Anda di halaman 1dari 12

PROFESI NERS A

FAKULTAS KEPERAWATAN
DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH
BANJARMASIN

LAPORAN DESIMINASI AKHIR


KELOPMPOK 17
PROFIL RUANGAN KELOLAAN
DAFTAR TEMUAN MASALAH
1. Kurang optimalnya pelaksanaan pelaksanaan hand
hygiene di ruangan berkaitan dengan sarana mencuci
tangan seperti washtafel
2. Belum optimalnya pendidikan discharge planing
3. Belum optimalnya penerapan ronde keperawatan dalam
penerapan metode SP2KP
DAFTAR RENCANA KEGIATAN
 Kurang optimalnya pelaksanaan hand hygiene
 Melakukan koordinasi dengan kepala ruangan untuk
memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak ruangan
agar wastafel dapat digunakan kembali
 Melakukan koordinasi dan mengikutsertakan
keluarga klien untuk menjaga kebersihan agar tidak
membuang sisa makanan ke wastafel
 Melaksanakan kegiatan praktek cuci tangan sesuai
dengan SOP secara demonstrasi setiap kali
pertemuan pagi (morning meeting) dimana setiap
perawat melaksanakan dan dievalasi kembali
 Belum optimalnya penerapan ronde keperawatan dalam
penerapan metode SP2KP
 Menjalin hubungan baik dengan perawat ruangan dan tim medis
lain untuk mengoptimalkan kegiatan ronde eperawatan
 Melaksanakan kegiatan ronde keperawatan untuk
membahas permasalah keperawatan yang belum
terpecahkan
 Membuat role play dalam penerapan metode
keperawatan berdasarkan SP2KP.
 Melaksanakan role play tentang ronde keperawatan dan
timbang terima.
 Penerapan metode SP2KP pada timbang terima belum
optimal
 Menerapkan kegiatan timbang teima dengan metode
komunikasi efektif (SBAR) sesuai standar yang ditetapkan
 Perawat harus menambah pengetahuan dan keterampilan
kelompok dalam melaksanakan model-model konseptual
dalam keperawatan
 Membuat lembar panduan tentang proses timbang terima
berdasarkan standart yang telah ditentukan sehingga dapat
menjadi acuan dalam melakukan proses timbang terima.
 Belum optimalnya pendidikan dischart planning
 Berkolaborasi kepada perawat ruangan untuk memberikan
pelayanan yang lebih profesional
 Melakukan pendidikan discharge planing pada pasien dengan
rencana pulang agar mereka bisa menjaga kesehatan dengan
baik.
 Mengoptimalkan brosur leaflead yang terpasang di depan
ruangan perawat supaya dipergunakan untuk dischart planning.
 Berkoordinasi dengan manajemen keperawatan tentang
bagaimana pengisian dischart planning di ruangan.
 Mensosialisasikan tentang pengisian lembar dischart planning
kepada perawat.
 Sentralisasi obat
 Membuat lembar pajangan sentralisasi cairan infus.
 Mensosialisasikan contoh pengisian cairan infus di setiap
blok
 Pengkajian risiko jatuh
 Membuat gantungan resiko jatuh
 Membuat sosialisasi jika ada pasien dengan resiko jatuh
harus dipasangkan gantungan resiko jatuh
LAPORAN IMPLEMENTASI
 ROLEPLAY
 Dilaksanakan pada tanggal 6 – 19 November
2017
 Dibagi menjadi 2 pengorganisasian
 6 – 12 November 2017:
 Kepala ruangan : Rona Ariska, S.Kep
 KATIM : Rusmini, S.kep
 13 – 19 November 2017:
 Kepala Ruangan : Rizka Afrini, S.Kep
 KATIM : Zaky Yamani, S.Kep
 RONDE KEPERAWATAN
LAPORAN IMPLEMENTASI
 PSBH
 Roleplay timbang terima yang dilakukan oleh mahasiswa profesi
Ners A Stase Manajemen Keperawatan Fakultas Keperawatan
dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Ditujukan pada perawat ruang Camar yang dilakukan di nurse
station dan di bed pasien. Dilakukan pada setiap pergantian shift
dinas selama ± 30 menit yang bertujuan agar menjaga
kesinambungan informasi keadaan pasien.
 Membuat leftlet untuk media informasi discharge planing
 Pemberian label identitas obat
 Panduan cuci tangan 6 langkah dan five moment
 Panduan pengkajian risiko jatuh
PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH