Anda di halaman 1dari 41

DERMATITIS ATOPIK

STATUS PASIEN
I. IDENTITAS
Nama : Afdan Alifindra
Umur : 2 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status :-
Pekerjaan :-
Bangsa/suku : Melayu
Agama : Islam
Alamat : Pasar kwala mencirim, Binjai

II. ANAMNESA
A. Keluhan Utama : Gatal dan dijumpai bercak-kemerahan serta sisik halus pada kedua pipi
dan leher ± sejak 3 hari
B. Telaah :Mula-mula ruam timbul di kedua pipi lalu meluas keleher sejak 1 minggu yang lalu
C. Keluhan Tambahan : -
Lesi pada pipi dan leher pasien pada saat pasien berobat ke poliklinik kulit dan
kelamin RSUD D.R R.M Djoelham
D. Riwayat Pemakaian Obat :-
E. Riwayat Penyakit Terdahulu :-
F. Riwayat penyakit Keluarga :-
G. Status Gizi dan Kebiasaan : Baik
H. Keadaan Lingkungan : Lingkungan baik dan bersih

III. PEMERIKSAAN/STATUS DERMATOLOGI


A. Lokasi : pipi kanan dan kiri serta leher
B. Distribusi : regional
C. Bentuk : Tidak teratur
D. Susunan : Tidak khas
E. Batas : di atas permukaan kulit
F. Ukuran : Plakat
G. Efloresensi : Primer : makula, eritema
H. Sekunder : Skuama
H. Palpasi kulit : Kasar

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG:


Pemeriksaan lab
(Tidak di lakukan pemeriksaan)
V. RESUME
Seorang anak laki-laki umur 2 tahun di antar ibunya datang ke
poliklinik kulit dan kelamin RSUD D.R R.M Djoelham dengan
keluhan gatal dan dijumpai bercak kemerahan serta sisik halus
pada keduan pipi dan leher sejak ± 3 hari yang lalu , mula-mula
ruam timbul di kedua pipi meluas keleher sejak 1 minggu yang
lalu
VI. DIAGNOSA SEMENTARA
- Dermatitis atopik
VII. DIAGNOSIS BANDING
1. dermatitis seboroik
2. Tinea facialis
VIII. PENATALAKSANAAN
UMUM:
Mengidentifikasi kemudian menyingkirkan faktor yang
mempemberat
KHUSUS :
• hidrokortison salap 1%.
• Antihistamin:
Cetirizine sirup 5 mg (1 sendok teh atau 5 ml /perhari)
IX. PROGNOSIS
Baik apabila faktor pencetus dapat dihindari
Dermatitis atopik
Definisi :

Peradangan kulit Kadar Ig E


kronis(epidermis dan serum
dermis) disertai
keluhan gatal
berlangsung kronis
dan residif yang Riwayat atopik
Keluarga/penderita:
sering berkaitan -dermatitis atopik
dengan : -rinitis alergi
-asma bronkial
Epidemiologi :

- Prevalensi Meningkat
- Negara industri:AS,Eropa,Jepang,Australia
Anak 10-20%
Dewasa 1-3%
- Negara Agraris lebih rendah
- Wanita : Laki-laki = 1,3:1
Patogenesis
Reaksi Imunologi DA
Gejala Klinis dan Efloresensi
Fase infatil (0-2 tahun)

 Muka (dahi,pipi)kulit
Kepala,leher,pergelangan,
lengan ,tungkai
 Eritema,papul-vesikel,
eksudatif,krusta.
 Bisa meluas seluruh
tubuh
Fase Dewasa ( > 12 tahun)

 Plakat-papul, eritema ,skuama


 Remaja:lipatan lutut,siku,samping
leher,sekitar mata,dahi
 Dewasa: tidak spesifik ,vulva,puting
susu,bibir,bisa meluas
Px. Penunjang :

1. Tes Darah tepi:ditemukan adanya eosinofilia


2. Tes Imunologi: IgE Meningkat
3. Pemeriksaan White Dermatographisme
Diagnosa banding :
1. Dermatitis
seboroik
2. Tinea facialis
Penatalaksanaan :

• Hidrofilik urea 10%


• Pada bayi digunakan salap steroid berpotensi
rendah,misalnya hidrokortison 1%-2,5%.
• Takrolimus 0,03% atau Pimekrolimus 1%
• Antihistamin
Edukasi : Prognosis :

 Hindari faktor Prognosis lebih buruk bila


pencetus. kedua orang tuanya
Bila memakai menderita dermatitis
atopik. Ada kecenderungan
sabun hendaknya
perbaikan masa spontan
yang berdaya larut pada masa anak dan sering
minimal. ada yang kambuh pada
masa dewasa.Sebagian
kasus menetap pada usia
diatas 30 tahun
DERMATITIS KONTAK ALERGI
DEFISI

Dermatitis kontak alergi ialah dermatitis yang


disebabkan oleh bahan (Substansi) yang
menempel pada kulit.
JENIS DERMATITIS KONTAK

