Anda di halaman 1dari 16

Inteligensi berasal dari bahasa latin “Intelegensia”

Terdiri dari kata “inter” (diantara), “Lego” (memilih)

Dalam bahasa Inggris “Intelligence”

Orang Indonesia mengartikan


“Kecerdasan”
Menurut Claparde dan Stern : Inteligensi adalah kemampuan untuk
menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan kondisi baru.

Menurut Papalia & Olds (1986) : “Inteligensi merupakan interaksi aktif


antara kemampuan yang dibawa sejak lahir dengan pengalaman yang
diperoleh dari lingkungan yang menghasilkan kemampuan individu untuk
memperoleh, mengingat dan menggunakan pengetahuan, serta mengerti
makna dari konsep kongkrit dan abstrak.

Sedangkan menurut David Wechsler, Intelegensi adalah kemampuan


individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan
menguasai lingkungan secara efektif.
Teori Inteligensi Spearman (1863-1945) : Mengenai
analisa faktor dengan menggunakan angka-angka (skor). Ia
berkeyakinan bahwa apabila seseorang memiliki skor yang
tinggi pada satu bidang tertentu, maka ia akan memiliki skor
yg tinggi pula pada bidang yg lain. Ia juga meyakini bahwa
kecerdasan manusia hanya dikuasai oleh satu faktor (g)
(General Intelligence) saja.

Teori Thurstone (1887-1955) : Mengenai tujuh kemampuan


mental manusia, yaitu : 1) Kemampuan dlm pemahaman
bahasa, 2) Kemampuan berfikir logis, 3) Kemampuan dlm
mendeteksi persamaan/perbedaan dlm gambar,
4) Kemampuan berhitung, 5) Kemampuan berfikir tentag
kosakata secara cepat, 6)Ingatan Asosiatif, 7) Kemampuan
dlm menentukan bentuk benda dlm posisi yg berbeda.
 Menurutnya bahwa Inteligensi tidak hanya di tentukan oleh satu
faktor (g) saja akan tetapi bisa terdiri dari banyak faktor. Sehingga
muncul teorinya mengenai Multiple Intelligence.
 Teori yg dikembangkannya lebih cenderung kepada basis
kemampuan (life skill). Beliau membagi kecerdasan menjadi 8
bagian :
1. Kecerdasan Visual-Spasial 5. Kecerdasan Musikal
2. Kecerdasan Verbal linguistik 6. Kecerdasan Intrapersonal
3. Kecerdasan koordinasi 7. Kecerdasan Interpersonal
gerak tubuh (kinestetik) 8. Kecerdasan Naturalistik
4. Kecerdasan Matematika-
Logis
Teori Inteligensi Stenberg (1985)

“Individu yang sedang melakukan kegiatan dalam pemecahan masalah


memerlukan informasi yg telah di perolehnya untuk memecahkan
masalah yg sedang di hadapinya”

Triarchic Theory
(Teori bercabang tiga)

Componential Experiental Sub Contextual Sub


Sub Theory Theory Theory
(Kemampuan (Kemampuan (Kemampuan
menganalisa pemecahan masalah adaptasi thdp
masalah) dgn kreatif) setiap masalah )
Fluid Intelligence
(Gf)
Kemampuan dlm teknik
penyelesaian masalah yg baru

Inteligensi

Crystallized
Intelligence (Gc)
Kemampuan dlm
mengemukakan pengalaman2
untuk penyelesaian masalah

Papalia & Olds (1986:230)


 Alfred Binet (1905)
Ia dan T. Simon adalah perintis tes IQ (mental
age) pertama kali di Prancis. Tujuan tes ini
adalah untuk memprediksi performa di
sekolah. Jadi mereka ingin menentukan mana
anak yg berkebutuhan khusus atau tidak agar
anak2 tsb dapat berkembang optimal.
Untuk mengukur kecerdasan anak-anak ia
lebih menekankan kepada keterampilan
verbal yg memiliki tingkat kesulitan yg teratur.
Tes IQ-nya dinamakan Binet-Simon
Intelligence Scale.
Rumus pengukuran IQ Binet & Simon adalah :
Dalam menentukan umur anak harus berhati-hati karena
ketika umur anak salah maka keseluruhan tes juga akan
salah semua.
 Umur anak diperoleh dari tanggal tes dikurangi dengan
tanggal lahir anak. Ex: 12 30
Testing : 2010 06 5
Lahir : 2005 06 15
Umur 4 11 20

 Jadi umur anaknya adalah 4 tahun 11 bulan 20 hari.


