Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran.
 Salah satu kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU) yang dilakukan mahasiswa STIE
MIFTAHUL HUDA yaitu melakukan survei dan observasi serta pengabdian kepada
masyarakat terhadap unit-unit usaha ekonomi masyarakat seperti usaha kecil
menengah (UKM), usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan jenis usaha lainya.
bahkan dalam kegiatan kuliah kerja usaha (KKU) yang dilakukan tidak hanya fokus
terhadap satu titik kegiatan ekonomi, tetapi juga membantu pemerintah setempat
dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kepemerintahnya.

 Yang menjadi tugas inti kuliah kerja usaha (KKU) adalah melakukan survei dan
observasi, yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang
menjadi faktor penghambat usaha tersebut, setelah permasalahan ditemukan maka
dapat dirumuskan permasalahan tersebut, setelah permasalahan tersebut dirumuskan
maka dapat diketahui kesimpulanya, yang dapat dijadikan sebagai proses
identifikasi masalah, untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.
 Pengabdian yang dimaksudkan adalah sebuah proses bagimana mengatasi sebuah permasalahan yang
terjadi terhadap UMKM yang merupakan objek penelitiaan serta membantu menerapkan sistem
manajemen SDM (meningkatkan kualitas mutu sumber daya manusia yang lebih berinovasi), sistem
manajemen pemasaran (tentang bagaimana memasarkan produk), sistem manajemen keuangan (tentang
bagaimana cara mengelola uang dengan baik).
 Tema Kegiatan
 “Kegiatan KKU dapat menciptakan dan membantu kemajuan UMKM”.

 Bentuk dan Program Kegiatan
 Melakukan survei dan observasi di Desa Kebondanas dan di tempat UMKM, untuk mengetahui
permasalahan-permasalahan yang natinya akan dijadikan objek penelitian.

 Tujuan dan Target Kegiatan
 Membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di pemerintahan
Desa Kebondanas dan UMKM.

 Tempat dan Waktu Kegiatan.
 Tempat kegiatan Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya – Kabupaten Subang, Jawa
Barat dari tanggal 28 juli s/d 28 agustus 2015.
BAB II
TUJUAN UMUM LOKASI KKU


 Deskripsi Lokasi KKU
1. Luas dan Batas Wilayah
 Desa Kebondanas, terletak di Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang Provinsi Jawa
Barat dengan batas wilayah sebagai berikut :
 Sebelah Utara : Desa Kalentambo
 Sebelah Selatan : Desa Cigugur Kaler
 Sebelah Timur : Desa Karang Anyar
 Sebelah Barat : Desa Pusakaratu
 Dengan luas wilayah sebagai berikut :
 Luas pemukiman sebesar 94 ha/m2
 Luas persawahan sebesar 537 ha/m2
 Luas kuburan sebesar 2 ha/m2
 Luas pekarangan sebesar 94 ha/m2
2. Letak Geografis
 Letak geografis kecamatan pusakajaya merupakan bagian wilayah utara Kabupaten Subang yang merupakan
daerah pesisir utara Pulau Jawa. Tepat berada di jalan lintas provinsi yang bisaa disebut jalur pantura.

3. Struktur Pemerintahan
 Kepala Desa : H. Juhendi
 Sekertaris Desa : Muhamad Bahri
 KAUR Pemerintahan : Warta. K
 KAUR Pembangunan : Rahmat Saleh
 KAUR Kesejahteraan Masyrakat : Yaman. S
 KAUR Keuangan : Burhan
 KAUR Umum : Nurjaya
 KADUS Kebondanas I : Tarjaya
 KADUS Kebondanas II : Kusnadi
 KADUS Karanganyar : Suryadi
 KADUS Sumursari : Nasian
4. Keadaan Penduduk (Jumlah, Mata Pencaharian, Usia Produktif)
 Berdasarkan data observasi di lapangan, maka didapatkan data sebagai berikut
:
 Berdasarkan data usia di Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya seperti
tabel di bawah ini :
 Dari data di atas, jumlah penduduk laki laki yang berusia antara 11 – 21 tahun adalah
jumlah penduduk laki – laki terbanyak berjumlah 850 orang, sedangkan jumlah
penduduk laki laki yang berusia >75 tahun adalah jumlah penduduk laki – laki paling
sedikit, yaitu sejumlah 46 orang.
 Sedangkan, jumlah penduduk perempuan yang berusia antara 22 – 32 tahun adalah
jumlah penduduk perempuan terbanyak sejumlah 828 orang, sedangkan jumlah
penduduk perempuan yang berusia >75 tahun adalah jumlah penduduk perempuan
paling sedikit, yaitu sejumlah 38 orang
 Dari data di atas uisa produktif penduduk Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya –
Subang adalah usia 18 – 54 tahun.

