Anda di halaman 1dari 19

IKHWAN SAPUTRA,S.KEP.

NS
• Motivasi Intrinsik
• Motivasi ekstrinsik
• Motivasi Terdesak
Kebutuhan Dorongan
Faktor
Kognitif

Tujuan

• PRINSIP PARTISIPATIF.
PEGAWAI PERLU DIBERIKAN KESEMPATAN IKUT BERPARTISIPASI MENENTUKAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI OLEH
PEMIMPIN DALAM UPAYA MEMOTIVASI KERJA.

• PRINSIP KOMUNIKASI.
PEMIMPIN MENGOMUNIKASIKAN SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN USAHA PENCAPAIAN TUGAS.
INFORMASI YANG JELAS AKAN MEMBUAT KERJA PEGAWAI LEBIH MUDAH DIMOTIVASI.
• PRINSIP MENGAKUI ANDIL BAWAHAN.
PEMIMPIN MENGAKUI BAHWA BAWAHAN (PEGAWAI) MEMPUNYAI ANDIL DALAM USAHA PENCAPAIAN TUJUAN.
DENGAN PENGAKUAN TERSEBUT, PEGAWAI AKAN LEBIH MUDAH DIMOTIVASI.
• PRINSIP PENDELEGASIAN WEWENANG.
PEMIMPIN AKAN MEMBERIKAN OTORITAS ATAU WEWENANG KEPADA PEGAWAI BAWAHAN UNTUK DAPAT MENGAMBIL
KEPUTUSAN TERHADAP PEKERJAAN YANG DILAKUKANNYA SEWAKTU-WAKTU. HAL INI AKAN MEMBUAT PEGAWAI YANG
BERSANGKUTAN MENJADI TERMOTIVASI UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG DIHARAPKAN OLEH PEMIMPIN.

• PRINSIP MEMBERI PERHATIAN.


PEMIMPIN MEMBERIKAN PERHATIAN TERHADAP APA YANG DIINGINKAN PEGAWAI BAWAHANNYA, SEHINGGA
BAWAHAN AKAN TERMOTIVASI BEKERJA SESUAI DENGAN HARAPAN PEMIMPIN.
• FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENAMPILAN DAN KEPUASAN KERJA
• MOTIVASI
• LINGKUNGAN
• PERAN MANAJER
KEBERHASILAN PENYELESAIAN TUGAS SEBAGAI
STRATEGI MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA

• MENURUT KOPELMAN (1986) FAKTOR PENENTU ORGANISASI YAKNI KEPEMIMPINAN DAN


SISTEM IMBALAN BERPENGARUH PADA KINERJA INDIVIDU ATAU ORGANISASI MELALUI
MOTIVASI, SEDANGAN FAKTOR PENENTU ORGANISASI, YAKNI PENDIDIKAN BERPENGARUH PADA
KINERJA INDIVIDU ATAU ORGANISASI MELALUI VARIABEL PENGETAHUAN, KETERAMPILAN ATAU
KEMAMPUAN.
• KINERJA ATAU PERFORMANCE MENURUT SUPRIYANTO DAN RATNA (2007)
ADALAH EFFORTS (UPAYA ATAU AKTIVITAS) DITAMBAH ACHIEVEMENTS (HASIL
KERJA ATAU PENCAPAIAN HASIL UPAYA). SELANJUTNYA KINERJA DIRUMUSKAN
SEBAGAI P = E + A.

PERFORMANCE = EFFORTS + ACHIEVEMENT


• ROBBINS S, 1996, MENDEFINISIKAN KINERJA SEBAGAI FUNGSI INTERAKSI
ANTARA KEMAMPUAN (A=ABILITY), MOTIVASI (M=MOTIVATION) DAN
KESEMPATAN (O=OPPORTUNITY).

• 1. HUMAN PERFORMANCE = ABILITY + MOTIVATION.


• 2. MOTIVATION = ATTITUDE + SITUATION.
• 3. ABILITY = KNOWLEDGE + SKILL.




WOODRUFF DAN GARDIAL (2002), MENDEFINISIKAN KEPUASAN SEBAGAI MODEL
KESENJANGAN ANTARA HARAPAN (STANDAR KINERJA YANG SEHARUSNYA) DENGAN KINERJA
AKTUAL YANG DITERIMA PELANGGAN.

• KUALITAS PRODUK ATAU JASA. • PELAYANAN
• HARGA • LOKASI
• EMOSIONAL. • FASILITAS
• KINERJA. • KOMUNIKASI
• ESTETIKA. • SUASANA
• KARAKTERISTIK PRODUK • DESAIN VISUAL

BAGAIMANA KONSUMEN AKAN MERASA PUAS ATAS PRODUK BARANG YANG DIGUNAKAN. BEBERAPA DIMENSI YANG
MEMBENTUK KUALITAS PRODUK BARANG ADALAH PERFORMANCE, RELIABILLITY, CONFORMANCE, DURABILITY, FEATURE
DAN LAIN-LAIN.

BAGAIMANA KONSUMEN AKAN PUAS DENGAN JASA YANG TELAH DIKONSUMSINYA. DIMENSI SERVICE QULITY YANG
LEBIH DIKENAL DENGAN SERVQUAL MELIPUTI 5 DIMENSI YAITU TANGIBLE, RELIABILITY, ASSURANCE, EMPATHY,
RESPONSIVENESS. SKALA NILAI DINYATAKAN DENGAN SKALA 1−5. SKALA 1 ADALAH TIDAK PUAS DAN SKALA 5
ADALAH PUAS. NILAI RERATA SKALA ADALAH NILAI SKOR (SKOR=JUMLAH N PENGUKURAN DIKATAKAN SKALA).

KEYAKINAN DAN RASA BANGGA TERHADAP PRODUK, JASA YANG DIGUNAKAN DIBANDINGKAN PESAING. EMOTIONAL
FACTOR DIUKUR DARI PRECEIVED BEST SCORE, ARTINYA PERSEPSI KUALITAS TERBAIK DIBANDINGKAN PESAINGNYA.

HARGA DARI PRODUK, JASA YANG DI UKUR DARI VALUE (NILAI) MANFAAT DIBANDINGKAN DENGAN BIAYA YANG
DIKELUARKAN KONSUMEN. HARGA ADALAH HARGA PELAYANAN MEDIS (MEDICAL CARE) YANG HARUS DIBAYAR
KONSUMEN (PRICE IS THAT WHICH IS GIVEN IN AN EXCHANGE TO AQUIRE A GOOD OR SERVICE).

BIAYA YANG DI KELUARKAN UNTUK MENDAPATKAN PRODUK ATAU JASA.
SEKIAN

•TERIMA KASIH