Anda di halaman 1dari 13

CARDIAC ARREST

ANIK CAHYANI 17.008


DIAN AYU FARADILA 17.021
OKTALFI MELINDA SAORI 17.065
TANJUNG DILLI MURTI 17.087
YULIANA RESTU 17.098
DEFINISI

HENTI JANTUNG (CARDIAC ARREST) ADALAH PENGHENTIAN TIBA TIBA FUNGSI PEMOMPA
JANTUNG DAN HILANGNYA TEKANAN DARAH ARTERI. SAAT TERJADINYA SERANGAN JANTUNG,
PENGHANTARAN OKSIGEN DAN PENGELUARAN KARBONDIOKSIDA TERHENTI, METABOLISME SEL
JARINGAN MENJADI ANAEROBIC, SEHINGGA ASIDOSIS METABOLIC DAN RESPIRATORIK TERJADI.
PADA KEADAAN TERSEBUT INSIASI LANGSUNG DARI RESUSITASI JANTUNG PARU DIPERLUKAN
UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KERUSAKAN JANTUNG, PARU-PARU, GINJAL, KERUSAKAN OTAK
DAN KEMATIAN.
PATOFISIOLOGIS

HENTI JANTUNG TIMBUL AKIBAT TERHENTINYA SEMUA SINYAL KENDALI LISTRIK DI JANTUNG,
YAITU TIDAK ADA LAGI IRAMA YANG SPONTAN. HENTI JANTUNG TIMBUL SELAMA PASIEN
MENGALAMI HIPOKSIA BERAT AKIBAT RESPIRASI YANG TIDAK ADEQUATE. HIPOKSIA AKAN
MENYEBABKAN SERABUT SERABUT OTOT DAN SERABUT SERABUT SARAF TIDAK MAMPU
MEMPERTAHANKAN KONSENTRASI ELEKTROLIT YANG NORMAL DI SEKITAR MEMBRANE,
SEHINGGA DAPAT MEMPENGARUHI EKSTABILITAS MEMBRANE DAN MENYEBABKAN HILANGNYA
IRAMA NORMAL.
PATHWAY
MANIFIESTASI KLINIS

KEADAAN KEADAAN YANG MENDAHULUI TERJADINYA HENTI JANTUNG ADALAH:


• NYERI DADA HEBAT MENDADAK
• SESAK NAFAS HEBAT
• BRADICARDI ATAUPUN TACHICARDIA MENETAP YANG LAMA.
• PENURUNAN KESADARAN PROGESIF CEPAT ATAUPUN MENDADAK.
KEADAAN YANG BIASANYA SAAT HENTI JANTUNG:
• PINGSAN MENDADAK.
• APNEA
• OTOT OTOT SELURUH TUBUH LEMAS.
KLASIFIKASI

• GAGAL JANTUNG KIRI (LEFT-SIDED GEART FAILURE) DAN GAGAL JANTUNG KANAN (RIGHT-
SIDED HEART FAILURE). DAPAT TERJADI SALAH SATU ATAU KEDUANYA SECARA BERSAMAAN
(BIVENTRICULAR).
• GAGAL JANTUNG FUNGSI GANGGUAN FUNGSI SISTOLIK (KONTRAKSI) DAN FUNGSI
DIASTOLIC (RELAKSASI ATAU PENGISIAN). GANGGUAN SISTOLIK DAPAT TERJADI KARENA
INFARK PADA MIOKARD, DAN KARDIOMIOPATI, KARENA KELAINAN INI JANTUNG TIDAK DAPAT
MEMOMPA SECARA MAKSIMAL DARAH UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN METABOLISM TUBUH.
SEDANGKAN GAGAL FUNGSI DIASTOLIC DAPAT TERJADI KARENA KELAINAN KATUP,
CONTOHNYA ADALAH METRAL STENOSIS.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• PEMERIKSAAN DARAH
• PEMERIKSAAN ELEKTROKARDIOGRAFI
• PEMERIKSAAN RADIOLOGI
• PEMERIKSAAN MELALUI UJI INVASIVE
PENATALAKSANAAN PRAHOSPITAL DAN
INTRAHOSPITAL
• PRE HOSPITAL : YAITU DENGAN MELAKUKAN PERTOLONGAN DASAR DAN DILANJUTKAN
DENGAN PENANGANAN ADVANCE PRE HOSPITAL PERTOLONGAN DASAR DIMULAI DARI
INITIAL ASSESMENT TERHADAP KORBAN,EVAKUASI KORBAN, PEMBERIAN OKSIGENASI,
PEMANTAUAN KONDISI PASIEN TERMASUK KESADARAN. PELAYANAN PRA HOSPITAL
DILAKUKAN DENGAN MENDIRIKAN PCS,BSB DAN PELAYANAN AMBULANS SERTA KOMUNIKASI
• INTRAHOSPITAL : PENATALAKSANAAN INTRAHOSPILAT DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT DENGAN
PENANGANAN DOKTER MAUPUN KOLABORASI DENGAN TIM KESEHATAN LAINNYA.
PENGKAJIAN PRIMER

