Anda di halaman 1dari 41

ASUHAN PADA KLIEN DENGAN

MASALAH PADA PEMENUHAN


OKSIGENASI
KONSEP DASAR OKSIGENASI

 Definisi
Oksigen : unsur vital dalam proses metabolisme
untuk mempertahankan kelangsungan hidup
seluruh sel-sel tubuh

Oksigenasi : menghirup udara dari luar yang


mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta
menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai
hasil sisa oksidasi
Sistem Tubuh yang Berperan dalam Kebutuhan
Oksigenasi :

 Saluran pernapasan bagian atas


→ hidung
→ laring
→ faring
→ epiglotis
 Saluran pernapasan bagian bawah
→ trakea
→ bronkus
→ bronkiolus
 Paru – Perkembangan Paru Pasca Lahir
Anatomi Sistem Pernafasan
Anatomi Saluran Pernapasan bagian Atas
Anatomi Saluran Pernapasan bagian Bawah
Frekuensi pernafasan normal pada
bayi/anak

Golongan umur Frekuensi nafas Rerata waktu tidur


(kali/menit) (kali per menit)
Bayi baru lahir 30-60 35
1 bulan -1 tahun 30-60 30
1-2 tahun 25-50 25
3-5 tahun 20-30 22
5-9 tahun 15-30 18
10 tahun 15-30 15
Proses Fisiologi Oksigenasi
Faktor- faktor Yang Berpengaruh
Terhadap Kebutuhan Oksigenasi:
1. Faktor Fisiologi
 Menurunnya kemampuan mengikat oksigen seperti
anemia
 Menurunnya konsentrasi oksigen yang diinspirasi
seperti pada obstruksi saluran pernapasan bagian
atas
 Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun yang
mengakibatkan terganggunya oksigen
2. Faktor Perkembangan
 Bayi prematur, yang disebabkan kurangnya
pembentukan surfaktan
 Bayi dan toddler, adanya risiko ISPA
 Anak usia sekolah dan remaja, risiko infeksi saluran
pernafasan dan merokok
 Dewasa muda dan pertengahan, diet yang tidak sehat,
kurang aktifitas, stres yang mengakibatkan penyakit
jantung dan paru-paru.
 Dewasa tua, adanya proses penuaan yang mengakibatkan
kemungkinan arteriosklerosis, elastisitas menurun,
ekspansi paru menurun
3. Faktor Perilaku
 Nutrisi
 Exercise
 Merokok
 Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) :
 Kecemasan
4. Faktor Lingkungan
 Tempat kerja (polusi)
 Suhu Lingkungan
 Ketinggian tempat dari permukaan laut
5. Alergi Pada Saluran Napas
6. Hormonal dan Obat-obatan
PROSES PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DI
DALAM TUBUH TERDIRI 3 TAHAP :

1. VENTILASI
2. Difusi Gas
3. Transportasi Gas
Ventilasi

• Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari


atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke
atmosfer. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor :
1) Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer
2) Adanya kondisi jalan napas yang baik
3) Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada
paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau
kembang kempis.
Difusi Gas

• Difusi gas merupakan pertukaran antara


oksigen dialveoli dengan kapiler paru dan co2
di kapiler dengan alveoli. Proses pertukaran
ini dipengaruhi oleh beberapa Faktor, yaitu
luasnya permukaan paru, tebal membran
respirasi.
• Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 (hal
ini sebagai mana O2 dari alveoli masuk
kedalam darah oleh karena tekanan O2 dalam
rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O2
dalam darah vena pulmonalis, masuk dalam
darah secara difusi).
Transportasi Gas

 Transportasi gas merupakan proses


pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh
dan Co2 jaringan tubuh ke kapiler.
Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh
beberapa factor, yaitu curah jantung (kardiak
output), kondisi pembuluh darah, latihan
(exercise), perbandingan sel darah dengan
darah secara keseluruhan (hematokrit), serta
eritrosit dan kadar Hb.
Gangguan/Masalah Kebutuhan Oksigen

1. Hipoksia
Kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan O2
dalam tubuh akibat difesiensi O2 atau peningkatan
penggunaan O2 ditingkat sel sehingga dapat
menyebabkan sianosis.

2. Perubahan pola pernafasan


a. Takipnea perbafasan dengan frekuensi lebih dari 24
x/m.
b. Bradipnea  pola pernafasan yg lambat abnormal ±10
x/m.
c. Hiperventilasi  cara tubuh mengkompensasi metabolism
tubuh yg terlampau tinggi dgn pernapasan lebih cepat dan
dalam shg terjadi peningkatan jumlah O2 dlm paru2.

d. Kussmaul pola pernapasan cepat dan dangkal ya g dapat


ditemukan pd org dlm keadaan asidosis metabolic.

e. Hipoventilasi upya tubuh untuk mengeluarkan CO2 dgn


cukup pd saat ventilasi alveolar, serta tdk cukupnya udara
yg masuk ke alveoli dlm penggunaan O2.
f. Dispnea sesak dan berat saat bernapas
g. Ortopnea kesulitan bernapas kecuali dlm posisi
duduk/berdiri.
h. Cheyne stokes siklus pernapasan yg amplitudonya mula-
mula naik kemudian menurun dan berhenti, lalu
pernapasan dimulai lagi dari siklus baru.
i. Pernapasan paradoksial pernapasan dimana dinding
paru2 bergerak berlawanan arah dari keadaan normal.
j. Biot pernapasan dgn irama yg mirip Cheyne stokes, ttpi
amplitudonya tdk teratur.
k. Stridor pernapasan bising yg terjadi krn penyempitan pd
saluran pernapasan.

3. Obstruksi Jalan Napas


suatu kondisi pd individu dgn pernapasan yg mengalami
masalah, terkait dgn ketidakmampuan batuk secara
efektif akibat secret pada saluran pernapasan.

4. Pertukaran Gas
suatu kondisi pd individu yg mengalami penurunan gas,
baik O2 maupun CO2, antara alveoli paru2 dan system
vaskuler.
Tindakan Untuk Mengatasi Masalah Kebutuhan
Oksigen

1. Latihan napas : cara bernapas untuk memperbaiki


ventilasi alveoli atau memelihara pertukaran gas,
mencegah atelektaksis, meningkatkan efesiensi
batuk, dan dapat mengurani stress.
Prosedur Kerja :
- Cuci tangan
- Jelaskan pd pasien prosedur yg akan dilakukan
- Anjurkan untuk mulai latihan dgn cara menarik napas dahulu melalui
hidung dgn mulut tertutup.
- Kemudian anjurkan pasien untuk menahan napas sekitar 1-1,5 dtk dan
disusul dgn menghembuskan napas melalui bibir dgn bentuk mulut
seperti org meniup
- Catat respon dan cuci tangan.
2. Latihan batuk efektif : cara melatuh pasien yg tidak
memiliki kemampuan batuk scra efektif untuk
membersihkan jalan nafas dari secret atau benda
asing.
Prosedur kerja :
- Cuci tangan
- Jelaskan pd pasien mengenai prosedur yg akan dilakukan.
- Atur posisi pasien dngn duduk ditepi tempat tidur dan
membungkuk kedepan.
- Anjurkan pasien untuk menarik napas scra pelan dan
dalam dengan menggnakan pernapasan diagfragma.
- Setelah itu tahan napas selama ± 2 dtk.
- Batukkan 2x dengan mulut terbuka
- Tarik napas dengan ringan
- Istirahat
- Catat respon dan cuci tangan.
3. Pemberian oksigen
Tindakan pemberian O2 kedalam paru2 melalui
saluran pernapasan dengan alat bantu oksigen,
dilakukan dngn 2 cara :
- nasal kanul
- masker
4. Fisioterapi dada : merupakan tindakan melakukan
postural drainage, clapping dan vibrating pd pasien
dengan gangguan system pernapasan untuk
meningkatkan efisiensi pola pernapasan dan
membersihkan jalan napas.