 Kemudian dibulatkan menjadi 5 thn.

9
Keterangan:
≤ 90 Kurang Cerdas
90 – 100 Di bawah Rata-rata
100 – 110 Rata-rata
110 – 120 Di atas Rata-rata
120 – 130 Cerdas
≥ 130 Sangat Cerdas
 David Wechsler (1896)
Tes Wechsler ini mencakup 3 jenis alat tes :
 Wechsler Adult Intelligence Scale-Revised (WAIS-R),
dipublikasikan tahun 1939. Item tes WAIS-R mencakup
pengetahuan umum, atirmarik, kosa-kata, melengkapi gambar
yang belum lengkap, menyusun balok dan gambar, serta
menyusun objek.
 Wechsler Intelligence Scale for children-Revised (WISC-R),
Fungsi tes ini ialah untuk mengetahui perkembangan kecerdasan
kognitif anak. Menurut serangkaian penelitian WISC hanya cocok
digunakan untuk mengevaluasi inteligensi, bukan untuk
mendiagnosa anak berkebutuhan khusus. WISC sangat cocok
untuk mengukur ketimpangan skor inteligensi dengan pencapaian
hasil belajar anak di sekolah.
Wechsler preschool and primary scale of intelligence (WPPSI).
Materi tes ini dibuat dengan beraneka warna untuk menarik
perhatian anak.
 J.V. Raven (1943)
Ia adalah perancang skala tes Inteligensi yg diberi nama “The Standart
Progressive Matrices (SPM)”. Alat tes ini adalah salah satu bentuk
skala inteligensi yang dapat diberikan secara individual maupun secara
kelompok.
SPM merupakan alat tes yang bersifat non-verbal, artinya materi
soalnya diberikan tidak dalam bentuk tulisan ataupun bacaan melainkan
dalam bentuk gambar-gambar. Karena instruksi pengerjaannya
diberikan secara lisan, maka alat tes ini dapat digunakan untuk subjek
yang buta huruf sekali pun. Diciptakan pertama kali di tahun 1936,
diterbitkan pertama kali di tahun 1983, SPM ini telah mengalami
berbagai revisi sampai revisi terakhir yang dijumpai di Indonesia yaitu
revisi tahun 1960 (dalam Azwar 1996 :119).
 Pada awalnya di teliti oleh Howard Gardner (dosen Harvard), Peter
Salover (dosen Yale), dan John Mayer (dosen New Hampshire) pada
tahun 1970 - 1980
 Pada tahun 1995, Daniel Goleman mempopulerkan teori ini lewat
bukunya yg fenomenal “Emotional Intelligence: Why it can matter
more than IQ”
 Menurut Goleman (1996) kecerdasan intelektual (IQ) bila tidak disertai
dengan pengolahan emosi yang baik tidak akan menghasilkan
seseorang sukses dalam hidupnya. Peranan IQ hanyalah sekitar 20%
untuk menopang kesuksesan hidup seseorang, sedangkan 80%
lainnya ditentukan oleh faktor yang lain. Selanjutnya ia mengatakan
bahwa pentingnya pengelolaan emosi bagi manusia dalam
pengambilan keputusan bertindak adalah sama pentingnya, bahkan
seringkali lebih penting daripada nalar, karena menurutnya,
kecerdasan intelektual tidak berarti apa-apa bila emosi yang berkuasa.
 Dipopulerkan oleh pasangan suami-istri, Danah Zohar dan
Ian Marsal pada tahun 1997, di Amerika Serikat.
 Menurut pendapat mereka, “kecerdasan spiritual merupakan
kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan
makna dan nilai dalam kehidupan”.
 Kecerdasan ini terletak dalam suatu titik yang disebut dengan
God Spot (titik tuhan)
 Sedangkan menurut Ary Ginanjar (dalam ESQ), bahwa SQ
adalah kemampuan untuk mendengar suara hati kita.
 Kecerdasan spiritual merupakan penyeimbang dari 2
kecerdasan sebelumnya yaitu IQ dan EQ.
 Orang yang memiliki IQ tinggi tetapi tidak dibarengi dengan
EQ, jauh dari kesuksesan.
 Tetapi bila IQ dan EQ tanpa disertai SQ, maka ia akan
menjadi perusak bangsa. Contohnya : Hitler
 Bila SQ tanpa IQ dan EQ, maka ia bagaikan “Pertapa”

IQ
EQ
SQ

Kesempurnaan Hidup