Anda di halaman 1dari 12

Fakultas Teknologi Informasi – Prodi Teknik Informatika - 2018

MATERI KESEPULUH(B)
PENGEMBANGAN (APLIKASI)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
(BAGIAN KEDUA)

Fase
Analisis - Perancangan
• Pendahuluan (Analisis dan Perancangan)
• Prinsip Analisis dan Perancangan
• Requirement dan Model Analisis
• Model Perancangan
UNISBANK (Universitas Stikubank) - Semarang
PENDAHULUAN
Proses Analisis dan Perancangan adalah dua hal yang berbeda.
 Fase Analisis digunakan untuk mendefinisikan masalah atau kebutuhan
(mengenai sistem) dalam perspektif pengguna.
 Produk Fase Analisis merupakan solusi sistem bagi pengguna, apa saja yang
dilakukan oleh sistem beserta batasannya dan terlepas dari cara untuk
mencapainya dan bagaimana mengimplementasikannya.
 Dengan analisis, suatu sistem diharapkan dapat diuraikan secara utuh menjadi
komponen-komponen dasarnya dengan tujuan untuk mengidentifikasi,
mengevaluasi permasalahan dan kebutuhan yang diharapkan.
 Dengan melakukan analisis, seorang analyst dapat menentukan fungsi
(prosedur), unjuk kerja dan hambatan yang mungkin dihadapinya.
 Fase Perancangan (design) adalah kelanjutan dari fase Analisis. Pekerjaan yang
dilakukan dalam fase ini, berdasarkan masukan (produk) fase sebelumnya.
 Pada fase Perancangan, perancang akan menuliskan/menggambarkan
bagaimana requirements (yang tertulis dalam dokumen [SRS]) akan dicapai.
tanpa memperhatikan bagaimana mengimplementasikan (termasuk coding,
scripting, pemrograman atau perangkat keras yang akan digunakan).
Prinsip Analisis dan Perancangan
Prinsip Analisis.[Pressman,1997]
 Domain data atau informasi perlu dipahami dengan
baik dan kemudian direpresentasikan
 Fungsi-fungsi (prosedur atau proses) yang dimiliki
atau yang akan dijalankan oleh sistem perangkat
lunak perlu didefinisikan
 Tingkah Laku (behavior) sistem perangkat lunak
perlu direpresentasikan.
 Model-model data/informasi, fungsi dan behavior
masing-masing ditulis (direpresentasikan) dalam
bagian yang terpisah.
 Proses analisis dimulai dari data / informasi umum
(esensial) menuju implementasi detail
(dekomposisi)
Prinsip Analisis dan Perancangan
Prinsip Perancangan [Pressman,1997]
 Proses perancangan harus terbebas dari pandangan ke arah tertentu
saja. Perancang memperhatikan pendekatan-pendekatan alternatif,
menilai secara obyektif berdasarkan kebutuhan masalahnya
 Hasil rancangan harus dapat ditelusuri dari model analisisnya. Karena
suatu elemen model perancangan sering berkaitan erat dengan
berbagai requirements yang berasal dari model analisisnya.
 Perancangan perlu realitis, di mana struktur perancangan perangkat
lunak sebaiknya sedekat munkin denan struktur domain masalah
(meminimumkan perbedaan perangkat lunak dengan masalah di
dunia nyata).
 Perancangan harus terstruktur untuk memudahkan perubahan.
 Perancangan bukan coding (pemrograman atau implementasi),
sebaliknya coding bukanlah perancangan. Meskipun perancangan
yang dilakukan hingga ke tingkat detail prosedur (method, proses
atau fungsi) sebagai komponen program, tingkat abstraksi model
perancangan masih lebih tinggi dari source code (hasil proses
coding).
Requirement dan Model Analisis - 1
Pendahuluan Requirements
 Requirements merupakan produk pada fase analisis.
 Requirements dapat dinyatakan dengan bentuk kalimat (diberi nomor
