Anda di halaman 1dari 11

FAUZAN HAMZAH (1764190183)

MOHAMMAD IMAM FAHRULLAH (1764190140)


RYAN ESA (1764190220)
MBO
MBO Secara garis besar Manajemen by Objektive adalah proses
di mana manajer tingkat bawahan dan atasan secara bersama-sama
mengidentifikasikan tujuan umum organisasi, termasuk menetapkan
kawasan tanggung jawab setiap individu untuk menetapkan kawasan
hasil yang diharapkan, dan dalam hal ini tolak ukur yang dipergunakan
sebagai pedoman operasi unit dan penafsiran konstribusi yang telah
dicapai oleh para anggotanya.
Secara umum evaluasi keberhasilan untuk menentukan kemajuan bidang
manajemen PR/Humas berdasarkan konsep Manajemen by Objektive yaitu sebagai
berikut :
1. Penerapan motivasi untuk pencapaian tujuan bersama antara pimpinan dan
bawahan untuk memperoleh satu bahasa.
2. Melibatkan setiap karyawan dan manajer untuk berdiskusi, bersepakat,
otonom dengan mengikat tanggung jawab penugasan, pelaksanaan dan
pencapaian tujuan dalam waktu yang ditentukan secara bersama-sama.
3. Proses dan pengecekan pelaksanaan perencanaan kerja dilakukan secara
bersama-sama antar pimpinan dan bawahan.
4. Proses MBO dalam menajemen PR pada suatu manajemen organisasi
perusahaan melalui teknik-teknik pengorganisasian.
Maka ciri-ciri dari model MBO, yaitu :
a. Terdapat interaksi antara atasan dan bawahan.
b. Pimpinan (manajer) dan karyawan (bawahan) menentukan bersama
sasaran dan kriteria suatu pekerjaan yang akan dilaksanakan.
c. Penekanan pada sasaran kerja masa sekarang dan tujuan hasil masa yang
akan datang perusahaan.

jadi, kepentingan menerapkan PR-MBO adalah untuk mencapai


efektivitas manajemen organisasi demi tujuan bersama dalam organisasi.
PERT

Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah suatu model


jaringan yang mampu memetakan waktu penyelesaian kegiatan yang acak.
PERT dikembangkan pada akhir tahun 1950-an untuk proyek U.S. Navy’s
Polaris yang memiliki ribuan kontraktor.
PERT dikembangkan agar tercipta ruang/potensi untuk pengurangan
waktu dan biaya yang diperlukan untuk penyelesaian proyek tersebut.

Diagram (Jaringan) PERT


Dalam pengelolaan proyek, sebuah ‘aktivitas’ adalah kegiatan yang
harus dikerjakan dan sebuah ‘event’ atau ’acara’ merupakan tahapan
penyelesaian dari satu atau lebih kegiatan. Sebelum sebuah kegiatan dapat
dimulai, semua kegiatan yang menjadi prasyarat bagi kegiatan tersebut harus
sudah terselesaikan.
Proses perencanaan PERT meliputi langkah-langkah berikut:
• Mengidentifikasi kegiatan (activities) dan tonggak proyek (milestones) yang
spesifik,
• Menentukan urutan yang tepat dari kegiatan-kegiatan,
• Menyusun model diagram jaringan,
• Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk masing-masing kegiatan,
• Menentukan tahapan dan jalur kritis,
• Melakukan pemantauan dan evaluasi serta koreksi pada diagram PERT selama
proyek berlangsung.
Diagram PERT sangat bermanfaat bagi pengelolaan sebuah proyek karena
menyediakan informasi berikut:
• Jangka waktu penyelesaian proyek,
• Kemungkinan penyelesaian proyek sebelum tanggal yang ditentukan,
• Tahapan kegiatan yang kritis, yang dapat berdampak langsung terhadap waktu
penyelesaian proyek,
• Kegiatan yang memiliki tenggat waktu relatif longgar yang seharusnya dapat dikelola
sebagai tambahan waktu bagi tahapan kegiatan kritis,
• Tanggal kegiatan dimulai dan tanggal kegiatan berakhir (periode program).
• Keterbatasan dan kelemahan diagram PERT secara umum adalah bahwa perkiraan
atas waktu yang dibutuhkan bagi masing-masing kegiatan bersifat subyektif dan
tergantung pada asumsi. Sehingga secara umum PERT cenderung terlalu optimis
dalam menetapkan waktu penyelesaian sebuah proyek.
SWOT
Pengertian / definisi analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunities, dan Threats). Analisa SWOT adalah suatu metoda
penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit
bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa
domestik maupun multinasional. SWOT itu sendiri merupakan
singkatan dari Strength (S), Weakness (W), Opportunities (O), dan
Threats (T) yang artinya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
atau kendala, dimana yang secara sistematis dapat membantu dalam
mengidentifikasi faktor-faktor luar (O dan T) dan faktor didalam
perusahaan (S dan W). Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha
penyusunan suatu rencana matang untuk mencapai tujuan baik untuk
jangka pendek maupun jangka panjang.
Berikut saya lampirkan pengertiannya menurut salah satu pakar SWOT Indonesia, yaitu
Fredy Rangkuti. Kurang lebih seperti ini :
1. Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi
perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu
kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman”.
Petunjuk umum yang sering diberikan untuk perumusan adalah :
1. Memanfaatkan kesempatan dan kekuatan (O dan S). Analisis ini diharapkan membuahkan
rencana jangka panjang.
2. Atasi atau kurangi ancaman dan kelemahan (T dan W). Analisa ini lebih condong menghasilkan
rencana jangka pendek, yaitu rencana perbaikan (short-term improvement plan).
3. Tahap awal proses penetapan strategi adalah menaksir kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan
ancaman yang dimiliki organisasi. Analisa SWOT memungkinkan organisasi memformulasikan dan
mengimplementasikan strategi utama sebagai tahap lanjut pelaksanaan dan tujuan organiasasi,
dalam analisa SWOT informasi dikumpulkan dan dianalisa. Hasil analisa dapat menyebabkan
dilakukan perubahan pada misi, tujuan, kebijaksanaan, atau strategi yang sedang berjalan.
Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan
hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan
kelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.
Didalam penelitian analisis SWOT kita ingin memproleh hasil berupa
kesimpulan-kesimpulan berdasarkan ke-4 faktor dimuka yang sebelumnya
telah dianalisa :
1. Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O atau Maxi-maxi)
2. Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O atau Mini-maxi)
3. Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T atau Maxi-min) atau menangkal
ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
4. Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T atau Mini-mini)
FUNGSI SWOT dalam Media Relation
Dalam kontak MR, analisis SWOT dilakukan untuk melihat apa dan
bagaimana kekuatan dan kelemahan yang dimilki serta bagaimana
peluang & ancaman yang kekuatan dari organisasi dan hasil dari SWOT
biasanya dipakai pijakan untuk menyusun strategi.