Anda di halaman 1dari 9

Analisis Rasio Keuangan

Subsektor Farmasi
PT. Kimia Farma (Persero), Tbk
MAKALAH

Oleh:

Kelompok 4
Nama : 1. Joni Roles Lumbantobing
2. Rina Melani S. Sinaga
3. Mita Dwi Yanti
4. Pita Merlin Marpaung
5. Maria Y Manullang
Prodi : Akuntansi

Dosen : Musa F. Silaen, SE, M.Ak

SEKOLAHTINGGIILMUEKONOMI(STIE)

SULTANAGUNG

2 0 19
PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk

A. Sejarah Ringkas PT Kimia Farma (Persero) Tbk


Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia

yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1817 yang pada

saat itu bergerak dalam bidang distribusi obat dan bahan baku obat. Awalnya,

perusahaan ini bernama N.V. Chemicalien Handle Rathkamp & Co (Jakarta),

N.V. Pharmaceutische Handel Svereneging J. Van Gorkom & Co. (Jakarta),


N.V. Bandungsche Kinine Fabriek (Bandung) dan N.V. Jodium Onderneming

Watoedakon (Mojokerto). Pada tahun 1958, berdasarkan keputusan

nasionalisasi semua perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan,

Pemerintah Republik Indonesia melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi

Perusahaan Farmasi Negara (PNF) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada 16

Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas,

sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah

statusnya menjadi perusahaan terbuka, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam

penulisan berikutnya disebut “Perseroan”. Bersamaan dengan perubahan

tersebut, Perseroan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek

Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek

Indonesia). Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah

berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di

Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan

pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat

Indonesia.
B. Visi dan Misi

1. Visi
“Menjadi korporasi bidang kesehatan terintegrasi dan mampu
menghasilkan pertumbuhan nilai yang berkesinambungan melalui

konfigurasi dan koordinasi bisnis yang sinergis”.

2. Misi

Menghasilkan pertumbuhan nilai korporasi melalui usaha di bidang-

bidang:
1. Industri kimia dan farmasi dengan basis penelitian dan pengembangan

produk yang inovatif.

2. Perdagangan dan jaringan distribusi.


3. Pelayanan kesehatan yang berbasis jaringan ritel farmasi dan jaringan

pelayanan kesehatan lainnya.

4. Pengelolaan aset-aset yang dikaitkan dengan pengembangan usaha

perusahaan.
C. Struktur Organisasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk
D. Analisis Rasio Keuangan