• CIRCULATION/SIRKULASI
• AIRWAY/JALAN NAPAS
• BREATHING/PERNAPASAN
PENGKAJIAN SEKUNDER

• PENGKAJIAN SEKUNDER
UNTUK MENDAPATKAN DATA SUBYEKTIF PERLU DI PERTIMBANGKAN BUDAYA
PASIEN,KEMAMPUANKOGNITIF DAN TINGKAT PERTUMBUHAAN. PENGKAJIAN TENTANG
KELUHAN NYERI TERMASUK TINGKAT KEPARAHAN, LOKASI DURASI, DAN INTENSITAS NYERI
DENGAN MENGGUNAKAN MNEMONIC PQRST
• PENGKAJIAN OBYEKTIF
PENGKAJIAN OBJEKTIF ADALAH SEKUMPULAN DATA YANG DAPAT DILIHAT DA DI UKUR MELIPUTI
TTV, BB DAN TB PASIEN, PEMERIKSAAN FISIK, HASIL PEREKAMAN EKG,SERTA TES DIAGNOSTIK.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

• PENURUNAN CURAH JANTUNG BERHUBUNGAN DENGAN BERHENTINYA FUNGSI


JANTUNG
• KETIDAK EFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER BERHUBUNGAN DENGAN
KURANG PENGETAHUAN TENTANG PROSES PENYAKIT
• KETIDAK EFEKTIFAN POLA NAFAS BERHUBUNGAN DENGAN KELETIHAN OTOT
PERNAFASAN
No
INTERVENSI
Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan

1 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam curah jantung teratasi dengan Perawatan jantung (4040)
kriteria hasil : 1. Secara rutin mengecek pasien baik secara fisik dan psikologis sesuai dengan kebijakan tiap agen/penyedia layanan
2. Pastikan tingkat aktivitas psien yang tidak membahayakan curah jantung/ memprovokasi serangan jantung
Keefektifan curah jantung 0400
3. Monitor tanda-tanda vital secara rutin
 040001 tekanan darah sistole dari skala 3 (deviasi sedang dari kisaran normal )
4. Monitor fungsi pacemeker sebagaimana mestinya
ditingkatkan ke skala 5( tidak ada deviasi darkisaran normal)
 040019 tekanan diastole dari skala 3 (deviasi sedang dari kisaran normal ) ditingkatkan
ke skala 5( tidak ada deviasi darkisaran normal)
 040003 indeks jantung dari skala 3 (deviasi sedang dari kisaran normal ) ditingkatkan ke
skala 5( tidak ada deviasi darkisaran normal)

2 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam ketidakefektifan perfusi jaringan perifer teratasi Perawatan gawat darurat 6200
dengan kriteria hasil: 1. Aktifkan sistem medis darurat
Perfusi jaringan :perifer (0407) 2. Mulai tindakan penyelamatan pada pasien dengan penyakit yang paling kritis pada kasus dengan beberapa korban(sekaligus)
040730 kekuatan denyut nadi karotis(kanan) dari skala 3(deviasi sedang dari kisaran normal) ditingkatkan 3. Evaluasi setiap pasien yang tidak berespon untk menentukan tindakan yang tepat
ke skala 5( tidak ada deviasi dari kisaran normal) Buat atau mempertahankan jalan napas terbuka
040731 kekuatan denyut nadi karotis(kiri) dari skala 3(deviasi sedang dari kisaran normal) ditingkatkan ke
skala 5( tidak ada deviasi dari kisaran normal)

3 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam pola nafas teratasi dengan kriteria hasil : Manajemen jalan nafas ( 3140)
Status pernafasan(0415) : 1. Buka jalan nafas dengan teknik chinlift atau jawthrust sebagaimana mestinya
 041502 kedalaman inspirasi dari skala 3 (deviasi sedang dari kisaran normal ) ditingkatkan ke skala 2. Monitor status pernafasan dan oksigenasi
5( tidak ada deviasi darkisaran normal) 3. Masukan alat nasopharingeal (airway) atau NPA atau oroparingeal airway(OPA) sebagaimana mestinya
041507 kapasitas vital skala 3 (deviasi sedang dari kisaran normal ) ditingkatkan ke skala 5( tidak ada 4. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
deviasi darkisaran normal)
EVALUASI
No. Dx Evaluasi sumatif (SOAP) Paraf

1. S:
O:

A: Penurunan curah jantung berhubungan dengan Berhentinya fungsi jantung belum teratasi

P: Melanjutkan Intervensi

Perawatan jantung

2. S:

O:

A: Ketidak efektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang proses penyakit

P: Melanjutkan Intervensi

Perawatan gawatdarurat

3 S:
O:
A: Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan Keletihan otot pernafasan belum teratasi
P: Melanjutkan Intervensi
Manajemen jalan nafas