Anda di halaman 1dari 26

Pekerjaan konstruksi bangunan, jalan dan

jembatan

Muhamad Aditya Pratama


16505251076
Kompetensi
dasar Memahami jenis-jenis pekerjaan konstruksi gedung, jalan dan
jembatan.

Menyajikan unsur-unsur dan fungsi pengelola pekerjaan


konstruksi gedung, jalan dan jembatan

Indikator Menjelaskan pekerjaan konstruksi gedung, jalan dan jembatan.


Pencapaian
Materi Mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan konstruksi gedung, jalan
dan jembatan.
Menunjukan unsur-unsur dan fungsi pengelola pekerjaan
konstruksi gedung, jalan dan jembatan.
Mendemonstrasikan unsur-unsur dan fungsi pengelola
pekerjaan konstruksi gedung, jalan dan jembatan.

7/24/2019 2
Pekerjaan Konstruksi

Pekerjaan Konstruksi didefinisikan sebagai keseluruhan atau sebagian


rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang
mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan
masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau
bentuk fisik lain. Lingkup pekerjaan konstruksi tergolong sangat beragam, sesuai
dengan tujuan dan fungsinyajembatan (UU No. 18 tahun 1999 pasal 1).
Sehingga, untuk mempermudah pengklasifikasiannya, pekerjaan konstruksi
dibedakan menjadi; konstruksi bangunan gedung, konstruksi jalan dan konstruksi.

7/24/2019 3
1. Konstruksi Bangunan Gedung
Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu
dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di
dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan
kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan
usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus (UU No. 8 tahun 2002
pasal 1). Setiap gedung terbentuk oleh beberapa sistim komponen yang terdiri dari
berbagai jenis material yang tersusun dan direncanakan sedemikian rupa, sehingga
menjadi satu kesatuan pekerjaan. Setiap kesatuan pekerjaan ditetapkan dan
dikelompokan berdasarkan tahapan pembangunan suatu gedung, yaitu:
 tahap pekerjaan persiapan,
 pekerjaan struktur, dan
 pekerjaan finishing.
7/24/2019 4
 Tahap Pekerjaan Persiapan
1. Pekerjaan persiapan lahan,
membebaskan lahan dari segala
benda yang dianggap
mengganggu pada area tersebut
2. Pekerjaan pengukuran tanah
(pemetaan), mengetahui
keadaaan sebenarnya dari luasan
lahan beserta batasan-
batasannya
3. Pekerjaan pemasangan bouw
plank, menentukan titik-titik
posisi, kelurusan dan tataletak
galian
Gambar 1 Denah Pemasangan bow plank

7/24/2019 5
 Tahap Pekerjaan Struktur

Struktur yang terdapat pada bangunan gedung dibagai menjadi dua kelompok
berdasarkan tahap pelaksanaanya, yaitu:
1. struktur bawah (lower structure), merupakan bagian bangunan yang terdapat
dibawah atau sejajar dengan permukaan tanah.
2. struktur atas (upper structure), merupakan seluruh elemen struktur yang terdapat
pada bangunan gedung yang berada diatas permukaan tanah dan ditopang oleh
pondasi

7/24/2019 6
1. Struktur bawah (lower structure)
a) Pekerjaan Pondasai,
 Pekerjaan galian tanah pondasi
 Pekerjaan urugan bagian
bawah pondasi
 Pekerjaan lantai kerja
 Pekerjaan pasanga batu kali
 Pekerjaan ugugan tanah galian
 Pekerjaan meningkatkan
elevasi lantai

7/24/2019 7
b) Pekerjaan sloof
Sloof merupakan elemen
bangunan yang berada tepat diatas
pondasi, fungsi utama dari sloof
adalah untuk mendistribusikan
beban dari bangunan sehingga
diterima pondasi secara merata

7/24/2019 8
2. Struktur atas (upper structure)
a) Pekerjaan kolom
b) Pekerjaan balok,
c) Pekerjaan pelat lantai
d) Pekerjaan atap

