Anda di halaman 1dari 22

t

Komunikasi,
informasi
edukasi

Ketaatan dan
tidak taat
Oleh kelompok VI :
SI-VIA
Dhea Ananda
Meilita Putri
Winda Sari
Meri Ernilawati
Syahrul Amin
Bestari rezki
KEPATUHAN

Adalah pasien harus mengikuti perintah tenaga kesehatan dan


mematuhi petunjuk-petunjuk tenaga kesehatan tersebut.
Adalah tunduk pada keinginan orang lain
Pasien tidak diberi kesempatan untuk membuat keputusan
tentang penggunaan obat
Konsep kepatuhan secara tidak langsung juga menyatakan
gagasan bahwa mengikuti nasihat yang direkomendasikan selalu
merupakan tindakan yang tepat dan hal yang terbaik untuk pasien
DEFINISI

Compliance
merupakan tingkat perilaku seseorang dalam menjalankan pengobatan sesuai dengan
petunjuk atau perintah yang diberikan oleh petugas kesehatan. Disini pasien berperan
pasif dalam proses pengobatan, mengikuti perintah dokter dan rencana terapi tidak
didasarkan pada therapeutic alliance atau kesepakatan antara pasien dan dokter, sehingga
penggunaan istilah ini sudah tidak begitu disukai.
ADHERENCE (Ketaatan)
didefinisikan sebagai tingkat perilaku seseorang dalam menjalankan pengobatan sesuai
dengan persetujuan yang telah disepakati oleh pasien dan petugas kesehatan
CONCORDANCE
adalah suatu proses pengobatan, di mana pasien dan tenaga kesehatan menjadi mitra
bersama dalam mencapai solusi terbaik untuk setiap masalah kesehatan yang dihadapi
pasien. Pasien dan tenaga kesehatan membuat kesepakatan bersama tentang pengobatan
dan perawatan masalah kesehatan yang dihadapi oleh pasien.
PERSISTENCE (Ketekunan)
didefinisikan sebagai kemampuan pasien untuk tetap terus melanjutkan pengobatan
hingga waktu yang ditentukan. Pada kasus penyakit kronik, waktu pengobatan dapat
berlangsung cukup lama. Seseorang dikatakan tidak persisten apabila orang tersebut berhenti
menggunakan obat sebelum waktunya atau tidak pernah meminum obat yang diresepkan.
KETIDAKTAATAN

Ketidaktaatan menjalani pengobatan didefinisikan sebagai


banyaknya dosis yang tidak diminum/digunakan atau
diminum/digunakan dengan cara yag salah sehingga
membahayakan terapi pasien
MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN
KETIDAKTAATAN

1) Menggunakan atau mendapatkan obat yang benar,


tetapi terlalu sedikit.
2) Menggunakan atau mendapatkan obat yang benar,
tetapi terlalu banyak.
3) Frekuensi minum obat yang tidak sesuai.
4) Tidak menggunakan atau mendapatkan obat yang
diresepkan.
5) Cara minum obat yang tidak benar
RESIKO KETIDAKTAATAN

Ketidaktaatan akan menyebabkan sejumlah akibat yang tidak


diinginkan, yaitu:
1) Sakit bertambah lama atau kondisi medis memburuk
2) Pasien perlu perawatan di rumah sakit atau perawatan
rumah
3) Akibat ekstrem, yaitu kematian.
4) Biaya sangat besar yang harus ditanggung oleh
masyarakat dan pelayanan kesehatan
5) Kehilangan waktu kerja
PENYEBAB KETIDAKTAATAN

Penyebab terjadinya ketidaktaatan adalah:


1) Faktor pasien dan kepercayaan pasien,
2) Faktor komunikasi antara pasien dan profesional
kesehatan,
3) Faktor perilaku
FAKTOR PASIEN

1) Merasa penyakitnya tidak serius.


2) Merasa diobati tidak serius.
3) Merasa pengobatan tidak efektif.
4) Pandangan negatif dari keluarga dan teman atau
kurangnya dukungan sosial.
5) Pengalaman dengan pengobatan sedikit atau memiliki
pengalaman buruk dengan pengobatan.
6) Kurang pengetahuan tentang penyakit yang diderita
FAKTOR KOMUNIKASI

1) Kurang penjelasan yang eksplisit, tepat, jelas, jumlahnya


memadai, dan termasuk menerima tanggapan.
2) Tingkat pengawasan medis rendah.
3) Kurang informasi yang seimbang tentang resiko dan efek
samping.
4) Strategi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengubah
sikap dan kepercayaan pasien kurang.
5) Kepuasan pasien dalam berinteraksi dengan tenaga kesehatan
rendah atau tidak ada sama sekali.
6) Tenaga kesehatan dianggap tidak ramah dan kurang perhatian.
7) Tenaga kesehatan tidak membiarkan pasien terlibat dalam
membuat keputusan (Rantucci, 2009).
FAKTOR PERILAKU

1) Ingin menguji efikasi obat


2) Ingin menegaskan kendali atas hubungan
tenaga kesehatan-pasien
HAMBATAN KETAATAN

1) Regimen pengobatan kompleks


2) Durasi terapi panjang.
3) Munculnya efek merugikan atau efek samping.
4) Tidak dapat membaca, kemampuan kognitif rendah,
hambatan bahasa.
5) Hambatan fisikis/finansial untuk mendapatkan obat
PENCEGAHAN
KETIDAKTAATAN

