Anda di halaman 1dari 39

PRESENTASI KASUS

PEMBIMBING :
dr. Rinelia Sp.JP
dr. Rohani, Sp.P
IDENTITAS PASIEN

 Nama : Tn. T
 Umur : 59 tahun
 Alamat : Pantai Cermin, Tapung
 No.RM : 215951
 MRS : 16 April 2018
ANAMNESIS
 Keluhan Utama : Sesak Nafas
 Riwayat Perjalanan Penyakit :

Pasien masuk dengan keluhan sesak nafas sejak


tadi malam. Nyeri dada (-), nyeri ulu hati, mual.
Pasien juga mengeluh sulit tidur.Bila tidur
menggunakan 2 bantal.
 Riwayat Penyakit Terdahulu :
Riwayat CHF dari november 2017
- Hasil echo 3/10/2017 :
Kesan : CAD , Cardiomiopathy
Riwayat TB paru dari november 2017
sempat putus obat.
Riwayat Hipertensi di sangkal.
PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : composmentis
TD : 130/90 mmhg
HR : 96 x/i
RR : 36 x/I
spO2 : 98%
 Kepala : SI (-/-), CA (-/-)
 Thorak : vesikuler, ronkhi (+/+),
wheezing (-/-), BJ I-II Normal
 Abdomen : soepel, BU (+) Normal, NTE
(+).
 Ekstremitas : akral hangat, edema (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
GAMBARAN RONTGEN
GAMBARAN EKG
Diagnosa ; CHF ec CAD
TB Paru
TERAPI DI IGD
 02 4 liter/menit
 IVFD Nacl 0,9% 10 tpm

 Inj. Lasix 1 amp

 Inj. Omeprazole 1 amp

 Konsul Sp.JP

 Konsul Sp.P
FOLLOW UP PASIEN
Tanggal 16 april 2018
Jam 20.40
S : Pasien tiba diruangan rawat inap. Sesak berkurang, nyeri
ulu hati. Mual (+)
O : Kesadaran : composmentis
TD : 130/90 mmhg
HR : 96 x/i
RR : 36 x/I
SpO2 : 98%
Kepala : SI (-/-), CA (-/-)
Thorak : vesikuler, ronkhi (+/+), wheezing (-/-)
, BJ I-II Normal
Abdomen : soepel, BU (+) Normal, NTE (+).
Ekstremitas : akral hangat, edema (-)
A: CHF ec CAD
TB Paru
P : dr. rohani visit d ruangan, terapi :
O2 3-4 liter/menit
IVFD RL 10 tpm
Pro Tb 1x3 tab
Sanfuliq 2x1
Racusten syrup 3x1
dr.Rinelya SpJp visit diruangan, terapi :
Inj. Lasix 1 amp/6 jam
KSR 1X60 mg
Spirola 1x25 mg
Candersartan 1x8 mg
ISDN 3X5 mg
Clopidogrel 1x75 mg
cek elektrolit
Tanggal 17 april 2018
S : Sesak berkurang, nyeri ulu hati. Mual (+), nyeri di
seluruh perut. Pasien mengaku ada riwayat batu empedu.
Pasien blm bisa BAB.
O : Kesadaran : composmentis
TD : 120/90 mmhg
HR : 88 x/i
RR : 25 x/I
SpO2 : 98%
Kepala : SI (-/-), CA (-/-)
Thorak : vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-),
BJ I-II Normal
Abdomen : soepel, BU (+) Normal, NTE (+).
Ekstremitas : akral hangat, edema (-)
A: CHF ec CAD
TB Paru
P : Dari dr. ruangan karena blm bisa BAB
tambahan terapi lactulac syrup 3x1
dr. rohani visit d ruangan, terapi :
terapi teruskan
dr.Rinelya SpJp visit diruangan, terapi :
Inj. Lasix 1 amp/8 jam
KSR 1X60 mg
Spirola 1x25 mg
Candersartan 1x8 mg
ISDN 3X5 mg
Clopidogrel 1x75 mg
Bisoprolol 1x2,5mg
Inj. Omeprazol 40mg/12 jam
Rencana konsul Sp.Pd
Tanggal 18 april 2018
S : Sesak (-), nyeri ulu hati hilang timbul. Mual (+),
pasien belum bisa BAB.
O : Kesadaran : composmentis
 TD : 130/90 mmhg
 HR : 96 x/i
 RR : 36 x/I
 spO2 : 98%
 Kepala : SI (-/-), CA (-/-)
 Thorak : vesikuler, ronkhi (+/+), wheezing (-/-
)
 Abdomen : soepel, BU (+) Normal, NTE (+).
 Ekstremitas : akral hangat, edema (-)
A: CHF ec CAD
TB Paru
P : dr. rohani visit d ruangan, terapi :
terapi teruskan
dr.Rinelya SpJp visit diruangan, tambahan terapi :
Inj. Lasix 1 amp/8 jam
Bisoprolol 1x2,5mg
Inj. Omeprazol 40mg/12 jam
Dulcolac supp
Jam 20.30
S : Pasien belum bisa BAB, dan menurut perawat di
ruangan pasien sempat mengedan
O : Kesadaran : composmentis
TD : 110/80 mmhg
HR : 98 x/i
RR : 24-25 x/I
SpO2 : 98%
Kepala : SI (-/-), CA (-/-)
Thorak : vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
BJ I-II Normal
Abdomen : soepel, BU (+) Normal, NTE (-)
Ekstremitas : akral hangat, edema (-)
A: CHF ec CAD
TB Paru
P : Dari dokter ruangan saran klisma 1 x
Jam 21.30
Pasien di laporkan tidak sadar.
S : (-)
0 : Kesadaran : E1M1V1
Nadi : sulit teraba
TD : sulit d ukur
Mata : Reflek cahaya (-/-), Pupil anisokor
Thorak : Nafas gasping 5-6 x/I
Akral : hangat
A : Cardiac arrest ec CHF (CAD)
P :
- Pasang NRM 10 Liter/menit
- Dilakukan RJP
- Karena keluarga tidak ada, kolaborasi dgn dr
unit khusus, SPV , Pasien d transfer k
ICU sambil d RJP
DI ICU

