Anda di halaman 1dari 23

SISTEM PENGOLAHAN

AIR LIMBAH
Definisi
Air limbah adalah
a. Air buangan yang berasal
dari rumah tangga
termasuk tinja manusia dari
lingkungan permukiman,
serta
b. Air limbah industri rumah
tangga yang tidak
mengandung bahan beracun
dan berbahaya.
Sarana dan prasarana pengolahan air limbah adalah
semua peralatan dan bangunan penunjangnya yang
berfungsi dalam pengelolaan air limbah mulai dari
sumber timbulan air limbah sampai pengolahan akhir.
Karakteristik Air Limbah
Karakteristik air limbah perlu dikenal karena hal
ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat sehingga
tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar
karakteristik air dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil dari
bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah
rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti
larutan sabun, sedikit berbau. Kadang-kadang
mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian
dan sayur, bagian-bagian tinja dan sebagainya
2. Karakteristik kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-
zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta
bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian
tinja, urine dan sampah sampah lainnya. Oleh sebab
itu pada umumnya bersifat basa pada waktu masih
baru dan cenderung ke asam apabila sudah mulai
membusuk.
Substansi organik dalam air buangan terdiri dari dua
gabungan, yakni:
- Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya
urea, protein, amine dan asam amino.
- Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya
lemak, sabun dan karbohidrat, termasuk selulosa.
3. Karakteristik bakteriologis
Kandungan bakteri
patogen serta organisme
golongan coli terdapat juga
dalam air limbah tergantung
darimana sumbernya namun
keduanya tidak berperan
dalam proses pengolahan air
buangan.
Sesuaidengan zat-zat yang terkandung didalam air limbah,
maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan
menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakay dan
lingkungan hidup, antara lain:

1 Menjadi Transmisi atau media penyebaran berbagai


penyakit, terutama kolera, thypus abdominalis dan disentri
basiler.
2. Menjadi media berkembangbiak mikroorganisme patogen.
3. Menjadi tempat berkembangbiak nyamuk atau tempat
hidup larva nyamuk.
4. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan
yang tidak sedap.
5. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tana
dan lingkungan hidup lainnya.
6. Mengurangi produktivitas manusia karena orang
bekerja dengan tidak nyaman dan sebagainya.
Sumber Air Limbah
Limbah, sampah, dan kotoran yang berasal dari
rumah tangga, perusahaan, dan/atau kendaraan
merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan untuk
menciptakan kesehatan lingkungan. Pembuangan sampah
rumah tangga dibiasakan pada tempat sampah, karena itu
tempat sampah seharusnya selalu tersedia di lingkungan
rumah tempat tinggal sesuai dengan jenisnya, sampah
basah (garbage), sampah kering (rubbish), dan sisa-sisa
industri (industrial waste). Selain itu, kebiasaan meludah,
buang air kecil dan besar (human excreta), air limbah
(sewage) juga harus dikelola dengan baik agar tidak
mengganggu kesehatan lingkungan. Sampah yang tidak
dikelola dengan baik dapat menjadi sarang hewan
penyebar penyakit dan bau yang tidak sedap.
Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola dan
atau diolah secara baik. Air limbah ini berasal dari
berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokkan
menjadi sebagai berikut:

1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga


(domestic wastes water), yaitu air limbah yang berasal
dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini
terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian
dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-
bahan organik.

2. Air buangan industri yang berasal dari berbagai jenis


industri akibat proses produksi. Zat-zat yang terkandung
didalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku
yang dipakai oleh masing-masing industri.
3. Air buangan kotapraja (municipal wastes water) yaitu
air buangan yang berasal dari daerah perkantoran,
perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum,
tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat
yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan
air limbah rumah tangga.
Jenis pengolahan