Tabel 2.1
Analisis Rasio Keuangan
PT. Kimia Farma (Persero), Tbk
Perusahaan PT.Kimia Farma(Persero),Tbk
Naik/Turu Kesimpulan Rata-
Rasio Tahun
n Rata
2016 2017
A. Rasio Likuiditas
1. Current Ratio 1,71 1,55 Turun Tidak Membaik 1,63
2. Quick Ratio 1,14 1,04 Turun Tidak Membaik 1,09
3. Cash Ratio 0,26 0,27 Naik Membaik 0,27
4. Cash Turnover 4,80 4,74 Turun Tidak Membaik 4,77
B. Rasio Solvabilitas
1. Debt to Asset Ratio (DAR) 0,51 0,58 Naik Tidak Membaik 0,54
2. Debt to Equity Ratio (DER) 1,03 1,37 Naik Tidak Membaik 1,20
3. Long Term Debt to Equity Rati 0,28 0,45 Naik Tidak Membaik 0,37
4. Time Interest Earned (TIE) 3,94 3,77 Turun Membaik 3,85
C. RasioAktivitas
1. Total Aset Turnover 1,01 0,80 Turun Tidak Membaik 0,91
2. Receiable Turnover 3,85 3,17 Turun Tidak Membaik 3,51
3. Average Collection Period 93,51 113,71 Naik Membaik 103,61
4. Inventory Turnover 3,22 2,51 Turun Tidak Membaik 2,87
D. Rasio Profitabilitas
1.Return of Assets 0,05 0,05 Tetap Stabil 0,05
2.Return Of equity 0,11 0,13 Naik Membaik 0,12
3.Net Profit Margin 0,04 0,05 Naik Membaik 0,05
4.Operating Profit Margin 0,07 0,07 Tetap Stabil 0,07
Analisis:
A. Likuiditas
1. Current Ratio (CR)
Nilai current ratio pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan , yaitu
sebesar 0,16. Secara umum nilai CR yang baik adalah sama dengan atau di
atas 1. Dapat disimpulkan nilai CR PT. Kimia Farma (Persero), Tbk sudah
cukup baik karena besaran rasio lancarnya sama dengan atau lebih besar 1.
Berarti kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendek atau
utang yang segera jatuh tempo mampu ditutupi sepenuhnya menggunakan
keseluruhan aktiva lancar. Nilai aktiva lancar tahun 2016 sebesar
Rp.2.906.737.458.288 sedangkan utang lancar sebesar Rp.1.696.208.867.581.
Untuk tahun 2017 nilai aktiva lancar sebesar Rp.3.662.090.215.984 dan utang
lancarnya sebesar 2.369.507.448.768. Tahun 2017 kemampuan perusahaan
dalam memenuhi utang jangka pendeknya mengalami mengalami penurunan.
2. Quick Ratio (QR)
Quick ratio dengan nilai rata-rata per tahun 1,09, dapat dilihat bahwa QR
pada tahun 2016 (1,14) berada di atas rata-rata perusahaan sedangkan tahun
2017 (1,04) berada di bawah rata-rata. Tahun 2017 nilai QR mengalami
penurunan sebesar 0,10 dari 1,14 menjadi 1,04. Secara umum, nilai QR yang
baik adalah sama dengan atau di atas 1. Berarti nilai QR PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk cenderung cukup baik. Tetapi dilihat dari rata-rata per tahun
perusahaan, nilai QR tahun 2016 lebih baik dibanding tahun 2017. Penurunan
QR sebesar 0,10, disebabkan karena PT. Kmia Farma (Persero),Tbk
mengalami kenaikan utang lancar sebesar Rp.673.298.581.187 dari Rp.
1.696.208.867.581 menjadi Rp. 2.369.507.448.768.
3. Cash Ratio
Cash ratio dengan nilai rata-rata per tahun 0,27, dapat dilihat bahwa cash
ratio pada tahun 2016 (0,26) berada di bawah rata-rata perusahaan sedangkan
tahun 2017 (0,27) sama dengan rata-rata. Tahun 2016 nilai cash ratio
mengalami peningkatan sebesar 0,01. Secara umum, nilai cash ratio yang baik
adalah sama dengan atau di atas 1. Berarti nilai cash ratio PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk cenderung kurang baik. Tetapi dilihat dari rata-rata per tahun
perusahaan, nilai cash ratio tahun 2017 lebih baik dibanding tahun 2016.
Peningkatan QR sebesar 0,01, disebabkan karena PT.Kimia Farma (Persero),
Tbk mengalami peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp.210.025.547.556
dari Rp.436.847.544.223 menjadi Rp.646.873.091.779. Tetapi rasio sangat
lancar belum mampu menutupi utang lancar sebesar Rp.1.696.208.867.581
untuk tahun 2016 dan Rp.2.369.507.448.768. Berarti kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo
menggunakan kas belum likuid.
4. Cash Turnover
Cash turnover dengan nilai rata-rata per tahun 4,77, dapat dilihat bahwa
cash turnover pada tahun 2016 sebesar 4,80 berada di atas rata-rata per tahun
dan tahun 2017 sebesar 4,74 berada di bawah rata-rata. Nilai cash turnover
tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 0,06, maka tingkat cash turnover PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk 2017 tidak baik. Hal ini disebabkan karena besarnya
utang lancar ditahun tersebut sebesar Rp.2.369.507.448.768

