Anda di halaman 1dari 49

Mikroskop

centrifuge
Autoclave

Refraktometer
Hot plate &
Magnetic stirer
Fotometer

Nurmeily Rachmawati, S.Pd. M.Si


MIKROSKOP
CENTRIFUGE
PERTEMUAN KE - 10
• autoclave sterilizer is attributed to Charles Chamberland, in 1879. Around that time,
researchers started to understand the advantages of sterile surgery, and doctors needed a
more reliable sterilization method than open flaming
• An autoclave is used to sterilize surgical equipment, laboratory instruments,
pharmaceutical items, and other materials. It can sterilize solids, liquids, hollows, and
instruments of various shapes and sizes.
• Autoclaves vary in size, shape and functionality. A very basic autoclave is similar to a
pressure cooker; both use the power of steam to kill bacteria, spores and germs resistant
to boiling water and powerful detergents.
• An autoclave chamber sterilizes medical or laboratory instruments by heating them above
boiling point.
• Two parameters are most important:
• the level of non-condensable gases
• the moisture level
• The optimal composition of steam within an autoclave is 3% liquid and 97% gas. Any
change in the percentage of moisture increases or decreases sterilization time. In practice,
sterilization time is calculated according to optimum steam conditions and steam’s ability
to transfer energy to the non-sterile load prior to sterilization
• Typically the chambers in autoclaves are
cylindrical, because cylinders are better able
to withstand extreme pressures than boxes,
whose edges become points of weakness that
can break. The high-pressure makes them
self-sealing (the words "auto" and "clave"
mean automatic locking), though for safety
reasons most are also sealed manually from
outside.
• (1) Steam flows in through a pipe at the bottom and around
a closed jacket that surrounds the main chamber
• (2), before entering the chamber itself
• (3). The steam sterilizes whatever has been placed inside
(in this case, three blue drums)
• (4) before exiting through an exhaust pipe at the bottom
• (5). A tight door lock and gasket seal
• (6) keeps the steam securely inside. A safety valve
• (7) similar to the ones on a pressure cooker will pop out if
the pressure gets too high.
Process in Autoclave
• Once the chamber is sealed, all the air is removed from it either by a
simple vacuum pump (in a design called pre-vacuum) or by pumping in
steam to force the air out of the way (an alternative design called gravity
displacement).
• Next, steam is pumped through the chamber at a higher pressure than
normal atmospheric pressure so it reaches a temperature of about 121–
140°C (250–284°F).
• Once the required temperature is reached, a thermostat kicks in and starts
a timer.
• The steam pumping continues for a minimum of about 3 minutes and a
maximum of about 15–20 minutes (higher temperatures mean shorter
times)—generally long enough to kill most microorganisms.
• The exact sterilizing time depends on a variety of factors, including the
likely contamination level of the items being autoclaved (dirty items
known to be contaminated will take longer to sterilize because they
contain more microbes) and how the autoclave is loaded up (if steam can
circulate more freely, autoclaving will be quicker and more effective).
Bahan autoclave
• Rubber can be vulcanized (heated, toughened,
and hardened with sulfur) in an autoclave.
• Nylon (a plastic) can be made by "cooking" a
concentrated salt solution in an autoclave to
encourage what's called condensation
polymerization.
• Polyethylene (polythene, another plastic) can be
made by circulating air or organic peroxides
through an autoclave to polymerize ethylene.
• Airplane materials made from composites are
also typically cured in large industrial autoclaves.
• Chemical indicators on medical packaging and
autoclave tape change color once the correct
conditions have been met, indicating that the
object inside the package, or under the tape,
has been appropriately processed.
• Autoclave tape is only a marker that steam
and heat have activated the dye. The marker
on the tape does not indicate complete
sterility.
• To prove sterility, biological indicators are used.
Biological indicators contain spores of a heat-
resistant bacterium, Geobacillus
stearothermophilus.
• If the autoclave does not reach the right
temperature, the spores will germinate when
incubated and their metabolism will change the
color of a pH-sensitive chemical.
• Some physical indicators consist of an alloy
designed to melt only after being subjected to a
given temperature for the relevant holding time.
If the alloy melts, the change will be visible
https://www.youtube.com/watch?v=0dlDf8HiiQw
Jenis-jenis Autoclave
• Gravity Displacement Autoclave
- Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya berdasarkan gravitasi
- Prinsipnya adalah memanfaatkan keringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga
udara terletak di bawah uap.
- Cara kerjanya dimulai dengan memasukan uap melalui bagian atas autoklaf sehingga udara
tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap mulai semakin banyak sehingga menekan udara
semakin turun dan keluar melalui saluran di bagian bawah autoklaf, selanjutnya suhu
meningkat dan terjadi sterilisasi.
- Autoklaf ini dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 °C dengan waktu 10-30
menit.
• Prevacuum atau High Vacuum Autoclave
- Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua udara dari dalam autoklaf.
- Cara kerjanya dimulai dengan pengeluaran udara. Proses ini berlangsung selama 8-10 menit.
Ketika keadaan vakum tercipta, uap dimasukkan ke dalam autoklaf. Akibat kevakuman udara,
uap segera berhubungan dengan seluruh permukaan benda, kemudian terjadi peningkatan
suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung.
- Autoklaf ini bekerja dengan suhu 132-135 °C dengan waktu 3-4 menit.
• Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave
- Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer dengan
rangkaian berulang.
- Waktu siklus pada autoklaf ini tergantung pada benda yang disterilisasi.
• Alat yang biasa digunakan untuk mengukur kadar/ konsentrasi bahan atau zat
terlarut.
• Misalnya gula (“Brix”), garam (“Baume”), protein, dsb.
• Konsentrasi bahan terlarut sering dinyatakan dalam satuan Brix(%)
• Pada dasarnya Brix(%) dinyatakan sebagai jumlah gram dari zat terlarut
yang terdapat dalam 100 g larutan.