Dikenal dua macam jenis dermatitis


kontak yaitu dermatitis kontak iritan
dan dermatitis kontak alergik;
keduanya dapat bersifat akut maupun
kronis
ETIOLOGI

Bahan yang bersifat iritan, misalnya:


bahan pelarut, detergen, minyak
pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Perbedaan ketebalan kulit


Lama kontak
diberbagai tempat
menyebabkan perbedaan
Kekerapan (terus menerus permeabilitas
atau berselang)
Usia (anak dibawah 8 tahun
lebih mudah teriritasi))
Adanya oklusi menyebabkan
kulit lebih permeabel
Jenis kelamin (wanita > laki-
laki)
Gesekan dan trauma fisis
Penyakit kulit yang pernah atau
Suhu dan kelembaban sedang dialami (misalnya
lingkungan dermatitis atopik)
EPIDEMIOLOGI

Dermatitis kontak iritan dapat


diderita oleh semua orang
dari berbagai golongan umur,
ras, dan jenis kelamin
MANISFESTASI KLINIS

Kulit tersa Kelainan kulit kulit kering

DKI AKUT LAMBAT

DKI KRONIS
DKI AKUT

pedih baru terlihat eritema


eritema setelah 12-24
jam atau lebih skuama
vesikel lambat laun
bula kulit tebal (
sebatas hiperkeratosis
daerah yang ) dan
terkena likenifikasi
berbatas batas
tegas kelaianan
tidak tegas
Penatalaksanaan
Diagnosis Banding

• Dermatitis kontak
iritan
DD • Dermatitis Atopik
• Dermatitits
Seboroik
TINEA PEDIS
• Tinea pedis juga disebut ”Athlete’s foot”
merupakan dermatofitosis pada kaki
terutama pada sela-sela jari dan telapak
Definisi tangan.

• Trichophyton rubrum (60%)


• Trichophyton mentagrophytes (20%)
Penyebab • Epidermophyton floccosum (10%)
INSIDEN
Infeksi jamur Umumnya Sering
menyerang
yang paling banyak orang dewasa
sering terjadi terjadi pada yang banyak
diseluruh bekerja di
dunia.
laki – laki. tempat basah/
orang –orang
yang setiap hari
harus memakai
sepatu tertutup.
FAKTOR PREDISPOSISI

HIV/AIDS,
transplantasi
organ, Usia lanjut,
kemoterapi, obesitas, DM
steroid, gangguan
nutrisi

Risiko
Tinea
Pedis
MANISFESTASI KLINIS

Bentuk interdigitalis

Bentuk hiperkeratosis
(moccasin foot)

Bentuk vesikular
bullosa subakut
BENTUK KLINIS

1. Bentuk interdigitalis
• Sering terjadi di antara jari ke IV dan V
• Infeksi bisa menjalar ke bagian kaki lainnya.
Terdapat 2 jenis:
a. Berskuama dan kering
b. Maserasi, terkelupas, membentuk fisura pada
kulit di sela-sela jari
2.Moccasin foot
• Makula eritem berbatas jelas dengan papul
miliaris pada tepinya, dengan skuama
halus, hiperkeratosis.
• Sering ditemukan pada tumit, telapak kaki,
hingga tepi kaki. Dapat terjadi pada satu
kaki atau lebih sering pada kedua kaki.
3. Tipe yang meradang/ Bula (sub akut)
• Terdapat vesikel ataupun bula yang berisi cairan bening.
• Jika terdapat nanah mengindikasin infeksi dari S.
Aureus
• Setelah pecah, vesikel meninggalkan sisik kasar yang
berbentuk lingkaran yang disebut koleret
• Dapat terjadi pada telapak dan punggung kaki
4. Tipe ulserasi/ akut
• Lesi meluas dari tinia pedis interdigitalis ke
bagian dorsal dan plantar kaki.
• Gambaran lesi akut, eritema, edema, berbau.
Kondisi hiperhidrosis, maserasi, serta ulserasi
pada kaki, stasis vaskular, dan bentuk sepatu
yang kurang baik merupakan predisposisi untuk
mengalami infeksi
• Sering disertai superinfeksi oleh S. aureus
Pemeriksaan
•Mikologik
–Sediaan basah : KOH 10% ; gambaran
terlihat adalah hifa, sebagai dua garis
sejajar, terbagi oleh sekat dan bercabang
maupun spora berderet(artrospora).
–Pembiakan : menyokong sediaan basah
dan menentukan spesies jamur.
Pencegahan

•Edukasi pasien
–Menjaga kebersihan kaki
–Pengeringan kaki
–Perawatan kuku kaki
–Memakai kaos kaki bersih saat
mengenakan sepatu
•Penatalaksanaan terhadap faktor
predisposisi.
Penatalaksanaan

• Obat antifungal topikal


– Obat fungisidal (terbinafine, butafine dan naftifine)
lebih sering pilih daripada obat fungistatik  angka
kesembuhan tinggi.
• Obat antifungal oral
– Obat baru (triazole, fluconazole, itraconazole dan
allylamine)  aktivitas broad spectrum
THAN K YOU