B. Leverage.
1. Debt to Asset Ratio (DAR)
Debt to asset ratio dengan nilai rata-rata per tahun 0,54, dapat dilihat
bahwa DAR pada tahun 2016 sebesar 0,51 berada di bawah rata-rata
perusahaan sedangkan tahun 2017 sebesar 0,58 berada di atas rata-rata.
Secara umum, nilai DAR yang baik adalah di bawah 0,5. Berarti nilai DAR
PT.Kimia Farma (Persero), Tbk masih kurang baik. DAR tahun 2016-2017
mengalami peningkatan sebesar 0,07. Berarti perusahaan sedikit memburuk
yang dapat dilihat dari meningkatnya total utang dari Rp. 2.341.155.131.870
menjadi Rp. 3.523.628.217.406.
2. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to asset ratio dengan nilai rata-rata per tahun 1,20, dapat dilihat
bahwa DER pada tahun 2016 sebesar 1,03 berada di bawah rata-rata
perusahaan sedangkan tahun 2017 sebesar 1,37 berada di atas rata-rata.
Secara umum, nilai DER yang baik adalah di bawah 0,5. Berarti nilai DER PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk cenderung kurang baik. DER tahun 2016-2017 naik
sebesar 0,34. Berarti perusahaan memburuk yang dapat dilihat dari
meningkatnya total utang dari Rp. 2.341.155.131.870 menjadi Rp.
3.523.628.217.406. Berdasarkan hasil rasio tersebut dapat disimpulkan bahwa
struktur pembiayaan perusahaan lebih banyak menggunakan pinjaman
dibanding modal.
3. Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER)
Long term debt to equity ratio dengan nilai rata-rata per tahun 0,37, dapat
dilihat bahwa LtDER pada tahun 2016 sebesar 0,28 berada di bawah rata-rata
perusahaan sedangkan tahun 2017 sebesar 0,45 berada di atas rata-rata.
Secara umum, nilai LtDER yang baik adalah di bawah 0,1. Berarti nilai LtDER
PT. Kimia Farma (Persero), Tbk cenderung kurang baik. LtDER tahun 2016-
2017 naik sebesar 0,17. Berarti perusahaan memburuk yang dapat dilihat dari
meningkatnya total utang jangka panjang sebesar Rp. 509.174.504.348 dari Rp.
644.946.264.289 menjadi Rp. 1.154.120.768.637 hal ini juga karena
menurunnya ekuitas Rp.301.113.500.496. Berdasarkan hasil rasio tersebut
dapat disimpulkan bahwa struktur pembiayaan perusahaan lebih banyak
menggunakan pinjaman jangka panjang dibanding modal.
4. Time Interest Earned (TIE)
Time interest earned dengan nilai rata-rata per tahun 3,85, dapat dilihat
bahwa TIE pada tahun 2016 sebesar 3,94 berada di atas rata-rata perusahaan
sedangkan tahun 2017 sebesar 3,77 berada di bawah rata-rata. Berdasarkan
hasil rasio tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan laba sebelum bunga
dan pajak dalam membayar beban bunga pada tahun 2016 jauh lebih baik jika
dibandingkan tahun 2017. TIE mengalami penurunan sebesar 0,17 dikarenakan
adanya peningkatan beban bunga sebesar Rp.23.215.929.806, dari tahun 2016
ke tahun 2017.

C. Aktivitas
1. Total Asset Turnover (TATO)
Total asset turnover dengan nilai rata-rata per tahun 0,91, dapat dilihat
bahwa TATO pada tahun 2016 sebesar 1,01 berada di atas rata-rata
perusahaan sedangkan tahun 2017 sebesar 0,80 berada di bawah rata-rata.
Secara umum, nilai TATO yang baik adalah sama dengan atau di atas 1. Berarti
nilai TATO PT.Kimia Farma (Persero)Tbk sudah cukup baik, kecuali ditahun
2017. Rasio TATO tahun 2016 lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2017
karena kontribusi total aset terhadap penjualan di tahun 2016 adalah lebih besar
jika dibandingkan dengan tahun 2017. Dapat dilihat dari menurunnya TATO
tahun 2016-2017 sebesar 0,21.
2. Receivable Turnover
Receivable turnover dengan nilai rata-rata per tahun 3,51, dapat dilihat
bahwa receivable turnover pada tahun 2016 sebesar 3,85 berada diatas rata-
rata sedangkan tahun 2017 sebesar 3,17 berada di bawah rata-rata. Berarti
perusahaan tidak memenuhi standar. Artinya aktivitas penagihan piutang usaha
yang dilakukan manajemen PT.Kimia Farma (Persero), Tbk pada kedua tahun
dapat dikatakan tidak efektif. Pada tahun 2016-2017, rasio receivable turnover
mengalami penurunan sebesar 0,68.
3. Average Collection Period
Rata-rata per tahun average collection period adalah 103,61. Pada tahun
2016 sebesar 93,51 dan 2017 sebesar 113,71. Nilai average collection period
PT.Kimia Farma (Perseo),Tbk tahun 2016-2017 mengalami peningkatan
sebesar 20,2 dan dikatakan tidak baik karena waktu yang dibutuhkan untuk
mengumpulkan piutang menjadi semakin lama.
4. Inventory Turnover
Inventory turnover dengan nilai rata-rata per tahun 2,87, dapat dilihat
bahwa inventory turnover pada tahun 2016 sebesar 3,22 berada di atas rata-
rata, sedangkan tahun 2017 sebesar 2,51 berada di bawah rata-rata. Pada
tahun 2016-2017, rasio inventory turnover mengalami penurunan sebesar 0,71,
mengakibatkan kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan pada tahun
2016 semakin lambat, dikarenakan menurunnya harga pokok penjualan dari Rp.
3.947.606.932.563 menjadi Rp. 3.925.599.724.290