• Pengertian Index Bias


Perbandingan antara kecepatan cahaya dalam udara dengan kecepatan
cahaya dalam zat tersebut.
• Indeks bias memiliki fungsi untuk mengidentifikasi zat kemurnian
• Suhu pengukuran dilakukan pada suhu 20oC dan suhu tersebut harus benar-
benar diatur dan dipertahankan karena sangat mempengaruhi indeks bias.
• Nilai indeks bias dinyatakan dalam farmakope Indonesia edisi empat
dinyatakan garis (D) cahaya natrium pada panjang gelombang 589,0 nm dan
589,6 nm.
• Untuk mencapai kestabilan, alat Refraktometer harus dikalibrasi dengan
menggunakan plat glass standard.
Penggunaan refraktometer
a. Dalam kedokteran hewan,
digunakan untuk mengukur
total protein plasma dalam
sampel darah dan urin berat
jenis.
b. Dalam diagnostik obat,
digunakan untuk
mengukur berat jenis dalam
urin manusia.
c. Dalam gemmology, digunakan
untuk membantu
mengidentifikasi bahan permata
dengan mengukur index bias
mereka.
d. Dalam akuarium laut
pembukuan, digunakan untuk
mengukur salinitas dan berat
jenis air.
Prinsip kerja
• Metode Pengukurannya didasarkan pada prinsip
bahwa cahaya yang masuk melewati prisma-
cahaya hanya bisa melewati bidang batas antara
cairan dan prisma kerja dengan suatu sudut yang
terletak dalam batas-batas tertentu yang
ditentukan oleh sudut batas antara cairan dan
alas.

• Sumber cahaya ditransmisikan oleh serat optik


kedalam salah satu sisi prisma dan secara
internal dipantulkan ke interface prisma dan
sampel larutan.
• Bagian cahaya ini akan dipantulkan kembali ke
sisi yang berlawanan pada sudut tertentu
bergantung dari indeks bias larutannya.
PEMBACAAN
REFRAKTOMETER