Pengolahan air limbah untuk melindungi lingkungan


hidup dari pencemaran. Secara ilmiah sebenarnya
lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar
terhadap gangguan yang timbul karena pencemaran air
limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut
mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya
dukungnya sehingga air limbah perlu diolah sebelum
dibuang.
Beberapa cara pengolahan air buangan antara lain:
1. Pengenceran (Dilution)
Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi
yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan
air.
Tetapi dengan makin bertambahnya penduduk, yang
berarti makin meningkatnya kegiatan manusia, maka
jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak dan
diperlukan air pengenceran terlalu banyak pula maka cara
ini tidak dapat dipertahankan lagi.
Dan menimbulkan kontaminasi
terhadap badan-badan air masih
tetap ada, pengendapan yang
akhirnya menimbulkan
pendangkalan terhadap badan-
badan air, seperti selokan, sungai,
danau, dan sebagainya. Selanjutnya
dapat menimbulkan banjir.
2. Kolam Oksidasi (Oxidation Ponds)

Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah


pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan
oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah
dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segi empat
dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar
kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus
jauh dari daerah pemukiman dan di daerah yang terbuka
sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.
Cara kerjanya antara lain sebagai berikut:
• empat unsur yang berperan dalam proses pembersihan
alamiah ini adalah sinar matahari, ganggang, bakteri, dan
oksigen. Ganggang dengan butir khlorophylnya dalam air
limbah melakukan proses fotosintesis dengan bantuan
sinar matahari sehingga tumbuh dengan subur.
• Pada proses sintesis untuk pembentukan karbohidrat
dari H2O dan CO2 oleh chlorophyl dibawah pengaruh
sinar matahari terbentuk O2 (oksigen). Kemudian oksigen
ini digunakan oleh bakteri aerobik untuk melakukan
dekomposisi zat-zat organik yang terdapat dalam air
buangan. Disamping itu terjadi pengendapan.
• Sebagai hasilnya nilai BOD dari air limbah tersebut akan
berkurang sehingga relatif aman bila akan dibuang ke
dalam badan-badan air (kali, danau, dan sebagainya).. BOD
adalah singkatan dari Biological Oxygen Demand atau
kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan
didalam air oleh mikroorganisme.
3.Irigasi

Air limbah dialirkan ke dalam


parit-parit terbuka yang digali
dan air akan merembes masuk
ke dalam tanah melalui dasar
dan dinding parit-parit
tersebut. Dalam keadaan
tertentu air buangan dapat
digunakan untuk pengairan
ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk
pemupukan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah
dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan,
dan lain-lainnya di mana kandungan zat-zat organik dan protein
cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman. Dilakukan
untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah
potong hewan, dan lain-lainnya di mana kandungan zat-zat organik
dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.
Sistem Pengolahan Air Limbah
Setempat

Pengolahan
setempat Pengolahan

• Septik Tank • Instalasi


• Air limbah • Sungai
• Cubluk Pengolahan
rumah • Truk tinja saluran air
• Jamban Lumpur
tangga
• Pit Latrin Tinja
Pengurasan dan Badan air
Timbulan
pengangkutan penerima
Langkah-langkah Pengelolaan
Air Limbah
Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari
kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke
badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan
apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu
limbah. Sebagai contoh, mari kita lihat Kota Jakarta.
Jakarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat
sehingga letak septic tank, cubluk (balong), dan
pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air
tanah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan
bahwa 285 sampel dari 636 titik sampel sumber air
tanah telah tercemar oleh bakteri coli. Secara kimiawi,
75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu
air minum yang parameternya dinilai dari unsur nitrat,
nitrit, besi, dan mangan.
Dalam kegiatan industri, air limbah akan
mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa
bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk
terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan
peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle
boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes.
Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus
menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan
terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution
prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe
pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi
bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang
ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas
kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses
produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan
peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi
baku mutu yang sudah ditetapkan.
Batasan Air Limbah untuk Industri
Kepmen LH No. KEP-51/MENLH/10/1995

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak


sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air
limbah memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya
operasi yang tidak sedikit. Untuk itu, pengolahan air
limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari
perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan
fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit
pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian
yang cermat.
Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat
beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter
kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan
kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan
ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah.
Parameter ini terdiri dari total organic
carbon (TOC), chemical oxygen
demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD),
minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum
hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah
dapat dilihat dari parameter total suspended
solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial
reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah
dapat berupa senyawa organik atau inorganik.
Terimakasih atas perhatiannya
dan semoga bermanfaat