Anda di halaman 1dari 20

RESIKO DAN HAZARD DALAM

PENGKAJIAN DAN PERENCANAAN


KEPERAWATAN

Dosen Pengajar : Romza Afriadi, S.Kep.,Ns


Disusun Oleh Kelompok 1
Apa itu hazard dan apa itu resiko??
Istilahhazard atau potensi bahaya
menunjukan adanya sesuatu yang potensial
untuk mengakibatkan cedera atau
penyakit, kerusakan atau kerugian yang
dapat dialami oleh tenaga kerja atau
instansi. (effendi, Ferry. 2009: 233):
Sedangkan kemungkinan potensi bahaya
menjadi manifest, sering disebut resiko.
(effendi, Ferry. 2009: 233):
Firence (1978) mendefinisikan hazard
sebagai suatu material atau kondisi yang
berpotensi ditempat kerja dimana dengan
atau tanpa interaksi dengan variabel lain
dapat menyebabkan kematian, cedera, atau
kerugian lain.
Komponen Bahaya :
 Karakteristik material.
 Bentuk material.
 Hubungan pekerjaan dan efek.
 Kondisi dan frekuensi penggunaan.
 Tingkah laku pekerja.
Faktor Resiko dan Hazard Di Tempat
Kerja
1. Beban kerja yang terlalu berat.
2. Kapasitas Kerja yang banyak tergantung
pada pendidikan, keterampilan, kesegaran
jasmani, ukuran tubuh, keadaan gizi dan
sebagainya.
3. Lingkungan Kerja sebagai beban
tambahan, baik berupa faktor fisik, kimia,
biologik, ergonomik, maupun aspek
psikososial.
Jenis-Jenis Hazard
Berdasarkan karakteristik dampak yang
diakibatkan oleh suatu jenis bahaya maka
jenis bahaya dapat dikelompokan menjadi 2
yaitu bahaya kesehatan kerja dan bahaya
keselamatan kerja.
1. Bahaya kesehatan kerja dapat berupa
bahaya fisisk, kimia, biologi dan bahaya
berkaitan dengan ergonomi, berdampak
kepada kesehatan dan kenyamanan kerja,
misalnya penyakit akibat kerja.
Lanjutan...
2. Bahaya keselamatan (safety hazard) fokus
pada keselamatan manusia yang terlibat
dalam proses, peralatan, dan teknologi.
Dampak safety hazard bersifat akut,
konsekuensi tinggi, dan probabilitas untuk
terjadi rendah.
Jenis-jenis safety hazard
 Mechanical Hazard, bahaya yang terdapat pada
benda atau proses yang bergerak yang dapat
menimbulkan dampak, seperti tertusuk, terpotong,
terjepit, tergores, terbentur, dan lain-lain.
 Electrical Hazard, merupakan bahaya yang berasal
dari arus listrik.
 Chemical Hazard, bahaya bahan kimia baik dalam
bentuk gas, cair, dan padat yang mempunyai sifat
mudah terbakar, mudah meledak, dan korosif.
 Bahaya kesehatan (health hazard) fokus pada
kesehatan manusia.
Pengendalian Hazard
1. Pengendalian teknis atau rekayasa yang meliputi
eliminasi, subtitusi, isolasi, ventilasi, higiene, dan
sanitasi (engineering control).
2. Pendidikan dan pelatihan.
3. Pembangunan kesadaran dan motivasi yang
meliputi sistem bonus, insentif, penghargaan, dan
motivasi diri.
4. Evaluasi melalui internal audit, penyelidikan dan
etiologi.
5. Penegakan hukum.
6. Pemberian alat pelindung diri/ APD.
(PERMENAKES No. 05/MEN/1996)
Tipe resiko

