Anda di halaman 1dari 28

ASPEK LEGAL PERAWAT

DALAM PEMBERIAN OBAT


EFEK – EFEK
PEMBERIAN OBAT

Disampaikan Oleh:
Ns. Ifa Pannya Sakti,S.Kep

6
Pendahuluan
• Perawat bertanggung jawab dalam pemberian obat – obatan
yang aman .
• Secara hukum perawat bertanggung jawab jika mereka
memberikan obat yang diresepkan dan dosisnya tidak benar
atau obat tersebut merupakan kontraindikasi bagi status
kesehatan klien .
• Sekali obat telah diberikan , perawat bertanggung jawab pada
efek obat yang diduga bakal terjadi
(Kee and Hayes, 1996).
7
Reaksi Obat

• Sebagai bahan atau benda asing yang


masuk ke dalam tubuh, obat akan bekerja
sesuai dengan proses kimiawi, melalui
suatu reaksi obat.
• Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan
waktu paruh yakni suatu interval waktu
yang diperlukan dalam tubuh untuk proses
eliminasi sehingga terjadi pengurangan
konsentrasi setengah dari kadar puncak
obat dalam tubuh.
8
Reaksi Obat
• efek teurapeutik : obat memiliki kesesuaian
terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan
obatnya seperti paliatif ( berefek untuk
mengurangi gejala), kuratif ( memiliki efek
pengobatan) dan lain-lain.
• efek samping adalah dampak yang tidak
diharapkan, tidak bisa diramal, dan bahkan
kemungkinan dapat membahayakan seperti
adanya alerg, toksisitas ( keracunan), penyakit
iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan
lain-lain.
KDM II/Ellia/2012 9
Reaksi Obat: steven jonson syndrome

10
Faktor Yang Memengaruhi Reaksi Obat

• Bbrp faktor yang dapat mempengaruhi


reaksi pengobatan di antarax Absorpsi
obat, Distribusi obat dalam tubuh,
Metabolisme (biotranformasi) obat,
dan Ekskresi.

• (ADME)
11
KDM II/Ellia/2012 12
OBAT DAN NASIB OBAT
DALAM TUBUH
• OBAT : setiap molekul yang bisa merubah fungsi tubuh secara
molekuler.
Obat

Absorbsi (1) Distribusi (2)

Respon
farmakologis
Interaksi dg reseptor (3)

Dengan/tanpa metabolisme (4)

Ekskresi (5)
13
Absorpsi

• Absorpsi Obat = merupakan proses


pergerakan obat dr sumber ke dlm tubuh
melalui aliran darah kecuali dr jenis topikal, yg
dipengaruhi o/ cara & jalur pemberian obat,
jenis obat, keadaan tempat, makanan, &
keadaan pasien.

14
1. ABSORBSI OBAT

Faktor-faktor yang mempengaruhi :


a. KELARUTAN OBAT
b. KEMAMPUAN OBAT BERDIFUSI MELALUI MEMBRAN SEL
c. KADAR YANG DIBERIKAN
d. LUAS PERMUKAAN KONTAK OBAT
e. BENTUK SEDIAAN OBAT
f. ROUTE PEMBERIAN OBAT

15
Distribusi
• Distribusi Obat ke dalam tubuh = stlh obat
diabsorpsi, kemudian didistribusi kedlm darah
melalui vaskular & sistem limfatis menuju sel
& masuk ke dlm jaringan tertentu. Proses ini
dapat dipengaruhi o/keseimbangan cairan,
elektrolit, & keadaan patologis.

16
Metabolisme
• Metabolisme obat = Stlh melalui sirkulasi, obat akan
mengalami proses metabolisme. Obat akan ikut sirkulasi ke
dlm jaringan kemudian berinteraksi dgn sel & melakukan
sebuah perubahan zat kimia menjadi lbh aktif. Obat yg tdk
bereaksi akan diekskresikan.

17
NASIB OBAT
DALAM TUBUH (METABOLISME)

2. METABOLISME (BIOTRANSFORMASI)
• PERUBAHAN STRUKTUR KIMIA OBAT DALAM TUBUH , OLEH ENZIM (HATI,
GINJAL, PARU-PARU, EPITEL SALURAN PENCERNAAN)

ELIMINASI LEBIH
• TUJUAN : METABOLIT LEBIH POLAR CEPAT

FILTRASI (GLOMERULUS GINJAL) :


• OBAT POLAR
ekskresi cepat
tanpa reabsorbsi
• OBAT LARUT LEMAK MELEWATI MEMBRAN SEL :

MUDAH DIREABSORBSI KEMBALI KE


OLEH TUBULI GINJAL SIRKULASI DARAH

18
Ekskresi

• Eksresi Sisa = Stlh obat mengalami metabolisme


atau pemecahan, akan terdapat sisa zat yg tdk dpt
dipakai & ini tdk bereaksi, kemudian keluar melalui
ginjal dlm bentuk urine, di intestinal dlm bentuk
feses & paru dalam bentuk udara.

