Anda di halaman 1dari 46

1

IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 2

I. IKATAN KIMIA
Proses bergabungnya 2 atau lebih unsur-unsur

atau

gaya yang menyatukan atom-atom atau molekul-


molekul menjadi satu

Tabel periodik : Unsur golongan I A sampai dengan VII A


cenderung menyamai konfigurasi unsur
golongan gas mulia (VIII A)

 Dengan cara menarik dan melepaskan elektron atau


menggunakan pasangan elektron secara bersama

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 3

II. JENIS IKATAN

IKATAN KIMIA

Ikatan antar atom Ikatan antar molekul

Ikatan Ion Ikatan Kovalen Ikatan Ikatan Hidrogen


Van der Waals

Murni Koordinasi

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 4

III. IKATAN ION

 Terjadi bila ada perbedaan elektronegativitas yang


sangat besar dari atom untuk melepas atau
menangkap elektron

 Perbedaan terjadi antara unsur yang elektropositif


(logam gol IA dan IIA) dengan unsur yang
elektronegatif (non logam gol VI A dan VIIA)

 Atom logam (Gol. I A dan II A) kehilangan satu atau


dua elektron valensi, sementara atom non logam
(Gol. VI A dan VIIA) menangkap elektron

 Transfer elektron antara logam dan non logam


membentuk ion dengan konfigurasi gas mulia

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 5

Na+
Na
Na+
Cl-

Cl Cl-
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
STRUKTUR ATOM 6

Jari-jari atom
Golongan Unsur Jari-jari ion (pm) Muatan ion
(pm)
Li 135 60 (+1)
IA
Na 154 95 (+1)
Be 90 31 (+2)
II A
Mg 130 65 (+2)
Al 143 50 (+3)
III A
Ga 122 62 (+3)
N 70 171 (-3)
VA
P 110 212 (-3)
O 66 140 (-2)
VI A
S 104 184 (-2)
F 64 136 (-1)
VII A
Cl 99 181 (-1)
76 (+2)
Transisi Fe 126
64 (+3)
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 7

Syarat:

 Jumlah elektron yang dilepaskan = diterima (sesuai gol)

 Penulisan lambang unsur sesuai dengan tabel periodik

 Rumus dan nama senyawa ionik disesuaikan dengan


aturan penamaan yang berlaku umum

Contoh:

Ca Ca2+ + 2e-
F2 + 2 e- 2 F-

Ca + F2 Ca2+ + 2 F- atau CaF2

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 8

Senyawa Ion:

Titik-elektron Lewis

 Elektron valensi digambarkan dengan titik.

 Elektron utama boleh tidak digambarkan.

 Empat titik pertama ditulis satu per satu di keempat


sisi lambang unsur.

 Titik-titik berikutnya dipasangkan pada titik yang


sudah ada.

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 9

+ e-

Li Li+
e-

F F-
Li+ + F- LiF
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 10

Contoh:

Na: kehilangan 1 elektron valensi membentuk ion Na+


Cl: memperoleh 1 elektron valensi membentuk ion Cl-

Na+ + Cl- NaCl


penggabungan ion-ion membentuk senyawa ionik (garam)

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 11

Ciri-ciri senyawa ionik:

 Merupakan padatan yang keras pada suhu kamar

 Mempunyai titik leleh dan titik didih tinggi


Mis. NaCl titik leleh = 800oC dan
titik didih = 1470oC.

 Penghantar panas yang baik dalam bentuk lelehan.

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 12

IV. IKATAN KOVALEN


Ikatan antara dua atom dengan pemakaian
bersama sepasang elektron atau lebih

 Terjadi karena adanya perbedaan kecil


kecenderungan untuk melepas atau menangkap
elektron

 Terjadi antara atom non logam

 Gaya tarik menarik di antara atom terhadap elektron


valensi lawannya menyebabkan terjadinya ikatan

 Atom akan mencapai konfigurasi elektron kulit


terluar penuh (seperti gas mulia), elektron yang
dipakai bersama dihitung sebagai milik bersama
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 13

Pembentukan Ikatan Kovalen

F F F-F

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 14

Ikatan Kovalen dapat terjadi bila:

 Sepasang elektron dipakai bersama, disebut ikatan


tunggal, mis. H-F, H-H, dan F-F

 Dua pasang elekton dipakai bersama disebut ikatan


rangkap, mis. O=O

 Tiga pasang elektron dipakai bersama, disebut ikatan


ganda tiga, mis. N≡N

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 15

Rumus Lewis

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 16

ORDE IKATAN
Jumlah pasangan elektron yang digunakan bersama
antara dua atom yang berikatan

Panjang Rata-rata Energi Ikatan


Ikatan Orde Ikatan
(pm) (kJ/mol)
C–O 1 143 358
C=O 2 123 745
C≡O 3 113 1070
C–C 1 154 347
C=C 2 134 614
C≡C 3 121 839
N–N 1 146 160
N=N 2 122 418
N≡N 3 110 945
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 17

Orde ikatan ↑

Panjang ikatan ↓

Energi ikatan ↑

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 18

Penyimpangan Aturan Oktet

 Oktet yang tidak sempurna (senyawa yang memiliki


atom dengan elektron valensi kurang dari 8)
Mis. Berilium klorida BeCl2
Boron trifluorida BF3

 Oktet yang diperluas (senyawa yg memiliki atom dgn


elektron valensi lebih dari 8)
Mis. Fosfor pentaklorida PCl5
Sulfur heksafluorida SF6

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


BENTUK MOLEKUL 19

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Polaritas Ikatan Kovalen 20

kovalen polar
Ikatan Kovalen
kovalen non polar

a. Kovalen polar : pasangan elektron bersama tertarik


ke arah salah satu kutub atom ( yg lebih
elektronegatif)
contoh : HF, HCl, HBr, HI, H2O, NH3

Ikatan kovalen polar digambarkan dengan


dua cara:
Dengan panah polar → atau
Dengan pemberian tanda δ+ dan δ-

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Polaritas Ikatan Kovalen 21

Momen dipol dan sebaran muatan


parsial negatif yang ditunjukkan
arah resultan momen dipol untuk
molekul H2O dan SO2

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Kovalen Polar 22

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Polaritas Ikatan Kovalen 23

b. Ikatan kovalen non polar .


Jika pasangan elektron yg digunakan tertarik sama
kuat pd semua atom, contoh :
- Cl2, Br2, I2, O2, N2
- CH4, CCl4, C6H6, CO2 (letak atom simetris)

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Polaritas Ikatan Kovalen 24

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Karakter Ionik Parsial Ikatan Kovalen Polar 25

 Karakter ionik parsial suatu ikatan terkait dengan


perbedaan keelektronegatifan (EN)

 Semakin besar EN akan semakin besar muatan


parsial dan semakin besar pula karakter ionik
parsial

 LiF memiliki EN = 4,0 – 1,0 = 3,0 (ikatan ionik)


 HF memiliki EN = 4,0 – 2,1 = 1,9 (kovalen polar)
 F2 memiliki EN = 0 (kovalen non polar)

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Skala Karakter Ionik Parsial 26

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Perubahan Sifat Dalam Perioda 27

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Perbedaan senyawa ion dan kovalen 28

No. Senyawa ionik Senyawa kovalen


1 Dalam wujud cair atau Wujud cair: bukan konduktor
dalam pelarut polar: Dlm pelarut polar dpt sbg
sebagai konduktor konduktor (kovalen polar)

2 Titik didih dan titik leleh Titik didih dan titik leleh rendah
relatif tinggi

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 29

V. IKATAN KOVALEN KOORDINASI

Elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu


atom.

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Kovalen Koordinasi 30

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Kovalen Koordinasi 31

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Kovalen Koordinasi 32

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 33

VI. IKATAN KIMIA LAINNYA


(i). IKATAN VAN DER WAALS
Gaya tarik menarik antar molekul sejenis atau
berbeda, mis. antara molekul gas Cl2

Cl—Cl…………………….. Cl—Cl

Gaya van der Waals

 Gas memiliki molekul yang renggang dan memenuhi


ruangan sehingga jarak antar molekulnya berjauhan.