1. Risiko Keselamatan.
2. Risiko Kesehatan.
3. Risiko Lingkungan dan Ekologi.
4. Risiko Finansial.
5. Risiko Terhadap Masyarakat.
Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu
kumpulan dari berbagai tahapan
kegiatan yang bertujuan untuk
mengelola risiko–risiko keselamatan
dan kesehatan dalam suatu aktivitas
kegiatan.(AS/NZS 4360 : 2004)
Manfaat dilakukannya
manajemen risiko
 Mengurangi kejadian yang tidak dapat
terduga.
 Mencari kesempatan atau peluang.
 Meningkatkan perencanaan, kinerja, dan
efektifitas.
 Meningkatkan keuntungan ekonomis dan
efisiensi.
 Meningkatkan informasi sebagai masukan
sebagai proses pengambilan keputusan.
Lanjutan…

 Meningkatkan reputasi organisasi atau


perusahaan.
 Sebagai komitmen direksi untuk
melindungi pekerja.
 Sebagai salah satu cara untuk
meningkatkan akuntabilitas, kepercayaan,
dan governance.
 Meningkatkan kesejahteraan kesehatan
personal dan pekerja lainnya.
(AS/NZS 4360 : 2004)
Tahapan proses manajemen risiko
 Penetapan ruang lingkup.
 Identifikasi risiko.
 Analisis risiko.
 Evaluasi risiko.
 Pengendalian risiko.
 Monitoring dan review.
 Komunikasi dan konsultasi.
(AS/NZS 4360 : 2004)
Penerapan Keperawatan
Kesehatan Kerja
Secara umum, tujuan keperawatan
kesehatan kerja adalah menciptakan tenaga
kerja yang sehat dan produktif. Tujuan
hyperkes dapat diperinci sebagai berikut :
 Agar tenaga kerja dan setiap orang yang
berada di tempat kerja selalu dalam
keadaan sehat dan selamat.
 Agar sumber-sumber produksi dapat
berjalan secara lancar tanpa adanya
hambatan.
Fungsi Dan Tugas Perawat
Dalam K3
 Fungsi perawat
1. Mengkaji masalah kesehatan.
2. Menyusun rencana asuhan keperawatan
pekerja.
3. Melaksanakan pelayanan kesehatan dan
keperawatan terhadap pekerja.
4. Melakukan penilaian terhadap asuhan
keperawatan yang dilakukan.
Lanjutan..
 Tugas perawat :
1. Mengawasi lingkungan pekerja.
2. Memelihara fasilitas kesehatan perusahaan.
3. Membantu dokter dalam pemeriksaan kesehatan pekerja.
4. Membantu melakukan penilaian terhadap keadaan
kesehatan pekerja.
5. Merencanakan dan melaksanakan kunjungan rumah dan
perawatan di rumah kepada pekerja dan keluarga yang
mempunyai masalah kesehatan.
6. Ikut berperan dalam penyelenggaraan pendidikan K3
terhadap pekerja.
7. Ikut berperan dalam usaha keselamatan kerja.
8. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai KB terhadap
pekerja dan keluarganya.
9. Membantu usaha penyelidikan kesehatan pekerja.
10. Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan K3.
Hazard dan Resiko Dalam Proses
Pengkajian dan Perencanaan
 Pelecehan verbal saat berkomunikasi dengan
pasien dan keluarga.
 Kekerasan fisik pada perawat ketika
melakukan pengkajian.
 Pasien dan keluarga acuh tak acuh dengan
pertanyaan yang diajukan perawat.
 Resiko tertular penyakit dengan kontak fisik
maupun udara saat pemeriksaan fisik.
 Perawat menjadi terlalu empati dengan
keadaan pasien dan keluarganya.
Upaya Mencegah Resiko dan
Hazard pada Perawat dalam
Tahap Pengkajian
 Batasi akses ke tempat isolasi.
 Menggunakan APD dengan benar.
 SOP memasang APD, jangan ada sedikitpun
bagian tubuh yang tidak tertutup APD.
 Petugas tidak boleh menyentuh wajahnya
sendiri.
 Membatasi sentuhan langsung ke pasien.
 Cuci tangan dengan air dan sabun.
Lanjut
 Bersihkan kaki dengan di semprot, ketika
meninggalkan ruangan tempat melepas
APD.
 Lakukan pemeriksaan berkala pada
pekerja.
 Hindari memegang benda yang mungkin
terkontaminasi.
Terima kasih