1 2 3
• PEMBACAAN SKALA PADA
REAFRAKTOMETER HAND TIPE
ANALOG
1. Refraktometer dalam keadaan
awal/tidak ada sampel
2. Refraktometer dikalibrasi menggunakan
akuades
3. Refraktometer terdapat sampel
Bagian
refraktometer
• 1. Day light plate (kaca)
• Untuk melindungi prisma dari goresan akibat debu, benda asing, atau untuk mencegah
agar sampel yang diteteskan pada prisma tidak menetes atau jatuh.
• 2. Prisma (biru)
• Bagian yang paling sensitif terhadap goresan.
• Untuk pembacaan skala dari zat terlarut dan mengubah cahaya polikromatis (cahaya
lampu/matahari) menjadi monokromatis.
• 3. Knop pengatur skala
• Untuk mengkalibrasi skala menggunakan aquades. Cara kerjanya ialah knop diputar
searah atau berlawanan arah jarum jam hinggan didapatkan skala paling kecil (0.00
untuk refraktometer salinitas, 1.000 untuk refraktometer urine).
• 4. Lensa
• Untuk memfokuskan cahaya yang monokromatis.
• 5. Handle
• Untuk memegang alat refraktometer dan menjaga suhu agar stabil.
• 6. Biomaterial strip
• Terletak pada bagian dalam alat (tidak terlihat)
• Untuk mengatur suhu sekitar 18 – 28 OC. Jika saat pengukuran suhunya mencapai
kurang dari 18 OC atau melebihi 28 OC maka secara otomatis refraktometer akan
mengatur suhunya agar sesuai dengan range yaitu 18 – 28 OC.
• 7. Lensa pembesar
• Untuk memperbesar skala yang terlihat pada eye piece.
• 8. Eye piece
• Tempat untuk melihat skala yang ditunjukkan oleh refraktometer.
• 9. Skala
• Untuk melihat konsentrasi dan massa jenis suatu larutan.
JENIS
REFRAKTOMETER
Inline
analog digital laboratory
process
Hand-held Hand-held

abbe

gemstone
1. Refraktometer abbe
- Mengukur indeks bias cairan, padatan dalam cairan atau serbuk dengan
indeks bias dari 1,300 sampai 1,700 dan persentase padatan 0 sampai 95%
- Syarat sampel yaitu bahan yang jernih, transparan dan opaque dapat diukur
pada sinar yang ditransmisikan dan direfleksikan
- Menentukan indeks bias minyak, lemak, gelas optis, larutan gula, dan
sebagainnya, indeks bias antara 1,300 dan 1,700 dapat dibaca langsung
dengan ketelitian sampai 0,001 dan dapat diperkirakan sampai dengan 0,0002
dari gelas skala di dalam
- Dapat juga digunakan untuk mengukur kadar tetapi kita harus membuat kurva
standar

• - Bagian Refraktometer Abbe : mempunyai 2 lubang pengamatan


• - Pemeliharaan Refraktometer Abbe :
•a. Setelah dipakai prisma dibersihkan sampai kering
•b. Kalibrasi dengan Larutan bromonophtalehe yang sudah diketahui
indeks biasnya
• - Contoh sampel :
• a. Larutan : alcohol, eter
• b. Minyak : wax
• c. Makanan : sari buah, sirup
PENGGUNAAN
refraktometer abbe
1. Lensa refraktometer dibersihkan dari kotoran-kotoran
dengan kapas yang telah dibasahi dengan Xylol
2. Alirkan air melalui refraktometer agar alat berada pada
suhu pembacaan (suhu ini tidak boleh berada lebih
kecil/besar 20C dari suhu pembanding).
3. Kemudian dicoba mengukur indeks bias air suling terlebih
dahulu.
4. Cairan yang akan ditetapkan indeks biasnya diteteskan
pada lensa prismadengan pipet tetes.
5. Setelah terlihat adanya perbedaan terang dan gelap,
kemudian bacalah besarnya indeks bias pada angka yang
ditunjukan oleh skala.
PENGGUNAAN
refraktometer abbe
 Setelah terlihat jelas adanya perbedaan terang
dan gelap pembacaan dilakukan beberapa kali
 Setiap pembacaan hanya boleh dilakukan
apabila suhu dalam keadaan stabil.
 Angka rata-rata dari pembacaan adalah Indeks
bias bahan
 Umumnya indeks bias sudah dikonversikan
oleh alat, sehingga dapat langsung dibaca
kadarnya.
 Hanya untuk mengukur kadar zat tertentu saja
dan terbatasi jika kadar tidak terbaca misalnya :
terlalu pekat maka harus diencerkan. Hasil
akhir dikalikan dengan pengenceran.
2. REFRAKTOMETER hand-held
• Indeks biasnya sudah dikonversikan sehingga
dapat langsung dibaca kadarnya
• - Hanya untuk mengukur kadar zat tertentu saja
• - Bagian Hand Refraktometer : mempunyai 1
lubang pengamatan
• - Pemeliharaan hand Refraktometer :
• a. Setelah dipakai prisma dibersihkan sampai
kering
• b. Kalibrasi dengan aquades sampai batas biru
putih yang menunjukan skala 0.