1. KOMUNIKASI DENGAN PASIEN


Farmasis harus melibatkan pasien dalam diskusi untuk
membangun hubungan dengan pasien.
Komunikasi lebih lanjut harus terjadi untuk memungkinkan
farmasis bergerak maju melalui proses asuhan kefarmasian
untuk mendapatkan informasi yg tepat, menentukan metode
untuk mencegah ketidaktaatan, serta melaksanakan metode
tersebut.
Aspek-aspek komunikasi dengan pasien yg dapat mencegah
ketidaktaatan pasien antara lain kepuasan pasien, nada bicara,
sifat, isi, frekuensi dan metode komunikasi.
PENCEGAHAN
KETIDAKTAATAN

2. PEMBERIAN INFORMASI
Persuasif
Informasi penggunaan obat
Informasi tentang penyakit, cara kerja dan waktu kerja obat
Informasi efek samping
Teknik khusus
Jumlah dan tingkat
PENCEGAHAN
KETIDAKTAATAN

3. STRATEGI UNTUK MENCEGAH KETIDAKTAATAN


Bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk
menyederhanakan jadwal pemakaian obat
Memberikan alat pengingat dan mengatur pemakian obat
Mengingatkan pasien melalui telfon atau surat tentang
pengulanagan resep
Melibatkan pasangan pasien atau anggota keluarga lainnya
dalam mengingatkan dan mendorong pasien menggunakan
obat yg diresepkan
CARAMENDETEKSI
KETIDAKPATUHAN

Tidak langsung:
1) Wawancara.
2) Menghitung sisa obat.
3) Meneliti catatan peresepan kembali (iter).

Langsung:
1) Pemantauan kadar obat dalam darah.
2) Pemantauan kadar metabolit obat atau senyawa
pelacak dalam urin.
STRATEGIUNTUKMENCEGAH
KETIDAKPATUHAN

1) Farmasis bekerjasama dengan dokter untuk mempermudah


jadwal pengobatan dengan mengurangi jumlah obat,
mengurangi interval dosis perhari dan penyesuaian regimen
dosis untuk penggunaan terbaik pasien sehari-hari.
2) Menyediakan alat bantu pengingat dan pengaturan
penggunaan obat, misalnya alarm, chart.
3) Mengingatkan pasien dengan telepon atau surat untuk
pembelian (refill) obat kembali.
4) Mengembangkan pengertian dan sikap mendukung di pihak
keluarga pasien dalam mengingatkan penggunaan obat.
METODE PEMBERIAN MOTIVASI DALAM
MENANGANIKETIDAKPATUHAN

1) Jelaskan keuntungan dari penggunaan obat.


2) Tingkatkan kewaspadaan pasien dari gejala penyakit
yang diperlihatkan dan membutuhkan pengobatan.
3) Jelaskan bahwa pasien harus dapat mengevaluasi
dirinya sendiri.
4) Bantu pasien untuk mengembangkan kepercayaan
dirinya.
PETUNJUK PRAKTIS KOMUNIKASI UNTUK
MENCEGAH KETIDAKTAATAN

No. Petunjuk Keterangan


1 Kepuasan pasien Libatkan pasien dalam pembicaraan tentang pengobatan
terhadap pasien
komunikasi
2 Nada bicara Tidak boleh terkesan memaksa, menakuti, mengancam atau
dalam komunikasi merendahkan
Jangan memaksa pasien untuk patuh, tetapi sebaiknya
tawarkan bantuan pada pasien agar pasien mendapatkan
manfaat terbesar dr pengobatannya
Yakinkan pasien bahwa ketaatan mengikuti pengobatan
akan memberikan banyak kebaikan bagi pasien
Tidak boleh menakuti pasien
3 Sifat komunikasi Diskusi dan penyajian informasi
Libatkan pasien sebanyak mungkin dalam interaksi dan
dalam mengambil keputusan mengenai pemakaian obat
(misalnya, kapan harus menggunakan obat dan bentuk
sediaan yang dipilih)
PETUNJUK PRAKTIS KOMUNIKASI
UNTUK MENCEGAH KETIDAKTAATAN

No. Petunjuk Keterangan


4 Isi Komunikasi Tanyakan persepsi pasien tentang penggunaan obat untuk
mengetahui apakah ada kesalahpahaman yang mungkin
memengaruhi pandangan pasien dan untuk menentukan
jenis informasi dan strategi perilaku yang dapat memberikan
keuntungan terbesar bagi pasien
Coba cari tau sebagian dari biaya dan keuntungan yang
dirasakan oleh pasien, usahakan membicarakan hal ini
sebelum terjadi
Tanyakan langsung pada pasien apakah pasien merasakan
ada kesulitan dalam menggunakan obat
Bicarakan masalah kesalahpahaman dan kepercayaan
melalui diskusi lebih dalam, pemberian informasi, dan
strategi khusus
PETUNJUK PRAKTIS KOMUNIKASI
UNTUK MENCEGAH KETIDAKTAATAN

No. Petunjuk Keterangan


5 Frekuensi Dorong pasien untuk berkomunikasi di kemudian hari
Komunikasi Sarankan agar pasien menghubungi untuk
mendiskusikan bila ada masalah atau kekhawatiran yang
muncul di kemudian hari
Pantau perkembangan pasien dan lanjutkan interaksi
dengan pasien setelah resep pertama diserahkan karena
pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keadaan
sakit dan penggunaan obat oleh pasien merupakan suatu
proses yang berkelanjutan
Selama konseling pengulangan resep, periksa apakah ada
perubahan kepercayaan dan persepsi tentang sakit
atau pengobatan
6 Metode Kombinasi komunikasi lisan (verbal) dan tulisan
Komunikasi kemungkinan merupakan cara terbaik untuk memperbaiki
ketaatan dan disukai oleh pasien
Hindari menggunakan kosakata khusus (jargon)
Sesuaikan dengan bahasa dan tingkatkan pendidikan pasien
TERIMAKASIH