D. Profitabilitas
1. Return on Asset (ROA)
Return on asset dengan nilai rata-rata per tahun 0,05 dapat dilihat bahwa
ROA pada tahun 2016 sebesar 0,05 sama dengan rata-rata perusahaan
sedangkan tahun 2017 sebesar 0,05 juga sama dengan rata-rata. Tahun 2016-
2017 ROA tidak mengalami penurunan. Artinya hasil pengembalian atas aset
tahun 2016 sama baiknya jika dibandingkan dengan tahun 2015. Karena pada
tahun 2016 menghasilkan laba bersih yang cukup besar sedangkan tahun 2015
juga menghasilkan laba bersih. Berarti telah terjadi kestabilan kinerja
manajemen PT. Kimia Farma (Persero),Tbk dalam menghasilkan laba bagi
perusahaan. Tahun 2016 dan 2017 PT.Kimia Farma (Persero),Tbk mengalami
tidak mengalami rugi yang disebabkan stabilnya kinerja perusahaan dalam
memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk mendapatkan laba bagi pemegang
saham.
2. Return on Equity (ROE)
Return on equity dengan nilai rata-rata per tahun 0,12 dapat dilihat bahwa
ROE pada tahun 2016 sebesar 0,11 berada dibawah rata-rata perusahaan
sedangkan tahun 2017 sebesar 0,13 diatas rata-rata. Nilai ROE tahun 2016
sebesar 0,11 yang berarti untuk setiap rupiah investasi pemegang saham,
perusahaan memberikan kembalian sebesar 0,11 rupiah. Sedangkan tahun
2017 ROE sebesar 0,13 yang berarti untuk setiap rupiah investasi pemegang
saham, perusahaan memberikan laba sebesar 0,13 rupiah. Nilai ROE tahun
2016-2017 mengalami kenaikan sebesar 0,02. Artinya hasil pengembalian atas
ekuitas tahun 2017 membaik jika dibandingkan dengan tahun 2016. Disebabkan
adanya kenaikan laba.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net profit margin pada tahun 2016 sebesar 0,04 mengalami kenaikan
sebesar 0,01 pada tahun 2017 menjadi 0,05. Nilai NPM tahun 2017 sebesar
0,05 yang berarti untuk setiap rupiah penjualan perusahaan mendapatkan laba
bersih sebesar 0,05 rupiah. Sedangkan tahun 2016 NPM sebesar 0,04 yang
berarti untuk setiap rupiah penjualan perusahaan mendapatkan laba bersih
sebesar 0,04 rupiah. Nilai NPM PT.Kimia Farma (Persero), Tbk tahun 2016-
2017 mengalami kenaikan sebesar 0,01, dikarenakan laba bersih mengalami
kenaikan, dimana pada tahun 2017 menghasilkan laba bersih sebesar Rp.
323.866.692.681, mencerminkan efisiensi.
4. Operating Profit Margin (OPM)
Operating profit margin dengan nilai rata-rata per tahun 0,07 dapat dilihat
bahwa OPM pada tahun 2016 sebesar 0,07 berada sesuai rata-rata
perusahaan sedangkan tahun 2017 juga sama 0,07. Artinya margin laba
operasional tahun 2017 tidak mengalami peningkatan. Karena kontribusi
penjualan bersih terhadap laba operasional di tahun 2016 adalah sama jika
dibandingkan dengan kontribusi penjualan bersih terhadap laba operasional di
tahun 2017. Dengan demikian telah terjadi kestabilan kinerja manajemen
PT.Kimia Farma (Persero), Tbk dalam menghasilkan laba bagi perusahaan.
Kestabilan ini bisa disebabkan karena meningkatnya manajemen laba
perusahaan.