Anda di halaman 1dari 9

DASAR HUKUM PRASARANA

dan LALU LINTAS

Lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peranan


yang sangat penting dan strategis, sehingga :
• penyelenggaraannya dikuasai oleh negara, dan
• pembinaannya dilakukan oleh pemerintah

Tujuannya adalah untuk mewujudkan lalu lintas dan


angkutan jalan yang :
- Selamat, aman, cepat, lancar,
- tertib dan teratur, nyaman dan efisien,
- mampu memadukan transportasi lainnya,
- menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan,
- menunjang pemerataan pertumbuhan dan stabilitas,
- sbg pendorong, penggerak dan penunjang Pemb. nasional
dengan biaya terjangkau oleh daya beli masyarakat.
Pembinaan di bidang lalu lintas
jalan, meliputi aspek-aspek :
- Pengaturan
- Pengendalian dan
- Pengawasan

Ditujukan untuk : - Keselamatan


- Keamanan
- Ketertiban dan
- Kelancaran Lalu Lintas

Disamping itu, pembinaan lalu lintas jalan juga harus


memperhatikan aspek kepentingan umum dan masyarakat
pemakai jalan, kelestarian lingkungan, Tata ruang,
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hubungan
internasional serta koordinasi antar wewenang pembinaan
lalu lintas jalan di tingkat pusat dan daerah serta antar
instansi, sektor dan unsur terkait lainnya.
LATAR BELAKANG
Diperlukannya:

• Untuk pembinaan lalin jalan : Penetapan aturan-aturan umum


yang bersifat seragam dan berlaku secara nasional serta
dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan lalin yang
berlaku secara internasional.

• Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam


penggunaan dan pemanfaatan jalan : Ketentuan-ketentuan
bagi pemerintah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan spt:
- perencanaan: pengaturan, pengawasan dan pengendalian
lalin.
- Perencanaan: Pengadaan, pemasangan, dan pemeliharaan
fasilitas perlengkapan jalan di seluruh jaringan jalan primer
dan sekunder yang ada di tanah air baik yang merupakan
Jalan Nasional, Jalan Propinsi, Jalan Kabupaten/Kota,
maupun Jalan Desa.
Apa Saja yang diatur dalam
Peraturan Pemerintah tentang LLAJ ?

Untuk kepentingan pemerintah maupun


masyarakat diatur ketentuan-ketentuan
mengenai prasarana lalu lintas dan angkutan
jalan yang meliputi antara lain :

Kelas-kelas jalan Jaringan Lintas Angkutan Barang

Fasilitas Pejalan Kaki Terminal Penumpang dan Barang

Fasilitas Parkir Rambu-rambu Fasilitas Penyeberangan Orang

Alat Pemberi Isyarat Lalin Marka Jalan Dan Lain Sebagainya

Semuanya itu merupakan unsur penting dalam


menyelenggarakan lalin dan angkutan jalan yang berdaya guna
dan berhasil guna serta dalam rangka memberikan perlindungan
keselamatan, keamanan, kemudahan serta kenyamanan bagi para
pemakai jalan.
Landasan Hukum Prasarana
dan Lalu Lintas
Undang-undang
No.14/1992
Tentang LLAJ
Bab IV Prasarana
Bab VII Lalu Lintas

PP No. 22/1990 tentang


Penyerahan sebagian urusan PP No. 43/1993 tentang
pemerintahan di bidang LLAJ Prasarana dan Lalu
kepada Dati I dan Dati II Lintas Jalan

Keputusan Menteri Perhubungan yang berkaitan


dengan Rekayasa dan Manajemen lalu lintas:
No. 60 tahun 1993
No. 61 tahun 1993
No. 65 tahun 1993
No. 66 tahun 1993
No. 4 tahun 1993
No. 3 tahun 1994
No. 5 tahun 1995
No. 48 tahun 1997
UNDANG UNDANG No. 14 TAHUN 1992
Bab IV mengenai prasarana yang meliputi :
 Jaringan transportasi jalan pada pasal 6
 Kelas jalan dan penggunaan jalan pada pasal 7 dan 8
 Terminal pada pasal 9 dan pasal 10
 Fasilitas parkir untuk umum pada pasal 11

Bab VII mengenai Lalu lintas, meliputi :


• Tata cara berlalu lintas : pasal 21 sampai pasal 24
• Penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas : pasal 25
• Pejalan Kaki : pasal 26
• Kecelakaan lalu lintas : pasal 27 s/d pasal 31
• Asuransi : pasal 32 dan pasal 33

PR 1 :
Cari bunyi pasal-pasal pada Bab IV dan VII tersebut,
Kumpulkan Minggu Depan Ok, Tq
PR Tambahan :
PERATURAN PEMERINTAH YANG TERKAIT

KEPMEN. Perhubungan No.60 Tahun 1993 tentang Marka


Jalan
KEPMEN. Perhubungan No.61 Tahun 1993 tentang Rambu-
rambu Lalu Lintas di Jalan
KEPMEN. Perhubungan No.65 Tahun 1993 tentang Fasilitas
Pendukung Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
KEPMEN. Perhubungan No.66 Tahun 1993 tentang Fasilitas
Parkir Umum
KEPMEN. Perhubungan No.4 Tahun 1993 tentang Cara
Parkir Kendaraan bermotor di Jalan
KEPMEN. Perhubungan No. Tahun 1994 tentang Alat
Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan
KEPMEN. Perhubungan No.5 Tahun 1995 tentang
Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di
Jalan
KEPMEN. Perhubungan No.48 Tahun 1997 tentang
Kendaraan tidak bermotor dan Penggunaannya di Jalan
MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS
Pasal 2 PP 43/1993 menyebutkan bahwa manajemen lalu lintas
meliputi kegiatan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan
pengendalian lalu lintas.

PERENCANAAN LALU LINTAS


1. Inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan. Inventarisasi
dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pelayanan pada setiap
ruas jalan dan persimpangan.
2. Penetapan tingkat pelayanan yang diinginkan. Dapat dilakukan
dengan memperhatikan :
Rencana umum jaringan transportasi jalan
Peranan, kapasitas dan karakteristik jalan
Kelas jalan
Karakteristik lalu lintas
Aspek lingkungan
Aspek sosial dan ekonomi
PENGATURAN LALU LINTAS
Kegiatan pengaturan lalu lintas meliputi kegiatan penetapan
kebijaksanaan lalu lintas pada jaringan atau ruas-ruas jalan tertentu.
Termasuk penataan sirkulasi lalu lintas, penentuan kecepatan
maksimum dan atau minimum, larangan penggunaan jalan, larangan
dan atau perintah bagi pengguna jalan
REKAYASA LALU LINTAS
Pasal 4 PP 43/93 menyatakan bahwa dalam rangka pelaksanaan
manajemen lalu lintas di jalan, dilakukan rekayasa lalu lintas.
REKAYASA LALU LINTAS MELIPUTI :
1. Perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan jalan
2. Perencanaan, pengadaan, pemasangan, dan pemeliharaan
rambu-rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, serta
alat pengendali dan pengaman pemakai jalan

WASSALAM ‘N THANK YOU