• - Macam-macam Hand refraktometer :


• a. Hand refraktometer brik untuk gula 0-32%
• b. Hand refraktometer untuk salt untuk NaCl 0-
28%
Cara Penggunaan Refraktometer
Hand-analog
Kalibrasi Refraktometer
1. Lensa refraktometer dibersihkan dari kotoran-kotoran dengan
kapas yang telah dibasahi dengan xylol.
2. Alirkan air melalui refraktometer agar alat berada pada suhu
pembacaan (suhu ini tidak boleh berada lebih kecil/besar 20C dari
suhu pembanding).
3. Teteskan air suling/akuadest pada lensa prisma dengan pipet
tetes.
4. Setelah terlihat adanya perbedaan terang dan gelap, kemudian
bacalah besarnya indeks bias air suling. Bila belum terlihat adanya
perbedaan terang dan gelap, maka tepatkanlah menggunakan
kunci dengan memutar sekrup pada refraktometer sampai
perbedaannya terlihat jelas.
5. Indeks bias air suling kemudian dibaca atau menunjukkan posisi 0
Perawatan Refraktometer
Perawatan Refraktometer
Skala
refraktometer
• http://www.huixiasup
ply.com/Product-
57.html
PERHITUNGAN REFRAKTOMETER
• Mengkonversi data refraktometer (indeks bias) menjadi
konsentrasi larutan dalam % menggunakan larutan
standar/kurva standar
1. Membuat data kurva standar
sesuai dengan tabel disamping
2. Membuat kurva standar dengan
bantuan ms.excel dimana
konsentrasi sebagai sumbu –X
dan indeks bias sebagai sumbu-Y
3. Memilih tipe grafik yang
menampilkan data persamaan
garis yaitu y = ax + c dan nilai R~1
4. Mensubstitusi nilai sampel pada
tabel (nilai X) kepersamaan garis
untuk mendapatkan konsentrasi
sampel sebenarnya berdasarkan
data kurva standar
sumbu-X sumbu-Y kurva konsentrasi dengan indeks bias
konsentrasi 25

(%) indeks bias y = 0.864x + 0.44


5 4.9 20
R² = 0.9967
10 8.7
15 13.9 15

Konsentrasi
20 17.3
indeks bias
25 22.2 10
Linear (indeks bias)
Y -sampel 22.1
5

0
- 5 10 15 20 25 30
indeks bias

1. Persamaan garis yang diperoleh y = 0.864x +0.44


2. Substitusi nilai Y sample yaitu 22.1 kepersamaan
diatas
3. Sehingga x = (y-0.44) : 0.864
4. Nilai Y sampel ialah 22.1
5. Sehingga x = (22.1-0.44) : 0.864
6. Diperoleh konsentrasi sample Y yaitu x = 25.069%
Pertemuan ke - 11
fotometer
• Fotometer adalah alat yang
digunakan untuk mengukur
pencahayaan atau
penyinaran. untuk
mendeteksi:
a. intensitas cahaya hamburan
b. Penyerapan
c. fluoresensi