 Bila tekanan diperbesar, maka jarak antar molekul


lebih dekat dan terjadilah gaya tarik yang disebut dg
ikatan van der Waals
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 34

 Gaya Van der Waals juga terjadi dalam cairan

 Gaya tarik tersebut tergantung pada:


1. Kepolaran ( makin polar  makin kuat )
2. Mr senyawa ( Mr besar  makin kuat )
3. Bentuk rantai ( panjang lurus  makin kuat )

Semakin kuat gaya Van der Waals suatu senyawa, maka


titik didihnya semakin tinggi

A. Polar-polar
Senyawa polar mempunyai perbedaan keelektronegatifan
yang besar, yang mendorong timbulnya kutub-kutub
listrik yang tetap ( dipol permanen )

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 35

kutub + dan – ini


permanen tidak
berubah
+ - + - + -
H- F H-F H-F

Gaya tarik dipol permanen

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 36

 Antaraksi dipol-dipol menentukan kelarutan suatu zat dalam


pelarut, misalnya interaksi antara alkohol dan air
alkohol air alkohol

- + - + - +

air - + - + - +

- + - + - +

 Kutub positif alkohol berinteraksi dg kutub negatif air


dan sebaliknya.
Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 37

B. Polar - non polar


Contoh : Dalam air terlarut gas, misalnya 02

 Gaya tariknya adalah jenis dipol sesaat/gaya London

 Terjadi induksi muatan (+) dari air dengan elektron


dari 02 membentuk polar sesaat

+ - + -
H–O
l O = O
H

Gaya dipol sesaat


Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 38

 Untuk mengubah fasa suatu senyawa dari padat


cair gas, maka diperlukan sejumlah energi untuk me-
mutuskan gaya London

 Gaya London tergantung pada Mr

 Semakin besar Mr, maka titik didihnya semakin besar

 Gaya London dapat terjadi antara molekul yang berbeda,


mis. pada senyawa dalam minyak bumi

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL 39

(ii) IKATAN HIDROGEN


Ikatan antara molekul yang sangat polar yang
mengandung atom hidrogen

 Terjadi ikatan antara atom H yang memp.


elektronegatifan kecil dari suatu senyawa dengan
unsur yang memp. keelektronegatifan besar dari
senyawa lain.

mis. ikatan yang sangat polar adalah:


H- F
H- N ikatan yang sangat polar
H- O

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN HIDROGEN 40

 Senyawa yang memiliki ikatan hidrogen akan membentuk


molekul besar yang dihubungkan oleh jembatan
hidrogen.

 Semua senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen,


memiliki titik didih jauh lebih tinggi dari unsur lain yang
segolongan.

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN HIDROGEN 41

H- F H- F H- F
Ikatan Hidrogen

H–O H–O H–O


l l l
H H H

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Hidrogen 42

Ikatan hidrogen antara etanol dengan air

Ikatan hidrogen antara sesama molekul etanol

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


IKATAN LOGAM 43

Ikatan antar logam dimana elektron valensi atom logam


bebas untuk bergerak dalam struktur padatan logam

ELEKTRON VALENSI BERGERAK DALAM KISI- KISI


LOGAM.
ADANYA ELEKTRON YANG BERGERAK INI
MENYEBABKAN LOGAM BERSIFAT SEBAGAI
PENGHANTAR LISTRIK.

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan logam 44

Logam padat bersifat konduktor


Logam mempunyai elektronegatifitas rendah: mudah melepas
elektron (cenderung bermuatan positif).
- Elektron bebas bergerak di antara ion positif.
- Interaksi antara ion positif dan elektron ikatan logam

Adanya elektron yg bergerak bebas konduktor

+ + elektron terluar bergerak


bebas
+ +
+ +

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Logam 45

Pergerakan elektron valensi seolah-olah membentuk


“kabut elektron”

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala


Ikatan Logam 46

Logam juga memiliki sifat khas: keras, bisa ditempa, titik


leleh dan titik didih tinggi, menghantar panas dan arus
listrik.
Ada juga logam yang sifatnya berbeda, misalnya merkuri
atau natrium.

Jurusan Kimia FMPA Universitas Syiah Kuala