Anda di halaman 1dari 20

PEMANCANGAN TITIK TANAM

KELAPA SAWIT
PROFIL BUAH KELAPA SAWIT
KARAKTER DXP BAH LIAS LONSUM (BLRS)
1. DXP BAH LIAS 1 (Dura Deli x Pisifera Avros)
 Potensi produksi TBS per tahun 31.3 ton/ha
 OER 25.2% (-/+ 2.5%)
 KER 5.9% (-/+ 1.1%)

2. DXP BAH LIAS 2 (Dura Deli x Pisifera (Avros x Binga))


 Potensi produksi TBS per tahun 27.4 ton/ha
 OER 24.4% (-/+ 1.8%)
 KER 7.1% (-/+ 1.3%)

3. DXP BAH LIAS 3 (Dura Deli x Pisifera Binga)


 Potensi produksi TBS per tahun 29.2 ton/ha
 OER 25.2% (-/+ 1.5%)
 KER 6.5% (-/+ 1.2%)

4. DXP BAH LIAS 4 (Dura Deli x Pisifera Ekona)


 Potensi produksi TBS per tahun 29.9 ton/ha
 OER 23.2% (-/+ 1%)
 KER 8.1% (-/+ 0.5%)

 Keterangan: Saat ini benih yg diproduksi umumnya adalah Bah Lias 1 dan sejumlah kecil
Bah Lias 3 dan 4. Bah Lias 2 pernah diproduksi dalam skala kecil.
KARAKTERISTIK PPKS :
1. D x P PPKS 540 (High mesocarp)
 Rerata produksi: 28,1 ton TBS/ha/tahun
 Rendemen minyak: 27,4%
 Rasio inti/buah (kernel) : 5,3 %
2. D x P PPKS 718 (Big bunch)
 Rerata produksi: 26,5 ton TBS/ha/tahun
 Rendemen minyak: 23,9%
 Rasio inti/buah (kernel) : 8,7 %
3. D x P PPKS 239 (High CPO & PKO)
 Rerata produksi: 32 ton TBS/ha/tahun
 Rendemen minyak: 25,8%
 Produksi PKO: 1,3 ton/ha
 Rasio inti/buah: 8,9 %
4. D x P Simalungun
 Rerata produksi: 28,4 ton TBS/ha/tahun

 Rendemen minyak: 26,5%

 Rasio inti/buah: 9,2 %

5. D x P Langkat
 Rerata produksi: 27,5 ton TBS/ha/tahun

 Rendemen minyak: 26,3%

 Rasio inti/buah: 9,3 %

6. Dy x P Sungai Pancur (Dumpy)


 Rerata produksi: 25-28 ton TBS/ha/tahun

 Rendemen minyak: 23-26%

 Rasio inti/buah : 6,5 %


7. D x P LaMe
 Rerata produksi: 26-27ton TBS/ha/tahun
 Rendemen minyak: 23-26%
 Rasio inti/buah: 6,9 %
8. D x P Avros
 Rerata produksi: 24-27 ton TBS/ha/tahun
 Rendemen minyak: 23-26%
 Rasio inti/buah: 6,6 %
9. D x P Yangambi
 Rerata produksi: 25-28 ton TBS/ha/tahun
 Rendemen minyak: 23-26%
 Rasio inti/buah: 7,2 %
SOCFINDO

 D x P LaMe
 D x P Yangambi

 D x P MTG (Moderate Tahan Gano)


A.LATAR BELAKANG

 Sejak pertumbuhan awal dari tanaman


kelapa sawit, terdapat persaingan yang kecil
antar tanaman terhadap hara dan cahaya
matahari.
 Setelah tanaman bertambah dewasa, maka
terjadilah pertemuan antara daun atau
tumpang tindih daun dengan tanaman
tetangganya, timbul persaingan antar
tanaman.
TBM ETIOLASI
Seiring pertumbuhan tanaman, terjadi pula
peningkatan bobot tanaman hingga masa
reproduktif.
 Agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal
maka diperlukan sistem penanaman yang
efektif pada tanaman kelapa sawit.
Setelah persiapan lahan rampung, maka
pekerjaan selanjutnya di lapangan adalah
mempersiapkan lubang tanam.
 Sebelum membuat lubang tanam, harus
terlebih dahulu ditetapkan sistem jarak tanam
dan kerapatan tanam yang akan digunakan.
 Sudah menjadi pedoman, bahwa sistem jarak
tanam segitiga sama sisi merupakan jarak
tanam yang universal pada budidaya kelapa
sawit, bahkan jaraknya pun sudah umum
digunakan 9mx9m.
 Kalau diperhatikan dari lima sisi maka sistem
segitiga ini memperlihatkan tanaman kelapa
sawit berbaris lurus dari lima sudut pandang.
SEGITIGA SAMA SISI PERSEGI EMPAT
SEGITIGA SAMA SISI PERSEGI EMPAT

 10.000 m2 = 143 tanaman/ha  10.000 m2 = 123 tanaman/ha


0,866x9mx9m 9mx9m
 Jarak antar barisan tanaman  Jarak antar barisan tanaman
akan lebih kecil yaitu dikalikan dikalikan dengan konstanta 1.
dengan konstanta 0,866.  Sedangkan jarak antar barisan
 Artinya bila jarak antar pada sistem persegi empat
tanaman 9m, maka jarak antar adalah 1 x 9m = 9 mtr.
barisan tanaman pada sistem
segitiga adalah 0,866 x 9m =
7,79 mtr.
KERAPATAN TANAM
Jarak Tanam (m) Jarak Antar Barisan (m) Kerapatan (palm/ha)
10,0 8,67 115/116
9,5 8,23 127/128
9,0 7,79 142/143
8,5 7,36 159/160
B. PENGARUH JARAK TANAM YANG TERLALU
RAPAT TERHADAP PERTUMBUHAN

 Intensitas cahaya sangat kecil di bawah pohon


sawit.
 Sangat sedikit vegetasi yang tumbuh di
bawahnya.
 Tajuk akan tumpang tindih yang dapat
mengurangi kapasitas fotosintesis.
 Tajuk cendrung tegak, menghambat
penyerbukan dan perkembangan buah.
 Karena cendrung tegak, buah menjadi bersegi
krn tertekan oleh pangkal pelepah.
 Batang cendrung memanjang, berdiameter
lebih kecil dari yang normal.
 Tanaman sawit di pinggir areal lebih pendek,
dibandingkan dengan yang berada di tengah.
C.Memancang Titik Tanam…

Alat Praktikum :
1. Pancang kepala : bambu Ø 2 cm, dengan panjang 2m
= 20 pcs.
2. Pancang tanam : bambu Ø 2 cm, dengan panjang 1,25
m = 50 pcs.
3. Kawat atau tali tambang kecil = 200 m.
4. Patok kayu atau broti Ø 5 cm panjang 50 cm = 4 pcs.
5. Cat merah dan cat putih, masing-masing 1 kaleng
kecil.
6. Kuas kecil = 2 pcs.
7. Meteran.
8. Kompas.
SEKIAN
TERIMA KASIH