7/24/2019 9
a) Pekerjaan kolom

7/24/2019 10
b) Pekerjaan balok,

7/24/2019 11
c) Pekerjaan pelat lantai

7/24/2019 12
d) Pekerjaan atap

7/24/2019 13
 Tahap Pekerjaan Finishing
a) Pekerjaan pasangan dinding,
b) Pekerjaan pasangan keramik,
c) Pekerjaan pasangan kusen pintu dan jendela

7/24/2019 14
2. Konstruksi Jalan
Konstruksi jalan merupakan infrastruktur yang berfungsi menunjang kegiatan
transportasi manusia yang berada pada area darat, termasuk bangunan pelengkap
dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada
permukaan tanah. Konstruksi jalan telah ditemukan sejak lama, awalnya konstruksi
jalan hanya terbuat dari lapisan tanah yang diperkeras. Seiring dengan
berkembangnya teknologi dan semakin tingginya intensitas transportasi, sehingga
mengharuskan konstruksi jalan harus diperkuat agar mampu menerima beban dari
kendaraan yang melaluinya. Perkuatan dilakukan dengan memberikan lapis
tambahan yang diperkeras (pavement).

7/24/2019 15
Struk lapis perkerasan jalan yang sering digunakan adalah struktur perkeraan lentur. Menurut
Hamirhan (2005), struktur perkerasan lentur jalan terdiri dari:
1. Pekerjaan lapisan pondasi bawah (sub base course),
2. Pekerjaan lapisan pondasi atas (base course),
3. Pekerjaan lapisan permukaan (surface course), dan
4. Pekerjaan lapisan tanah dasar (sub grade),

7/24/2019 16
3. Konstruksi Jembatan
Jembatan merupakan suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk
menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan
seperti lembah yang dalam, alur sunga, saluran irigasi dan pembuang.
Secara umum, jenis konstruksi jembatan yang paing banyak ditemui adalah
jembatan rangka baja (truss bridge). Jembatan rangka baja (truss bridge) adalah
konstruksi jembatan yang tersusun dari rangka batang yang membentuk bidang
segitiga dan mempunyai kemampuan untuk mendistribusikan beban ke seluruh
elemen penyusunnya

7/24/2019 17
Struktur jembatan rangka baja (truss bridge) dibedakan berdasarkan bagian-bagian elemen struktur dan
fungsinya, senis pekerjaan pada konstruksi jembatan dibedakan menjadi:
1) Pekerjaan konstruksi bangunan atas (superstructure), terdiri dari: gelagar utama, gelagar melintang, lantai
kendaraan, trotoar, pipa sandaran, tiang sandaran, dan rangka.
2) Pekerjaan konstruksi bawah (substructure), terdiri dari pondasi, piar dan abutment (pangkal)

7/24/2019 18
Unsur dan Pengelola Pekerjaan Konstruksi

Pekerjaan konstruksi akan berlangsung dengan lancar apabila unsur dan


pengelola diorganisir secara baik dan benar. Mengorganisir pekerjaan konstruksi
berarti mengatur dan memberdayakan semua unsur sumberdaya yang dimili pihak
penyelenggara konstruksi, seperti sumberdaya manusia, material, peralatan, dana
dan infrastruktur lain. Unsur-unsur teresebut digerakkan dan diarahkan dalam
rangka mewujudkan tujuan secara efektif dan efisien

7/24/2019 19
Kegiatan mengorganisir proyek merupakan satu kesatuan proses yang
terdiri dari kegiatan-kegiatan berikut:
1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan seluruh pekerjaan yang ada di
dalam suatu proyek mulai dari perencanaan sampai kepada pelaksanaan
konstruksi
2. Mengelompokkan pekerjaan menjadi beberapa bagian termasuk biaya,
jadwal, dan mutu pekerjaan yangdikehendaki untuk didistribusikan
kepada individuatau, kalompok yang deberi tugas untuk mengerjakannya.
3. Menyiapkan pihak-pihak yang akan akan menerima tugas mulai dari
memilih keterampilan dan keahlian individu atau kelompok.

7/24/2019 20
Secara umum, terdapat empat
unsur pengelola pekerjaan konstruksi
yang terlibat dan bertanggungjawab
atas terwujudnya tujuan yang telah
disepakati, yaitu:
1. Pemberi tugas/Pemilik Proyek
(Owner)
2. Konsultan Perencana
3. Konsultan Pengawas (MK)
4. Kontraktor/Pelaksana Proyek
(Contractor).

