Anda di halaman 1dari 14

KETAHANAN NASIONAL

DI BIDANG EKONOMI
OLEH : ADE SANDHY A. I0115006
A. Dalam Bidang Ekonomi
Ketahanan Nasional Merupakan kondisi dinamika Negara yang meliputi seluruh aspek dalam kehidupan
Nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan. Ketahanan Nasional memiliki banyak
kemampuan dalam mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
masalah dan ancaman- ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar dan secara langsung
maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan negara Republik
Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa, yang mengandung
kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan
kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil
dan merata. Dengan demikian, pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi
melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,
tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatkan daya saing
dalam lingkup persaingan global.
KETAHANAN NASIONAL DALAM BIDANG EKONOMI DAPAT DILIHAT DARI KONDISI KEHIDUPAN
PEREKONOMIAN BANGSA YANG DIMANA DALAM BANGSA TERSEBUT DAPAT MEMELIHARA KEMANDIRIAN
EKONOMI NASIONAL.

Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi sesuai yang diinginkan maka banyak memerlukan
pembinaan, diantaranya yaitu :
1. Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan
monopolistis.
2. Pembangunana ekonomi memotivasi serta mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
3. Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan
kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
4. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil- hasilnya senantiasa memperhatikan
keseimbangan antar sector dan antar wilayah.
5. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam
keterpaduan antar sektor pertanian, industri dan jasa.
Di dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal adanya usaha monopoli dan monopsoni baik yang
dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Secara makro sistem perekonomian Indonesia dengan
menggunakan terminologi nasional dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan. Merujuk
pasal 33 UUD 1945 maka kemakmuran yang dituju adalah kemakmuran rakyat Indonesia
seluruhnya, termasuk mereka yang ada di pulau terpencil dan puncak-puncak gunung melalui
pemanfaatana sumber kekayaan alam yang ada. Era globalisasi menuntut negara untuk senantiasa
mewaspadai dan tidak mungkin menutup diri dari perkembangan dan perubahan sistem ekonomi
yang mengglobal. Oleh karena itu, negara harus mampu mengintegrasi ekonomi nasional dengan
ekonomi global secara adaptif dan dinamis sehingga diperoleh hasil optimal bagi kepentingan
nasional dan tujuan nasional.
Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup meliputi kegiatan produksi barang dan jasa serta
mendistribusikannya kepada konsumen atau pemakai.
Kegiatan produksi dalam perekonomian melibatkan faktor-faktor produksi berupa:
a. Tenaga kerja
b. Modal
c. Teknologi
d. Sumber daya alam
e. Manajemen
Pengelolaan dan pengembangan ekonomi Indonesia didasarkan pada pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagai Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
oleh Negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,
efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga
keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Peranan Negara dalam sistem ekonomi kerakyatan sesuai dengan pasal 33 yang lebih ditekankan pada segi penataan
kelembagaan melalui pembuatan peraturan perundang-undangan. Penataan tersebut menyangkut cabang-cabang
produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak, maupun sehubungan dengan pemanfaatan bumi, air, dan segala
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Tujuannya adalah untuk menjamin agar kemakmuran masyarakat
senantiasa lebih diutamakan daripada kemakmuran orang seorang, dan agar tampuk produksi tidak jatuh ke tangan
orang seorang yang memungkinkan ditindasnya rakyat banyak oleh segelintir orang yang berkuasa.