 Berdasarkan data mata pencaharian di Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya seperti


tabel di bawah ini :
Dari data di atas, pekerjaan yang paling banyak adalah Buruh Tani dari total jumlah laki
laki dan perempuan yaitu sejumlah 1.780 orang, sedangkan pekerjaan yang paling
sedikit adalah Dokter dan Perawat yaitu masing – masing sejumlah 1 orang.
5. Sarana dan Prasarana Penunjang Kegiatan ekonomi
 Sarana dan prasarana yang terdapat di desa Kebondanas adalah, berupa lokasinya
yang strategis yaitu terletak dijalur pantura yang mudah dilalui oleh sarana
transportasi, terutama bermanfaat sebagai sarana distribusi bagi UMKM baik itu
berupa distribusi suplai bahan baku untuk produksi maupun distribusi untuk
memasarkan produk.
 Selain itu, untuk membuat perijinan berupa HO, SIUP dan TDP sangatlah mudah
dalam proses pembuatannya, hal ini menjadi nilai tambah bagi sarana dan
prasarana yang terdapat di Desa Kebondanas.
B. Urgensi Pemilihan Lokasi KKU
 Dalam pemilihan lokasi KKU, aspek yang membuat kenapa Desa Kebondanas
Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang dipilih dan dikatakan urgen atau penting
adalah, karena di desa ini terdapat beberapa jenis UMKM dan ada yang sudah
dilakukan turun temurun yaitu UMKM jenis pandai besi. Kemudian beberapa dari
UMKM ini masih dijalankan dengan sederhana dan belum ada sistem manajemennya.
 Mengingat banyaknya potensi UMKM yang terdapat di desa kebondanas, maka
Kami memutuskan untuk melakukan observasi Kuliah Kerja Usaha (KKU) di daerah
tersebut.
BAB III
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN LOKASI KKU

A. Potensi Masyarakat
 Mayoritas masyarakat di Desa Kebondanas beragama Islam, dimana terdapat beberapa
pesantren di sekitar wilayah Desa Kebondanas. Sumber Daya Alam yang dimiliki oleh Desa
Kebondanas adalah lahan pertanian berupa sawah. Karena sebagian besar adalah lahan
persawahan sebesar 537 Ha, sedangkan luas pemukiman sebesar 94 Ha. Selain potensi
Sumber Daya Alam berupa lahan persawahan yang luas, di desa ini terdapat beberapa
UMKM yang beroperasi, UMKM tersebut bergerak di bidang makanan, konveksi dan
pembuatan alat – alat rumah tangga besi dan baja berupa pandai besi.
B. Permasalahan Masyarakat
1. Sosial dan budaya
 Karena sumber daya manusia tidak dapat menggali dan mengembangkan potensi
daerah. Untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat memilih untuk bekerja ke luar
kota dan luar negri. Dengan kondisi ini maka dapat mempengaruhi aspek sosial dan
budaya.
 Dengan penghasilan per kapita ± Rp 1.750.000, karena kebanyakan
penduduknya adalah buruh tani, usia produktifnya berkisar antara umur 18 – 54 tahun.
Budaya lokal masyarakat desa kebondanas adalah budaya jawa indramayu dan juga
bahasa lokal yang digunakan adalah bahasa jawa indramayu.
2. Ekonomi
Desa Kebondanas memiliki lahan persawahan yang cukup luas yaitu dengan luas tanah 537
Ha, tetapi tidak dapat dimanfaatkan secara efektif karena sering mengalami kekeringan dan
tanah persawahan tersebut dapat ditanami padi pada saat musim hujan saja. Dan pada saat
musim kemarau lahan persawahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan atau tidak dapat
ditanami padi. Dengan adanya permasalahan ini maka dapat menghambat proses
prekonomian masyarakat dan mempengaruhi aspek ekonomi.

C. Permasalahan UMKM
 Sebelum membahas tentang permasalahan, Kami akan sedikit jelaskan UMKM yang
diobervasi atau diteliti. UMKM yang Kami teliti adalah Konveksi Baju Gamis untuk
wanita dan anak – anak. UMKM ini berdiri masih baru, kurang lebih sekitar empat
bulan umur UMKM yang Kami teliti. Pemilik UMKM bernama Bapak Marjan dan Ibu
Marwah.
 Selama melakukan survei dan observasi ditempat usaha yang merupakan objek
penelitian, ditemui permasalahan-permasalahan berikut;
1. Faktor SDM
 Di perlukan sebuah pelatihan dan pembelajaran khusus untuk lebih terampil dalam
memproduksi dan membuat sebuah inovasi produk-produk baru agar dapat bersaing
dengan pesaing-pesaing pembuat produk pakaian gamis yang sudah terlebih dahulu.
 “Usulan dari kelompok Kami adalah, yaitu menyarankan untuk merekrut atau
mempekerjakan karyawan yang sudah memiliki kemampuan menjahit yang baik dan
minimal sudah pernah kursus menjahit atau mempunyai pengalaman di bidang
menjahit”.