Contoh struktur pengelolaan proyek


7/24/2019 21
1) Pemilik Proyek (owner)
Seseorang atau instansi yang memiliki proyek atau pekerjaan dan memberikannya kepada pihak lain
yang mampu malaksanakan sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.
a) Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor).
b) Meminta laporan secara priodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang telah di lakukan
c) Menyediakan fasilitas baik berupa sarana dan prasarana yang di butuhkan oleh penyedia jasa untuk
kelancaran pekerjaan.
d) Menyesuiakan lahan untuk tempat pelaksanaan pekerjaan.
e) Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada penyedia jasa sejumlah biaya yang diperlukan
untuk mewujudkan sebuah bangunan.
f) Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang di rencanakan dengan menunjuk suatu badan
atau orang untuk bertindak atas nama pemilik.
g) Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi).
h) Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh penyedia jasa jika
produksinya sesuai dengan apa yang dikehendaki

7/24/2019 22
2) Konsultan Perencana (Designer)
Lembaga/badan usaha yang ditunjuk dan diberikan kewenangan oleh owner sebagai
perencana sebuah proyek sesuai bidangnya, dengan hak dan kewajiban sebagai berikut:
a) Membuat perecanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana, rencana kerja dan
syarat-syarat (RKS), hitung renacana perkuatan struktur, dan rencana anggaran biaya
(RAB).
b) Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa dan pihak kontraktor
tentag pelaksanaan pekerjaan.
c) Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontrakter tentang halhal yang kurang jelas
dalm gambar rencana, rencana kerja, dan syarat-syarat.
d) Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
e) Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.

7/24/2019 23
3) Kontraktor Pelaksana (Contractor)
Orang/Instansi yang menerima pekerjaan dan menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai biaya yang telah
ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat yang ditetapkan, dengan hak dan
kewajiban sebagai berikut:
a) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, peraturan, dan syarat-syarat, penjelasan pekerjaan
dan syarat-syarat yang telah ditetapka oleh pengguna jasa.
b) Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang telah disahkan oleh konsultan pengawas sebagai wakil dari
pengguna jasa.
c) Menyadiakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan
kerja dan masyarakat.
d) Membuat hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan dan bulanan.
e) Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikannya sesuai ketetapan yang berlaku

7/24/2019 24
4) Konsultan Pengawas (supervisor)
Pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek (owner) untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan.
Konsultan pengawas dapat berupa badan usaha atau perorangan. Dalam hal ini, pemilik proyek
(owner) menunjuk langsung badan perorangan sebagai konsultan pengawas, dengan hak dan
kewajiban sebagai berikut:
a) Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang di tetapkan.
b) Membimbing dan mengadakan pengawasan secara priodik dalam pelaksanaan pekerjaan.
c) Melakukan perhitung prestasi kerja.
d) Mengkoordinasi dan mengendalikan kegietan konstruksi serta aliran informasi antar
berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar.
e) Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta menghindari
pembengkakan biaya.
f) Mengtasi dan memecah persoalan yang timbul dilapangan agar dicapaihasil akhir sesuai
yang diharapkan dengan kualitas, kuantitas serta waktu pelaksanaan yang telah
ditetapkan.
7/24/2019 25
g) Menerima atau menolak material/peralatan yang di datangkan kontraktor.
Tes Formatif
1. Carilah gambar potongan rumah, lalu analisis jenis-jenis pekerjaan yang
mungkin dikerjakan berdasarkan gambar tersebut.
2. Sebutkan pekerjaan lapis perkerasan konstruksi jalan, dan jelaskan salah satu
diantaranya.
3. Jelaskan perbedaan pekerjaan konstruksi bangunan atas (superstructure), dan
pekerjaan konstruksi bawah (substructure) pada pekerjaan konstruksi jembatan.
4. Sebut dan jelaskan unsur pengelola pada pekerjaan konstruksi.

7/24/2019 26

Anda mungkin juga menyukai