• Alat ini memliki fungsi untuk


mengukur intensitas atau
kekuatan cahaya suatu
larutan
Rangkaian fotometer

• Spesifik reagen /kromogenic reagen ditambahkan kedalam larutan


sample yang tidak bewarna akan terjadi perubahan warna selaras
dengan konsentrasi parameter yang akan diukur. Fotometer mengukur
berdasarkan perubahan warna tersebut.
• Sinar yang melewati sampel yang bewarna akan terjadi penyerapan
energi pada panjang gelombang tertentu. Fotometer akan menentukan
warna dari larutan sampel dengan mengukur energi transmisi/absorpsi
cahaya yang melewati sampel dipanjang gelombang spesifik.
Fotometer kemudian akan menggunakan mikroprosesor untuk
mengukur konsentrasi sampel dan menampilkanya dilayar hasilnya.
• Prinsip dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar
akibat interaksi sinar yang melewati sampel pada panjang
gelombang tertentu dimana sampel akan menyerap sejumlah
energi cahay yang kemudian ditransmisikan/diabsorpsi oleh
detektor sebagai konsentrasi disampel
• Pencahayaan L201 photometer
• L202 Pencahayaan dam Fotometer Luminance
FOTOMETER • L203 Pencahayaan dan Fotometer Luminance
PORTABEL • Luminous Flux Fotometer
• L103 Fotometer

• Spektrum Optik Reflectance Fotometri


FOTOMETER • UV dan Cahaya Tampak Transmisi Fotometri
NON • Inframerah Transmisi Cahaya Fotometri
• Atom Penyerapan Fotometri
PORTABEL
Spesifik sampel dengan panjang
gelombang pada pengukuran fotometer
• Panjang gelombang 340 nm Sinar ultra violet Warna Larutan Tidak
berwarna berisi NADH, pemeriksaan secara enzimatik. (AST, ALT)
• Panjang gelombang 405 nm Sinar biru Warna Larutan Larutan
warna kuning, baik enzimatik (p-nitrophenyl phosphate) contoh :
(ALP, ACP, GGT)
• Panjang gelombang 492 nm Sinar biru muda Warna Larutan
Larutan orange/jingga, pemeriksaan kinetik kreatinine Jaffe without
deproteinisasi.
• Panjang gelombang 546 nm Sinar hijau Warna Larutan Larutan
merah, biru (kadang). pengukuran teknik end point sampel. Contoh
: glukosa, cholesterol, asam urat, kreatinin deproteinisasi.
• Panjang gelombang 578 nm Sinar kuning Warna Larutan Larutan
hijau, biru, ungu dan kekeruhan putih dengan cara end point.
Contoh : urea, albumin, kalium turbidity.
• Panjang gelombang 624 nm Sinar orange merah Warna Larutan
Larutan biru tua dan ungu. Jarang digunakan dalam kimia klinik.
• Here is the next video in our Microlab 300 clinical chemistry photometer
series, explaining about the routine use of the instrument. From daily start to
programming of reagents, standards, calibrators and controls, you will get
step-by-step information how to use the instrument.
• https://youtu.be/IE__a3WOA-s
KALIBRASI FOTOMETER
• Ketepatan panjang gelombang lakukan
kalibrasi setiap 6 bulan, contoh dengan cara
pada arah jalannya sinar diberi kertas putih
dan amati warna yang timbul pada panjang
gelombang tertentu, yaitu hijau kebiruan pada
500 nm, hijau terang pada 525 nm, kuning
hijau pada 585 nm
RANGKAIAN SPEKTROFOTOMETER
Fotometer VS Spektrofotometer
• Spektrometer menghasilkan sinar dari
spektrum dengan panjang gelombangtertentu
dan fotometer adalah alat pengukur intensitas
cahaya yang ditransmisikan atau
yangdiabsorpsi. Jadi spektrofotometer
digunakan untuk mengukur energi secara
relatif jika energitersebut ditransmisikan,
direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi
dari panjang gelombang
Fotometer VS Spektrofotometer
• Daerah spektrum elektromagnetik untuk fotometer pada rentang daerah
visible/cahaya tampak 380 – 750 nm, spektrofotometer pada rentang uv-
visible 200 – 750 nm
• Sumber sinar fotometer menggunakan kawat wolfram, spektrofotometer
dapat menggunakan lampu hidrogen/ deuterium
• Fotometer menggunakan filter, spektrofotometer menggunakan
monokromator
• Alat detektor sinar pada fotometer menggunakan fotosel/sel lapisa
penghalang, pada spektrofotometer menggunakan tabung foton
hampa/pelipat ganda
• Pada fotometer menggunakan bahan pembuat kuvet dari kaca, sedangkan
pada spektrofotometer menggunakan bahan kwarsa untuk daerah uv