Anda di halaman 1dari 19

PERKEMBANGAN ILMU

PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI


Dosen Pengajar Ns. Alfeus Manuntung, S.Kep.,M.,Kep
KELOMPOK 2

ALFANDY COSTARIO
ANNISA WIDYA PARAMITHA
AYU NOVITA SARI
KARINA AYU SERIN
MAULANA AKBAR
SARWANTO

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA


DIV KEPERAWATAN REGULER IV
TAHUN 2019
PERKEMBANGAN ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan


perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta
efektivitas dalam pelaksanaannya.

Diharapkan dengan berkembangnya teknologi di bidang kesehatan


terutama keperawatan, pelayanan yang diberikan akan semakin
berkualitas dan dapat dipertanggung jawabkan.
KAJIAN TEORITIS

IPTEK juga berdampak pada biaya kesehatan yang makin tinggi dan
pilihan tindakan penanggulangan masalah kesehatan yang makin
banyak dan kompleks selain itu dapat menurunkan jumlah hari rawat
(Hamid, 1997; Jerningan,1998).

Salah satu tujuan yang paling menonjol darike perawatan modern saat
ini adalah untuk membuat body of knowledge yang berbasis bukti yang
komprehensif dan menggunakan pengetahuan ini untuk membimbing
dan memberikan alasan untuk pelayanan perawatan yang terbaik.
Meskipun upaya untuk membangun basis pengetahuan yang maju,
perjuangan untuk menggabungkan pengetahuan ini kedalam
keperawatan sehari-hari telah diidentifikasi (Dawson & Thomas, 1999).
PEMBAHASAN

IPTEK merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan


teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan
dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu
sendiri.

Dijaman sekarang ini banyak teknologi yang digunakan tidak


dengan bijak sehingga menimbulkan banyak efek negatif. Oleh
karena itu, penggunaan IPTEK harus didasarkan sesuai aturan,
etika, dan moral yang berlaku agar penggunaannya sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangannya kearah yang positif.
PERKEMBANGAN ILMU KEERAWATAN

Pengembangan ilmu keperawatan dalam bidang pendidikan


diwujudkan melalui pendidikan berkelanjutan serta pendidikan dan
latihan khusus di bidang keperawatan.

Pengembangan ilmu keperawatan dalam bidang praktik keperawatan


dilakukan melalui upaya peningkatan kualitas layanan keperawatan
yang dilandasi keilmuan serta sikap profesional yang dilandasi oleh
kaidah etik profesi dan standar praktik keperawatan yang berlaku.
Ini karena keperawatan tidak hanya sekedar ilmu, tetapi juga
praktik. Oleh karena itu, pendidikan keperawatan merupakan
pendidikan profesional.

Tujuan pengembangan teori keperawatan adalah untuk


menumbuhkan serta mengembangkan pengetahuan yang diharapkan
mampu membantu serta mengembangkan praktik keperawatan dan
pendidikan keperawatan.
LANJUTA…
Untuk mengembangkan ilmu keperawatan, dibutuhkan dukungan
ilmu lain sebagai pembentuk body of knowledge ilmu keperawatan.
Ilmu-ilmu pendukung tersebut antara lain :

Kelompok ilmu humaniora, metodologi, hukum, dan etika.


Kelompok ilmu alam dasar.
Kelompok ilmu perilaku.
Kelompok ilmu sosial.
Kelompok ilmu biomedik.
Kelompok ilmu kesehatan masyarakat.
Kelompok ilmu kedokteran klinik.
SEJARAH KEPERAWATAN
Zaman purbakala (primitif culture)
Harapan pada awal perkembangan keperawatan adalah perawat
harus memiliki naluri keibuan (Mother Instinc). Dari masa Mother
Instic kemudian bergeser ke zaman dimana orang masih percaya
pada sesuatu tentang adanya kekuatan mistic yang dapat
mempengaruhi kehidupan manusia. Kemudian dilanjutkan dengan
kepercayaan pada dewa-dewa

Zaman Keagamaan
Perkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spiritual
dimana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya
dosa/kutukan Tuhan. Pusat perawatan adalah tempat-tempat
ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama disebut sebagai
tabib yang mengobati pasien.
LANJUTAN…
Zaman Masehi
Keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani,
dimana pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu
organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungiorang sakit
sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan
untuk mengubur bagi yang meninggal.

Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan


Xenodhoecim atau hospes yaitu tempat penampungan orang-orang
sakit yang membutuhkan pertolongan. Pada zaman ini berdirilah
Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic Hospital.
LANJUTAN…
Pertengahan abad VI Masehi
Pada abad ini keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu
Timur Tengah, seiring dengan perkembangan agama Islam.
Pengaruh agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak
lepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan
agama Islam.
Abad VII Masehi, di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu
pengetahuan seperti Ilmu Pasti, Kimia, Hygiene dan obat-obatan.
Pada masa ini mulai muncul prinsip-prinsip dasar keperawatan
kesehatan seperti pentingnya kebersihan diri, kebersihan makanan
dan lingkungan. Tokoh keperawatan yang terkenal dari Arab
adalah Rufaidah.
LANJUTAN…
Permulaan abad XVI
Pada masa ini, struktur dan orientasi masyarakat berubah dari
agama menjadi kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan
semangat kolonial. Gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup,
padahal tempat ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat
orang sakit. Dengan adanya perubahan ini, sebagai dampak
negatifnya bagi keperawatan adalah berkurangnya tenaga perawat.
Untuk memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita tuna susila
yang sudah bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif pada
masa ini, dengan adanya perang salib, untuk menolong korban
perang dibutuhkan banyak tenaga sukarela sebagai perawat,
mereka terdiri dari orde-orde agama, wanita-wanita yang mengikuti
suami berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai
perawat.
LANJUTAN…
Pertengahan abad XVIII-XIX
Seusai perang, Florence N. kembali ke Inggris. Inggris membuka
jalan bagi kemajuan dan perkembangan keperawatan dengan
membuka sekolah khusus keperawatan (Florence Nightingale
School of Nursing and Midwifery) dan membuat sebuah buku
Catatan tentang Keperawatan (Notes on Nursing) buku setebal 136
halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah
Florence dan sekolah keperawatan lainnya.
PERKEMBANGAN KEPERAWTAN
DI INDONESIA
Masa pemerintahan Belanda.
Masa Penjajahan Belanda
Perkembangam keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi
sosial ekonomi yaitu pada saat penjajahan kolonial Belanda, Inggris
dan Jepang. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat
berasal dari penduduk pribumi yang disebut Velpeger dengan
dibantu Zieken Oppaser sebagai penjaga orang sakit.
Pada 1799 didirikan rumah sakit Binen Hospital di Jakarta untuk
memelihara kesehatan staf dan tentara Belanda. Usaha pemerintah
kolonial Belanda pada masa ini adalah membentuk Dinas
Kesehatan Tentara dan Dinas Kesehatan Rakyat. Daendels
mendirikan rumah sakit di Jakarta, Surabaya dan Semarang, tetapi
tidak diikuti perkembangan profesi keperawatan, karena tujuannya
hanya untuk kepentingan tentara Belanda.
LANJUTAN…
Masa Penjajahan Inggris (1812 – 1816)
Gurbernur Jenderal Inggris ketika VOC berkuasa yaitu Raffles
sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Berangkat dari
semboyannya yaitu kesehatan adalah milik manusia, ia melakukan
berbagai upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan penduduk
pribumi antara lain, pencacaran umum, cara perawatan pasien
dengan gangguan jiwa, kesehatan para tahanan.
Setelah pemerintahan kolonial kembali ke tangan Belanda,
kesehatan penduduk lebih maju. Pada 1819 didirikan RS.
Stadverband di Glodok Jakarta dan pada 1919 dipindahkan ke
Salemba yaitu RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pada 1816 –
1942 berdiri rumah sakit – rumah sakit hampir bersamaan yaitu
RS. PGI Cikini Jakarta, RS. ST Carollus Jakarta, RS. ST. Boromeus
di Bandung, RS Elizabeth di Semarang. Bersamaan dengan itu
berdiri pula sekolah-sekolah perawat.
LANJUTAN…
Zaman Penjajahan Jepang (1942 – 1945)
Pada masa ini perkembangan keperawatan mengalami
kemunduran, dan dunia keperawatan di Indonesia mengalami
zaman kegelapan. Tugas keperawatan dilakukan oleh orang-orang
tidak terdidik, pimpinan rumah sakit diambil alih oleh Jepang,
akhirnya terjadi kekurangan obat sehingga timbul wabah.
Zaman Kemerdekaan
Pada 1949 mulai adanya pembangunan dibidang kesehatan yaitu
rumah sakit dan balai pengobatan. Pada 1952 didirikan Sekolah
Guru Perawat dan sekolah perawat setimgkat SMP. Pendidikan
keperawatan profesional mulai didirikan 1962 yaitu Akper milik
Departemen Kesehatan di Jakarta untuk menghasilkan perawat
profesional pemula. Pendirian Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK)
mulai bermunculan, pada 1985 didirikan PSIK ( Program Studi
Ilmu Keperawatan ) yang merupakan momentum kebangkitan
keperawatan di Indonesia. Pada 1995 PSIK FK UI berubah status
menjadi FIK UI. Kemudian muncul PSIK-PSIK baru seperti di
Undip, UGM, UNHAS dan lain-lain
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
DALAM KEPERAWATAN
Seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan
sesuai standar, yaitu mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi
dan yang sangat penting adalah disertai dengan sistem
pendokumentasian yang baik. Namun pada kenyataannya di
lapangan, asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifat
manual dan konvensional, belum disertai dengan sistem / perangkat
teknologi yang memadai.
Contohnya, dalam hal pendokumentasian asuhan keperawatan
masih manual, sehingga perawat mempunyai potensi yang besar
terhadap proses terejadinya kelalaian dalam praktek. Dengan
adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat
dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem
pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik dengan
menggunakan sistem informasi manejemen.
LANJUTAN…
Salah satu bagian dari perkembangan teknologi dibidang informasi
yang sudah mulai dipergunakan oleh kalangan perawat di dunia
internasional adalah teknologi PDA (personal digital assistance).
PDA (Personal Digital Assistance) merupakan alat yang untuk
memudahkan pendokumentasian cara memasukkan personal digital
assistant (PDA) ke dalam program keperawatan merupakan sebuah
inovasi yang sangat memberikan manfaat lebih bagi dunia
kesehatan, dunia keperawatan khususnya. Fungsi bantuan PDA
untuk perawat dapat mengakses secara cepat informasi tentang
obat, penyakit, dan perhitungan kalkulasi obat atau perhitungan
cairan IV fluid/infus; perawat dapat menyimpan data pasien,
membuat grafik/table, mengefisiensikan data dan
menyebarluaskannya.