2. Faktor Produksi
 Kemampuan produksi usaha tersebut dalam 1 minggu mampu membuat 13 potong
pakaian gamis. Dan selama satu bulan dapat memproduksi 52 potong pakaian gamis.
 “Usulan dari kelompok Kami adalah, untuk menambah tenaga kerja, menambah jam
kerja berupa lembur. Sehingga dapat meningkatkan produktifitas UMKM”.
3. Faktor Pemasaran
 Sistem pemasaran yang dilakukan hanya sekedar menerima pesanan dan tidak dapat
memasarkan produknya secara luas.
 “Usulan dari kelompok Kami adalah, meningkatkan segmentasi pasar dengan tidak
hanya melakukan promosi secara konvensional tetapi juga memanfaatkan teknologi
dengan memasarkan produk melalui internet dengan sistem online”.
4. Faktor Keuangan
 Dalam mengelola keuangan perusahaan, pemilik usaha tersebut tidak dapat mengatur
keuangan perusahaan dengan baik.
 “Usulan dari kelompok Kami adalah, yaitu dengan menyarankan untuk mencatat
pemasukan dan pengeluaran, serta mulai mendisiplinkan pencatatan keuangan. Dalam
hal kecil misalnya adalah pembuatan nota penjualan”.
5. Faktor Mutu
 Mutu produk dari sebuah produk pakaian gamis ibu marwah dari segi jahitan masih
kurang sempurna (belum terlalu rapih) dan belum memiliki label/merek.
 “Usulan dari kelompok Kami adalah, yaitu dengan menyarankan melakukan
peningkatan mutu jahitan baju yang lebih rapi”.
D. Program Kerja
1. Program kerja berdasarkan potensi daerah pemberian saran kepada
pemerintah
 Berdasarkan permasalahan dari sektor pertanian karena sering mengalami kekeringan
dan untuk mengatasi permasalahan tersebut harus dilakukan “Pengalihan Tanaman”
Misalnya; pada saat musim hujan lahan persawahan dapat ditanami padi, tetapi pada
saat musim kemarau dilakukan pengalihan tanaman dengan cara menanam tanaman
yang lain, dengan tanaman-tanaman yang dapat hidup pada saat musim kemarau dan
tidak memerlukan air yang banyak serta dapat diberdayakan secara masal. Program
kerja ini diapresiasikan dengancara memberikan aspirasi kepada pemerintah setempat.

2. Program kerja untuk UMKM
 Membantu UMKM tersebut untuk menjadi lebih baik dari segi manajerial yaitu
mencakup SDM, Sistem Keuangan, Sistem Pemasaran, dan Meningkatkan Mutu
Produk. Serta melakukan pembenahan terhadap kelengkapan usaha seperti pembuatan
label, SIUP, HO, TDP dan kelengkapan lainya.

BAB IV
PELAKSANAN DAN KEGIATAN PROGRAM

 Deskripsi Pelaksanaan Program


Banyaknya Nama Alat Harga/Unit Jumlah

4 Mesin jahit high speed Rp. 2.800.000 Rp. 11.200.000

jarum satu Juki DDL-

8100e

1 Mesin obras benang 4 Rp.6.500.000 Rp. 6.500.000

Juki MO-6514s

1 Mesin potong atau Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000

mesin cutting, type KM

10 inchi

1 Mesin steam atau Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000

setrika uap atau boiler

iron, merk & type Yang

Kuang 5987

4 Gunting Rp. 15.000 Rp. 60.000

4 Pisau Cukit Rp. 4.500 Rp. 18.000

4 Meteran Pita Rp. 8000 Rp. 32.000

4 Penggaris Pola Rp. 15.000 Rp. 60.000

SUB TOTAL Rp. 21.370.000


Banyaknya Nama Alat Harga/Unit Jumlah

1 Meja potong dengan Rp. 600.000 Rp. 600.000

ukuran minimal 170 x

350

1 Paket Kebutuhan kelistrikan Rp. 400.000 Rp. 400.000

untuk kabel, Stop Kontak

dan lampu penerangan

SUB TOTAL Rp. 1.000.000

Biaya Alat-Alat Konveksi Rp. 21.370.000

Biaya Kebutuhan Tempat Produksi Rp. 1.000.000

JUMLAH TOTAL MODAL Rp. 22.370.000