARA) - Selama
Januari 2005,Propinsi Aceh telah
mengalami guncangan gempa bumi
sebanyak 8.893 kali dengan rata-rata
kekuatan gempa berskala besar,yaitu 7
Skala Richter (SR).
• Ad.4. Teras berita ini menunjuk pada tempat
(where) yang sring menjadi penyebab pemicu
peristiwa yang mengejutkan. Kantor kedutaan
asing, negara-negara dll
• Contoh:
• Wilayah Garut, Kamis, diguncang gempa
berkekuatan 7 SkalaRichter (SR) yang
meyebabkan sedikitnya 3.500 rumah hancur dan
tempat ibadah hancur berantakan.
 Ad.5 Lead ini paling sering digunakan
dalam berita kriminal dengan
menemukan kata akibat atau karena
pada lead-nya.
 Medan, 24/5 (ANTARA) – Rombongan pengungsi
terpaksa membatalkan perjalanannya dari
Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, akibat
kepadatan dan kesemrawutan pengaturan di
Bandara Polonia, Medan.
 Laporan wartawan ANTARA dari Banda Aceh,
Kamis, menyebutkan, ……………
• Ad.6 Lead ini umumnya dipakai
pada peristiwa positif, sekaligus
menunjukkan seberapa tinggi
tingkat kecerdasan narasumber
dalam mengemas suatu
program atau gagasan yang
dilontarkannya.
 Contoh:
 Untuk mengatasi krisis air PDAM Kota
Makassar yang kian berlarut-larut,
pemerintah Pusat melalui Dirjen Sumber
daya Air akan segera mengoperasikan
pemasangan dan penggunaan tiga
pompa terapung di Bendungan Bilibit.
 Menurut Kepala PDAM Makassar yang
mengemukakan hal itu kepada
wartawan di Makassar, Jumat, ketiga
pompa air itu akan mengolah air
permukaan dengan kapasitas 500 liter
per detik yang dianggap cukup untuk
mengatasi krisisi air sementara waktu.
 Ad.7. Lead ini dipilih dengan pertimbangann unsur kontras
atau sesuatu yang berlawanan pada subjek pelaku
peristiwa, yakni dengan memperhatikan apakah terdapat
fakta atau perilaku yang berlawanan dengan yang
seharusnya dilakukan oleh si pelaku peristiwa. Umumnya
terjadi pada peristiwa yang besifat negatif.
 Banyak juga kecenderungan perilaku pejabat, wakil rakyat
yang sangat bertentangan dengan sumpah dan
jabatannya.
 Contoh:
 Semarang, 23/7 (ANTARA) - Sejumlah
oknum polisi di Jawa Tengah, memaksa
Bena dan isterinya untuk melakukan adegan
mesum porno bak layaknya aktor porno di
tahanan polisi, sesuatu yang tidak pernah
terbayangkan di dalam benak pasangan
pedagang burung itu.
 Buat Feature (Tak ada gading yang tak
retak. Pepatah itu rupayanya telah berlaku
bagi dunia diplomat Indonesia di
Tanzania…….
 Ad.8. Menonjolkan unsur perkataan yang
dilontarkan narasumber atau pelaku
peristiwa. Mengenalinya dengan
menggunakan petikan langsung.
 Contoh:
 “Kami menolak rasisme dan xenophobia
(ketakutan terhadap orang asing),” kata
Angel Torres, Presiden Gestafe, klub Liga
Spanyol di Madrid, Sabtu.
 Ad.9.Lead ini mirip dengan Quotation Lead.
Pertanyaan yang dilontarkan narasumber
dinilai menarik/penting, ringkas dan tegas,
serta mencerminkan karakter pribadinya.
 Contoh:
 Masih ingat kisah sedih seorang pedagang
Tanah Abang Jakarta yang menggugat Rp2
triliun? Meskipun gugatan David alias A
Yung diperjuangkan dari balik terali besi,
ternyata upaya mencari keadilan tidaklah
sia-sia.
