Anda di halaman 1dari 7

4.0 A.

Pedoman pelayanan gizi


Pelayanan gizi rumah sakit adalah pelayanan gizi yang
disesuaikan dengan keadaan pasien dan berdasarkan keadaan
klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuhnya.

• STANDAR KETENAGAAN

• STANDAR FASILITAS

• TATA LAKSANA PELAYANAN

• LOGISTIK

• KESELAMATAN PASIEN

• KESELAMATAN KERJA

• PENGENDALIAN MUTU
4.0 B. Kebijakan pelayanan gizi
• Kebijakan Umum

 Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
 Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien.
 Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
 Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur
operasional yang berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak pasien.
 Pelayanan unit dilaksanakan dalam 24 jam.
 Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
 Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin bulanan
minimal satu bulan sekali.
 Setiap bulan wajib membuat laporan.
• Kebijakan khusus
 Setiap pasien Rumah Sakit Permata Bekasi memimiliki satu nomor gizi.
 Penyimpanan gizi pasien rawat inap disimpan didalam satu tempat.
 Setiap pasien yang pulang rawat inap dibuatkan ringkasan perawatan pasien (resume).
 Kegiatan pelayanan medis dilaksanakan dengan membuat sensus harian
 Seluruh pelayanan dokumen gizi dilaksanakan oleh petugas gizi
 Setiap pasien yang masuk ke rumah sakit permata dientry melalui admision
 Permintaan Gizi hanya bisa diberikan untuk kepentingan pengobatan pasien dan untuk kepentingan
lain harus sesuai aturan, dan pinjaman menggunakan bon peminjaman.
 Karu Rawat Inap bertanggung jawab atas kembalinya berkas Gizi pasien rawat inap yang keluar
perawatan dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam.
 Semua pofesi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien diwajibkan menulis
seluruh pelayanan yang diberikan pada lembar Gizi yang sudah ditentukan, dilengkapi dengan tanda
tangan / paraf dan inisial nama.
 Penanggung jawab berkas Gizi bertanggung jawab atas pengembalian dan pendistribusian berkas
Gizi.
 Berkas Gizi yang telah dikembalikan ke Instalasi Gizi yang belum lengkap, wajib dilengkapi oleh
profesi tenaga kesehatan yang bersangkutan.
 Instalasi Gizi bertanggung jawab atas laporan berkala yang telah ditetapkan, baik untuk kepentingan
eksternal maupun internal.
 Seluruh hasil pemeriksaan pelayanan penunjang wajib ditempelkan pada lembar Gizi yang telah
ditetapkan.
 Instalasi Gizi bertanggung jawab atas tersedianya informasi kegiatan pelayanan dan indikator rumah
sakit yang telah ditetapkan.
 Seluruh pelayanan Gizi wajib berorientasi pada kepuasan pelanggan.
 Bagi pasien yang memerlukan data Gizi, dapat diberikan resume atau ringkasan perawatan pasien,
hasil pemeriksaan dan riwayat pelayanan telah diberikan.
4.1 Pelayanan terapi gizi
• PANDUAN PELAYANAN GIZI
Pelayanan gizi di rumah sakit adalah merupakan bagian
dari pelayanan medik di rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan
gizi pasien baik rawat inap maupun rawat jalan sesuai dengan
kondisi penyakit yang dialami.
• SPO Penetapan Diet Pasien
• SPO Pemesanan Makan Pasien
• SPO EDUKASI PEMBERIAN MAKANAN DARI LUAR RUMAH
SAKIT
• spo edukasi pasien
• Spo distribusi makanan
• Form skrining sga
• Form skrining lanjut
• Form skrining awal
• Form recall
• Form pola makan
5.1 Pelayanan terapi gizi
terintegrasi
Terapi gizi terintegrasi adalah pelayanan
gizi klinik dan asuhan gizi yang merupakan
bagian dari pelayanan medis untuk
penyembuhan pasien yang diselenggarakan
secara tepadu dengan upaya pelayanan gizi
promotif, preventif dan rehabilitatif.
Tata laksana:
• Proses terapi gizi:

 Assesmen/Pengkajian Gizi
 Diagnosis Gizi
 Intervensi Gizi
 Monitoring dan Evaluasi
 Konseling
 Koordinasi Pelayanan
 Tenaga Kesehatan Lainnya
 Dokumentasi