Anda di halaman 1dari 25

KELOMPOK 2

MODUL MS
ANGGOTA KELOMPOK
• Ahmad Dista Alkholqi 030.17.003
• Alexander 030.17.005
• Alfiah Noer Fitriani 030.17.006
• Almira Anasa 030.17.007
• Ananda Rizki Muhammad 030.17.008
• Andika Fauzan Putra 030.17.009
• Anindya Citra Prameswari 030.17.010
• Anisa Anastasia 030.17.011
• Annisa Fitri Cahyarini 030.17.012
• Aulia Rana Haerani 030.17.016
KASUS 3

Aduh! Lututku sakit!


Ny. Sulastri, usia 65 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri kedua lutut sejak 4
bulan yang lalu. Keluhan yang dirasakan hilang timbul, bertambah berat jika banyak
berdiri. Sudah minum obat yang dibeli bebas, tetapi hanya berkurang sementara.
Kata kunci: Nyeri lutut
KLARIFIKASI ISTILAH

Anemia Eritrosit Lemas


Pucat
Penurunan kadar Sel darah merah Gejala yang di
Menggambarkan
hemoglobin darah yang merupakan rasakan pasien,
wajah yang terlihat
di bawah normal. salah satu kurang berenergi
tidak sehat
Nilai normal -> komponen sel yang dan tidak sanggup
Laki2 = 12 -16 terdapat dalam untuk melakukan
g/dl. Perempan 14 darah. pekerjaan sehari-
– 18 g/dl. hari
IDENTIFIKASI MASALAH

- Nina 9 tahun sering lemah, lelah dan lesu


- Sudah nampak gejala sejak 3 bulan yang lalu
- Susah mengikuti pelajaran dan nilai rapot menurun
BRAINSTORMING
Nina , ( 9 tahun ) Jumlah
Kelainan pada
normal
eritrosit
eritrosit?
Gejala sejak 3 bulan Susah mengikuti
tampak terlihat lemas, pelajaran dan nilai Hemoglobin
lelah dan pucat rapor menurun

Struktur Fungsi
dibawa ke dokter

Anemia

Etiologi Gejala Tatalak Diagnosis


Klasifikasi Patofisiologi
Anemia Anemia sana dan
Anemia anemia
anemia Prognosis
LEARNING OBJECTIVES
1. Mengetahui definisi dan etiologi anemia
2. Mengetahui patofisiologi anemia
3. Mengetahui klasifikasi anemia
4. Mengetahui gejala anemia
5. Mengetahui proses eritropoiesis
6. Mengetahui jumlah eritrosit normal
7. Mengetahui struktur dan fungsi Hb
8. Mengetahui Hb abnormal yang merupakan varian
9. Mengetahui penegakan diagnosis anemia
10. Mengetahui tatalaksana anemia
11. Mengetahui prognosis anemia
DEFINISI ANEMIA

• Anemia merupakan suatu keadaan dimana berkurangnya jumlah


eritrosit atau hemoglobin dari nilai normal dalam darah sehingga
tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa O2 dalam jumlah
yang cukup ke jaringan, sehingga pengiriman O2 ke jaringan
menurun.
ETIOLOGI ANEMIA
Gangguan Terjadi bila defisiensi substansi tertentu seperti mineral
Pembentukan contohnya besi (Fe), vitamin B12, asam folat, asam amino,
Eritrosit serta gangguan pada sumsum tulang

Baik akut maupun kronis dapat menyebabkan penurunan


Perdarahan
total eritrosit yang di sirkulasi

Proses penghancuran eritrosit, dimana eritrosit


Hemolisis
dihancurkan lebih cepat < 120 hari
PATOFISIOLOGI ANEMIA
• Besi merupakan trace element vital yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh untuk pembentukan hemoglobin, mioglobin, dan berbagai
enzim.
• Dilihat dari segi evolusi organ penyerapan besi dalam usus, maka
tubuh dipersiapkan untuk menerima besi yang berasal dari sumber
hewani.
• Namun sebagian besi berasal dari sumber nabati sedangkan
perangkat absorbsi besi tidak mengalami evolusi yang sama sehingga
banyak menimbulkan defisiensi besi
PATOFISIOLOGI ANEMIA
KOMPARTEMEN BESI dalam TUBUH

Besi terdapat dalam berbagai jaringan dalam tubuh berupa:


1. Senyawa besi fungsional, yaitu besi yang membentuk senyawa yang
berfungsi dalam tubuh
2. Besi cadangan, senyawa besi yang dipersiapkan bila masukan besi
berkurang
3. Besi transport, besi yang diberikan dengan protein tertentu dalam
fungsinya untuk mengangkut besi dari satu kompartemen ke kompartemen
lainnya
PATOFISIOLOGI ANEMIA
Penyerapan besi
1. Fase luminal
Besi dalam makanan diolah dalam lambung kemudian siap diserap di
duodenum
2. Fase mukosal
Proses penyerapan dalam mukosa usus yang merupakan suatu proses
aktif
3. Fase korporeal
Meliputi proses transportasi besi dalam sirkulasi, utilisasi besi oleh sel
sel yang memerlukan dan penyimpanan besi (storage) oleh tubuh
KLASIFIKASI ANEMIA
Anemia Mikrositik Anemia Normositik Anemia Makrositik
Hipokrom Normokrom Hipokrom