 Apa persamaan dan perbedaan Hindoro
Budiono halim dengan Eddy Tanzil?
Persamaannya,mereka sama-sama warga
keturunan. Perbedaannya,Eddy Tanzil
koruptor Rp1,3 triliun dan sukses dalam
pelariannya, sedangkan Hindoro cukup
buron sepuluh bulan.
 Ad.10 .Pertimbangnnya unsur suasana
lebih kuat. Ditekankan oleh Wiliamson
dalam feature Writing for Newspaper, bisa
menciptakan gambaran dalam pemikiran
pembacanya. Biasanya reporter
memusatkan perhatian pada satu unsur
yang paling mencolok/dramatis.
 Contoh:
 Bolamata Juani berkaca-kaca ketika
mengintip kemenakannya, Soleka yang
sedang mandi sore itu. Dari balik pagar
sumur yang jarang dilalui orang, ia melihat
kain basahan Soleka sering tersibak.
 Ad.11 Lead bercerita ini menurut
Wiliamson, digemari penulis fiksi (cerita
pendek/novel). Tekniknya adalah
menciptakan satu suasana dan membiarkan
pembaca menjadi tokoh utama. Lead ini
efektif untuk cerita petualangan dan juga
melaporkan peristiwa kejahatan.
 Contoh:
 Matahari baru saja terbit, tatkala pedagang di
Pasar Hamadi, Jayapura Kamis, sibuk menggelar
dagangannya, ketika tiba-tiba suasana di
sekelilingnya mendadak berubah gaduh. Seorang
laki-laki dengan badik terhunus mengamuk
membabi buta, membuat puluhan lelaki dan
perempuan di pasar itu tunggang langgang
ketakutan.
 Wajah Paulus, 50 tahun, tampak kuyu dan
sedih. Ia tertegun di atas kuburan. Di situ,
disebuah lereng bukit, sekitar 500 meter dari
kampungnya, terbujur ratusan korban
musibah banjir bandang dan badai Greg.
 Ad.12. Teras berita menjerit umumnya
banyak ditemukan dalam berita kriminal dan
banyak menggunakan pola jurnalistik sastra,
yang tidak kaku tetapi penuh nuansa dan
berwarna.
 Contoh:
 “Allahu akbar,allahu akbar!” suasana panik
melanda warga enam desa di Kecamatan
Pasirwangi, kabupaten Garut, Jawa Barat,
begitu gempa bumi menggoyang daerah itu,
Rabu siang.
Hal-hal yang Perlu
Diperhatikan
 Penting untuk menekankan kesederhanaan,
kejelasan dan sifat langsung dalam menulis
berita! Untukitu perlu diperhatikan beberapa
hal, antara lain:
 Spesifikasi : Tulisan harus spesifik, jangan terlalu
umum.
 Kalimat aktif dan pasif: kalimat aktif lebih
memberikan tekanan pada pelaku dibanding
dengan kalimat pasif, karena itu lebih hidup.
 Kalimat harus pendek : Gunakan kalimat/frasa-
frasa pendek dalam menggambarkan aksi.
 Variasikan kalimat: Gunakan anak kalimat untuk
mencegah kalimat-kalimat pendek menjadi datar.
 Hindari angka di awal kalimat
 Gunakan kutipan : untuk memberikan efek
khusus dan lebih berwarna.
 Hindari merek dagang: kecuali memang
penting
 Tanggal Kejadian: Hati-hati menulis
tanggal kejadian (koran)
 Tata bahasa dan ejaan: pelajari terus ketentuan
ejaan tata bahasa yang baru
 Istilah-istilah yang tidak dijelaskan : hindarkan
atau beri padanan katanya
 Ketentuan akronim : Membuat akronim
(singkatan kata) harus hati-hati. Ditulis ANDAL,
semestinya AMDAL. AIDS, kepanjangannya harus
ditulis dengan huruf besar.
Terima kasih