Anda di halaman 1dari 7

LAMBANG BHINNEKA

TUNGGAL IKA
Disusun Oleh :
KELOMPOK 1 ANGKATAN 2
Aprilia Masyhudi Nisa
Asri M.Khoiri Ratna
Budi Niken Zaky
SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA

• Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan nasional


kemunculannya dimulai sejak negara Republik Indonesia
merdeka, terutama ketika terjadi pembicaraan terbatas
antara Bung Karno, Muhammad Yamin, dan I Gusti
Bagus Sugriwa disela-sela sidang BPUPKI, yakni sekira
dua setengah bulan sebelum proklamasi kemerdekaan
Indonesia (Kusuma, 2004).
Lanjutan .... Sejarah Bhinneka Tunggal Ika
• Bhinneka Tunggal Ika diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada menggunakan
bahasa sansekerta “Rwāneka dhātu winuwus wara Buddha Wiśwa, bhinnêki
rakwa ring apan kěna 80 parwanosěn, mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa
tunggal, bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” yang jika
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah “Konon dikatakan bahwa
Wujud Buddha dan Siwa itu berbeda. Mereka memang berbeda. Namun,
bagaimana kita bisa mengenali perbedaannya dalam selintas pandang? Karena
kebenaran yang diajarkan Buddha dan Siwa itu sesungguhnya satu jua.
Mereka memang berbeda-beda, namun hakikatnya sama. Karena tidak ada
kebenaran yang mendua (Setyani, 2009 dalam Wantanas, 2018).
Implementasi Bhinneka Tunggal Ika
• Nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus mampu diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas mengetahui arti dan
penjelasan atas konsep Bhinneka Tunggal Ika saja. Bila setiap
warganegara memahami makna dan meyakini akan ketepatan Bhinneka
Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, serta mau dan
mampu mengimplementasikan secara tepat dan benar dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, maka Indonesia sebagai sebuah negara
bangsa akan tetap kokoh dan bersatu selamanya.
MULTIKULTURALISME

• Multikulturalisme dalam konteks Indonesia dapat


diartikan sebagai suatu paham yang menyatukan
perbedaan budaya pada masyarakat, namun
budaya-budaya yang berbeda itu tetap ada dan
dipertahankan, karena itu dikenal istilah
kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah.
Lanjutan.....
• Paham multikultural menekankan adanya pemahaman akan perbedaan sosial
dan budaya masyarakat. Multikulturalisme oleh karenanya dapat dipandang
sebagai suatu tali pengikat yang mengakomodir segala bentuk perbedaan,
baik suku bangsa, agama, ras, adat-istiadat, dan lain sebagainya dalam suatu
kerangka nasional yang dalam hal ini adalah NKRI.
• Keragaman suku bangsa, agama, dan budaya yang diwarisi oleh bangsa
Indonesia dalam sejarah mengharuskan bangsa Indonesia bersatu.
Keragaman itu merupakan kekayaan yang harus dipersatukan, tetapi tidak
boleh diseragamkan, dengan demikian, prinsip persatuan Indonesia tidak
dipersempit maknanya.
MAKNA PERSATUAN DAN KESATUAN

• Persatuan Indonesia dijadikan sebagai salah satu prinsip dasar dalam


kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
• Nilai persatuan menjadi kekuatan terbentuknya Negara Kebangsaan
Indonesia yang merdeka.
• Sila Ke-3 pancasila meletakkan dasar kebangsaan sebagai simpul
persatuan Indonesia yang terpatri lebih jauh dalam slogan negara
Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu
jua.