• Dengan penurunan • Ukuran eritrosit yang


• Ukuran eritrosit lebih
jumlah eritrosit, tapi lebih besar dari normal
kecil (mikrositik) dari
tidak dengan konsentrasi (makrositik)
normal
Hb • Konsentrasi Hb lebih
• Konsentrasi Hb kurang
• MCV = 85-95 fl dari normal
dari normal
• MCH > 27 fl • MCV > 95 fl
• MCV < 80 fl
• Penyebab: pasca • Penyebab: penyakit
• MCH < 27
perdarahan akut, anemia hati, kelebihan alcohol,
• Penyebab: defisiensi
aplastik dan hemolitik, anemia megaloblastik
besi, anemia penyakit
supresi sumsum tulang, (def. vitamin B12 atau
kronis, thalassemia
kegagalan ginjal folat)
GEJALA ANEMIA

• Terasa lemah dan lelah


• Pucat
• Pusing
• Sesak napas (dyspneu)
• Sakit dada
• Gusi dan kuku terlihat pucat
• Dysrhytmia (irama jantung abnormal)
PROSES ERITROPOIESIS
JUMLAH ERITROSIT NORMAL

Hitung eritrosit:
FUNGSI DAN STRUKTUR HB
Fungsi Hb Struktur Hb

1. Mengatur pertukaran O2
dengan CO2 di dalam jaringan
tubuh Hemoglobin merupakan ikatan
2. Mengambil O2 dari paru-paru heme (4%) yang merupakan
kemudian dibawa ke seluruh kompleks antara besi dan porfirin,
jaringan tubuh untuk dipakai dan globin (96%) yang
sebagai bahan bakar merupakan protein yang larut
3. Membawa CO2 dari jaringan dalam air
tubuh sebagai hasil metabolism
ke paru-paru untuk dibuang
HB ABNORMAL YANG MERUPAKAN
VARIAN
Varian utama:

Hemoglobin S : Hemoglobin tipe ini umum ditemukan pada sickle cell disease

Hemoglobin C : Hemoglobin tipe ini tidak dapat membawa oksigen dengan


baik.

Hemoglobin E : Hemoglobin tipe ini umum ditemukan pada orang-orang asia


tenggara.
DIAGNOSIS ANEMIA
1. Anamnesis
a. Pucat kronis, mudah lelah, berdebar-debar, sering pusing, sesak napas
b. Orang tua bisa mengeluhkan  keterlambatan pertumbuhan
c. Pada bayi dan anak kecil  keterlambatan perkembangan psikomotor
d. Gejala 5L (lemah, letih, lesu, lelah, lalai)

2. Pemeriksaan fisik
a. pucat, tidak ditemukan organomegali
b. Atrofi papil lidah
c. Koilonikia (perubahan epitel kuku)
d. Gangguan jantung  bila sudah terjadi komplikasi jantung
e. Mata : konjungtiva anemis
f. Extremitas pucat
3. Pemeriksaan penunjang
a. Hb turun
b. MCV dan MCHC dapat normal asalnya pada tahap lanjut  bisa
ditemukan normositik hipokrom
c. Status besi (feritin turun, Serum iron turun, TIBC (total iron bindong
protein) naik, saturasi transferin (SI/TIBC x 100)
d. Feritin untuk melihat banyaknya zat besi dalam tubuh
e. Apusan darah tepi untuk melihat bentuk sel darah merah apakah ada
kelainan atau tidak
TATALAKSANA ANEMIA
• Meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan
co: mengkonsumsi pangan hewani dalam jumlah cukup
Memperbaiki  harga mahal, sulit dijangkau masyarakat
penyebab dasar • Memakan aneka ragam makanan yang memiliki zat gizi
saling melengkapi dan vitamin yang dapat meningkatkan
penyerapan zat besi seperti Vitamin C

• Oral: dengan ferro sulfat


• IV/IM : dilakukan bila respon pengobatan oral tidak
Terapi Zat Besi berjalan baik, dengan efek samping berupa demam, mual,
nyeri kepala, bronkospasme, reaksi anafilaktik

Diberikan apabila gejala anemia disertai risiko terjadinya gagal


Transfusi darah jantung  kadar Hb 5-8 g/dL
PROGNOSIS ANEMIA

• Ad vitam (mengancam nyawa) : bonam


• Ad fungsionam (ganggu fungsi organ) : dubia ad bonam
• Ad sanationam (kekambuhan) : dubia ad malam
DAFTAR PUSTAKA

• Tanto C, Liwang F, Hanifati S, Pradipta EA, editor. Kapita Selekta Kedokteran. Ed. 4. Jakarta:
Media Aesculapius, 2014.
• Priyana A. Patologi Klinik untuk Kurikulum Pendidikan Dokter Berbasis Kompetensi. Ed. 3.
Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti, 2013.
• Robbins SL, Cotran RS, Kumar V. Intisari Patologi. Tangerang: Binarupa Aksara Publisher, 2010.
PERTANYAAN