Ketahanan di Bidang Ekonomi Ketahanan ekonomi nasional merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan
banyak dimensi. Dimensi-dimensi itu meliputi :
1. Stabilitas ekonomi
2. Tingkat integritas ekonomi
3. Ketahanan system ekonomi terhadap goncangan dari luar system ekonomi
4. Margin of savety dari garis kemiskinan dan tingkat pertumbuhan ekonomi
5. Keunggulan kompetitif produk-produk ekonomi nasional
6. Kemantapan ekonomi dari segi besarnya ekonomi nasional
7. Tingkat integritas ekonomi nasional dengan ekonomi global
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN DI BIDANG EKONOMI
NEGARA BERKEMBANG SEPERTI INDONESIA DALAM PENGELOLAAN FACTOR PRODUKSI MENJADI
BARANG DAN JASA MEMPUNYAI CIRI SEBAGAI BERIKUT:
a. Bumi dan sumber alam
• Belum ada kemampuan sepenuhnya untuk memanfaatkan kekayaan alam, yaitu karena, kurang
modal, belum memiliki keterampilan teknologi yang memadai dan tingkat manajemen yang
belum memenuhi harapan.
• Bencana alam seperti banjir dan musim kering yang hanya dikuasai dengan pengendalian
sungai dan banjir.
• Struktur ekonomi agraris merupakan tekanan berat atas areal tanah dan lingkungan dengan
konsekuensi social yang amat luas.
• Negara yang tidak mempunyai kekayaan alam sangat tergantung kepada impor bahan baku
yang banyak memerlukan devisa sehingga perkembangan industrinya lamban.
b. Tenaga kerja
• Pertambahan penduduk yang cepat bisa menguntungkan, karena persediaan tenaga kerja yang
cukup, namun harus disertai dengan peningkatan keterampilan teknologis dan perluasan kesempatan
kerja. Apabila kebijaksanaan ini ditempuh maka akan menimbulkan pengangguran kelihatan atau tak
kelihatan. Untuk jangka panjang perlu ditempuh penanggulangan sebagai berikut:
• Peningkatan keterampilan teknologi
• Transmigrasi
• Keluarga berencana
• Distribusi penduduk secara ekonomi geografis yang dipadukan dengan masalah keamanan nasional.
c. Faktor modal
• Modal dapat diperoleh dari tabungan, pajak, reinvestasi perusahaan, pendapatan ekspor dan modal asing. Negara
berkembang menghadapi kekurangan modal dan pemupukan modal dalam negeri terbatas, misalnya disebabkan:

• Pendapatan masyarakat rendah, sehingga tidak memungkinkan adanya tabungan.


• Dasar tarif pajak dan aparatur pemungutan pajak masih terbatas.
• Kemampuan investasi modal perusahaan masih kurang.

Untuk mengurangi masalah ekonomi dalam bidang modal perlu ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan:

• Memberikan pendidikan keterampilan secara masal dan terarah.


• Industrialisasi untuk perluasan lapangan pekerjaan.
• Peningkatan produksi barang dan jasa untuk konsumsi dalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi dan barang
jadi.

• Pembinaan permodalan bagi pengusaha golongan ekonomi lemah.


d. Faktor teknologi
Penggunaan teknologi memerlukan pertimbangan-pertimbangan, misalnya:

• Labour intensive (Padat karya)


• Teknologi intermediate atau teknologi Elektra.
• Teknologi mutakhir atau technocratium.
e. Hubungan dengan ekonomi luar negeri
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Negara-negara berkembang di bidang hubungan ekonomi luar
negeri adalah sebagai berikut:

• Melebarnya jurang pemisah antara Negara maju dengan Negara berkembang, kerena pertumbuhan ekonomi
yang tidak sama.

• Akibat perkembangan tersebut ialah berupa kemerosotan harga bahan ekspor tradisional dan menurunkan hasil
produksi Negara berkembang.

• Makin tinggi kapasitas produksi dan volume ekspor Negara industri, makin mudah keadaan tersebut dipengaruhi
oleh perkembangan pasaran internasional.

• Adanya pengelompokan Negara maju menjadi masyarakat ekonomi.


f. Prasarana atau infrastruktur
Prasarana merupakan segal sesuatu yang diperlukan untuk menunjang produksi barang
dan jasa. Prasarana adalah factor utama bagi pertumbuhan dan kelangsungan ekonomi
Negara. Usaha subversip dan infiltrasi baik dalam suasana damai, apalagi dalam
keadaan perang selalu menjadikan prasarana sebagai sasaran utama dari pihak lawan.
f. Faktor manajemen
Manajemen adalah tata cara mengelola perusahaan. Public administration adalah
manajemen atau tatacara perusahaan oleh aparatur Negara, sedangkan business
managemen adalah tatacara perusahaanoleh pihak swasta.
B. Dampak Ketahanan Nasional dalam Bidang Ekonomi

Salah satu dampak dari pengaruh ketahanan nasional dalam bidang ekonomi
adalah Kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM banyak membuat masyarakat semakin
merasa resah atas keputusan tersebut. Hal ini disebabkan akan berpengaruhnya harga-
harga pada kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya. Seperti kenaikan transportasi,
makanan, dsb yang menyebabkan semakin banyaknya uang yang harus dikeluarkan untuk
memenuhi kebutuhan sehari- hari. Secara tidak langsung untuk pendidikan pun menjadi
nomor 2, karena mereka lebih memikirkan bagaimana menjalani kehidupan mereka
sehari-harinya. Bila pendidikan tidak begitu diperlukan maka ketahanan nasional pun
tidak menjadi kuat. Kekuatan suatu bangsa adalah memiliki generasi- generasi penerus
pandai, memiliki kemampuan untuk ketahanan negaranya sendiri.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH