Anda di halaman 1dari 34

CEDERA

SALURAN KEMIH

Program Diploma III Keperawatan


Universitas Muhammadiyah
Malang
Anatomi saluran
kemih

Terletak di
rongga
retroperitone
al

Relatif lebih
terlindung
dari benturan
luar
Gejala Dan Tanda Klinik

Gejala / tanda yang


penting pada trauma *1
saluran kemih adalah :
• hematuria atau *2
• keluar darah dari
meatus uretra
eksterna setelah
suatu trauma
Jenis Dan Mekanisme
Cedera

• Cedera tumpul – tajam –


tembak
• Cedera langsung atau tidak
langsung (deselerasi)
• Cedera eksterna atau
interna (iatrogenik)
Cedera Pada Ginjal
• 1. Cedera minor
– kontusio ginjal
– laserasi minor
parenkim ginjal.
• 2. Cedera major
– laserasi major
– fragmentasi parenkim
ginjal.
• 3. Cedera pedikel ginjal
Diagnosis

Setelah trauma
didapatkan
• Nyeri pinggang disertai
dengan hematuri
• Jejas / hematoma pada
pinggang
• Tanda-tanda lain
tergantung pada derajat
trauma
Riwayat trauma

Pemeriksaan fisik

Sedimen urine

Pencitraan

Eksplorasi
Pengelolaan

• Trauma ringan :
konservatif
• Trauma sedang :
konservatif / operatif ?
• Trauma berat : operatif
Observasi
Tanda vital
Massa pinggang
Hb Suhu tubuh
Urine merah Massa pinggang

Perdarahan Kebocoran

Operasi Operasi
Hemostasis Drainase urine
Penyulit Cedera Ginjal

• Perdarahan hebat berakhir


dengan kematian
• Kebocoran sistem kaliks
menimbulkan ekstravasasi
urine, urinoma, abses
perirenal, urosepsis, atau
fistula reno-kutan.
• Penyulit lanjut : hipertensi,
hidronefrosis, urolitiasis, atau
pielonefritis kronika.
Cedera Ureter

• Sangat jarang
• Seringkali iatrogenik :
endourologi
operasi ginekologi
operasi abdomen
bagian bawah
Diagnosis
• Kecurigaan adanya ruptur
ureter durante / pasca operasi ?
• Pencitraan : IVP, RPG
Tindakan: reparasi
ureter
end to end anastomose
neoimplantasi
Flap Boari
uretero-ureterostomi……..
Penyulit

• Ekstravasasi urine ke rongga


ektra/intraperitoneal 
urinoma / peritonitis
sehingga menyebabkan
sepsis
• Fistula uretero-kutan /
uretero-vagina
• Hidronefrosis s/d gagal ginjal
Cedera kandung kemih

• Cedera intra – ekstra


peritoneal
• Cedera eksterna –
interna
• Cedera tumpul – tajam –
peluru
JENIS CEDERA KANDUNG
KEMIH

Intraperitoneal Ekstraperitonea
l
• Dalam keadan
penuh, robekan
• Tidak terisi
pada fundus
penuh
• Ekstravassi ke
intraperitoneal • Ekstravasisi ke
• Peritonitis ekstraperitoneal
• Bersihkan • Hematatoma /
rongga abses
peritoneum dan ekstraperitoneal
jahit peritoneum • Jahit kandung
dan kandung kemih dan
kemih
pasang drain
Penatalaksanaan

Curiga cedera•Cedera perut sebelah bawah


(fraktur pelvis)
kandung kemih•
Hematuri/tak dapat miksi

Sistografi Cedera intra / ekstra


peritoneal

Operasi
Cedera uretra

Cedera eksterna
fraktur pelvis
cedera selangkangan (straddle)
Cedera interna (iatrogenik)
kateterisasi salah jalan
instrumentasi yang kasar
Cedera Uretra Posterior

• Fraktur pelvis (15%)


• Robekan ligamentum
pubo-prostatikum
• Hematoma perivesika
• RT: prostat melayang
Cedera uretra
anterior

• Iatrogenik
• Cedera
selangkanga
n
• Pars bulbosa
tergencet
oleh benda –
os pubis
• Hematoma
penis s/d
hematoma
kupu-kupu
Penatalaksanaan
Kecurigaan cedera uretra
Bloody urethral discharge
Retensi urine
RT : prostat melayang

Tidak diperbolehkan
melakukan kateterisasi

Uretrografi

Posterior Anterior
Sistostomi Sistostomi
Reparasi tunda Reparasi- tunda
Penyulit

• Striktur uretra
• Inkontinensia
• Impotensia
Ringkasan
• Karena letaknya yang
terlindung, kejadian cedera
saluran kemih relatif jarang
dijumpai
• Tanda yang penting adalah
hematuri atau keluarnya
darah pada saluran kemih
• Seperti pada cedera pada
organ lain, cedera saluran
kemih jika tidak cepat diatasi
akan menimbulkan kecacatan
dan bahkan kematian
Diagnosa Keperawatan
Trauma

Tajam Tumpul

Kerusakan Jar. Nyeri


Kulit/Urogenita
l Suhu Meningkat
Blood Urethral
Discharge
Hematuri
Retensi Urine
HB Menurun

Perub. Suhu
Perfusi Tubuh
Jar/Cairan
Elektrolit

Resti infeksi
Diagnosa Keperawatan

• Gangguan rasa nyaman


(nyeri)
• Perubahan suhu tubuh
(peningkatan).
• Resiko kekurangan nutrisi.
• Gangguan keseimbangan
cairan dan elektrolit.
• Ansietas
Lanjut…….
• Resiko terjadinya infeksi
(sekunder).
• Gangguan aktivitas sehari-
hari (ADL).
• Gangguan istirahat tidur.
• Kurang pengetahuan.
Home work

• Buat Soal 5
soal/perkelompok  di
kumpulkan lewat emai
ke
purwa_edi@umm.ac.id