Anda di halaman 1dari 21

Kelompok 12

1) Eva Kurnia Sari (161101015)


2) Pipit Ayu Nari R. (161101032)
3) Stevano Widhi S. (161101043)
4) Widya Novianti (161101047)
5) Zemy Firzatullah S. W. (161101052)
• Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin
intrauterine mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai
permulaan persalinan (manuaba, 2007 : 4)
• Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung
sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya
persalinan sejati yang menandai awal periode intrapartum.
(Helen Varney, 2006 : 492)
Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek berikut, yaitu
:
1) Ovum
2) Spermatozoa
3) Konsepsi
4) Nidasi
5) Plasentasi
Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan
seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil
(Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang
masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur
yang telah matang. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air
mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan
mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma.
Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal
saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian
melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur
matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.
(Kusmiyati, Yuni, dkk.2009)
Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim)
menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam
rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopi
yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi
tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan
pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan
tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain
terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.
Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang
menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur. Bagian ekor
yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel
telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian
luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu
sperma.
• Tanda pasti kehamilan
a. Teraba bagian-bagian janin dan dapat di kenal bagian-
bagian janin
b. Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin
c. Dapat dirasakan gerakan janin
d. Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka
janin. Tidak dilakukan lagi sekarang karena dampak radiasi
terhadap janin.
e. Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang
janin, dan dapat diperkirakan tuanya kehamilan serta dapat
menilai pertumbuhan janin
• Tanda tidak pasti kehamilan
a. Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih
b. Leukore, sekret serviks meningkat karena pegnaruh
peningkatan hormon progesteron
c. Epulis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM I
kehamilan
d. Perubahan payudara, payudara menjadi tegang dan
membesar karena pengaruh hormon estrogen dan
progesteron yang merangsang daktuli dan alveoli payudara.
Daerah areola menjadi lebih hitam kaerna deposit pigmen
berlebihan. Terdapat colostrum bila kehamilan lebih dari 12
minggu.
e. Pembesaran abdoment, jelas terlihat setelah kehamilan 14
minggu.
f. Suhu basal meningkat terus antara 37,2 – 37,8 0C
g. Perubahan organ-organ dalam pelvix
• Tanda kemungkinan kehamilan
a. Amenore (tidak mendapat haid)
b. Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering
terjadi pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan
disebut morning sickness
c. Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
d. Konstipasi / obstipasi, disebabkan penurunan peristaltik usus
oleh hormon steroid
e. Sering kencing
f. Pusing, pingsan dan mudah muntah Pingsan sering ditemukan
bila berada ditempat ramai pada bulan-bulan pertama
kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu
g. Anoreksia (tidak ada nafsu makan).
Umur kehamilan ibu umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari.
Umur kehamilan ibu adalah batas waktu ibu mengandung, yang
dihitung mulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT).
• Menurut usia kehamilan, kehamilan digolongkan:
a. Kehamilan prematur : usia kehamilan antara 28 sampai 37 minggu
b. Kehamilan aterm : kehamilan antara 37 dan 42 minggu
c. Kehamilan posterm : kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih 42
minggu.
• Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi 3 bagian:
a. Kehamilan trimester I : antara 0 sampai 12 minggu.
b. Kehamilan trimester II : antara 12 sampai 28 minggu.
c. Kehamilan trimester III :antara 28 sampai 42 minggu.
(Wiknjosastro, 2009)
• Puerperium (masa nifas) adalah masa sesudah persalinan yang
diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang
lamanya 6 minggu. Kejadian yang terpenting dalam nifas
adalah involusi dan laktasi.
• Masa nifas adalah periode sekitar 6 minggu sesudah
melahirkan anak, ketika alat-alat reproduksi tengah kembali
kepada kondisi normal.(Barbara F. weller 2005).
• Post partum adalah proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu
sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan
bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. (Abdul
Bari Saifuddin,2002).
1. Immediet post partum periode (24 jam pertama setelah
melahirkan).
2. Early post partum periode (hari kedua sampai ketujuh setelah
melahirkan).
3. Late post partum (minggu kedua/ketiga sampai keenam
setelah melahirkan).
Rubin (1961) membagi adaptasi psikologis menjadi 3 fase :
a. Fase taking in, yaitu fase ketergantungan, hari pertama sampai
dengan hari ketiga post partum, fokus pada diri sendiri,
berperilaku pasif, dan ketergantungan menyatakan ingin makan
dan tidur serta sulit membuat keputusan.
b. Fase taking hold, yaitu fase transisi dari ketergantungan
kemandiri, dari ketiga sampai dengan kesepuluh post partum,
fokus sudah ke bayi, mandiri dalam perawatan diri, mulai
memperhatikan fungsi tubuh sendiri dan bayi, mulai terbuka dalam
menerima pendidikan kesehatan.
c. Fase letting go, yaitu fase dimana sudah mengambil tanggung
jawab peran yang baru, hari kesepuluh sampai dengan enam
minggu post partum, ibu sudah melaksanakan fungsinya, ayah
berperan sebagai ayah, dan berinteraksi dengan bayi.
1. Uterus
a. Proses involusi
b. Kontraksi
c. Afterpains
d. Tempat plasenta
e. Lokia
f. Serviks
g. Vagina dan perineum
h. Topangan otot panggul
2. Sistem Endokrin
a. Hormon plasenta
b. Hormon hipofisis dan fungsi ovarium
3. Abdomen
4. Sistem Urinarius
a. Komponen Urin
b. Dieresis Pascapartum
c. Uretra dan Kandung Kemih
5. Sistem Pencernaan
a. Nafsu Makan
b. Motilitas
c. Defekasi
6. Payudara
7. Sistem Kardiovaskular
a. Volume Darah
b. Curah Jantung
c. Tanda-Tanda Vital
d. Denyut Nadi
e. Pernafasan
f. Tekanan Darah
8. Komplikasi
a. Hemoragi
b. Infeksi masa nifas
c. Tromboflebitis dan emboli paru
d. Hematoma
Menurut Moechtar Rustam(2002),perawatan pasca persalinan meliputi :
1. Keperawatan
• Mobilisasi
Selama 6 jam pasca persalinan, ibu harus istirahat dengan posisi tidur
terlentang.Selanjutnya diperkenankan dengan posisi miring kekanan dankekiri
untuk mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli.Pada hari kedua, ibu
diperbolehkan pulang.Mobilisasi mempunyai variasi,tergantungpada
komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka.
• Diet
Makanan harus bermutu, bergizi dan cukup.Sebaiknya mengkonsumsi makanan
yang mengandung protein serta makanan yang banyak cairanseperti sayur-
sayuran dan buah-buahan.
• Miksi
Hendaknya Buang Air Kecil (BAK) dilakukan sendiri secepatnya.Kadang-
kadang wanita mengalami sulit BAK karena sfingter uretra ditekan
olehkepala janin dan spasme oleh iritasi sfingter selama persalinan.Bila
kandungkemih penuh dan wanita sulit BAK, sebaiknya dilakukan katerisasi.
• Defekasi
Buang Air Besar (BAB) dilakukan 3-4 hari pasca persalinan.Bila masih
sulitBAB dan terjadi obstipasi apalagi BAB keras diberikan obat laktasif
peroralatau perektal.Jika masih belum bisa dilakukan klisma.
• Perawatan Payudara (Mammae)
Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil agar puting susu
menjadi lemas, tidak keras dan kering. Hal ini adalah sebagai persiapan
untukmenyusui bayi. Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan
cara :pembalutan mammae sampai tertekan, pemberian obat estrogen
untuk supresiLH (seperti tablet lynoral dan parlodel). Sangat dianjurkan
agar ibu menyusuibayinya sendiri karena sangat baik untuk kesehatan
bayinya.
2. Tes Diagnostik
Uji lab rutin yang harus di periksa adalah hemoglobin,
hematokrit, sel darahputih (leukosit). Haemoglobin
normal : 12-14 g/dl, Hematokrit : 37-43%,Leukosit
12.000/mmdan urin normal 1500 cc.
3. Therapi Medic
• Obat Analgetik
Digunakan jika klien merasa pusing dan nyeri yang
diakibatkan olehepisiotomy.
• Obat Antipiretik
Digunakan jika klien mengalami peningkatan suhu tubuh
sebagai awal daritanda-tanda infeksi.
• Antibiotik
Digunakan untuk ada inflamasi dan infeksi.
• Pengobatan mempertinggi daya tahan tubuh penderita, infus dan
transfusedarah diperlukan sesuai dengan komplikasi yang dijumpai.
Pemeriksaan yang lain dilakukan pada masa nifas atau post partum, yaitu
pemeriksaan laboraturium yang berupa pemeriksaan darah terutama
hemoglobin dan hematokrit. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan urinpada
ibu post partum yang mengalami infeksi pada saluran kemih.