5. Pengisapan lender (suction) : tindakan pada pasien


yg tidak mampu mengeluarkan secret/lender secara
mandiri. Berguna untuk membersihkan jalan napas
dan memenuhi kebutuhan O2.
Terapi oksigen

Pemberian terapi oksigen adalah suatu tata cara


pemberian bantuan gas oksigen pada penderita yang
mengalami gangguan pernapasan ke dalam paru
melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat
khusus.
Tujuan pemberian terapi oksegen

1. Memenuhi kekurangan oksigen.


2. Membantu kelancran metabolisme
3. Sebagai tindakan pengobatan.
4. Mencegah hipoksia.
5. Mengurangi beban kerja alat nafas dan
jantung.
Indikasi dilakukan nya terapi oksigen

 Sumbatan jalan nafas


 Henti nafas
 Henti jantung
 Nyeri dada/angina pektoris
 Trauma thorax
 Tenggelam
 Hipoventilasi (respirasi < 10 kali/menit)
 Distress nafas
 Hipotermia
 Syok
 Stroke (Cerebro Vasculer Attack)
 Keracunan gas
 Pasien tidak sadar
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke
dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan
menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian
oksigen pada klien dapat melalui 2 cara, yaitu
melalui nasal Kanula dan masker oksigen.
Kateter Nasal

 Kateter nasal Merupakan suatu alat sederhana


yang dapat memberikan O2 secara kontinu
dengan aliran 1 – 6 L/mnt dengan konsentrasi 24% -
44%.
 KeuntunganPemberian O2 stabil, klien bebas
bergerak, makan dan berbicara, murah dan
nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter
penghisap.
 Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi O2
yang lebih dari 45%, tehnik memasuk kateter
nasal lebih sulit dari pada kanula nasal, dapat
terjadi distensi lambung, dapat terjadi iritasi
selaput lendir nasofaring, aliran dengan lebih
dari 6 L/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus
dan mengeringkan mukosa hidung, kateter mudah
tersumbat.
Kanula Nasal

 Kanula nasal Merupakan suatu alat sederhana yang


dapat memberikan O2 kontinu dengan aliran 1 – 6
L/mnt dengan konsentrasi O2 sama dengan kateter
nasal.
 KeuntunganPemberian O2 stabil dengan volume
tidal dan laju pernafasan teratur, mudah
memasukkan kanul dibanding kateter, klien
bebas makan,bergerak, berbicara, lebih mudah
ditolerir klien dan nyaman.
 Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi O2
lebih dari 44%, suplai O2berkurang bila klien
bernafas lewat mulut, mudah lepas karena
kedalam kanul hanya 1 cm, mengiritasi selaput
lendir.
Masker Oksigen

 Sungkup muka sederhana Merupakan alat


pemberian O2 kontinu dengan kecepatan aliran 5 –
8 L/mnt dengan konsentrasi O2 40 – 60%.
 KeuntunganKonsentrasi O2 yang diberikan lebih
tinggi dari kateter atau kanula nasal.
 Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi
O2 kurang dari 40%, dapat menyebabkan
penumpukan CO2 jika aliran rendah. Pasien sulit
berbicara dan makan.
Masker oksigen rebreathing

 Sungkup muka dengan kantong rebreathing :Suatu


tehinik pemberian O2 dengan konsentrasi tinggi
yaitu 60 – 80% dengan aliran 8 – 12 L/mnt.
 KeuntunganKonsentrasi O2 lebih tinggi dari
sungkup muka sederhana, tidakmengeringkan
selaput lendir .
 Kerugian Tidak dapat memberikan O2 konsentrasi
rendah, jika aliran lebih rendah dapat
menyebabkan penumpukan CO2, kantong O2 bisa
terlipat.
Masker oksigen non rebreathing

 Sungkup muka dengan kantong non rebreathing


Merupakan tehinik pemberian O2 dengan
Konsentrasi O2 mencapai 99% dengan aliran 8 –
12 L/mnt dimana udara inspirasi tidak
bercampur dengan udara ekspirasi.
 Keuntungan : Konsentrasi O2 yang diperoleh dapat
mencapi 100%, tidak mengeringkan selaput lendir.
 Kerugian Kantong O2 bisa terlipat.
Alat oksigen
1. Manometer
2. Humidfier
3. Flowmeter
4. Tabung oksigen
5. Nasal kanul
6. Masker oksigen
Selamat Belajar & Semoga Sukses

TERIMA KASIH