Anda di halaman 1dari 13

MASALAH CAKUPAN

PROGRAM IMUNISASI
Latar Belakang
• Secara global, 20 persen bayi yang lahir
setiap tahunnya tidak mendapatkan
imunisasi dasar yang dapat melindungi
mereka dari berbagai penyakit mematikan
yang sebenarnya dapat dicegah melalui
imunisasi
• Penyakit campak masih cukup kasus di
kecamatan seulimeum
• Setiap tahunnya, satu dari lima anak –
atau sekitar 19 juta anak-anak di seluruh
dunia – tidak terjangkau pelayanan
imunisasi
• Program imunisasi juga masih menjadi
masalah di Indonesia, karena sejak 2006,
Indonesia termasuk sebagai salah satu
dari enam negara yang teridentifikasi
memiliki jumlah tertinggi anak-anak yang
tidak terjangkau imunisasi
• Cakupan imunisasi di Indonesia masih di
bawah angka 80 persen seharusnya 98
%-100%
• Hal ini merupakan pertanda bahwa
masyarakat Indonesia belum menyadari
manfaat yang diberikan imunisasi bagi
kesehatan
• Jika dibandingkan dengan negara
tetangga seperti Malaysia yang cakupan
imunisasinya mencapai lebih dari 90
persen
• Hal ini menandakan bahwa kesadaran
mereka terhadap manfaat dan fungsi
imunisasi tidak lagi dipersoalkan termasuk
masalah kandungan vaksin
• Target cakupan imunisasi belum tercapai,
perlu peningkatan upaya preventif
(pencegahan) dan promotif (promosi
Imunisasi) seiring dengan upaya kuratif
(pengobatan) dan rehabilitatif
• Akibat dari cakupan Universal Child
Imunization (UCI)/Desa UCI yang belum
tercapai akan berpotensi timbulnya kasus-
kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan
Imunisasi (PD3I) di beberapa daerah risiko
tinggi yang selanjutnya dapat mengakibatkan
munculnya wabah
• Untuk menekan angka kesakitan dan
kematian akibat Penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) perlu
upaya imunisasi dengan cakupan yang
tinggi dan merata setiap Desa
• Desa UCI = Desa dengan Cakupan
Imunisasi Dasar Lengkap tinggi 100%
• Guna mempercepat pencapaian UCI di
semua desa/kelurahan, pemerintah
mengadakan Gerakan Akselarasi
Imunisasi Nasional UCI
Penyebab Masalah Cakupan
• masih rendah dan belum meratanya
cakupan imunisasi dasar lengkap bagi
anak usia di bawah lima tahun antara lain
disebabkan oleh perbedaan komitmen
pemerintah daerah dalam mendukung
pelaksanaan program imunisasi
• Sebagian pemerintah daerah kurang
memberikan perhatian dan dukungan
pada pelaksanaan program imunisasi
• Ketersediaan dan kemampuan sumber
daya mensukseskan program juga
berbeda masih kurang
• pengetahuan masyarakat tentang
pentingnya imunisasi untuk anak juga
masih rendah di beberapa daerah
sehingga masih ada orang tua yang tidak
membawa anaknya ke fasilitas kesehatan
untuk mendapatkan imunisasi
• Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor yang berpengaruh terhadap
kejadian drop out imunisasi ini adalah :
pengetahuan ibu tentang imunisasi
kurang, faktor jumlah anak balita, faktor
kepuasan ibu terhadap pelayanan petugas
imunisasi, faktor keterlibatan pamong
dalam memotovasi ibu dan faktor jarak
rumah ke tempat pelayanan imunisasi
• Adanya negative campaign (isu-isu
negative terhadap Imunisasi)sebagai
gerakan anti imunisasi yang marak akhir-
akhir ini telah menyebabkan banyak orang
tua menolak anaknya diimunisasi
sehingga banyak anak tidak terimunisasi
ini akan menyebabkan anak rentan
terkena penyakit.