19
contoh dari efek samping obat yang sering
terjadi
• Aborsi atau keguguran, akibat Misoprostol, obat yang
digunakan untuk pencegahan (gastric ulcer) borok lambung
yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non steroid.
• Ketagihan, akibat obat-obatan penenang dan analgesik seperti
diazepam serta morfin.
• Kerusakan janin, akibat Thalidomide dan Accutane.
• Pendarahan usus, akibat Aspirin.
• Penyakit kardiovaskular, akibat obat penghambat COX-2.
20
• Tuli dan gagal ginjal, akibat antibiotik Gentamisin.
• Kematian, akibat Propofol.
• Depresi dan luka pada hati, akibat Interferon.
• Diabetes, yang disebabkan oleh obat-obatan psikiatrik
neuroleptik.
• Diare, akibat penggunaan Orlistat.
• Disfungsi ereksi, akibat antidepresan.
• Demam, akibat vaksinasi.
21
• Glaukoma, akibat tetes mata kortikosteroid.
• Rambut rontok dan anemia, karena kemoterapi melawan
kanker atau leukemia.
• Hipertensi, akibat penggunaan Efedrin. Hal ini membuat FDA
mencabut status ekstrak tanaman efedra (sumber efedrin)
sebagai suplemen makanan.
• Kerusakan hati akibat Parasetamol.
• Mengantuk dan meningkatnya nafsu makan akibat
penggunaan antihistamin.
• Bunuh diri akibat penggunaan Fluoxetine, suatu antidepresan.
22
Upaya pencegahan
• Selalu harus ditelusur riwayat rinci mengenai pemakaian obat
oleh pasien pada waktu-waktu sebelum pemeriksaan, baik
obat yang diperoleh melalui resep dokter maupun dari
pengobatan sendiri
• Gunakan obat hanya bila ada indikasi jelas, dan bila tidak ada
alternatif non-farmakoterapi
• Hindari pengobatan dengan berbagai jenis obat dan kombinasi
sekaligus

23
Upaya pencegahan
• Berikan perhatian khusus terhadap dosis dan respons
pengobatan pada: anak dan bayi, usia lanjut, dan pasien-pasien
yang juga menderita gangguan ginjal, hepar dan jantung. Pada
bayi dan anak, gejala dini efek samping seringkali sulit
dideteksi karena kurangnya kemampuan komunikasi, misalnya
untuk gangguan pendengaran

24
Upaya pencegahan
• Perlu ditelaah terus apakah pengobatan harus diteruskan, dan
segera hentikan obat bila dirasa tidak perlu lagi
• Bila dalam pengobatan ditemukan keluhan atau gejala penyakit
baru, atau penyakitnya memberat, selalu ditelaah lebih dahulu,
apakah perubahan tersebut karena perjalanan penyakit,
komplikasi, kondisi pasien memburuk, atau justru karena efek
samping obat

25
Penanganan efek samping
• Segera hentikan semua obat bila diketahui atau dicurigai
terjadi efek samping
• Bila efek samping dicurigai sebagai akibat efek farmakologi
yang terlalu besar, maka setelah gejala menghilang dan kondisi
pasien pulih pengobatan dapat dimulai lagi secara hati-hati,
dimulai dengan dosis kecil.
• Bila efek samping dicurigai sebagai reaksi alergi atau
idiosinkratik, obat harus diganti dan obat semula sama sekali
tidak boleh dipakai lagi.
26
Penanganan efek samping
• Upaya penanganan klinik tergantung bentuk efek samping dan
kondisi penderita
• Misalnya untuk syok anafilaksi diperlukan pemberian adrenalin
dan obat serta tindakan lain untuk mengatasi syok.
• Contoh lain misalnya pada keadaan alergi, diperlukan
penghentian obat yang dicurigai, pemberian antihistamin atau
kortikosteroid (bila diperlukan), dan lain-lain

27
Good Luck !

28