Anda di halaman 1dari 29

PERLINDUNGAN HUKUM

PROFESI GURU

Oleh : Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H.


Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah
Dekan Fakultas Hukum Universitas PGRI Semarang
GURU

adalah Pendidik profesional dengan tugas


utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Perlindungan Hukum
bagi Guru
Pasal 40 UU Sisdiknas
Pendidik dan tenaga kependidikan berhak
memperoleh:
a. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial
yang pantas dan memadai;
b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi
kerja;
Perlindungan Hukum
bagi Guru
c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan
pengembangan kualitas;
d. perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas dan
hak atas hasil kekayaan
intelektual; dan
e. kesempatan untuk menggunakan sarana,
prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk
menunjang kelancaran pelaksanaan tugas
Perlindungan Hukum
Profesi Guru
Pasal 39 Undang-Undang Guru dan
Dosen
Pemerintah, Pemerintah Daerah,
masyarakat, organisasi profesi,
dan/atau satuan pendidikan wajib
memberikan perlindungan
terhadap guru dalam
pelaksanaan tugas.
Perlindungan Hukum
Profesi Guru
1.Perlindungan meliputi:
Perlindungan hukum, perlindungan
profesi, serta perlindungan
keselamatan dan kesehatan kerja.
2.Perlindungan hukum terhadap:
tindak kekerasan, ancaman,
perlakuan diskrininatif, intimidasi,
atau perlakuan tidak adil dari
peserta didik, orang tua,
masyarakat, birokrasi, atau pihak lain
3. Perlindungan profesi terhadap:
pemutusan hubungan kerja, pemberian
imbalan yang tidak wajar, pembatasan
menyampaikan pandangan, pelecehan
thd. Profesi, pembatasan/pelarangan
lain yang menghambat guru
melaksanakan tugas.
4. Perlindungan keselamatan dan
kesehatan kerja,terhadap: resiko
gangguan keamanan kerja, kecelakaan
kerja, kebakaran pada waktu kerja,
bencana alam, kesehatan lingkungan
kerja, dan/atau resiko lain
PP NO.74 TAHUN 2008
• PASAL 40 :
• Guru berhak mendapatkan perlindungan dlm
Melaksanakan tugas dlm bentuk rasa aman
dan jaminan keselamatan dari pemerintah,
pemda, satuan pendidikan, organisasi profesi,
dan/atau masy ssuai dg kewenangan masing2
PP NO.74 TAHUN 2008
• PASAL 41 :
• Guru berhak mendapatkan perlindungan
hukum dai tindakan kekerasan, ancaman,
perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau
perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik,
orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi,
atau pihak lain.
UU Guru dan Dosen
Pasal 14 (1) f
• Memiliki kebebasan dalam memberikan
penilaian dan ikut menetukan kelulusan,
penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta
didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode
etik guru, dan peraturan perundang-
undangan.
PP NO.74 TAHUN 2008
• PASAL 39 (1) :
• Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi
kpd peserta didiknya yg melanggar norma
agama, kesusilaan, kesopanan, peraturan
tertulis/tdk tertulis yg ditetapkan guru, perat
tingkat satuan pendidikan, dan peraturan
perundang2an dlm proses pembelajran yg
berada di bawah kewenangannya.
PP NO.74 TAHUN 2008
• PASAL 39 (2) :
• Sanksi tersebut dpt berupa teguran dan/atau
peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta
hukuman yg bersifat mendidik sesuai dengan
kaedah pendidikan, kode etik guru, dan
peraturan perundang-undangan.
Perlindungan Hukum
Profesi Guru
1. dalam arti sempit, perlindungan profesi
guru dapat diartikan sebagai perlindungan
individual terhadap guru di dalam
menjalankan tugas profesionalnya. dan
2. dalam arti luas, Perlindungan profesi guru
dapat disebut "perlindungan fungsional",
karena tujuannya adalah agar profesi guru
dapat dilaksanakan; difungsikan dengan
sebaik baiknya.
PROBLEMATIKA GURU DALAM
MENJALANKAN PROFESI
Diera reformasi masyarakat memiliki
kecenderungan memperkarakan tindakan
guru dalam menjalankan profesinya, karena
guru memberikan sanksi fisik, non fisik,
memberikan nilai/tidak menaikkan kelas/tidak
meluluskan peserta didik, dll. yang dapat
mengantarkan guru ke penjara dan
mengancam status kepegawaianya.
Disi lain guru dituntut menghasilkan siswa
pintar dan berbudi.
Perlindungan Hukum
Profesi Guru
(1) Guru sebagai “subyek”, yaitu
perlindungan guru terhadap
perbuatan yang dilakukannya
sendiri dalam melaksanakan
tugas profesinya;
(2) Guru sebagai “obyek/korban”,
yaitu perlindungan guru atas
tindakan orang lain.
Perlindungan Hukum
Profesi Guru
Guru sebagai Subyek
Dalam menjalankan tugas sebagai guru,
dibatasi dengan UU, yaitu KUHP dan UU
Perlindungan anak ( UU No. 23 tahun
2002)

