Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH PULVIS DAN PULVERES

NAMA KELOMPOK 1 :

RICHO. SAHETAPY
FEBRIOLA
DESIFITRIANI
INDRIANI BENAMEN
NATALIA
SELIN KALUA
A. Pengertian serbuk pulvis dan pulveres menurut buku

1. Menurut FARMAKOPE EDISI III TAHUN 1979:


Serbuk pulvis adalah campuran homogen dua atau lebih obat
yang diserbukkan. Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu
per satu, sedikit demi sedikit dan dimulai bahan obat yang jumlahnya
sedikit, kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak nomor 60 dan
dicampur lagi. Jika serbuk mengandung lemak harus diayak dengan
pengayak dengan nomor 44.
Serbuk pulveres adalah serbuk bagi dimana serbuk yang dibagi dalam bobot
yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang
cocok untuk sekali minum. Untuk serbuk bagi yang mengadung bahan yang
mudah meleleh harus dibungkus dengan kertas perkamen atau kertas yang
mengandung lilin kemudian dilapis lagi dengan kertas logam.

2. Menurut BUKU ILMU MERACIK OBAT (Muhammad Anief)


Pulvis dan pulveres serbuk adalah campuran homogen dua atau
lebih obat yang diserbukkan. Pada pembuatan serbuk kasar, terutama
simplisia nabati digerus lebih dahulu sampai derajat halus tertentu setelah
itu dikeringkan pada suhu lebih dari 50°C.
serbuk obat yang megandung bagian yang mudah menguap dikeringkan
dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok,
setelah itu diserbuk dengan jalan digiling, tumbuk dan gerus pada
pengayakdan derajat halus serbuk.
3. Menurut ILMU RESEP “ Buku Kedokteran ( Drs.H.A.syamsuni,Apt.)”
Pulvis dan Pulveres adalah campuran kering bahan obat atau zat
kimia yang dihaluskan untuk pemakaian oral atau dalam untuk pemakaian
luar.

4. Menurut FARMAKOLOGI DASAR Edisi II


Pulvis/ serbuk ialah campuran kering bahan obat atau zat kimia
yang dihaluskan ditujukan untuk obat dalam atau obat luar. Pulveres adalah
serbuk yang dibagi-bagi dalam bobot yang diperkirakan sama, masing-
masing dibungkus dengan pengemas yang cocok untuk sekali minum.

5. Menurut Buku Farmasetik Moh. Anief


Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih oabt yang
diserbukkan. Pada pembuatan serbuk kasar, terutama simplisia nabati,
digerus lebih dulu sampai derajat halus tertentu, setelah itu dikeringkan
pada suhu tidak lebih dari 50°C.
6. Menurut buku farmakologi Terapan
Pulveres ( serbuk terbagi ) sedian ini jadi lebih stabil terutama untuk
obat yang rusak oleh air. Namun, dalam penyimpanan sedian berisi
kolembap.Persyaratan sedian serbuk pulveres adalah kering, halus, dan
homogen.
Sedangkan pulvis ( serbuk tak terbagi ) adalah sedian serbuk yang
mempunyai permukaan luas sehingga lebih mudah terdispersi dan lebih larut
dari pada sediaan padat lainnya.

7. Menurut Buku penggolongan Obat Berdasarkan kasiat dan penggunaannya


( Muhammad Anief )
pulvis dan serbuk iyalah campuran kering bahan obat atau zat kimia
yang dihaluskan ditujukan untuk obat dalam dan obat luar.
B. Cara pembuatan serbuk

Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu persatu,


sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit,
kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak nomor 60 dan
dicampur lagi.

Berikut adalah pembuatan serbuk:


1). Jangan mencampur obat berkhasiat keras dalam keadaan tidak
diencerkan
2). Bila bagian-bagian serbuk mempunyai BJ yang berlainan masukkan dulu
serbuk yang BJnya besar baru kemudian masukkan serbuk yang BJnya
rendah dan diaduk.
3). Jangan menggerus bahan-bahan serbuk dalam jumlah banyak sekaligus.
4). Dalam membuat serbuk lebih baik bila bahan-bahan baku kering. Maka
itu untuk menggerus serbuk kristal lebih baik menggunakan mortir panas.
5). Cara mencampur camphora dalam serbuk dilakukan dengan melarutkan
camphora dengan spiritus fortior dalam mortir.
6). Cara mencampur ekstrak kental dengan serbuk dilakukan dengan
mengencerkan dulu ekstraknya dengan cairan penyari yang cocok dalam mortir
panas, kemudian diserbukkan dengan bantuan bahan tambahan saccharum lactis
atau amylum oryzae

7). Cara mencampur tinktur dan ekstrak liquid dengan serbuk adalah bila
jumlahnya banyak maka tinktur atau ekstrak diuapkan diatas tangas air hingga
hampir kering lalu ditambahkan saccharum lactis dan diaduk sampai kering. Bila
jumlahnya sedikit cukup dengan menggunakan mortir dan stamfer panas saja.
Bila kandungan zat berkhasiat mudah menguap atau rusak karena pemanasan
maka dilakukan sebagai berikut :
a. Ambil zat berkhasiatnya saja, seperti Opii Benzoica Tinctura, Camphorae Solutio
Spirituosa dan Iodii Tinctura, apabila diketahui isi zat berkhasiatnya.
b. Bila isi zat berkhasiat tidak diketahui, maka tincture atau ekstrak cair diteteskan
pada mortir yang berisi saccharum lactis diatas tangas air dan diaduk.

8). Oelaeo sacchara atau gula berminyak dibuat dengan cara 2 gram saccharum
lactis ditambah 1 tetes minyak eteris (oleum anisi/ oleum foeniculi/ oleum
menthae piperitae).
9). Campuran serbuk yang dapat menjadi basah maka masing-masing serbuk
dicampur dengan bahan yang inert, setelah itu baru keduanya dapat dicampur.
Campuran tersebut dapat menjadi basah karena :
a. Keluarnya air kristal, contohnya Calcii Chloridum.
b. Terjadinya senyawa baru dengan air kristal yang lebih sedikit cotoh campuran
Magnesii sulfas dengan Natrii Bicarbonas.
c. Penurunan tekanan uap relative (titik eutektikum).

10). Serbuk yang dalam resep ditambahkan tablet, bila terdapat zat aktif dalam
bentuk serbuk maka ditambahkan zat aktifnya saja. Jika tidak terdapat maka
tablet digerus kemudian di ayak, baru dapat dicampur dengan serbuk lainnya.
C. Pembuatan serbuk dengan bahan-bahan

1). trituration, mencampur bahan obat dalam lumpang, cara ini sering
dilakukan di rumah sakit, puskesmas dan apotek dalam skala kecil.
2). spatulasi, sejumlah serbuk obat digerus diatas selembar kertas atau
tatakan pembuat pil dengan gerakan spatula obat. Keuntungan dari cara
triturasi yaitu kehilangan bahan obat lebih sedikit dan cocok untuk bahan-
bahan obat yang mempunyai sifat dan keadaan yang sama. Tidak cocok
untuk yang mengandung satu atau lebih bahan berkhasiat keras.
3). pengayakan, dicampur dengan cara melewatkannya melalui ayakan,
umumnya menghasilkan produk yang agak halus.
4). tumbling, pencampuran serbuk dengan mengguling-gulingkan serbuk
yang ditutup dalam suatu wadah besar, biasanya diputar oleh mesin secara
mekanik, cara ini dilakukan pada skala industri.
D. Keuntungan Dan Kerugian

Keuntungan sediaan obat serbuk dibandingkan sediaan


bentuk lainnya adalah :
A. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih mudah
larut daripada bentuk sediaan oral lain, sehingga
dengan segera dapat memberikan efek terapi.
B. Lebih mudah untuk ditelan dibanding sediaan padat
lainnya.
C. Lebih stabil dibanding sediaan cair.
D. Lebih mudah dalam pengaturan dosis.
Sedangkan kerugian bentuk sediaan
serbuk adalah :
1). Obat yang tidak tahan terhadap pemaparan
diudara akan rusak dengan bentuk sediaan ini.
2). Obat yang pahit, menimbulkan rasa mual
dan muntah, begitu pula obat yang korosif tidak
dapat dibuat dalam bentuk sediaan ini.
3). Sukar untuk menutup rasa dan bau yang
tidak enak.
4). Tidak dapat disimpan lama
5). Durasi efek dan waktu mulai berefek tidak
dapat diatur.
E. Syarat-syarat serbuk
1). Kering
2). Halus
3). Homogen
4). Memenuhi uji keseragaman bobot
(seragam dalam bobot) atau
keseragaman kandungan ( seragan
dalam zat yang terkandung ) yang
berlaku untuk serbuk bagi/pulveres
yang mengandung obat keras, narkotika,
dan psikotropika.
Resep pertama:

Dr.Arjuna,s.ked.
SIP: 2010/2829/12
Jl. Perintis kemerdekaan km.11
Telp.(0411)576099

Makasar, September,05, 2012


R/ GG 1/2 tab
Ctm 1/2tab
Efedrin 12,5 mg
Kodein HCL 10 mg
m.f.pulv.dtd.no.x
s.3 dd 1 pulv.

Pro: Ratnasari desi


Umur:10 tahun
bahasa latin resep :
R/ : Recipe : ambil
M : misce : campur
f : fac : buat
pulv : pulvis : serbuk
Dtd : da tales dosis : takaran dosis
No : nomero : sebanyak
S : Signa : tandai
3 : Ter : tiga
Dd : De die : sehari
X : Decem : sepuluh
PERHITUNGAN BAHAN
A. Resep pertama
 GG (Glyceril Guaiacolate )
= ½ x 10 = 5 tab

 Ctm = ½ x 10 = 5 tab

 Efedrin = 12,5mg x 10 % 25mg


= 5 tab

 Kodein = 10mg x 10 % 10mg


= 10 tab
PERHITUNGAN DOSIS
A. Resep pertama Dm untuk 10 tahun
 Efedrin
1x pakai = 10 / 20 x 50mg
= 25mg
3x sehari = 10 / 20 x 150mg
= 75mg
 Kodein
1x pakai = 10 / 20 x 10mg
= 5mg
3x sehari =10 / 20 x 30mg
= 15mg
 Ctm
1x pakai = 10 / 20 x 4mg
= 2mg
3x sehari = 10 / 20 x 12mg
= 6mg
 GG
1x pakai = 10 / 20 x 200mg
= 100mg
3x sehari = 10 / 20 x 600
= 300mg
Cara Kerja Resep
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil GG sebanyak ½ tab
3. Diambil CTM ½ tab tab
4. Diambil 5 tab efedrin sesuai dengan perhitungan di atas
5. Diambil kodein 10 tab sesuai dengan perhitugan di atas
6. Dimasukkan bentuk sediaan yang besar terlebih dahulu untuk di
gerus di dalam lumpang
7. Dan kemudian masukan sediaan yang kecil di gerus sampai
homogen
8. Setelah itu, keluarkan dari dalam lumpang dan dibagi menjadi 10
bagian, bungkus dengan kertas puyer/ kertas perkamen .
9. Dimasukkan dalam sak plastik dan beri etiket putih untuk pemakaian
dalam
10. Tandai pemakaian 3 x sehari 1 pulv (serbuk).
Etiket
resep pertama
Dr.Arjuna,s.ked.
SIP: 2010/2829/12
Jl. Perintis kemerdekaan km.11
Telp.(0411)576099

No: tgl: 09/05/2012


Nama : Ratnasari desi
Umur : 10 thn

OBAT DALAM

3 x sehari 1 sebelum / sesudah makan


PENUTUP
A. kesimpulan :

1. Serbuk adalah campuran kering bahan obat / zat kimia yang di haluskan
untuk pemakaian oral/dalam atau pemakaian luar. Serbuk bagi atau
pulveres merupakan serbuk yang di bagi dalam bobot yang lebih kurang
sama, serbuk tak terbagi adal serbuk yang tidak terbagi bagi.

2. Serbuk bagi atau pulveres merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot
yang telah kurang, di bungkus dengan kertas perkamen atau
bahan pengemas lain yang cocok untuk sekali minum.

3.Syarat serbuk antara lain :


a.Kering
b.Halus
c.Homogen
d.Memenuhi uji keseragaman bobot (seragam dalam bobot) atau
e.keseragaman kandungan ( seragan dalam zat yang terkandung )
yang berlaku untuk serbuk bagi/pulveres yang mengandung obat
keras, narkotika, dan psikotropika.
DAFTAR PUSTAKA

Drs.H.A.Syamsuni, APT.,Buku ilmu resep. Penerbit : Buku kedokteran.

Moh. Anief,. Buku Farmasetik. Gajah mada universitas press.

Departemen Kesehatan., Farmakope edisi III tahun 1979.

Moh. Anief.,Buku ilmu meracik obat , Gajah mada universitas press.

Ptiyanto, L, Batubara.,Buku Farmakologi Dasar Edisi II. Untul mahasiswa


farmasi.

Moh.. Anief., Buku Penggolongan Obat Berdasarkan Kasiat Dan


Penggunaannya.

Jan Tanu., buku farmakologi Terapan.

Jurnal., Laporan Resep. Universitas Gajah mada untuk mahasiswa farmasi


dan kedokteran.

Makalah PDF., Resep , Universitas Hasanudin Makassar