Jam 21.40 wib

S :-

O : TD = tidak terukur

Nadi = arteri carotis tidak teraba

HR = -

Pupil 3m/2m RCL-/- RCTL-/-

A : Cardiac arrest

P : Dilakukan RJP selama 30 menit.

Respon (-) >> Pasien dinyatakan meninggal jam 22.30 di hadapan


perawat, dokter jaga dan keluarga
TINJAUAN PUSTAKA
PENDAHULUAN

• Salah satu penyebab


Gagal morbiditas dan mortalitas
• Faktor resiko : gaya hidup dan
jantung genetik

Gagal • Ketidakmampuan jantung


untuk memompa darah ke
jantung seluruh tubuh
• Insiden dan prevalensi terus
kongestif meningkat setiap tahun
Abnormalitas
miokard

Kelainan
Overload
kongenital
failure
jantung

ETIOLOGI

Abnormalitas
Abnormalitas
atau efusi
katup
perikard

Abnormalitas
ritme jantung
FAKTOR RESIKO
 Kebiasaan merokok
 Kurang aktivitas fisik

 Pola diet, kelebihan BB dan hiperlipidemia

 DM dan HT

 Usia dan Jenis Kelamin

 Genetik
KRITERIA DIAGNOSIS FRAMINGHAM
Kriteria Mayor Kriteria Minor
Peningkatan TVJ Edem tungkai bilateral
Orthopnoea atau PND Batuk malam hari
Gallop S3 Sesak saat aktivitas
Edema Paru Hepatomegaly
Cardiomegaly Efusi pleura
CVP >1 mmHg Takikardia
Disfungsi Ventrikel echo
Penurunan berat badan >4,5 Kg
Ronki basah

Diagnosis CHF ditegakkan bila terdapat 2 kriteria mayor atau 1 kriteria


ditambah 2 kriteria minor.
PATOGENESIS
PENYEBAB CARDIAC ARREST
TB PARU
ETIOLOGI
 Mycobacterium tuberculosis
 Kuman berbentuk batang
 Panjang 1-4 mikron
 Terdiri dari asam lemak
 Kuman > tahan asam  kuat thdp ggn
kimia dan fisis
 Aerob suka terhadap jaringan kaya O2
 Dalam jaringan kuman hidup sbg parasit
intra seluler
GEJALA TB PARU
 1. Gejala utama (sering ditemukan)
Batuk ≥ 3 minggu
 2. Gejala tambahan
- Dahak campur darah
- Batuk darah
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Badan lemah, nafsu makan turun,
BB turun, malaise, keringat malam, demam
PEMBAGIAN TB BERDASARKAN RIWAYAT
PENGOBATAN

 TB paru kasus baru : yang belum mendapat OAT


atau OAT < 1 bulan
 TB paru kasus kambuh : telah dinyatakan
sembuh tetapi ditemukan kembali BTA (+) atau
biakan (+) atau foto toraks TB aktif (perburukan)
 TB paru gagal pengobatan : TB yang BTA tetap
positif atau positip kembali setelah akhir bulan
ke ≥ 5 atau TB Paru BTA (–) yg menjadi BTA (+)
pada akhir bulan ke 2
PEMBAGIAN TB BERDASARKAN
RIWAYAT PENGOBATAN

 TB paru putus berobat : minimal ≥ 1


bulan makan obat kmd berhenti berobat
sebelum dinyatakan sembuh pada fase
awal atau fase lanjutan
 TB paru kasus kronik : TB dengan BTA
tetap (+) setelah menjalani pengobatan
ulang kat 2 dgn pengawasan yang baik
 MDR-TB : kuman TB resisten terhadap R
dan H dengan atau tanpa OAT lainnya
KESIMPULAN

Pada kasus ini, pasien kemungkinan mengalami


serangan jantung akibat riwayat penyakit
dengan CAD >> mengedan >> menambah
sumbatan di pembuluh darah koroner sehingga
menyebabkan pasien tiba-tiba arrest.

Dan untuk TB Paru berdasarkan klasifikasinya


pasien mengalami TB Paru putus obat.

Prognosis pada kasus ini : ad malam


TERIMA KASIH