Guru sebagai Obyek


Dalam menjalankan tugasnya sebagai guru,
guru dilindungi oleh KUHP dan UU Sisdiknas
( ps. 40 d UU No 20 tahun 2003 )
Guru sebagai Pendidik
Menjadi dilematis :
“antara tuntutan profesi dan perlakuan
pihak lain (ortu/masy)“
Guru dituntut mampu menghantarkan
peserta didik mencapai tujuan
pendidikan. Disisi lain kadang harus
berhadapan dg UU. (mis. UUPA, KUHP,
dll.).
Pend.Gagal !! Guru dipersalahkan.
Guru sebagai Kepala
Sekolah
Guru dengan tugas tambahan Kepala
Sekolah bertugas mengambil keputusan
dan penanggung jawab kegiatan.
Atas tugas tersebut guru bisa
diperkarakan atas keputusannya,
karena tidak menaikkan siswa, diduga
melakukan tindakan Korupsi,
penggelapan dll.
Guru Sebagai Warga
Masyarakat

 Hidup berkeluarga, dapat


berperkara dengan istri dan
anaknya dalam lapangan
hukum perdata maupun pidana.
 Hidup bermasyarakat, dapat
berperkara dan orang lain dalam
lapangan pidana, dan Perdata.
KUHP

Pasal 359 Pasal 360


• Barang siapa karena • Barang siapa karena
kealpaannya me- kealpaannya me-
nyebabkan matinya nybabkan orang lain
orang lain,diancam dg mendapat luka2 berat,
pidana penjara paling diancam dg pidana
lama 5 th atau penjara paling lama 5 th
kurungan paling lama 1 atau kurungan paling
th. lama 1 th.
Tindakan guru di sekolah yang
dapat dikatagorikan tindak pidana:

1. Berdasarkan UU NO 23 TH 2002
Undang-Undang Perlindungan Anak
Anak didalam dan dilingkungan
sekolah wajib dilindungi dari
tindakan kekerasan yg dilakukan oleh
guru, pengelola sekolah atau
teman-temannya di dalam sekolah
yang bersangkutan atau lembaga
pendidikan lainnya. (Ps 54)
Pasal 80

(1) Setiap orang yang melakukan kekerasan


atau ancaman kekerasan, atau
penganiayaan terhadap anak, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 3 th 6 bl.
(2) mengakibatkan luka berat dipidana
penjara paling lama 5 th
(3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) mati, maka pelaku
dipidana dengan pidana penjara paling
lama 10 (sepuluh) tahun
Perbuatan Cabul
( ps. 82 )
Setiap orang yang dengan sengaja
melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan,
memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian
kebohongan, atau membujuk anak untuk
melakukan atau membiarkan dilakukan
perbuatan cabul, dipidana dengan pidana
penjara paling lama 15 th dan paling singkat 3 th
dan denda paling banyak Rp 300.000.000 dan
paling sedikit Rp 60.000.000,-
Ketentuan Pidana UU ITE
Pasal 45
1) Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki
muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
2) Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikandan/atau membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki
muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Pasal 41 UUGD
Guru wajib menjadi anggota organisasi
profesi.
Pasal 42 UUGD
Organisasi profesi guru mempunyai
kewenangan :
 menetapkan dan menegakkan kode etik
guru;
 memberikan bantuan hukum kepada guru;
 memberikan perlindungan profesi guru;
 melakukan pembinaan dan pengembangan
profesi guru; dan
 memajukan pendidikan nasional.
LKBH PGRI

PREVENTIF PENYELESAIAN
 Penyuluhan Hukum  Bantuan hukum
 Sosialisasi Hukum secara non litigasi
 Seminar,/  Bantuan Hukum
Workshop Hukum Secara litigasi
 Konsultasi Hukum
• Kode etik adalah kumpulan peraturan-
peraturan atau norma-norma kesusilaan bagi
para guru sebagai pedoman bersikap, berbuat
atau bertindak dalam praktek keguruannya.
• Kode etik guru juga merupakan perangkat
untuk mempertegas atau mengkristalisasi
kedudukan dan peranan guru serta sekaligus
untuk melindungi profesinya.
Kewajiban Guru Kode dalam Etik

1. Kewajiban Umum
2. Kewajiban Guru terhadap peserta didik
3. Kewajiban Guru terhadap orang tua/wali
peserta didik
4. Kewajiban Guru terhadap masyarakat
5. Kewajiban Guru terhadap teman sejawat
6. Kewajiban Guru terhadap Profesi
7. Kewajiban Guru terhadap Organisasi Profesi
8. Kewajiban Guru terhadap Pemerintah