Anda di halaman 1dari 10

Suhri (p021003)

 Mutasi adalah peristiwa perubahan sifat gen (susunan kimia


gen) atau kromosom sehingga menyebabkan perubahan sifat
yang baka (diturunkan) tetapi bukan sebagai akibat persilangan
atau perkawinan.
 Mutasi dapat terlihat dalam jumlah kecil maupun besar.
 Mutasi kecil hanya menimbulkan perubahan yang sedikit dan
kadang kala tidak membawa perubahan fenotif yang jelas, jadi
hanya semacam variasi.
 Mutasi besar menimbulkan perubahan besar pada fenotif, yang
biasanya dianggap abnormal atau cacat.
 Mutasi somatik
 Mutasi germinal
Untuk daerah terjadinya mutasi dapat terjadi dua
kemungkinan yakni sebagai berikut :
 Mutasi gen (poin mutation atau mutasi kecil)
 Mutasi kromosom (gross mutation atau mutasi besar)
 Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel-sel
somatik. Mutasi jenis ini dapat diturunkan dan dapat pula
tidak diturunkan.
 Mutasi somatik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
 terjadi pada sel tubuh atau sel soma
 sifatnya tidak diturunkan pada keturunannya
 hanya berpengaruh pada individu yang mengalaminya
 Mutasi gametik atau germinal adalah mutasi yang terjadi
pada sel gamet. Karena terjadinya di sel gamet, maka akan
diwariskan oleh keturunannya.
 Mutasi germinal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
 terjadi pada sel induk kelamin atau sel kelamin
 apabila terjadi pada sel induk kelamin akan bersifat
diturunkan dari generasi ke generasi
 apabila terjadi pada sel kelamin akan bersifat diturunkan
dari generasi ke generasi jika terjadi fertilisasi, dan jika
tidak terjadi akan hilang pengaruhnya.
 Mutasi gen adalah perbahan yang terjadi pada susunan
molekul DNA atau gen. Mutasi gen terjadi pada susunan
kimianya (DNA). Bila struktur kimia gen berubah maka
fungsinya pun akan berubah pula. Gen yang mengalami
mutasi terdapat pada sel-sel tubuh (sel somatis) maka
perubahan diturunkan ke sel anakan melalui pembelahan
mitosis. Bila gen yang mengalami mutasi terdapat pada sel
kelamin (gamet) maka perubahan akan diwariskan pada
keturunannya.
 Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada
struktur dan susunan kromosom, yang disebut juga dengan
mutasi aberasi. Mutasi ini dapat ditemui pada peristiwa
gagal berpisah pada saat peristiwa pindah silang (crossing
over), apabila kromosom hilang atau bertambah sehingga
terjadi perubahan jumlah kromosom.
 1. Mutasi alami (mutasi spontan)
 Mutasi spontan adalah perubahan yang terjadi secara alamiah atau
dengan sendirinya. Diduga faktor penyebabnya adalah panas,
radiasi sinar kosmis, batuan radioaktif, sinar ultraviolet matahari,
radiasi dan ionisasi internal mikroorganisme serta kesalahan DNA
dalam metabolisme.

2. Mutasi buatan
 Mutasi buatan adalah adalah mutasi yang disebabkan oleh usaha
manusia, antara lain dengan :
 pemakaian bahan radioaktif untuk diagnosis, terapi, deteksi suatu
penyakit, sterilisasi dan pengawetan makanan.
 Penggunaan senjata nuklir
 Penggunaan roket, televisi
 Pemakaian bahan kimia, fisika, dan biologi
 Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya mutasi bermacam-
macam. Jika mutasi terjadi pada sel soma (sel vegetatif) dapat
menimbulkan terjadinya kanker. Sedang jika terjadi pada sel
generatif dapat menimbulkan mutasi. Bila mutasi terjadi pada
sel soma dari janin maka dapat menyebabbkan teratogen (cacat
sejak lahir), dan beberapa mutasi dapat menyebabkan letal
(kematian). Mutasi yang menyebabkan kematian adalah
merupakan usaha untuk menjaga keseimbangan genetika dalam
suatu populasi. Bila mutasi berjalan terus menerus dari generasi
ke generasi maka pada suatu saat akan muncul turunan baru
yang sifatnya berbeda dengan moyangnya, sehingga terjadilah
peristiwa evolusi.
 Aplikasi induksi mutasi dengan mutagen fisik dapat dilakukan
melalui beberapa teknik, yaitu (a) iradiasi tunggal (acute
iradiation), (b) chronic irradiation, (c) iradiasi terbagi
(frationated irradiation), dan (d) iradiasi berulang (Misniar,
2008). Iradiasi tunggal adalah iradiasi yang dilakukan hanya
dengan satu kali penembakan sekaligus. Chronic irradiation
adalah iradiasi dengan penembakan dosis rendah, namun
dilakukan secara terus-menerus selama beberapa bulan. Iradiasi
terbagi adalah radiasi dengan penembakan yang seharusnya
dilakukan hanya satu kali, namun dilakukan dua kali
penembakan dengan dosis setengahnya sedangkan radiasi
berulang adalah radiasi dengan memberikan penembakan
secara berulang dalam jarak dan waktu yang tidak terlalu lama.