pengenal) untuk membuat deskripsi-deskripsi yang detail, jelas dan teliti
atau dengan membuat bentuk-bentuk model-model analisis tentang hal-hal
apa saja yang akan dibngun dan dilakukan oleh sistem.
 Requirement juga masih bergantung dari template dokumen (Software
Requirement Specification/ SRS)
 SRS adalah dokumentasi dari kebutuhan pokok (fungsi, kinerja, hambatan
desain dan atribut) dari perangkat lunak dan antar muka eksternal dari
perangkat lunak tersebut.
 Jenis Requirement : Fungsional, Non-fungsional, dan unjuk kerja sistem
 Requirements Fungsional akan mendefinisikan fungsi-fungsi yang dilakukan
oleh sistem (aplikasi SIG) yang bersangkutan. Requirements Non Fungsional
pada umumnya merupakan keterangan tambahan, batasan, atau penjelasan
detail bagi requirements fungsional. Requirements unjuk-kerja sistem
biasanya merupakan keterangan-keterangan mengenai persyaratan di mana
sistem akan berjalan dengan baik atau aturan, kondisi, kemampuan dan
unjuk kerja (performance) yang diberikan / dihasilkan oleh sistem yang
bersangkutan secara keseluruhan (kesisteman).
Requirement dan Model Analisis - 2
Pendahuluan Model Analisis
 Model Analisis adalah salah satu cara untuk
menyatakan Requirements sistem.
 Jenis Model Analisis adalah Data, Fungsional dan
Tingkah Laku
 Model Analisis menjelaskan aspek-aspek :
a. Apa-apa yang diperlukan oleh pengguna
b. Basis yang digunakan untuk pengembangan perangkat
lunak
c. Sekumpulan requirement yang dapat divalidasi ketika
perangkat lunaknya dibangun
 Model ini dibuat dengan bantuan notasi grafis yang
menggambarkan aliran informasi/data, proses
(fungsi & prosedur), behavior sistem dan
karakteristik lainnya
Requirement dan Model Analisis – 3
Model Analisis – Pemodelan Data
 Hasil dari Pemodelan data disebut Model Data
 Pemodelan data dapat menjawab pertanyaan di
seputar aplikasi pemrosesan data :
1. Objek data apa yang akan diproses
2. Bagaimana komposisi setiap objek data
3. Atribut apa yang digunakan untuk mendeskripsikan
setiap objek
4. Di mana tempat setiap objek
5. Bagaimana relasi setiap objek terhadap objek
lainnya
6. Bagaimana relasi antara objek dengan proses yang
menstransformasikannya?
Requirement dan Model Analisis – 4
Model Analisis – Pemodelan Fungsional
 Pemodelan Fungsional menggambarkan aliran
Data / informasi melalui sistem komputer
(aplikasi SIG).
 Pemodelan Fungsional dapat menyatakan
requirement sistem dalam bentuk grafis, yang
dikaitkan dengan data sebagai masukan / bahan
requirement sistem dan informasi sebagai
keluaran /hasil requirement sistem.
 Pemodelan Fungsional dapat digambarkan
dengan DFD, Flowchart Sistem, Use Case dll.
Requirement dan Model Analisis – 5
Model Analisis – Pemodelan Tingkah Laku
(Behavior)
 Pemodelan Tingkah Laku diperlukan untuk SIG
yang realtime dan control yang sangat concern
dengan waktu, proses dan status-status.
 Pemodelan Tingkah Laku ini menggunakan STD
(State Transition Diagram) untuk
menggambarkan status-status berkut events
yang dapat menyebabkan perubahan status itu.
 Dapat juga pemodelan ini menggunakan notasi
grafis Aktivity Diagram untuk menggambarkan
event-event dari SIG.
Requirement dan Model Analisis – 6
Contoh Requirements
Requirement dan Model Analisis – 7
Contoh Model Analisis – Pemodelan Fungsional
Requirement dan Model Analisis – 8
Contoh Model Analisis – Pemodelan Tingkah Laku